
Pagi hari pun tiba, dan kebetulan hari ini adalah hari Minggu. Setelah mandi dan bersiap-siap mereka pun berangkat joging. Mumpung di puncak jadi udara sejuk dan dingin jadi pas untuk joging pagi.
Semuanya begitu menikmati joging itu, Ravi dan Ayu sebagai pemimpin joging. Dimana mereka berada di barisan paling depan, kemudian di belakang ada Sovi dan Sean lalu di urutan terakhir ada Miko dan Amora. Maklum saja karena Amora sedang hamil jadi mereka hanya bisa jalan santai.
"Apa tidur mu nyenyak?" Tanya Ravi sambil berlari kecil di sebelah Ayu.
"Hmm sangat nyenyak kak." Jawab Ayu yang mengatur kecepatan larinya agar sejajar dengan Ravi.
"Bagus lah,"
"Lalu kakak sendiri bagaimana, apa tidur kakak nyenyak?" Kini Ayu Balik bertanya.
"Sangat, kakak sangat menikmati tidur tadi malam. tadi saja kalau bukan karna mama yang gedor-gedor pintu kamar kakak sepertinya Samapi sekarang kakak masih tidur deh." Jelas Ravi.
"Hehehe iya kak, memang udaranya mengajak tidur." Ujar Ayu.
Mereka pun terus joging pagi di sepanjang jalan puncak. Sampai benar-benar mendapatkan keringat. Dan setelah di rasa cukup berkeringat mereka pun kembali ke villa untuk mandi dan sarapan.
Sementara orang suruhan Sovi yang ingin memulai menjalankan rencana mereka menelepon Sovi. Namun Sovi menghentikan mereka karena Awalnya mereka ingin video Juna di takedown namun mereka jadi berubah pikiran. Karena apabila video Juna yang sedang viral di takedown itu artinya kabar yang beredar benar adanya dan Amora memang keponakan yang tidak tahu terimakasih.
"Halo buk bos, bagaimana dengan rencana selanjutnya?" Tanya sang anak buah kepada Sovi.
"Hmmm, saya rasa kita perlu mengganti rencana deh, sebenarnya saya yakin ada seseorang di balik video itu. Tapi jika mencari orang nya akan makan waktu. Saya tidak mau kalau sampai menantu saya stress karena berita ini dan akan mengganggu kesehatan dan janin nya." Jelas sovi.
"Lalu apa yang harus kami lakukan buk?" Tanya nya lagi.
"Bentar saya pikirkan rencananya dulu, kalian stay saja ya." Titah sovi.
"Baik bu." Jawab mereka.
"Ma.." tiba-tiba Amora sudah berdiri di belakang ibu mertua nya itu.
"Ehh sayang, kamu di situ." Sovi sedikit terkejut dengan kedatangan Amora.
__ADS_1
"Mama mikirin cara menyelesaikan masalah yang di buat Tante Ana ya? Maaf ya ma selalu membuat keluarga ini dalam masalah." Ujar Amora dengan wajah sedih dan kepala menunduk.
"Heh, kamu tau dari mana sayang? Tidak kok ini bukan salah kamu." Sovi langsung menghampiri menantu nya itu.
"Amora tau dari teman Amora barusan ma. Tapi kan ma, kalau bukan karena Amora keluarga kita tidak akan berurusan dengan manusia licik seperti Tante Ana. Dan membuat keluarga kita dalam masalah." Sambung Amora lagi.
"Tidak sayang, santai saja percaya sama mama kalau masalah begini kecil..pasti bisa mama tangani nak." Ucap Sovi.
"Iya ma."
"Hmmm tapi kamu harus bantu mama Amora buat meluruskan masalah ini." Ucap Sovi yang tiba-tiba memiliki ide.
"Bantu apa ma?" Tanya Amora.
"Dulu sewaktu kamu kecil memang benar-benar tidak di perduli kan kan sama Tante kamu? Atau keluarga kalian di telantar kan?" Tanya sovi lagi yang mengingat cerita masa lalu Amora.
