
"Mas aku juga mencintaimu, tapi aku memiliki beberapa syarat untuk mu." Ucap Amora setelah pelukan mereka terlepas.
"Apa Amora?" Tanya Miko.
"Aku mau mulai hari ini kita tidur di kamar yang terpisah, aku tidak mau kalau sampai kita melakukan dosa lagi. Kita akan tidur di kamar ini jika memang kita berjodoh nanti nya." Ucap Amora.
"Hah... Syarat macam apa itu Amora?" Tanya Miko yang kaget mendengar kan syarat dari Amora.
"Kenapa mas tidak sanggup, berarti benar mas hanya menginginkan tubuh ku tidak dengan aku. Dan cinta mas itu bohong."
"Amora, mas tulus mencintai mu. Tapi kalau tidur terpisah dengan mu mas tidak kuat Amora, mas janji tidak akan melakukan apapun kepada mu hanya tidur di ranjang yang sama saja dan Tidak akan lebih dari itu sampai kita halal."
"Mas tidak ada yang bisa menjamin kata-kata kamu, yah kalau mas tidak bisa biar aku yang mundur. Aku tidak mau mas kalau kita tetap berada di dalam dosa ini. Dan satu lagi mas setelah kontrak kita selesai aku mau kembali tinggal di apartemen ku." Lanjut Amora.
"Amora, kamu ingin menyiksa mas ya? Dengan menjauh dari mas? Kamu jahat Amora."
"Mas kamu sadar ga sih, kita sudah menimbun dosa di rumah ini. Dengan hubungan yang tidak seharusnya kita lakukan."
"Amora mas tau, tapi semua nya sudah terlanjur dan mas tidak bisa jauh dari kamu. Mas tidak akan melakukan nya lagi tapi tolong Amora jangan menjauh dari mas." Pinta Miko dengan wajah iba.
"Mas, kali ini saja tolong kamu berpikir jernih. Mari kita perbaiki semua nya selagi ada waktu. Aku sudah tidak tau berapa banyak dosa yang sudah ku perbuat jadi tolong mas jangan kita tambah lagi."ucap Amora yang menangis, entah kenapa hari ini dia cengen sekali.
"Yasudah kalau tidur di kamar yang terpisah mas setuju, tapi kalau kamu kembali ke apartemen kamu mas tidak setuju. Dan walaupun kita sudah tidur di kamar yang terpisah kamu harus terus melakukan tugas kamu melayani kebutuhan mas. Anggap kamu bekerja di rumah ini dan mas akan memberikan gaji untuk itu." Ucap Miko mengambil keputusan.
"Tapi mas..."
"Tidak ada tapi-tapian Amora, mas tidak mau kamu tinggal di apartemen kamu dan di buat nyaman oleh pria lain. Apalagi sampai menikah dengan nya. Jadi mas memutuskan untuk kamu tinggal di sini sampai kita menikah. Lagian kamu kan tidak punya pekerjaan jadi kamu bekerja untuk mas saja." Jelas Miko.
__ADS_1
"Hmmm yaudah deh mas, tapi janji ya, tidak ada lagi hubungan di atas ranjang."
"Iya sayang mas janji." Ucap Miko.
"Terimakasih mas." Ucap Amora yang memeluk lengan Miko.
"Yasudah kamu tidur siang gih, mas harus kembali ke kantor karena banyak pekerjaan yang masih tertinggal. Dan satu lagi nanti setelah kamu bangun biarkan Rudi dan yang lainnya memindahkan semua barang-barang kamu ke kamar tamu ya." Ucap Miko.
"Iya mas."
"Oh iya satu lagi Amora, mulai hari ini jaga jarak lah dengan Ravi."
"Mas kamu cemburu sama Ravi?" Tawa Miko.
"Hah cemburu katamu? Mas jauh lebih baik di segala hal dari adik mas itu. Dan mas yakin apapun keadaan nya kamu akan tetap memilih mas." Elak Miko.
"Sudah lah amora, pokoknya turuti saja perintah mas. Mas berangkat dulu." Pamit Miko yang mencium kening Amora.
"Hati-hati mas."
Miko pun turun dari ranjang dan segera keluar kamar dan menuruni anak tangga. Sementara Amora merebahkan tubuhnya dan memikirkan semua kejadian yang terjadi hari ini.
"Aku tidak sedang bermimpi kan? Ini semua nyata. Kenapa banyak sekali kejadian yang di luar nalar ku hari ini. Tapi apapun itu semoga keputusan yang ku ambil hari ini adalah keputusan yang tepat." Batin Amora yang menenangkan dirinya dan tertidur.
.
.
__ADS_1
.
Sementara di luar negeri Sovi mama nya Miko sudah heboh setelah mendengar kan kabar dari seorang sahabat nya bahwa kemaren Miko membawa seorang wanita cantik ke pesta opening hotel Elsa. Sovi sedari tadi bolak balik memperbesar wajah Amora yang di kirimkan oleh teman nya yang diam-diam mengirim kan foto Miko dan Amora ke Sovi.
"aduh cantik nya calon mantu ku, jadi tidak sabar ingin bertemu." itu lah kata-kata yang terus di ucapkan Sovi.
"Pa pokoknya mama mau terbang ke Indonesia hari ini juga." Ucap Sovi kepada Sean suaminya.
"Ma, kan Miko sudah mau pulang ke sini Minggu depan ngapain mama harus berangkat ke Indonesia sih?" Tanya Sean.
"Yah mau menemui calon menantu mama lah pa." Jawab Sovi yang menyusun pakaian nya ke dalam koper.
"Ma jangan heboh begitu dong, manatau memang benar bahwa wanita yang di bawa Miko itu hanya lah wanita sewaan nya. Untuk membuat Elsa cemburu. Dan tadi kan mama sudah menanyakan nya kepada Miko." Ingat Sean kepada istri nya itu.
"Pa Miko itu anak mama, dan mama kenal benar siapa dia. Mama yakin wanita itu bukan wanita sewaan nya pasti ada sesuatu di antara Miko dan wanita itu. Miko tidak akan mengorbankan harga dirinya hanya untuk membuat Elsa cemburu pa. Dan Miko tidak akan segampang itu membawa seorang wanita ke pesta dan ke publik." Jelas Sovi yang baru saja selesai menyusun pakaian nya.
"Ma...masa kamu tidak percaya sih dengan anak kamu sendiri."
"Ah anggap lah mama pulang ke Indonesia ingin menemui Ravi, karena mama juga sudah sangat merindukan nya." Ucap Sovi.
"Hmm Yasudah terserah mama saja, tapi papa tidak ikut pulang ya."
"Iya papa, mama tidak sabar deh bertemu calon menantu mama pasti dia perempuan yang cantik, cerdas dan berpendidikan. Mama percaya selera putra mama itu tinggi." Ucap Sovi yang mulai berangan-angan.
"Ahh jadi tidak sabar deh pa, mengumumkan hubungan nya Miko dan pacarnya dan mempersiapkan pesta pernikahan mereka, dan menepis semua gosip-gosip bahwa kedua putra mama itu tidak normal dan tidak menyukai lawan jenis."
"Hmmm ma, ma, belum apa-apa juga sudah heboh sendiri." Ucap Sean sambil menggeleng kepala karena heran melihat sifat heboh istrinya itu.
__ADS_1
Sovi pun mulai mempersiapkan semua kebutuhan nya untuk kembali ke Indonesia, termasuk memesan tiket karena dia berencana akan berangkat besok. sementara Sovi berniat menyembunyikan kepulangan nya ini dari kedua putranya agar menjadi kejutan untuk keduanya.