
"Pagi ma," sapa Miko sambil mengecup kening mamanya saat dirinya baru saja keluar dari ruang olahraga dan melihat mama nya yang sudah bergelut di dapur.
"Pagi sayang, habis olahraga ya?"
"Iya nih ma."
"Sana gih mandi, lihat tuh baju kamu sudah basah semua karena keringat kamu." Titah sovi saat dia melihat putra nya itu.
"Iya ma, mama masak apa?"
"Nih lagi masak bubur ayam kesukaan nya adik kamu." Jawab sovi yang terus mengaduk wajan yang ada di depan nya.
"Lah kenapa masak bubur ma? Memang nya si Ravi sakit?"
"Bukan sakit sayang, memang nya harus sakit dulu biar makan bubur? Dia lagi rindu katanya sama bubur ayam bikinan mama."
"Idih dasar manja."
"Sudah sana Miko mandi dulu, setelah nya kita sarapan. Oh iya satu lagi jangan lupa tanyakan Amora apa dia punya waktu bertemu dengan mama hari ini." Ingat sovi.
"Yah kirain udah lupa soal Amora, ternyata masih ingat aja." Batin Miko.
"Kamu kira mama pikun apa? Mama tidak mungkin lupa apalagi hal itu menyangkut masa depan kamu." Ucap sovi yang seakan bisa membaca pikiran Miko.
"Lah Miko ga ada ngomong apa-apa kali ma."
"Yasudah sana mandi, nanti masakan mama ketularan bau keringat kamu lho."
"Iya iya mama sayang, bawel ihh." Ucap Miko yang meninggal kan dapur dan segera menaiki tangga.
Sesampainya di kamar nya Miko pun meminum segelas air dulu dan duduk di sofa kamar nya.
"Hmm apa sebaiknya aku tanya Amora ya, apa dia bersedia ketemu sama mama atau tidak. Tapi rasanya ini semua terlalu cepat, ya cuman mau bagaimana lagi cepat atau lambat aku juga harus mengenalkan Amora kepada mama." Batin Miko yang masih di ambang kebingungan.
Akhirnya Miko memutuskan untuk menghubungi Amora, dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Amora.
"Pagi sayang, kok tumben pagi-pagi begini sudah menelepon." Jawab Amora saat panggilan video mereka sudah tersambung.
"Pagi kembali sayang, iya sayang soalnya aku rindu kamu ga bisa tidur semalaman pengen nya di tidurin sama kamu." Jawab Miko sambil cengengesan.
"Halah, gombal mu lah mas mas."
"Kamu lagi apa? Kok pagi begini sudah cantik sih?"
"Oh aku sebenarnya baru saja ingin mengabari kamu mas, aku sudah memutuskan akan menemui Adam dan mengakhiri semua hubungan kami. Kebetulan Adam ada waktu pagi ini." Jawab Amora yang memang sedang sarapan.
"Mas mau ikut."
"Tidak perlu mas, percaya lah kepada ku, aku udah ga ada rasa apa-apa lagi kepada Adam. Aku murni ingin mengakhiri hubungan ku dengan nya dengan baik-baik, kan hati aku sudah di rebut sama kamu semua." Jawab Amora.
"Benarkah begitu sayang?"
__ADS_1
"Tentu, lalu kamu ada keperluan apa menelpon ku pagi-pagi begini sayang?" Ulang Amora lagi.
"Hmmm begini sayang, mama nya mas ingin ketemu sama kamu. Apa kira-kira kamu punya waktu?" Tanya Miko dengan ekspresi wajah yang risau.
"Hah ingin bertemu dengan ku mas?" Tanya Amora yang langsung kaget.
"Iya sayang, apa kamu punya waktu hari ini?"
"Punya sih, tapi..." Amora tidak melanjutkan kata-katanya.
"Tapi apa sayang? kamu belum siap ya?"
"Siap ga siap sih harus siap mas, Tapi apa kamu yakin mas kalau aku bertemu mama nya mas semuanya akan baik-baik saja?" Tanya Amora yang khawatir akan mendapatkan penolakan dari calon mertua nya itu.
"Sayang cepat atau lambat mas memang harus memperkenalkan kamu kepada kedua orang tua nya mas. Ya walaupun mas takut sih adanya penolakan dari mereka karena masa lalu kamu. Tapi percaya lah sayang mas akan tetap memilih kamu mas hanya takut saja."
"Takut apa mas?"
"Takut kamu tidak dapat menerima kata-kata yang kurang baik atau mungkin penolakan dari keluarga mas karena masa lalu kamu dan hal itu akan membuat hati kamu sakit sayang."
"Hahaha kamu seperti tidak tau Amora saja mas, hatiku kan sudah batu jadi tidak mungkin menangis kalau hanya karena hinan masa lalu. Aku sudah terlalu kebal untuk itu." Tawa Amora di seberang sana, walaupun sebenarnya dia berbohong karena dia juga takut dia akan kehilangan Miko hanya karena masa lalu nya yang suram.
"Jadi kamu yakin mau bertemu dengan mama nya mas? Terlepas apapun nanti hasil nya?"
"Kalau mas yakin, aku juga yakin mas."
