
"Jadi bagaimana nona Kanaya apa anda sudah mengerti semua nya?" Tanya Ravi yang sok tidak tegas padahal ada sesuatu di hati nya.
"Sudah pak." Jawab Kanaya sambil tersenyum manis kepada Ravi.
"Ini perempuan sepertinya percuma cantik deh, tapi kek nya otak nya ke geser dikit dari tadi senyum terus." Batin Ravi.
"Apaan ini, kenapa rasanya jantung ku berdegup kencang melihat senyuman nya." Tambah batin nya lagi.
"Sudah kalau begitu kamu bisa kembali ke meja kamu dan mulai kerjakan pekerjaan kamu." Titah Ravi sambil membuang muka ke arah jendela.
"Baik pak." Jawab Kanaya.
Kanaya pun kembali ke meja nya yang kebetulan ada di ruangan Ravi itu. Jadi dia dan Kanaya bekerja di ruangan yang sama. Mungkin tujuan Sean selain mendekat kan mereka agar Kanaya lebih mudah membantu Kanya.
Ravi mengembalikan fokus nya dengan mulai menyibukkan diri dengan pekerjaan di depannya. Meski pun sesekali dia melirik Kanaya yang terlihat sudah mulai fokus ke laptop yang ada di hadapannya.
.
.
.
Sementara di rumah Wijaya grup, sovi yang baru saja selesai berenang duduk di pinggir kolam. Dan Amora yang Baru saja turun dari kamar nya melihat ibu mertua nya yang sedang berjemur akhirnya memutuskan untuk menemui sovi.
Niat nya Amora hanya ingin berterimakasih kepada sovi karena sudah menyiapkan sarapan untuk nya tadi pagi.
"Ma terimakasih untuk sarapan nya ya." Ucap Amora sambil berjalan mendekati sovi.
Sovi yang rebahan di kursi panjang pun sedikit tersentak karena mendengar suara Amora.
"Hmmm, tidak perlu berterimakasih karena saya membuat kan nya bukan untuk kamu tapi untuk calon pewaris Wijaya grup." Jawab sovi yang sok cuek.
"Iya ma, tapi berhubung calon penerus Wijaya grup masih di dalam kandungan ku jadi aku yang mewakili nya untuk mengucapkan terimakasih kepada mama." Jawab Amora yang tidak mau kehilangan akal.
"Hmmm." Jawab sovi.
"Tapi andai mama tau itu adalah sarapan Ter enak yang pernah aku makan lho." Tambah Amora lagi.
"Saya ga nanya tuh." Ketus sovi.
"Cuman ngasih tau aja ma, sekedar info." Jawab Amora yang masih bisa tersenyum walau hatinya sedikit dongkol.
"Ga penting."
"Yaudah ga apa-apa sih ma, pokoknya Amora dan si dedek bayi berterimakasih untuk perhatian yang mama berikan hari ini. Kami berdua berharap perhatian ini terus berlanjut ya mas sampai selama nya." Ucap Amora lagi.
"Ehh Amora kamu memang perempuan yang mental baja ya." Tiba-tiba sovi duduk dan menatap Amora tajam.
__ADS_1
"Hehehehe iya ma, soalnya dari kecil sudah di tempah jadi perempuan yang tidak tahu malu. Akhirnya terbawa sampai sekarang." Jawab Amora sambil cengengesan.
"Lalu, apa sekarang kau bahagia?"
"Maksud mama?"
"Apa kau bahagia sudah bisa menjadi istri dari Miko Wijaya? Dan sekarang sedang mengandung penerus Wijaya grup?" Tanya sovi memperjelas pertanyaan nya.
"Mungkin tidak perlu ku jawab mama sudah tau jawabannya dari tatapan dan senyum an ku saat bersama mas Miko."
"Hmm,,, lalu kalau saya meminta mu meninggalkan Miko setelah kamu melahirkan anak kalian dan sebagai imbalan nya saya akan memberikan kamu uang yang banyak berapa saja yang kamu mau, apa kamu akan menerima tawaran saya?"
"Maksud mama? Maaf ma tapi aku menikah dengan mas Miko karena cinta dan bukan karena harta nya mas miko. Aku tidak akan meninggalkan mas Miko apapun yang terjadi ma. Bahkan sekalipun mas Miko yang meminta akan ku perjuangkan pernikahan kami sampai titik darah penghabisan.
Bahkan sekalipun mas Miko akan jatuh miskin Amora tidak akan meninggalkan mas Miko." Jawab Amora.
"Hahaha, kamu terlalu banyak bacot amora. Jujur saja Kamu menikahi Miko kan hanya karena harta, karena memang itu lah latar belakang kamu. Dan saya akan memberikan kamu uang sebanyak yang kamu mau tapi lepaskan putra dan cucu saya nanti nya."
"Terserah mama mikir Amora ini apa, tapi yang pastinya kenyataan Amora tidak sesuai seperti yang mama pikiran."
"Hmm saya sih berharap kata-kata kamu itu benar semuanya. Dan biar saja kita tunggu saja waktu yang menjawab nya."
"Iya ma, maaf kalau mungkin bayang-bayang masa lalu Amora membuat mama begitu membenci Amora."
"Hmmm Amora saya ada satu permintaan." Tiba-tiba sovi kembali menatap Amora.
"Apa itu ma?"
"Iya ma, tanpa mama minta Amora juga akan menutupi nya sebisa mungkin. Ini kan aib Amora yang harus Amora tutupi.
