Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Berbohong


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya Ayu membangunkan suaminya itu untuk sholat subuh, namun Ravi menolak dengan alasan dia masih mengantuk dan akan sholat sebentar lagi. Dia menyuruh istrinya itu untuk sholat lebih dulu. Akhirnya Ayu pun mengalah dan sholat lebih dulu. Setelah selesai sholat Ayu pun memutuskan ke dapur untuk memasak sarapan untuk mereka. Namun suaminya tak kunjung keluar juga dari kamar.


“Mas Ravi ini lagi kenapa sih, tumben-tumbenan malas olahraga.”Batin Ayu karena biasanya pagi begini Ravi pasti sudah berolahraga.


Cuman Ayu mencoba berpikir positif mungkin suaminya itu kelelahan karena pekerjaan nya yang menumpuk bahkan sampai lembur. Bahkan dia merasa tidak tega membangunkan Ravi.


Ayu pun segera menyelesaikan masakan nya, lalu segera membuka semua gorden rumah karena kini sudah mulai terang. Pekerjaan yang biasanya di kerjakan berdua harus di kerjakan sendiri oleh Ayu karena asisten rumah tangga mereka baru datang sebentar lagi dan Ayu tidak sabar menunggu. Dia pun kembali ke kamar dan ingin membangunkan suaminya itu, karena ini sudah siang dan Ayu yakin bahwa Ravi melewatkan sholat subuh nya.


“Mas bangun mas ini sudah pagi.”Ujar Ayu yang membuka gorden kamar.


“Hmm iya sayang, sebentar lagi.”Jawab Ravi yang masih enggan membuka matanya.


“Mas kamu gak kerja? Nanti telat lho.”Kini Ayu duduk di tepi ranjang dan mencoba membangunkan suaminya itu.


"memang nya sudah jam berapa sayang?" tanya Ravi.


"Sudah jam setengah tujuh mas." Jawab Ayu.


Ravi yang teringat tugasnya menjemput Devina langsung membuka matanya. Mencoba mengumpulkan kesadaran nya dan berniat segera mandi.


“Sayang siapkan pakaian ya, mas ada meeting pagi ini.” Bohong Ravi.


“Hah, iya mas.”Jawab Ayu menurut.


Ravi pun turun dari ranjang dan segera menuju kamar mandi untuk mandi sementara Ayu hanya diam saja melihat suaminya itu. Biasanya apapun yang terjadi Ravi pasti minta mandi berdua dengan dirinya. Namun lagi dan lagi Ayu tidak mau berpikir yang aneh-aneh dia pun segera merapikan ranjang mereka kemudian menyiapkan pakaian suaminya itu. Karena hari ini dia juga kuliah siang Ayu masih bisa bersantai.


Beberapa menit kemudian Ravi sudah keluar dari kamar mandi dan segera menggunakan pakaian nya, dia terlihat sedikit terburu-buru Ayu pun mencoba membantu suaminya itu untuk bersiap-siap ke kantor. Dia takut kalau suaminya itu meeting nya telat, padahal sebenarnya Ravi buru-buru karena dia tidak mau membuat Devina menunggu.Setelah berpakaian dan bersiap-siap Ravi pun ingin segera berangkat ke kantor.


“Sayang mas berangkat ya.”Pamit Ravi yang berjalan menuju pintu rumah.


“Lho mas kamu tidak mau sarapan dulu?” Tanya Ayu yang merasa heran.


“Tidak usah sayang, mas sarapan di kantor saja masih ada dokumen yang harus mas siapkan untuk meeting nanti.”Bohong Ravi.


“Ohh begitu, atau mau ku bekal in saja mas?”Tawar Ayu.

__ADS_1


“Tidak usah sayang, mas sarapan di kantor saja gampang lah nanti.”Jawab Ravi lagi.


“Yasudah kamu jangan sampai telat sarapan nya ya mas, semangat kerjanya nyetirnya gak usah ngebut-ngebut.”Ujar Ayu.


“Iya sayang, kamu juga ke kampus nanti hati-hati ya bawa motornya.” Jawab Ravi.


"Iya mas." balas Ayu.


Ayu pun menyalim tangan suaminya dan Ravi mengecup kening Ayu. Setelahnya dia pun naik ke mobilnya dan melajukan mobil itu meninggalkan rumah mereka. Ayu pun menatap mobil suaminya yang menjauh meninggalkan rumah mereka. Kemudian Ayu pun menutup gerbang rumah.


