Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
kejujuran


__ADS_3

"Miko kamu lagi melawak ya?" spontan sean langsung menimpal pembicaraan itu.


"Miko serius pa, Amora istri sah nya Miko dan kami berdua sudah menikah kemaren. kalau mama dan papa tidak percaya bisa di cek di KUA kok." jelas Miko.


"Miko, drama apa lagi ini? kamu tau kan dosa nya besar kalau berbohong kepada kedua orang tua." kini sovi yang membuka mulut nya.


"ma Miko sedang tidak berbohong, dan ini bukan drama. Miko dan amora memang sudah menikah dan semua nya di urus oleh Rudi. jika mama dan papa tidak percaya kalian bisa tanya Rudi."


"be..benar tuan dan nyonya tuan miko sudah menikah kemaren dengan non amora." jawab Rudi gugup.


"Miko... kamu sudah gila ya?" kini suara sean meninggi saat dia melihat tidak ada kebohongan di mata putra nya itu sementara amora hanya menunduk.


"maafin Miko pa, Miko tau ini salah besar tapi Miko tidak punya pilihan lagi."


"apa se engga penting itu kami di hidup kamu Miko? sampai-sampai kamu menikah tanpa mengabari kami hah? papa benar-benar kecewa sama kamu Miko bisa-bisa nya kamu mencari jalan pintas untuk menghadapi masalah seperti ini." sambung sean dengan nada lemas.


"ini semua karena perempuan murahan ini, kamu cuci pakai apa otak anak saya hah? bisa-bisa nya dia melakukan hal se jauh ini. dasar wanita sampah." kini sovi menghampiri amora dan langsung menjambak rambut amora dengan spontan.


"ma, lepaskan tangan mama dari rambut amora." Miko mencoba melerai tangan sovi dan rambut amora.


sementara Amora mencoba melepaskan genggaman sovi pada rambut nya namun bukan nya sovi melepaskan nya dia malahan menggenggam nya lebih erat dan terus menarik rambut amora sehingga amora merasakan sakit di kepala nya.


"ma cukup, Miko bilang lepaskan." bentak Miko sambil mendorong sovi sehingga sovi terjungkal ke lantai.


"plak..."satu tamparan mendarat di pipi Miko.


"berani kamu mendorong mama kamu Miko." kini giliran Sean yang marah kepada Miko sambil membantu istrinya itu berdiri.

__ADS_1


"maaf pa, ma, tapi sudah jadi kewajiban Miko untuk melindungi amora sebagai seorang suami. dan Miko tidak pernah berniat melukai mama." jawab Miko.


"maaf tante, om ini semua salah saya." hanya itu yang mampu amora ucapkan dengan air mata yang sudah berlinang di pipi nya.


"cuihh...kau tau sekali pun dunia akan runtuh tak akan pernah ku setujui kau jadi menantu ku. dasar wanita ular. " kini sovi menunjuk Amora dengan telunjuk nya dengan air mata yang menetes di pipinya.


"Miko papa benar-benar kecewa sama kamu, bisa-bisa nya kamu melakukan ini semua kepada kami hanya karena seorang perempuan, ini balasan kamu untuk semua yang kami berikan kepada mu selama ini." sambung sean setelah menenangkan istrinya itu.


"maafkan Miko pa, ma tapi Miko tidak punya pilihan lain."


"hah kamu di kasih makan apa sih sama wanita murahan ini Miko? bisa-bisa nya kamu jadi se goblok ini."


"tidak punya pilihan lain bagaimana maksud kamu Miko?" tanya Sean lagi.


"mau sampai kapan Miko harus melakukan zinah dengan Amora pa? lagian Miko juga yakin Amora adalah jodoh nya Miko. dan Miko yakin kok sering berjalan nya waktu mama dan papa akan menerima Amora sebagai menantu kalian." jelas Miko.


"hah apa papa bilang? Miko pria baik-baik? Miko juga laki-laki bejad pa. oh atau mama belum cerita semua nya ke papa ya?" tanya Miko.


"Miko cukup.." sovi memotong kata-kata Miko agar tidak melanjutkan ucapannya.


"memang nya kenapa ma?" kini Sean yang penasaran pun langsung menatap istri nya itu tajam.


"pa, sudah lah tidak perlu dengar kan kata Miko. dia hanya ingin memantaskan diri untuk wanita ini makanya dia bicara seperti itu."


"tidak ma, papa tau Miko tidak berbohong, apa yang kalian tutupi dari papa hah?"


"pa..."

__ADS_1


"Miko, jujur Miko ada apa sebenarnya. kenapa kamu bilang kamu juga bejad hah?" kini Sean mulai membentak Miko.


"Miko." sovi menggeleng kan kepalanya agar Miko tidak jujur kepada Sean. Miko melakukan ini hanya karena dia tidak mau kalau sampai Sean yang mengetahui bahwa putra sulung nya ini adalah pria baik-baik. ternyata pria bejad. sovi terlalu takut kalau sampai jantung Sean kumat lagi karena mendengar kan kebenaran tentang Miko.


"maafin Miko ma, tapi sekuat apa pun kita menutupi ini semua suatu saat pasti papa akan mengetahui nya." ucap Miko dengan tatapan penuh penyesalan.


sementara Amora hanya memegangi lengan suami nya dia terlalu takut kalau sampai hal yang tidak di inginkan akan terjadi sebentar lagi.


"apa Miko? apa yang kalian sembunyikan dari papa?" Sean terus mendesak meminta penjelasan.


"sebenarnya selama ini Miko juga sama dengan pria hidung belang lain nya pa. sudah beberapa tahun terakhir ini Miko tidur dengan banyak wanita. dan selama ini Miko menutupi ini semua dari kalian. bahkan mama juga baru mengetahui nya beberapa hari yang lalu." jelas Miko.


"Miko..." hanya itu yang mampu Sean ucapkan lalu dia memegangi jantung nya dan tergeletak di lantai.


"pa...teriak sovi dan Miko serentak." dengan spontan Miko langsung menggendong papa nya dan menyuruh Rudi menelepon dokter manda ke apartemen nya.


Miko pun mengendong papa nya ke kamar yang ada di lantai satu. sementara Amora dan sovi langsung gugup dengan kondisi ini.


mereka pun langsung mengekori Miko dari belakang, dan sovi yang menangis mencoba menyadarkan Sean dari pingsan nya dengan bantuan minyak angin. dan beberapa menit kemudian dokter manda pun datang dan memeriksa kondisi Sean.


"sini kamu." sovi pun menarik Amora agar keluar dari kamar itu.


"ini semua karena kamu wanita murahan, awas saja kalau sampai terjadi sesuatu kepada suami saya, jangan harap kamu bisa bernafas tenang di dunia ini. dan satu lagi jangan pernah bermimpi kamu akan menjadi bagian dari keluarga Wijaya. karena saya akan melakukan segala cara untuk memisahkan kamu dengan Miko. saya tidak akan pernah Sudi punya menantu seperti kamu." ucap sovi setelah dia menarik Amora keluar dari kamar itu.


"Ma, mama ngomong apa ke Amora?" tanya Miko yang langsung keluar dari dalam kamar itu.


"ini semua karena kalian berdua Miko, kalau sampai terjadi sesuatu pada papa mama tidak akan pernah memaafkan kalian." ucap sovi yang berlalu meninggalkan mereka berdua dan masuk ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2