Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
rencana Ravi


__ADS_3

Setelah mereka Bersiap-siap akhirnya mereka semua pun berangkat ke rumah Wijaya.


"Sayang kamu yakin akan baik-baik saja jika tinggal bersama mama dan papa?kalau memang kamu tidak nyaman kita bisa kembali ke apartemen kamu kok." Tanya Miko saat mereka berdua sudah berada di mobil Miko dan mobil sudah melaju namun Miko melihat wajah murung istrinya itu.


"Yakin mas, kamu tenang saja istrimu ini kuat kok aku yakin aku bisa melewati semua nya." Jawab Amora menutupi kegugupannya.


"Sayang, kamu tenang saja mas akan selalu ada di pihak kamu." Miko menggenggam tangan istrinya itu sambil menyetir mobil.


"Iya mas, aku juga ingin tinggal bersama keluarga kamu karena aku ingin membuktikan ke mama dan papa kalau aku pantas menjadi menantu keluarga Wijaya."


"Iya sayang mas yakin kamu bisa, menaklukan mas dan junior mas saja kamu bisa, apalagi menaklukan hati mama dan papa." Ucap Miko sambil tersenyum penuh arti.


"Ihh mas kamu apaan sih?"


"Nanti malam ada jatah kan sayang?"


"Mas, kamu tidak malu apa sama mama dan papa kamu?"


"Ngapain malu, kan kita sudah sah menjadi pasangan suami istri. Mas juga mau mereka tau kalau kita sedang berjuang memberikan mereka cucu yang lucu-lucu." Tambah Miko.


"Mas..."


"Heh tidak boleh menolak sayang, ingat hukumnya dosa. Pokoknya nanti malam mas mau coba beberapa gaya baru ah." Ucap Miko sambil menyusun sesuatu di otak nya.


"Ihh dasar otak mesum."


"Mesum sama istri sendiri ga apa-apa kali sayang."


Dan tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah Miko, Amora dan Miko pun turun dari mobil. Sedangkan barang-barang mereka di bawa masuk sama pelayan rumah itu.


Beberapa dari mereka merasa keheranan, karena Miko dengan mesra merangkul Amora. Sementara Sean dan sovi yang berjalan di belakang mereka terlihat biasa-biasa saja. Eh tidak Deng wajah sovi udah seperti pakaian yang habis di gulung-gulung, kusut Bener.


"Kak..." Tiba-tiba suara Ravi memecah keheningan.


"Ravi.."


"Kakak baik-baik saja, kenapa kemaren tidak pulang, dan kenapa kakak bawa Amora ke rumah ini?" Tanya Ravi keheranan karena Miko merangkul bahu amora dan sepertinya kedua orang tua nya hanya diam saja.


"Ravi, mulai hari ini kamu panggil Amora dengan sebutan kakak ipar ya karena sia adalah kakak ipar kamu." Tiba-tiba Sean memotong pembicaraan mereka.


"Hah, maksud papa?"

__ADS_1


"Iya Ravi, kakak dan amora sudah menikah." Tambah Miko.


"Candaan macam apa ini? Ma kakak bohong kan?" Tanya Ravi yang masih belum percaya.


Sovi hanya diam saja,


"Kapan? Kok bisa?" Ravi masih mengumpulkan pertanyaan di benak nya.


"Sudah lah Ravi, kamu tidak perlu banyak tanya. Yang pasti mulai hari ini kakak dan kakak ipar kamu akan tinggal di rumah ini. Dan berlaku sopan dan hormat ke kakak ipar kamu ya." Ucap Miko.


"Ayo sayang kita ke kamar dulu, kita perlu merapikan pakaian kita." Ajak Miko yang menarik istrinya itu untuk menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Bener-benar wanita licik, lihat saja akan ku buat dia merasakan neraka jika dia memutuskan untuk tinggal di rumah ini." Ucap sovi yang akhirnya berlalu meninggalkan suami dan putra nya itu.


