
"Sayang apa kamu sudah bertemu dengan si Adam itu?" Tanya Miko saat dia sudah berada di dalam mobil dan menelepon Amora.
"Hmm ini baru saja mau berangkat mas, kenapa? Kamu cemburu?" Tanya Amora penuh selidik.
"Cemburu sama dia, masih kalah jauh sayang. Dia bukan saingan mas kali." Jawab Miko dengan bangga.
"Oh begitu masih kalah jauh ya, yayaya seorang Miko Wijaya siapa sih yang bisa mengalahkan nya." Ejek Amora.
"Tapi mas mau bertanya deh."
"Mau tanya apa mas?"
"Seingat mas, mas sudah blokir Instagram nya Adam deh kok bisa-bisanya kalian komunikasi an lagi?"
"Hmm sudah ku duga bahwa yang nge blok Ig nya Adam kamu mas. Dia nge DM aku pakai akun lain mas." Jawab Amora.
"Apa kau tidak senang sayang? Kalau mas nge blok Adam?"
"Oh tentu, tentu tidak mas kamu mah bebas."
"Hmm iya dong."
"Kalian mau bertemu di mana?" Sambung Miko lagi.
"Kepo."
"Amora, kalian mau bertemu di mana?"
"Hmm di cafe toka-toka mas Miko ku sayang, kenapa kamu mau datang? Mau menguping?" Tanya Amora.
"Huh, kerjaan mas lebih penting daripada menguping obrolan kalian."
"Oh jadi kerjaan kamu lebih penting dari aku begitu?" Tuntut Amora.
"Ya bukan, maksud mas mas percaya kamu tidak akan berani neko-neko di belakang mas. Jadi mas rasa lebih baik mas bekerja untuk masa depan kita di Banding menguping pembicaraan kalian berdua." Ucap Miko memperjelas kata-kata nya.
"Oh begitu." Jawab Amora sambil manggut-manggut.
"Oh iya sayang, mas tidak mau ya kalau sampai kamu bersentuhan dengan Adam. Tidak perlu banyak basa-basi cukup putuskan dia lalu pulang. Ingat mas punya banyak mata-mata lho." Titah Miko.
"Lah kok gitu? Semuanya tergantung situasi dan kondisi di TKP mas." Protes Amora.
"Oh jadi kamu masih mau di sentuh-sentuh sama Adam hah?"
"Ya ga sih mas, tapi kalau sentuh sedikit ha apa-apa lah." Canda Amora.
"Amora, tidak ada sentuh sedikit-sedikit. Ingat mas punya banyak mata-mata lho."
"Hmmm iya Miko bawel, yasudah aku dan Mbak Lela berangkat dulu ya, taksi online nya sudah datang." Pamit Amora.
__ADS_1
"Kamu sih tadi pagi mas tawarin di antar jemput sama Paijo malah nolak dan lebih memilih naik taksi online."
"Ya ga apa-apa lah mas, kamu jemput aku saja nanti dari cafe toka-toka, kan siang kita mau ketemu camer." Ucap Amora sambil tersenyum.
"Apa kau sudah siap sayang? Bertemu camer mu?" Tanya Miko.
"Hehehe sebenarnya ga siap sih mas, tapi demi cintaku kepada mu akan ku kuatkan mental ku." Jawab Amora.
"Jadi sebenarnya kau takut ya bertemu mama?"
"Sejujurnya iya mas, hanya saja demi mendapatkan hatinya dan mendapatkan putra sulungnya aku akan memberanikan diri. Ya walaupun aku sendiri tidak yakin akan di terima di keluarga kamu khususnya di terima oleh Tante dengan masa lalu ku yang seperti ini." Jelas Amora sambil masuk ke dalam mobil.
"Kamu tenang saja sayang, nanti mas pasti akan bantu ngomong sama mama ya." Ucap Miko yang memang sudah membulat kan tekadnya untuk menjalin hubungan yang serius dengan Amora.
"Iya mas, semoga semuanya baik-baik saja ya. Yasudah mas aku tutup dulu panggilan nya ya."ucap Amora yang memang taksi online nya sudah mulai melaju ke cafe tempat nya dan Adam ingin bertemu.
"Iya sayang, hati-hati ya. Ingat kalau ada apa-apa kabarin mas."
"Siap pak bos." Jawab Amora dan akhirnya panggilan pun berakhir. Sementara Miko yang baru saja sampai di kantor langsung masuk ke kantor dan menuju ruang meeting.
"Maaf adam sudah membuat mu menunggu lama." Ucap Amora saat dia sudah masuk ke dalam sebuah ruangan VIP di cafe itu.
"Tidak apa-apa Amora, santai saja."
"Hmm boleh kah kita mengobrol 4 mata saja?" Tanya Adam saat dia melihat lela yang sudah berdiri di sebelah Amora.
"Hmmm, mbak Lela tolong keluar sebentar ya." Pinta Amora kepada Lela.
"Silahkan duduk tuan putri." Ucap Adam sambil menarik kursi untuk Amora.
"Terimakasih dam." Jawab Amora sambil tersenyum.
"Dam kedatangan ku ke sini hanya ingin memperjelas hubungan kita." Jelas Amora yang memang ingin langsung ke intinya.
"Ada apa dengan hubungan kita sayang? Bukan kah semua nya baik-baik saja?" Tanya Adam dengan gaya santai nya sambil menyeruput kopi nya.
