
"Ma, pa bagaimana kondisi Ravi?" Tanya Miko saat mereka sudah melihat mama dan papa nya yang duduk dengan wajah panik di depan ruang IGD.
"Entah lah mik, dari tadi dokter belum juga keluar dari ruangan IGD." Jawab Sean sementara sovi masih terus menangis.
"Ma, tenang ya ma kita doakan semoga Ravi baik-baik saja." Amora mencoba menenangkan ibu mertua nya itu.
"Amora, kenapa kamu ke sini, bagaimana dengan baby syyaid, ini rumah sakit nak." Tanya sovi yang baru menyadari bahwa Amora ada di sana dan ada cucu nya juga.
"Amora khawatir sama kondisi Ravi ma, di rumah juga Amora tidak akan tenang." Jelas Amora dengan tatapan yang juga khawatir.
Sovi hanya diam saja, dia tau pasti Amora juga khawatir dengan kondisi Ravi. Jadi untuk kali ini sovi memaklumi semua nya.
Sovi sempat saling bertatapan dengan Ayu namun sovi langsung melemparkan tatapan nya.
Ayu menyadari ada kebencian di tatapan Sovi kepada nya, namun untuk sekarang Ayu tidak memperdulikan itu karena yang terpenting bagi Ayu sekarang hanya kesembuhan Ravi. Sedari tadi dia berdoa semoga Ravi baik-baik saja.
Beberapa menit kemudian sang dokter pun keluar dari ruang IGD dengan wajah cemas.
"Bagaimana kondisi putra saya dok?" Tanya Sean yang langsung menghampiri sang dokter kemudian di ikuti oleh yang lain nya.
"Bapak, ibu keluarga pasien?" Tanya sang dokter.
"Iya dok, saya papa nya dan ini mama nya." Jawab Sean sambil menunjuk sovi.
"Bapak ibu harap tenang ya, pasien sedang kami tangani di dalam. Tapi ada sedikit masalah pasien mengalami pendarahan di kepala nya, sehingga memerlukan donor dara Siapa di antara bapak ibu yang punya golongan darah O- , soalnya ini termasuk golongan darah yang langka dan kebetulan di rumah sakit ini stok nya sedang kosong. Dan golongan darah ini hanya Bisa menerima transfusi dari golongan darah yang sama." Jelas sang dokter.
Semua nya terdiam, bagaimana tidak karena Ravi bukan anak kandung mereka sehingga tidak ada satu pun di antara mereka yang golongan darah nya sama dengan Ravi.
Untuk sementara Ayu merasa heran kenapa semua anggota keluarga tidak ada yang mengajukan diri.
" Umm anu dok, apa tidak ada stok darah di rumah sakit lain? Kami akan bayar berapapun itu yang penting putra kami dapat selamat." Ujar Sean saat semua nya terdiam dan sepertinya mereka tidak punya banyak waktu.
"Ini adalah golongan darah yang cukup langka pak, dan saya rasa di rumah sakit mana pun golongan darah ini sulit di temui."jelas sang dokter.
"Saya dok, saya golongan darah nya O-" tiba-tiba Ayu berdiri dari duduknya dan menawarkan diri nya, karena kini yang dia pikirkan hanya kondisi Ravi.
__ADS_1
Mereka semua pun menoleh ke arah ayu,
"Yu, benar golongan darah kamu O- nak?" Tanya Sean sambil menoleh ke Ayu dengan tatapan penuh harap.
"Iya pak, benar." Jawab Ayu.
"Baiklah mbak, kalau memang golongan darah anda sama dengan pasien mari kita cek dulu." Ajak sang dokter.
"Baik dok." Jawab Ayu yang Langsung mengikuti langkah sang dokter.
Setelah sang dokter memeriksa semua kesehatan Ayu ternyata golongan darah Ayu sama dengan Ravi dan ayu lolos kesehatan sebagai pendonor dan bisa donor darah untuk Ravi.
Setelah pengambilan darah Sekitar 8-10 menit Ayu pun di suruh berisitirahat dan minum serta makan makanan kecil untuk mengisi kembali tenaga nya. Setelah beristirahat beberapa menit Ayu pun kembali ke ruang tunggu IGD.
"Yu bagaimana, apa darah kamu cocok?" Tanya Amora yang melihat sudah adanya plester di lengan Ayu.
"Alhamdulillah cocok mbak." Jawab Ayu tersenyum.
"Alhamdulillah." Mereka semua mengucap syukur secara bersamaan.
