
"ahh benarkah mas Miko kini sudah sah menjadi suami ku?" batin Amora saat dia terbangun dan melihat wajah tenang suami nya itu yang masih terlelap di tidur nya.
"aku tidak pernah berharap bisa menikah dan memiliki suami, tapi Tuhan masih sangat menyayangi ku. setelah melewati begitu banyak penderita an dia mengirimkan aku kebahagiaan lewat kamu mas." batin Amora yang menatap lekat wajah suaminya itu.
"aku mencintaimu Miko Wijaya, sangat mencintai mu, terimakasih sudah memilih ku dari sekian banyak nya wanita yang pernah ada di hidup mu." batin Amora sambil mengelus lembut wajah suaminya itu.
"kryuk...kryuk...." tiba-tiba cacing Amora sudah bernyanyi ria di perut nya padahal ini masih pukul 06 pagi.
"ahh ini cacing ga bisa banget di ajak kompromi, baiklah mulai hari ini lakukan lah peran mu jadi istri Amora." batin Amora yang langsung bersemangat memulai hari nya.
Amora pun turun pelan-pelan dari ranjang agar tidak membangunkan suami nya yang masih tertidur itu. setelah berhasil turun dari ranjang Amora segera mengambil handuk nya dan segera mandi.
"shit.. padahal ini bukan pertama kali nya aku melakukan ini. tapi kenapa rasanya lumayan perih ya. ini semua karena mas Miko bermain nya terlalu kasar tadi malam." batin Amora yang memang merasa sedikit perih di area sensitif nya.
Amora pun masuk ke kamar mandi dan mandi, setelah selesai mandi dia pun berpakaian, namun dia melihat suaminya itu masih tetap tertidur nyenyak. karena tidak tega membangun kan Miko Amora memutuskan untuk beres-beres apartemen dulu.
Amora mulai melakukan pekerjaan demi pekerjaan, entah kenapa dia sangat bersemangat memulai hari-harinya dengan status baru itu.
Amora mulai menyapu dan mengepel lantai memungut pakaian mereka dan mencuci pakaian mereka itu. tak lupa dia juga menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya. setelah semuanya selesai Amora pun naik lagi ke lantai dua dan membangun kan suami nya itu.
"mas bangun sudah pagi nih."ucap Amora sambil menggoyangkan tubuh suami itu agar bangun dari tidur nya.
"sayang, kenapa pagi-pagi kamu sudah menggoda mas?" rengek Miko yang masih enggan membuka mata nya.
"hah, menggoda apaan? ini lagi bangunin kamu sayang bukan nge goda." protes Amora.
"iya kamu menggoda suami mu ini dengan aroma rambut dan tubuh kamu, di tambah lagi daster kamu ini." lanjut Miko.
"hah, ini semua karna kamu mas, aku jadi keramas pagi-pagi karna ulah kamu.udah ah ayo cepat bangun mandi dan setelah nya kita sarapan."
"masih ngantuk sayang, sepuluh menit lagi ya."
"mas, ayo dong bangun. aku ingin masak buat makan siang kita. sementara bahan makanan di sini tidak ada jadi mas harus menemani ku berbelanja." rengek Amora.
"kamu pesan makan siang saja sayang, mas tidak mau kamu sampai kelelahan memasak. kamu tenang saja walaupun suami mu ini sudah di usir dari rumah kita masih punya banyak uang tabungan untuk hidup berkecukupan beberapa tahun kedepan jadi kamu tidak perlu repot-repot memasak ya, atau perlu mas pesan kan art untuk kita?." ucap Miko lagi setelah dia membuka matanya.
__ADS_1
"mas bukan perkara uang nya, aku ingin menjalankan kewajiban aku sebagai istri untuk kamu. dan selain itu aku juga ingin belajar memasak dan aku ingin melakukan semua nya sendiri tanpa bantuan art." jawab Amora.
"ohh kamu mau menjalankan kewajiban kamu sebagai istri sayang? kamu tidak perlu repot-repot mencuci dan memasak kamu cukup melayani mas di ranjang saja dan memberikan mas kepuasan itu sudah lebih dari cukup." jawab Miko yang tersenyum dengan senyum licik nya.
