
Setelah lift terbuka Elsa keluar dari lift dan secara kebetulan dia bertemu dengan Ravi yang baru saja keluar dari ruangan nya.
"Lho kak Elsa ngapain ke sini?" Tanya Ravi yang memang kenal dengan Elsa.
"Hey Ravi, kamu kah itu? Tidak ku sangka kau terlihat gagah dan tampan sama seperti kakak mu."ucap Elsa yang memang sudah lama tidak bertemu dengan Ravi.
"Ada keperluan apa kak Elsa datang ke sini?" Tanya Ravi mengulangi pertanyaannya nya.
"Wih jangan galak-galak begitu dong, kakak ke sini mau menemui kakak mu." Jawab Elsa.
"Sebaiknya kak Elsa pulang saja, kak Miko masih di luar negeri." Usir Ravi.
"Hey Ravi,kamu sudah mulai pandai berbohong ya, tadi saja anak buah ku melihat kalau Miko keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor ini kok." Ucap Elsa sambil tersenyum.
Karena memang beberapa hari lalu Elsa tidak sengaja lewat dari kantor Miko dan melihat Miko yang baru saja keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor nya.
Elsa yang sibuk mengurus perusahaan nya setelah di tinggal mati oleh suami nya tidak terlalu memikirkan Miko. Namun semenjak Elsa mengetahui bahwa Miko Wijaya seorang pebisnis sukses itu adalah mantan pacarnya. Yang menurut kabar yang beredar bahwa Miko tidak pernah memiliki pacar dan tidak punya skandal dengan wanita mana pun selama lima tahun terakhir ini.
Elsa menjadi punya niat untuk kembali kepada Miko, mengingat betapa Miko sangat mencintai nya dulu dan sangat terpukul saat Elsa memutuskan hubungan mereka dan memilih menikah dengan duda kaya.
Karena dulu Miko adalah cowok culun yang gila belajar, bahkan perusahaan papa nya hanya perusahaan biasa. Sehingga Elsa merasa tidak ada gunanya mempertahankan hubungan nya dengan Miko.
Namun kini Miko telah berubah menjadi pria tampan dan Maco dengan sejuta pesona nya tapi yang lebih penting dari itu sekarang Miko adalah seorang miliader yang harta kekayaan nya tidak akan habis tujuh turunan.
"Kak Miko lagi sibuk dan tidak bisa di ganggu." Ucap Ravi lagi.
"Hmmm Ravi,Ravi kamu masih sama seperti dulu sangat melindungi kakak mu. Baiklah kedatangan ku ke sini hanya ingin menyerahkan undangan ini." Ucap Elsa yang mengeluarkan sebuah undangan dari tas nya.
"Kenapa tidak menitipkan nya saja pada resepsionis di bawah?"
"Aku ingin bertemu kakak mu, aku merindukan nya, dan aku yakin dia juga merindukan ku." Ucap Elsa tersenyum dan mencoba menerobos masuk ke ruangan Miko.
"Hah rindu, ku rasa hanya kau saja. Keluar lah dari kantor ini selagi aku masih bicara baik-baik. Jangan sampai ku suruh satpam yang menyeret kak Elsa keluar dari kantor ini karena hal itu hanya akan mempermalukan kak Elsa." Usir Ravi dengan suara sedikit membentak dan menahan tangan elsa.
"Wah kini kau jadi kejam dan tegas ya Ravi, baik lah aku titip undangan ini kepada mu."
Ucap Elsa tersenyum dan menyerahkan undangan nya kepada Ravi.
"Ingat adik ipar serahkan undangan ini kepada kakak mu ya." Ucap Elsa setelah undangan nya di pegang oleh Ravi.
kemudian Elsa meninggalkan Ravi dan segera masuk ke dalam lift.
"Hah tak akan ku biarkan lagi kau masuk ke kehidupan kakak ku dan membuat kakak ku terluka seperti dulu." Batin Ravi yang ingin langsung membuang undangan itu.
"Ada apa-apa sih ribut-ribut?" Tanya Miko yang baru saja keluar dari ruangan nya karena mendengar kan keributan di luar.
"Eh kak tidak ada apa-apa kok." Jawab Ravi sambil menyembunyikan Undangan itu di balik tangan nya.
"Apa yang kau sembunyikan?"
__ADS_1
"Hah tidak ada kok."
"Sini serahkan pada kakak." Bentak Miko sambil menarik tangan Ravi sehingga undangan itu terjatuh ke lantai.
"Opening Elsa green hotel."
"Hahaha Elsa datang ke sini?" Tanya Miko sambil tertawa.
"I..iya kak." Jawab Ravi gugup.
"Lalu kenapa tak kau biarkan dia masuk ke ruangan ku? Dan malah menyembunyikan Undangan ini? Apa kau takut dia akan menyakiti ku lagi seperti dulu?" Tanya Miko sambil mendekati Ravi.