Dia pun duduk di kursi meja makan, melihat makanan yang sudah tersedia di atas meja itu, makanan yang dia masak dengan penuh cinta namun tak di sentuh oleh orang yang dia cintai. Bahkan Ravi tidak bertanya bagaimana soal asisten rumah tangga mereka yang baru.


Entah kenapa Ayu merasa sedih melihat masakan nya seperti nya sia-sia. namun dia kembali mengingat kan dirinya sendiri.


“Heh yu, suamimu begitu juga kan demi kerjaan, demi masa depan kalian juga.”Dia mencoba mengingatkan dirinya sendiri.


Akhirnya Ayu pun memutuskan untuk sarapan sendiri karena memang perutnya sudah keroncongan juga. Beberapa menit kemudian sang asisten rumah tangga mereka pun datang. Ayu mengajak sang asisten untuk sarapan bersama karena dia merasa mubajir nanti makanan nya jika tidak di makan.


Sementara Ravi yang baru saja sampai di depan rumah Devina menghubungi Devina bahwa dirinya sudah ada di depan rumah Devina.


Beberapa menit kemudian Devina membuka gerbang rumah dan keluar dari rumah. Entah kenapa pagi ini Ravi melihat Devina terlihat sangat cantik.


“Tidak kok sayang.”Jawab Devina menyuguhkan senyum nya.


“Kenapa sih Vin kamu bisa se cantik ini, gak bosan apa cantik terus.”Puji Ravi yang kagum melihat kecantikan Devina.


“Aku gak ada uang receh pak Ravi wijaya.”Jawab Devina.


“Aku gak butuh uang receh kamu, aku butuhnya kamu Devina.”Lanjut Ravi.


“Ahh udah yuk entar kita telat lagi berangkat kerjanya.”Ajak Devina.


“Okay Tuan putri.”Jawab Ravi yang melajukan mobil meninggalkan rumah Devina.


“Kamu sudah sarapan sayang?” Tanya Ravi saat mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


“Belum nih.”Jawab Devina.


“Sama, mau sarapan dulu gak?”Tawar Ravi lagi.


“Boleh.”Jawab Devina.


“Mau sarapan apa?” Lanjut Ravi.


“Gado-gado kek nya enak deh.”Jawab Devina.


“Gas gado-gado.”Ravi langsung menurut kata-kata Devina.


"Aku tau tempat makan gado-gado yang enak." ujar Devina.


"Di mana?" Tanya Ravi.


"Nanti aku tunjukkan tempat nya, bisa di bilang itu gado-gado langganan aku juga sih." ucap Devina.


"okay sayang." jawab Ravi.


Mobil pun melaju sampai akhirnya mereka pun singgah di salah satu warung sarapan pagi yang jadi tempat langganan Devina. lalu keduanya sarapan bersama setelah selesai sarapan keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor Devina. Setelah sampai di kantor Devina, Devina pun berpamitan kepada Ravi dan segera masuk ke dalam kantor. Sementara Ravi kembali melajukan mobilnya menuju kantor nya karena dia sudah hampir telat ke kantor.


Sesampai di kantor dia segera buru-buru menuju ruangan nya, namun sebelum membuka ruangan nya Ravi dikagetkan oleh Miko.


“Tumben-tumbenan Vi telat ke kantor.”Ujar Miko yang memang tau adiknya itu tidak pernah telat ke kantor karena dia orang yang cukup disiplin apalagi soal waktu masuk kantor.


“Ehh iya pak, tadi ada sedikit urusan rumah tangga.”Jawab Ravi sambil cengengesan.


Pikiran Miko langsung ke mana-mana.


“Iya deh pengantin baru, semoga Baby Syyaid segera punya adik sepupu ya.”Lanut Miko.


“Hehehe semoga saja pak.”Jawab Ravi sedikit salah tingkah.


“Yasudah sana, selamat bekerja Ravi.”Lanjut Miko.

__ADS_1


“Baik pak, selamat bekerja juga untuk pak Miko.”Balas Ravi.


Miko pun mengangguk, Ravi masuk ke dalam ruangan nya setelah Miko kembali ke ruangan nya. Lalu mengecek ponselnya untuk mengabari Devina bahwa dia sudah sampai di kantor dan sekedar memberikan semangat untuk hari ini kepada Devina. Dan setelah mendapatkan balasan semangat dari Devina Ravi pun mulai bergelut dengan tugas-tugasnya yang sudah menanti nya. Tanpa menyadari hari ini dia sudah melakukan banyak sekali kebohongan.


__ADS_2