"Tidak kok pak, ini tidak seberapa di banding kebaikan bapak dan ibu serta semua nya kepada Ayu selama ini." Jawab Ayu.
"Yaudah kamu duduk dulu yu, kamu pusing atau lapar?" Tanya Amora sambil menyuruh Ayu duduk.
Karena sekarang baby syyaid di gendongan oleh Miko.
"Tidak kok mbak, Ayu baik-baik saja. Semoga kak Ravi cepat pulih ya mbak." Ucap Ayu dengan tatapan penuh harap.
"Terimakasih Ayu, kamu telah membantu menyelamatkan nyawa Ravi." Ucap Sovi yang merasa sungkan namun harus mengucapkan terimakasih kepada Ayu.
"Sama-sama Bu." Jawab Ayu sambil tersenyum.
Dokter pun meminta Sean untuk menandatangani beberapa berkas untuk dilanjutkan tindakan operasi untuk Ravi. Dan setelah semua nya selesai operasi untuk Ravi pun di lakukan.
Keluarga menunggu di luar dengan harap-harap cemas. Dan beberapa jam kemudian sang dokter pun keluar dari ruang operasi dan dengan senyum di wajah nya.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi putra saya dok?" Tanya sovi kepada sang dokter.
"Ibu, bapak tenang dulu ya, Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, dan kini kondisi pasien sudah membaik tinggal menunggu pasien siuman." Jawab sang dokter sambil tersenyum.
"Alhamdulillah." Mereka mengucap syukur secara bersamaan.
"Mungkin sebentar lagi pasien akan di pindah kan ke ruang rawat inap, karena pasien sudah melewati masa kritis nya." Jelas sang dokter.
Sovi pun menagis haru, karena sedari tadi hal-hal aneh sudah berkelana di pikiran nya.
"Sudah ma, jangan menangis semua nya sudah baik-baik saja." Sean merangkul istrinya itu sembari memberikan kekuatan.
"Iya pa, Alhamdulillah putra kita baik-baik saja ya." Jawab sovi sambil tersenyum.
Sementara Ayu yang baru saja selesai sholat kembali ke ruangan tempat keluarga Wijaya menunggu.
"Yu, Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar dan Ravi sudah melewati masa kritisnya." Jelas Amora saat melihat Ayu yang datang menghampiri mereka.
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu kak." Jawab Ayu yang tanpa sadar meneteskan air mata nya.
"Ini berkat doa kamu nak Ayu, terimakasih ya sudah mendoakan Ravi." Ucap Sean yang berterimakasih dengan tulus kepada Ayu.
"Tidak pak, ini berkat doa kita semua, dan karna kak Ravi adalah orang yang kuat sehingga dia bisa melewati ini semua." Jawab Ayu.
Sean melihat Ayu yang meneteskan air mata nya tadi saat mendengar kondisi Ravi, Sean pun akhirnya sadar begitu besar cinta di antara kedua insan ini. dan Sean tau kalau Ayu tulus mencintai Ravi bukan karena harta atau apapun itu. karena dari tatapan Ayu saja Sean sudah bisa menilainya.
Sementara Sovi hanya diam saja, ingin rasa nya dia memeluk Ayu dan mengucapkan banyak terimakasih kepada wanita kecil itu tapi dia masih merasa segan dan malu. Akhirnya dia menahan diri dan membuang pandangan nya. Yang terpenting sekarang kondisi Ravi sudah membaik.
ohh iya kalau suka dengan cerita Author, mampir ya ke Novel baru author yang judulnya
I'm antagonist, ya kalau biasanya novel pemeran utama nya tokoh protagonis bagaimana kalau kita lihat dari sisi tokoh antagonis nya.
Namanya Adeli, dia terlahir karena kesalahan ayah kandung nya. dan harus hidup di besarkan oleh nenek dan kakek nya. namun setelah besar Adeli mendapatkan perlakuan yang hampir sama dengan mendiang ibu nya dulu. dan untuk membalas kan dendam nya serta dendam ibu nya Adeli bersedia menjadi simpanan Om-om, merusak rumah tangga orang, berbuat kejahatan bahkan menghalalkan segala cara. apakah Adeli akan berhasil membalas kan dendam nya atau malah terjebak sendiri di permainan nya?
di jamin deh alur cerita nya lain dari pada yang lain, kalau ada waktu di baca ya sayang-sayang nya Author, terimakasih banyak salam sayang untuk kalian semua di mana pun berada❤️❤️
__ADS_1