"Iya ma." Jawab Amora.
"Apa dulu kamu tinggal nya berdekatan dengan Tante kamu?" Tambah sovi.
"Hmmm satu lagi, maaf ya Amora apa orang-orang di komplek kamu tau kalau kamu mantan perempuan malam atau pernah jadi simpanan om-om." Tanya sovi lagi dengan tatapan canggung.
"Tidak apa-apa kok ma, tapi sepertinya tidak ada yang tau ma. Soalnya saat ayah menjual Amora ayah memberitakan bahwa Amora tinggal bersama kerabat jauh. Dan Amora juga belum pernah pulang ke sana lagi setelah di jual sama Tante ana." Jelas Amora.
"Sempurna, jika mereka berencana menjatuhkan kita dengan bantuan netizen maka mari kita balas menjatuhkan mereka dengan kekuatan netizen dan tetangga." Ucap Sovi dengan senyum penuh arti.
"Boleh mama minta alamat kamu yang lama?" Tanya sovi lagi.
"Boleh ma," jawab Amora sambil menuliskan alamat nya di secarik kertas lalu menyerahkan nya kepada sovi.
"Apa kira-kira Tante kamu masih tinggal di rumah lama nya ya?" Tanya sovi lagi.
"Sepertinya sih masih ma." Jawab Amora.
__ADS_1
"Yasudah sayang, kamu mandi gih biar masalah ini mama dan anak buah mama yang menyelesaikan nya." Titah sovi karena memang mereka baru saja pulang joging dan sudah berbau keringat.
"Iya ma, terimakasih banyak ma." Ucap Amora sambil tersenyum kepada ibu mertua nya itu.
"Sama-sama sayang, sini peluk dulu tidak usah di pikirkan ya." Ujar Sovi yang merentangkan kedua tangannya.
Amora pun langsung berhambur ke pelukan sovi. Dia merasakan pelukan hangat dari seorang ibu.
"Terimakasih ma, sudah menjadi sosok ibu dan mertua versi terbaik untuk Amora." Ucap amora tulus.
"Sama-sama sayang." Jawab Sovi.
Setelah berpelukan dengan sovi Amora pun pamit mandi. Sementara sovi langsung menelepon anak buah nya untuk menjalankan rencananya.
"Halo iya Bu bos." Jawab sang anak buah di seberang sana.
"Halo, saya sudah punya rencana yang mungkin akan menepis berita ini." Ucap Sovi bersemangat.
"Apa itu buk bos?"
"Sovi pun menjelaskan semua rencananya, dan sang anak buah pun mengangguk setuju. Setelah selesai menyuruh anak buah nya untuk menjalankan rencananya sovi pun masuk ke kamar nya untuk mandi.
.
.
.
Sementara di lain tempat semua nya anak buah sovi langsung menjalankan rencana. Mulai dari mempersiapkan camera, akun yang mungkin bisa mengembangkan penyebaran berita ini dengan cepat dan semua nya.
Dan benar saja semua nya bisa tertangani dengan cepat. Informasi tentang kejelekan ana pun di dapatkan dari tetangga-tetangga ana. Tentang bagaimana dulu menderita nya hidup amora saat masih kecil di kompleks perumahan itu. Dan ana yang tidak perduli kepada keluarga Amora karena Amora miskin.
Bahkan para tetangga pun memberitahu bahwa sebenarnya ana bukan seorang penjual barang atau pengemis. Jadi video yang beredar itu hoax. Dan semua pernyataan ana itu bohong.
__ADS_1
Beberapa tetangga bahkan menceritakan betapa memprihatinkan nya dulu hidup Amora. Dan sejak video itu di upload para netizen yang maha benar tiba-tiba berbalik arah menghujat ana dan merasa kasihan kepada Amora.
Bahkan banyak di antara mereka yang mendoakan kebahagiaan Amora dan iri kepada Amora karena setelah badai hidup yang begitu terjal kini Amora mendapatkan kebahagiaan dengan menjadi istri dari Miko Wijaya.