"Hmmm iya, jangan sampai karena kamu citra keluarga Wijaya jadi rusak ya."
"Iya ma, akan Amora tutupi sebisa Amora."
"Yasudah kamu minum susu gih, ini sudah waktunya minum susu. Saya tidak mau ya sampai cucu saya nanti nya kekurangan gizi." Titah sovi.
"Tapi ma, kami belum beli susu hamil untuk ku. Rencananya baru hari ini mau beli sama mas Miko."
"Sudah mama suruh pelayan belikan tadi pagi, kamu ke dapur saja pasti sudah di siapkan sama mereka. Karena mereka sudah membuat jadwal untuk kamu makan dan minum susu." Jelas sovi.
"Wah terimakasih ma, mama memang yang terbaik." Ucap Amora sambil tersenyum.
"Sudah saya bilang, jangan besar kepala ini semua saya lakukan untuk calon cucu saya bukan untuk kamu."
"Aku hanya mewakili calon cucu mama kok."
"Udah deh terserah kamu saja.sana ke dapur dan minum susu nya."
__ADS_1
"Siap buk bos." Jawab Amora sambil menghormat kepada sovi lalu pergi meninggalkan sovi dan berjalan menuju dapur.
"Dasar.." hanya itu yang mampu sovi ucapkan.
"Hmmm benar kata papa, kita tidak akan tau sikap seseorang sebelum kita kenal baik dengan orang itu. semoga pilihan ku mencoba menerima wanita itu bukan pilihan yang salah dan semoga benar kata dia bahwa dia tulus mencintai Miko tanpa mengharapkan kekayaan Miko." Batin sovi.
Sovi pun mengingat kembali obrolan nya dengan suaminya tadi malam.
#flashback on...
"Ma, apa benar kata-kata kamu tadi di meja makan? Kamu akan menjaga Amora dan calon cucu kita?" Tanya Sean saat Sean sudah masuk ke kamar mereka.
"Memang nya pernah mama main-main dengan ucapan mama pa?" Ketus sovi sambil tetap mengoleskan cream malam ke wajah nya.
"Syukurlah kalau begitu ma, papa berharap mama bisa menerima Amora secepatnya."
"Mama melakukan ini semua Untuk Miko dan calon cucu kita pa, bukan untuk wanita itu. Mama ga mau kalau sampai Miko pindah dari rumah ini. siapa yang akan mengontrol tumbuh kembang calon cucu kita hah?" Ungkap sovi panjang lebar.
"Ma, kamu tidak akan tau sifat seseorang kalau kamu belum mengenal orang itu. Ayo lah ma kenapa mama jadi orang yang berbeda seperti ini? Berikan Amora kesempatan dia juga berhak bahagia. Dan papa percaya kok Amora wanita yang baik hanya saja dia terpaksa melakukan semua nya karena terhimpit keadaan."
"Ahh entah lah pa, untuk sekarang mama masih belum bisa menerima Amora sepenuhnya. Mama juga manusia biasa pa tapi ya seperti kata papa mama akan mencoba menerima dia tapi ya mama ga bisa berubah drastis seperti harapan kalian. Karena setiap ingin berbuat baik kepada Amora tiba-tiba bayang-bayang masa lalu dia bertebaran di pikiran mama." Jelas sovi.
"Iya iya papa tau, apapun itu yang pasti papa akan dukung semua keputusan mama asal itu keputusan yang baik." Jawab Sean.
"Lalu apa kita akan tinggal di sini selamanya ma?" Tambah Sean lagi.
"Mama sih kepingin nya begitu pa, mama ingin menjaga Miko dan Ravi lagian kan kondisi papa sekarang sudah jauh lebih baik." Jawab sovi.
"Tapi masih ada beberapa urusan yang harus kita urus di Amerika ma."
"Yasudah kita pulang saja ke Amerika Minggu depan pa, lalu kita selesai kan semua urusan kita di sana dan setelah itu kita kembali lagi ke sini."
"Ide bagus ma."
"Ohh iya pa, papa ingat Kanaya?"
"Kanaya putri semata wayangnya Irvan maksud mama?"
"Iya pa, tadi ga salah lihat mama lihat Mesya mama nya upload story di WhatsApp kalau Kanaya sudah menyelesaikan kuliah nya dan dapat predikat cumlaude. Mama jadi kepikiran sesuatu deh pa." Ucap sovi.
"Hah kepikiran apa ma?"
"Tadi mama sempat berbincang sama Mesya di telepon soal Kanaya kata Mesya kalau sekarang perusahaan Irvan sedang down dan Kanaya butuh kerjaan. Lalu mama kepikiran untuk memperkerjakan Kanaya di kantor kita menjadi sekretaris pribadi nya Ravi. Manatau dengan begitu Ravi bisa mencintai Kanaya. Mama tidak mau lagi kisah Miko terulang di Ravi pa, mama mau Ravi memiliki calon istri yang babat bibit bebet dan bobot nya terpandang. dan Kanaya sudah kita tahu latar belakang nya, mama pun menjelaskan niat baik mama dan Mesya setuju pa. "Jelas sovi.
"Kalau untuk kali ini papa setuju sih sama pilihan kamu ma. Karena papa juga setuju kalau Kanaya jadi menantu kita."
"Yasudah kalau begitu mama hubungin Mesya ya, biar besok Mesya menyuruh Kanya langsung ke kantor saja." Ucap sovi.
__ADS_1
"Iya ma." Jawab Sean.
#flashback off