"Iya dam hubungan kita memang baik-baik saja. Tapi kisah percintaan kita ku rasa sudah tidak bisa di lanjut lagi. Dan aku ingin mengakhiri nya detik ini juga tapi mari kita akhiri dengan baik-baik." Jelas Amora.
"Kenapa?"tanya Adam dengan gaya santai nya.
"Karena sudah tidak ada lagi cinta di antara kita dan."
"Kata siapa? Aku masih mencintaimu bahkan kian hari rasa cinta ku makin besar kepada mu Amora."
"Maaf dam tapi tidak untuk ku, aku juga tidak tau pasti kapan perasaan itu hilang, yang pasti untuk sekarang saat memandang mu hatiku sudah biasa saja." Jelas Amora.
"Hmmm apa karena sudah ada dia? Yang mengganti kan posisi ku di hati mu?" Tanya Adam.
"Kenapa kau diam Amora? Apa karena Miko Wijaya itu lebih mapan dari ku makanya kau berpaling kepada nya? Padahal dia hanya menganggap mu sebagai partner nya di atas ranjang dan tidak lebih. sedangkan aku yang begitu tulus mencintai mu malah kau tinggalkan." Sambung Adam karena Amora diam saja.
__ADS_1
"Hah bagaimana Adam bisa tau sol perjanjian ku dengan Miko." Batin Amora kaget.
"Dam perasaan kemaren aku sudah menjelaskan ke kamu bahwa kamu terlalu baik untuk perempuan kotor seperti ku."
"Hah, bulshit Amora. Apa kalau aku jadi pria brengsek kamu juga mau sama aku?" Sambung Adam.
"Sudah lah dam, mari kita akhiri hubungan tanpa cinta ini. Aku ingin kamu bahagia walaupun bukan dengan ku begitu juga sebaliknya." Pinta Amora yang mengulangi kata-kata nya.
"Hmmm baiklah Amora, sebegitu ingin nya kamu memutuskan ku demi laki-laki mapan seperti Miko ya."
"Dam ada dan tidak ada nya Miko ku rasa perasaan ku akan tetap sama kepada mu. Dan sepertinya aku akan tetap mengakhiri hubungan kita deh."
"Yasudah lah Amora, benar kata kamu hubungan tanpa cinta jika di pertahan kan hanya akan memberi luka saja. Baiklah mari kita akhiri hubungan ini baik-baik." Jawab Adam dengan wajah tenang nya.
"Boleh aku meminta satu permintaan terakhir dari mu?"sambung Adam.
"Apa dam?"
"Boleh kah kau memelukku untuk terakhir kalinya? Sebelum kita benar-benar mengakhiri hubungan ini?" Pinta Adam dengan wajah memohon.
"Bagaimana ini, kan tadi mas Miko berpesan agar jangan bersentuhan dengan Adam. Tapi ini adalah permintaan terakhir Adam." Batin Amora Bingun.
"Bagaimana Amora? Hanya peluk saja, ku rasa kau tidak akan hamil hanya pelukan dengan ku kan?"
"Baiklah dam, karena kau menghargai keputusan ku maka aku juga akan mengabulkan permintaan mu." Ucap Amora yang berdiri dari duduk nya dam segera memeluk Adam, dan dengan senang hati Adam membalas pelukan Amora. Tak hanya itu bahkan Adam mengecup kening dan ujung rambut Amora.
"Ku mohon, sebentar lagi Amora." Pinta Adam saat Amora ingin melepas pelukan mereka.
Dan tiba-tiba sebuah sapu tangan menempel di mulut Amora, Amora panik, namun karena pelukan Adam di tubuhnya amora jadi susah bergerak dan perlahan kesadaran Amora mulai menghilang dan kini semuanya menjadi gelap.
"Hahaha Amora, Amora, kau pikir akan se cepat itu aku melepaskan mu hah?" Tawa Adam saat Amora sudah pingsan.
Adam pun memetik kan jari nya, dan beberapa bodyguard nya serta Lela masuk ke dalam ruangan itu.
"Ambil ponsel Amora." Titah Adam kepada Lela.
"Baik pak." Jawab Lela menurut.
Adam pun mengetikkan sesuatu di ponsel Amora dan mengirimkan nya kepada Miko.
"Hmm Lela, terimakasih untuk informasinya, dan ingat kerjakan tugas mu dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan. Ingat jika sampai kau buka mulut tak hanya anak mu yang jadi korban nya tetapi orang tua mu juga." Ancam Adam.
"Ba, baik pak Adam." Jawab Lela gugup.
"Amora sayang, kau belum tau siapa Adam sebenarnya ya, kau pikir dengan semudah itu aku melepaskan mu? Kau milik ku sayang dan selama nya akan jadi milikku. Dan malam ini kau akan menjadi istri ku." Bisik Adam di telinga Amora dan tersenyum bahagia.
"Ingat Lela, setelah kau menjelaskan semua nya kepada Miko, datang lah ke tempat yang sudah ku tentukan. Ingat jangan berani-berani nya kau mengkhianati ku. Karena aku juga tidak pernah main-main dengan ucapan ku." Ancam Adam.
"Ayo bawa Amora." Perintah Adam kepada para bodyguard nya. Sementara Lela langsung melanjutkan tugas nya.
__ADS_1
"Hahaha tidak sia-sia aku menyelidiki tentang kamu Amora. Dan akhirnya aku tau kelemahan Lela dan bisa mendapatkan semua informasi tentang kamu dari Lela." Batin Adam yang keluar dari ruangan itu.