"Ravi, kantor baik-baik saja kan? Kamu mandi gih sana sudah sore." Titah sena kepada putra bungsu nya itu, karena Ravi masih melamun dengan pakaian kantor nya.


"Ravi..." Sean mengulang kata-kata nya karena seperti nya Ravi tidak mendengarkan nya.


"Hah, iya pa kenapa?" Tanya Ravi yang tersadar dari lamunannya.


"Bagaimana keadaan kantor? Kamu mandi gih ini sudah sore." Ulang Sean lagi.


"Oh baik kok pa baik. Iya pa." Jawab Ravi.


"Iya pa."


"Apa ini semua? Ini bercanda kan? Tidak Amora milik ku dan harus jadi milikku." Batin ravi yang masih mencoba menyadarkan dirinya akan kenyataan ini.


Ravi pun menuju kamar nya dan masuk ke kamar mandi serta berendam di bathtub untuk menenangkan pikirannya.


"Ini semua bercanda kan? Aku, aku yang menemukan Amora bagaimana bisa dia menjadi istri kak Miko." Batin ravi lagi saat dirinya sudah berendam di bathtub.


"Kenapa, kenapa aku begitu goblok. Amora milik ku dan kak Miko hanya bermain-main dengan nya."


"Ravi kamu ini polos apa goblok sih? Bisa-bisa nya kamu melepaskan wanita seperti Amora. Dia milikmu dan kau harus memiliki nya." Batin nya.


"kamu juga perlu egois Ravi, kejar kebahagian mu."


"Baiklah kak Miko, karena sudah mencoba merebut amora dari ku, maka akan ku rebut kembali wanita ku dari mu. Aku juga ingin bahagia seperti mu. Semuanya akan ku lakukan agar aku dapat menceraikan kalian. Tunggu saja." Batin Ravi yang sudah membulatkan tekad nya.


.

__ADS_1


.


.


sovi yang baru saja selesai mandi, langsung ke dapur dan menyuruh sang pelayan untuk menyiapkan sesuatu untuk makan malam amora nanti.


"tunggu saja bagian mu wanita murahan, karna kau sudah berani masuk ke rumah ini itu artinya kau membangun kan singa yang sedang tidur." batin sovi yang tersenyum penuh kemenangan.


.


.


sementara yang di pikirkan sedang bermesra ria kamar mereka, mereka mandi bersama sambil sesekali bermain-main di bathtub itu.


setelah Amora dan Miko selesai mandi mereka pun keluar dari kamar mandi, awalnya Miko ingin meminta jatah nya namun Amora menolak karena dia takut nanti Miko sampai ke puncak nya lama sementara sekarang mereka sedang tinggal di rumah mertuanya. bisa-bisa sovi semakin benci nantinya kepada Amora.


"sayang makasih ya." ucap Miko tiba-tiba memeluk perut Amora dari belakang.


"makasih buat apa mas?" tanya Amora sambil merapikan handuk mereka.


"terimakasih karena kamu sudah mau kembali ke rumah ini dan sabar menghadapi mama nya mas."


"mas mama sovi kan mertua ku berarti mama ku juga. kamu tenang saja ya aku yakin kok kalau aku berjuang keras suatu saat nanti mama sovi pasti menerima aku sebagai menantu nya." ucap Amora lagi.


"iya sayang, tapi memang cara terampuh untuk meluluhkan hati mama dan papa cuman 1 sih sayang."


"apa mas?"


"dengan memberikan mereka cucu yang lucu-lucu." ucap Miko sambil tersenyum penuh arti.


"kamu ya mas, dasar mesum pikiran nya itu-itu aja, yasudah yuk kita ke bawah pasti mereka sudah menunggu kita untuk makan malam." ajak Amora mengalihkan pembicaraan mereka.


"memang nya kamu tidak mau sayang, segera punya momongan?"


"ya mau, tapi bahasan kita jangan itu Mulu deh mas ah."


"nanti malam ya sayang, Kita tancap gas."


"iya mas iya, Yasudah yuk kita makan dulu." ajak Amora.


"siap Bu bos."

__ADS_1


akhirnya mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.


__ADS_2