"mas, kan hubungan suami istri tidak selamanya hanya perkara ranjang. ahh pokoknya cepat bangun mas mandi dan sarapan setelah itu kita berangkat berbelanja dan kamu tidak boleh membantah atau kalau tidak seminggu ini kamu tidak akan dapat jatah?" ancam Amora.
"heh sayang, menolak suami dosa lho." ingat Miko.
"bodo amat, biar nambah dosa aku." jawab Amora yang langsung berdiri dari duduk nya.
"ihh istri mas ngambek ihh..." goda Miko.
"ya kamu pagi-pagi nyebelin."
"yaudah iya iya sayang, mas akan mandi dan akan menuruti semua kemauan istri mas. siapkan pakaian mas ya." ucap Miko yang akhirnya mengalah.
"nah gitu dong dari tadi."
Amora pun membuka lemari dan menyiapkan handuk untuk suami nya itu.
pakaian itu adalah pakaian yang mereka belikan semalam saat mereka membelikan baju dinas untuk Amora dan sekaligus membelikan beberapa pasang baju dan pakaian dalam untuk Miko. karena Miko keluar dari rumah kemaren tidak membawa baju apapun selain pakaian yang dia pakai.
"iya sayang tidak apa-apa kok." jawab Miko.
Miko pun masuk ke kamar mandi dan segera mandi, sedangkan Amora sembari menunggu Miko selesai mandi dia membereskan ranjang mereka. dan setelah Miko selesai mandi mereka berdua pun sarapan bersama.
"mas .." Amora memulai pembicaraan saat mereka sedang asyik sarapan.
"kenapa sayang?"
"kamu suruh Rudi antar motor dong ke sini." ucap Amora.
"hah motor? untuk apa?"
"iya untuk kita lah."
__ADS_1
"untuk kita? kan mas punya mobil ngapain juga harus antar motor?" tanya Miko bingun.
"mas dulu aku pernah menghayal kalau suatu saat nanti aku akan punya suami dan kami akan naik motor berbelanja ke pasar dengan aku nya pakai daster dan suami ku pakai pakaian rumahan. lalu aku akan memeluk erat pinggang suami ku dan saat berbelanja suami ku akan mengikuti ku berbelanja sambil membawa barang belanjaan ku. lalu kita akan memasak bersama." ucap Amora menjelaskan.
"sayang..."
"mas aku ingin mewujudkan impian sederhana itu. dan karena kini aku sudah punya suami aku ingin mewujudkan impian itu bersama kamu." potong Amora.
"yasudah iya mas akan suruh Rudi antar motor ke sini, tapi sayang boleh tidak kita berbelanja ke swalayan atau ke mana gitu. kecuali ke pasar?" tanya Miko.
"mas aku kepingin ke pasar, memang nya kenapa sih kalau ke pasar mas?"
"ya tidak apa-apa, hanya saja setau mas pasar itu kotor sayang." jawab Miko jujur.
"mas ku mohon, kamu juga perlu mencoba hal-hal baru ya." mohon Amora.
"tapi sayang..."
"kamu sayang ga sama aku?" potong Amora lagi.
"iya sayang lah, sayang banget malahan."
"kalau sayang, ya ayok mas kita ke pasar mas ya." mohon amora.
"mas please ya..." sambung Amora lagi.
"hmm yasudah iya sayang iya." Miko lagi lagi mengalah.
"ahh suami nya aku, sayang banget deh sama kamu." ucap Amora sambil mengecup pipi Miko.
"satu lagi sayang."ucap Miko sambil memberikan pipi kiri nya.
dan dengan senang hati Amora mencium pipi kiri Miko. Miko pun menyuruh Rudi mengantarkan motor ke apartemen Amora dan tak lupa menyuruh Rudi membawakan dua helm untuk dia dan Amora.
Amora pun langsung bersemangat memakai daster, jaket dan sendal jepit. tak lupa masker dia merasa ini akan menjadi pengalaman terindah sepanjang masa yang tidak akan pernah terlupakan oleh nya.
__ADS_1
beberapa menit kemudian motor sudah di antarkan oleh Rudi dan Amora dan Miko pun segera berboncengan ke pasar tradisional terdekat.