"Yasudah kita serahkan saja semuanya kepada yang di atas, jadi jam berapa kamu dan mama bisa bertemu sayang?"
"Waktu jam makan siang saja bagaimana mas? Soalnya kan aku mau bertemu Adam dulu takut nya nanti ngobrol nya agak lama." Tanya Amora.
"Yasudah mas tentukan saja dimana tempat nya ya, nanti share lokasi ke aku."
"Iya sayang, sampai ketemu nanti siang ya. Ingat amora mas selalu memantau kamu bertemu Adam murni ingin putus dan jangan sampai CLBK dan lain sebagainya lagi ya.,"
"Hahahaha siap mas siapa."
"Yasudah mas mandi dulu ya sayang, kamu
sarapan yang banyak ya."
"Siap pak bos."
Akhirnya panggilan video mereka pun berakhir,
"Huh entah apa yang akan terjadi nanti, akan kah aku dapat hinaan dan cacian lagi. dan sekaligus akan kehilangan Miko? ah entah lah bagaimana juga aku harus melalui ini. jika memang tidak jodoh maka sekeras apa pun aku berusaha aku dan Miko tidak akan pernah berjodoh dan begitu juga sebaliknya." batin Amora yang sebenarnya merasa takut juga jika mendapat penolakan dari mama nya Miko.
Akhirnya Amora melanjutkan sarapan nya setelah lelah bergelut dengan pikirannya dan akhirnya membiarkan semuanya mengalir sebagai mana mestinya.
.
.
__ADS_1
.
"bagai mana jika mama tidak menginginkan Amora, apalagi setelah mama tau latar belakang amora. apa aku sanggup jika harus di suruh memilih antara mama dan Amora?" batin Miko yang merasa kebingungan.
"ahhh entah lah, aku juga bingung semoga saja semuanya sesuai dengan harapan. mama mau menerima masa lalu amora." guman miko.
Akhirnya Miko masuk ke kamar mandi dan mandi karena dia hampir saja telat ke kantor. setelah selesai mandi dengan sigap Miko menggunakan pakaian nya dan segera keluar dari kamar.
"Pagi ma." ucap Miko yang menuruni anak tangga sedangkan sovi sedang mempersiapkan sarapan di meja makan.
"pagi sayang, aduh anak mama tampan banget deh kalau sudah pakai jas begitu. tapi kasihan ya jomblo." ledek sovi.
"mama niat mau muji Miko apa ngeledek sih ah?" tanya Miko yang memeluk pinggang mama nya.
"dua-duanya, adik kamu mana?"
"aku di sini ma." jawab Ravi yang juga menuruni anak tangga.
"ya ampun, si bungsu ku juga sudah tumbuh dewasa mana tampan lagi. tapi sayang nya sama seperti kakak nya jomblo juga." ucap sovi dengan raut wajah sedih.
"ketularan penyakitnya kakak ini ma." jawab Ravi.
"enak aja, kamu tuh yang jomblo kakak mau engga Wee."
"hah Miko kamu tidak jomblo nak? berarti punya pacar dong? siapa pacar kamu nak?" tanya sovi excited.
"Hmm maksud nya Miko, Miko bukan jomblo ma tapi singel iya ma Miko singel jadi bukan karna tidak laku tapi karena memang memilih sendiri bukan kek si Ravi jones." elak Miko.
"yah kirain tadi beneran punya pacar, mama tuh udah berharap banget lho nak."
"Oh iya ma, katanya nanti siang Amora bisa lho bertemu sama mama." alih Miko.
"benar kah nak? wah jadi ga sabar mama ingin ketemu wanita bernama Amora itu."
"yasudah kita sarapan dulu yuk, nanti kalian telat berangkat ke kantor lho." ajak sovi.
akhirnya mereka pun sarapan bersama, dan setelah nya Miko dan Ravi pun pamit berangkat ke kantor.
"ma nanti siang Miko jemput ya, soalnya pagi ini Miko ada meeting." ucap Miko yang mencium kening dan tangan sovi.
"iya iya sayang, kalian hati-hati ya."
"Jadi tidak sabar menunggu nanti siang, ingin melihat bagaimana gaya bicara dan kejujuran wanita bernama Amora itu."Batin sovi yang masih berdiri di depan pintu melihat kepergian mobil kedua putra nya.
***Hay pembaca tersayang ku, maaf kan author ya kenapa akhir-akhir ini author upload nya lama udah segitu bab nya cuman sedikit jadi bikin para pembaca menunggu lama dan merasa di gantung. eh di gantung emang nya doi yang suka gantung hubungan tanpa ikatan, hehehe canda ikatan.
jadi author juga sebenarnya merasa bersalah banget, cuman berhubungan mau lebaran jadi kerjaan author di dunia nyata lagi deadline banget seminggu terakhir ini, jadi kadang ga sempat buat nulis. semoga saja Minggu depan author bisa normal kembali upload minimal 3 bab perhari.
terimakasih buat pembaca yang selalu setia menunggu dan membaca karya remahan author ini.
Salam cinta dari Amora dan Miko, eh Amora dan Adam, atau Amora dan Ravi ya?
__ADS_1
kira-kira dengan siapa ya Amora akan bersanding nanti nya?
penasaran kan***, ?