Dan hanya di balas anggukan oleh Ravi.
"Kamu tenang saja, kakak mu ini sudah berubah di mata kakak Elsa itu hanya sampah." Ucap Miko sambil mengacak rambut Ravi dan segera masuk ke dalam ruangan nya dan membawa undangan itu.
Miko pun duduk di kursi kebesaran nya dan membuka undangan dari Elsa itu, dan terselip sebuah surat di sana.
"Ku harap kau akan datang, jika kau tidak datang maka ku anggap kau belum move on dari ku, dan mulai hari ini akan ku mulai merebut hati mu ." Salam rindu ~Elsa Ayuningtyas~.
"Miko and partner."
"Dasar janda gatal." Ucap Miko sambil tersenyum membaca undangan itu.
Miko pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.
"tring." satu pesan masuk ke dalam ponsel Miko.
"datang lah ke opening hotel ku Miko, jika benar kau tidak lagi mencintai ku. aku sangat berharap kedatangan tamu kehormatan seperti mu, jika kau tidak datang maka ku anggap kau masih takut bertemu dengan ku karena kau takut akan jatuh cinta lagi kepada ku." isi pesan di Instagram Miko.
memang sudah beberapa bulan ini Elsa sering nge DM Miko, namun selalu di abaikan oleh Miko.
"baiklah tenang saja Elsa aku pasti datang," batin Miko tersenyum..
setelah nya Miko melanjutkan pekerjaannya karena nanti malam dia harus menghadiri opening hotel nya Elsa.
setelah semua pekerjaan nya selesai Miko dan Ravi pun pulang ke rumah. dan sesampainya di rumah Amora menyambut Miko dengan senyum sumringah.
"ada apa ini, senyum-senyum sendiri? pasti ada mau nya?" ucap Miko saat melihat Amora yang sudah selesai mandi menyambut nya di depan pintu dengan senyum cantik di wajah nya.
"hehehehe tidak apa-apa kok mas." jawab Amora cengengesan.
"hah mas?, sejak kapan mereka merubah panggilan." batin Ravi yang berdiri di sebelah Miko.
"eh selamat sore pak Ravi." sapa Amora yang tersenyum kepada Ravi yang masih melamun.
"bukan kah ku bilang kau panggil Ravi dengan nama saja? kau kan lebih tua dari dia." titah Miko.
"tapi kan mas canggung."
__ADS_1
"ini perintah."
"iya Amora panggil nama saja." ucap Ravi.
"heheheh maaf ya Ravi ini karena kakak mu yang nyebelin ini nih. kamu memang yang paling bisa ngertiin aku deh." ucap Amora sambil tersenyum manis kepada Ravi.
"iya Amora tidak apa-apa kok. aku duluan ya." pamit Ravi yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.
"apa Ivan sudah mengantarkan semua pesanan ku?" tanya Miko pada Rudi yang sudah masuk ke dalam rumah.
"sudah tuan, mereka ada di kamar tamu." jawab Rudi.
"hmm baiklah."
"Amora sana kamu ke kamar tamu siap-siap dan temani saya ke opening hotel teman saya." titah Miko.
"hah tidak mau ah mas." tolak Amora.
"oh kamu lebih memilih ke pesta atau kita pesta berdua saja di ranjang?" tanya Miko lagi.
"ihh mas, oke-oke aku mau menemani kamu ke pesta tapi aku ada syarat." ucap Amora.
"apa?"
"besok siang aku boleh ya bertemu dengan Clara di cafe dekat sini, soalnya aku mau minta maaf sama dia." ucap Amora.
karena tadi dia sudah DM DM an dengan Clara dan mereka berjanji akan bertemu di salah satu cafe dekat rumah Miko untuk menceritakan semuanya yang terjadi di antara mereka. namun mengingat Miko yang melarang Amora berteman dengan Clara Amora jadi butuh izin dari Miko.
"hmm tapi harus ada bodyguard ya." ucap Miko.
"iya mas iya, makasih ya." ucap Amora yang langsung memeluk lengan Miko.
"tapi ingat kau harus berpenampilan se cantik mungkin malam ini dan kau harus berpura-pura jadi pacar ku, karena kalau tidak aku tidak akan mengizinkan mu besok menemui Clara." ucap Miko.
"siap pak bos, memang nya undangan siapa yang ingin kita hadiri?" tanya Amora lagi.
"mantan saya."
"wah, wah takut CLBK ya?"
"bukan, saya hanya takut saja dia tergila-gila kepada saya."
"okay mas Miko ku sayang, serahkan semuanya kepada ku akan ku buat mantan mu itu terkena mental." ucap Amora tersenyum.
"hmm ku serahkan semuanya kepada mu." ucap Miko.
"yasudah aku siap-siap dulu ya." pamit Amora yang memang sudah tau ada mua dj kamar tamu.
"yasudah sana, saya juga mau mandi dan siap-siap." ucap Miko.
__ADS_1