Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Ikut ke ladang


__ADS_3

Pagi ini Ravi di bangunkan karena ingin ke kamar mandi, bagaimana tidak mungkin karena kedinginan jadi dirinya bolak balik ke kamar mandi. Ravi yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat mama nya Ayu yang sudah memasak di dapur padahal ini masih pagi-pagi buta.


"Ehh nak Ravi sudah bangun, bagaimana tidur nya nak?" Tanya ibu Ayu.


"Sudah Bu, Alhamdulillah nyenyak Bu." Jawab Ravi.


"Alhamdulillah, ohh iya sudah sholat subuh nak?" Tanya ibu nya Ayu.


"Ahh anu, be belum Bu." Jawab Ravi gugup.


"Yasudah segera sholat subuh gih nak." Lanjut si ibu.


"Iya Bu." Jawab Ravi.


Ravi pun pamit ke kamar nya, dan akhirnya dirinya sholat subuh, walaupun sudah lama dia tidak melakukan ini. Setelah selesai sholat subuh Ravi tidak bisa tidur lagi, akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.


Ternyata ayu sudah keluar kamar juga, dia sedang menyapu lantai. Ravi sedikit kagum melihat keluarga ini, bapak sedang menemani ibu di dapur memasak sembari ngopi. Ayu membersihkan rumah sedangkan Mikayla adik perempuan Ayu menjemur pakaian dan membersihkan halaman rumah.


Ravi akhirnya merasa canggung, dan ada rasa iri melihat keluarga ini sederhana namun penuh kehangatan.


"Yu, mau kakak bantuin tidak?" Tanya Ravi saat melihat Ayu nge lap meja.


"Ehh kakak sudah bangun, tidak perlu kak kakak mau teh atau kopi?" Tawar Ayu.


Mungkin karena suhunya dingin jadi Ravi memang kelaparan.


"Teh saja deh yu." Ujar Ravi.


"Bagaimana tidur kakak nyenyak kan?" Tanya Ayu lagi.


"Alhamdulillah nyenyak sekali yu." Jawab Ravi.


"Syukurlah kak, yasudah sebentar ya kak, biar Ayu buatkan dulu." Ucap Ayu yang segera ke belakang.


Tak lama kemudian Ayu membawa nampan berisi secangkir teh dan sepiring pisang goreng.


"Nih kak cobain pisang goreng ibu, bagi Ayu ini pisang goreng Ter enak tau." Ucap Ayu yang menghampiri Ravi yang duduk di kursi teras rumah.


"Terimakasih yu." Ucap Ravi.


Ayu pun mengangguk, dan kembali ke dalam untuk melanjutkan pekerjaannya.


Ravi pun menikmati teh dan pisang goreng nya sembari menatap tenang nya Desa dan embun di pagi hari yang menutupi pegunungan.


"Bagaimana kak pisang goreng nya enak kan?" Tanya Ayu yang menghampiri Ravi setelah beberapa Menit kemudian.


"Enak banget yu, ini nah Kakak sudah habis tiga." Jawab Ravi.


"Yu, kerjaan kamu sudah selesai?" Tanya Ravi saat melihat Ayu sudah duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Sudah kak, kenapa kak?" Tanya Ayu.


"Kita lari pagi yuk, sepertinya segar nih olahraga pagi-pagi di jalan kampung ini. Sembari menikmati udara pagi kakak sudah lama juga tidak olahraga." Ajak Ravi.


"Hmm boleh deh kak." Jawab Ayu yang tidak mungkin menolak permintaan Ravi.


"Yasudah yuk ganti baju, nanti keburu siang." Ajak Ravi yang bangkit dari duduk nya.


"Iya kak." Jawab Ayu yang mengikuti langkah Ravi.


Mereka pun ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian.


Setelah selesai Ravi pun keluar dari kamar nya, dan Ayu sangat terpesona dengan penampilan Ravi, kaos polos yang membentuk tubuh indah nya. Celana pendek dan sepatu bermerek. Polos namun cool dan elegan.


"Yu kenapa, lucu ya?" Tanya Ravi saat melihat Ayu menatap nya dengan tatapan aneh..


"Ohh engga kok kak, bagus yuk lah kita joging nanti keburu siang." Ajak Ayu.


"Ayok." Jawab Ravi.


Mereka pun kemudian pamit kepada bapak dan ibu untuk joging pagi. Setelah di izinkan kedua nya pun mulai menelusuri jalanan yang memang kadang menanjak dan kadang menurun. Karena udaranya masih segar dan pemandangan nya yang memanjakan mata jadi tidak terasa capek sama sekali. Kedua nya berlari kecil sembari kadang-kadang bercerita dan tertawa bersama.


Tentu saja pemandangan itu menjadi bahan obrolan orang-orang kampung Ayu. Apalagi jarang sekali ada orang joging pagi begini. Sekali Ayu si kembang desa yang joging pagi langsung sama cowok putih nan tampan. Bagaimana tidak kulit Ravi pasti sangat terjaga selain dari sana memang sudah putih, memang dirinya tidak pernah panas-panas an dan selalu merawat kulit dan wajah serta tubuh nya.


Ayu mencoba cuek walaupun dia tau bahwa sekarang dirinya pasti sudah mulai menjadi bahan gibahan orang-orang kampung. Beberapa dari mereka Ada yang terpesona dengan penampilan dan ketampanan Ravi. Namun sepertinya Ravi tidak menyadari bahwa kini dirinya jadi pusat perhatian. Bagaimana tidak ini sudah mulai pagi, ibu-ibu sudah mulai kumpul di tukang sayur. Anak-anak sekolah juga sudah mulai memenuhi jalan raya menuju sekolah an, termasuk anak-anak SMA. Bapak-bapak pada ngopi di warung.


"Kita balik saja yuk yu, kakak sudah lelah." Ajak Ravi.


Mereka pun berjalan santai menuju rumah Ayu, dan beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah Ayu. Mikayla dan Jonatan sudah berangkat sekolah, karna kebetulan sekolah mereka dekat dari rumah jadi mereka berjalan kaki ke sekolah.


"Assalamualaikum." Ucap Ayu saat memasuki rumah.


"Waalaikumsalam." Jawab ibu yang sedang menyiapkan bekal untuk di bawa ke ladang.


"Kak kalau mau mandi mandi saja, pasti gerah kan." Ucap Ayu.


"Iya yu, kakak mandi dulu ya." Jawab Ravi yang memang sudah mandi keringat.


Ravi pun mengambil baju dan handuk nya kemudian masuk ke kamar mandi. Gayungan pertama berhasil membuat dirinya melompat dan menggigil. Bagaimana tidak air di rumah Ayu seperti air es begitu dingin dan berhasil membeku kan tubuh Ravi. Ravi benar-benar tidak sanggup dia pun mempercepat kan mandi nya.


Setelah nya dirinya berpakaian dan keluar dari kamar mandi. Setelah nya bergantian dengan Ayu. Ayu pun mandi dan beberapa menit kemudian Ayu juga sudah selesai mandi.


"Kita sarapan yuk, soalnya bapak dan ibu mau ke ladang, nak Ravi tidak apa-apa kan di tinggal sama Ayu di rumah?" Tanya ibu saat melihat Ravi yang sudah duduk di tikar.


"Ummm anu Bu, kalau Ayu dan Ravi ikut ke ladang boleh tidak?" Tanya Ravi yang memang penasaran bagaimana bekerja di ladang.


"Ahh di ladang itu panas nak Ravi, nanti kulit kamu jadi hitam karena terbakar matahari." Jelas si ibu.


"Tidak apa-apa Bu, Ravi kan bisa pakai sunblock atau sunsccren." Jawab Ravi santai.

__ADS_1


"Hah, nak Ravi yakin?" Tanya si ibu yang sebenarnya tidak tau apa itu sunblock atau sunsccren.


"Iya Bu, boleh ya." Pinta Ravi penuh harap.


Ayu hanya diam saja, karena dia juga susah rindu ke ladang menikmati pemandangan di atas bukit.


"Bagaimana pak?" Si ibu menatap bapak.


"Iya kalau nak Ravi tidak keberatan sih tidak apa buk, biar kan saja mereka ikut ke ladang, sekalian biar tau bahwa kehidupan di sini, Pasti mereka juga bosan kalau di rumah seharian." Jawab si bapak.


"Yasudah deh, terserah kalian saja nak." Ucap Si ibu.


Akhirnya mereka pun Sarapan pagi bersama, setelah nya si ibu pun menambah bekal makan siang mereka. Ravi dan Ayu pun di suruh berganti pakaian, terkhusus Ravi memakai baju lusuh bapak karena nanti kalau pakai baju bagus nya nanti jadi kotor.


Setelah semua nya selesai mereka pun naik motor ke ladang Ayu. Bapak dan Ravi berboncengan, sedangkan ibu dan Ayu berboncengan.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di jalan menuju ladang Milik keluarga Ayu. Ladang ayu tepat di lereng gunung Karena akses ke atas tidak bisa menggunakan motor jadi mereka harus berjalan kaki.


Ravi begitu menikmati perjalanan ini, ini hal baru baginya, sedangkan Ayu sesekali melirik Ravi takut Ravi tidak nyaman.


Setelah selesai di gubuk bapak pun mengambil cangkul dan ingin memulai pekerjaan.


"Hari ini mau ngapain pak?" Tanya Ayu yang melihat ladang mereka sudah bersih, memang ada beberapa tanaman bawang dan kentang yang belum bisa di panen di sana.


"Rencananya mau membuat penanaman kentang yu." Jawab si bapak.


"Ohh itu bibit nya ya pak?" Tanya Ayu yang melihat memang sudah ada bibit kentang di gubuk.


"Iya yu." Jawab si bapak.


"Yaudah Ayu yang menabur pupuk kandang nya ya pak." Ucap Ayu yang memang dari dulu suka sekali dengan pekerjaan ini.


"Okay ndok." Jawab bapak yang menghabiskan sebatang rokok nya.


"Kak Ravi di gubuk saja ya, soalanya sebentar lagi bakal panas." Ucap Ayu.


"Ehh Jangan dong yu, kan kakak ke sini juga mau bantuin kerja." Jawab Ravi yang memang ingin bekerja.


"Ehh tidak perlu nak Ravi, ini kotor dan bau juga." Larang si ibu.


"Biar saja Bu, anak kota juga perlu tau bagaimana kehidupan di kampung. Kalau nak Ravi tidak keberatan biar saja." Ujar si bapak.


Akhirnya ayu dan si ibu hanya bisa diam, dan mereka pun mulai bekerja. Awal nya Ravi agak geli dan jijik saat melihat pupuk kandang yang berbau itu mulai di buka karung nya oleh Ayu. Namun demi menunjukkan bahwa dia bukan pria manja kepada calon mertua nya dan kepada Ayu akhirnya Ravi pun memegang pupuk kandang itu dengan tangannya langsung dan menabur nya ke lahan yang sudah tersedia sesuai instruksi dari Ayu.


Karena senyum ayu akhirnya Ravi semangat menabur pupuk kandang itu. Si bapak dan ibu yang membuat gundukan dan meratakan tanah dan pupuk pun hanya bisa menatap kedua nya yang terlihat saling mencintai itu.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Ravi sudah tidak sanggup lagi, keringat sudah memenuhi tubuhnya. Terik panas matahari dan lelah nya bekerja bercampur jadi satu.


Si ibu pun mengajak mereka untuk makan siang bersama. Ravi saat mencium aroma tangan nya ingin muntah namun mencoba biasa saja. Untung saja si ibu peka membawakan sendok untuk nya. Jadi dia bisa makan dengan tenang.

__ADS_1


Hallo sayang-sayang nya author, author minta maaf ya kalau sudah tiga hari tidak up, sekali up pun hanya sedikit dan mungkin kurang nyambung. Soalnya author masih dalam suasana berduka soal nya beberapa hari yang lalu ada kerabat author yang berpulang ke sang pencipta 😭.


Buat semua pembaca tersayang di mana pun berada, pada jaga kesehatan ya😇 Semoga besok author bisa up lebih banyak bab ya🙏


__ADS_2