
Sementara Miko yang baru saja selesai rapat ingin langsung pulang ke rumah, namun saat dia ingin mengabari Amora ponselnya mati kehabisan baterai.
"Yasudah ke rumah dulu deh, jemput mama sekalian charger handphone dulu." Batin Miko yang berjalan menuju parkiran.
Miko pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju menuju rumah nya, dan beberapa menit kemudian Miko sudah sampai di depan rumah.
"Lho mama kok cantik banget sih mau kemana ma?" Tanya Miko yang melihat mama nya yang sudah cantik paripurna sedang duduk di sofa sambil menunggu kehadiran putra nya.
"Kan mau ketemu sama Amora, wanita yang berhasil merebut hati putra mama." Jawab sovi.
"Hahaha mama ada-ada saja, Miko charger handphone sebentar ya ma, kebetulan Miko kehabisan baterai dan lupa bawa power Bank tadi. Soalnya Miko tidak tau sekarang posisi Amora dimana." Pamit Miko yang berjalan menaiki anak tangga.
"Mama ikut." Ucap sovi yang mengekori putra nya ke kamarnya.
"Ma, Miko mandi dulu ya, soalnya di luar panas jadi gerah." Ucap Miko saat mereka sudah sampai di kamar Miko dan Miko sudah mencharger ponselnya.
"Iya jangan lama-lama ya nak." Titah sovi yang duduk di sofa kamar Miko.
Miko pun masuk ke kamar mandi dan mandi,
"Kira-kira apa yang akan di jawab sama perempuan itu ya, apa Amora akan jujur tentang hubungan nya dengan Miko dan masa lalu nya." Batin sovi yang mulai melamun.
"Pokoknya kalau dia berbelit-belit dan seakan menutupi identitas aslinya agar aku menyukai nya, lihat saja tak akan ku Restu in dia sama Miko. Mana tau dia memang hanya menginginkan harta putra ku." Batin sovi lagi.
"Ma lagi mikirin apa sih?" Tanya Miko yang baru saja selesai mandi.
"Hmm tidak ada, adik kamu dimana?"alih sovi.
__ADS_1
"Ravi masih di kantor ma, dia mana mau pulang siang hanya untuk hal yang tidak penting begini." Jawab Miko yang sedang memakai pakaian nya.
Setelah Miko sudah selesai berpakaian dia pun menghidupkan ponselnya, dan beberapa menit kemudian ada WhatsApp dari Amora.
Mas, maafkan aku, mungkin kamu kecewa kepada ku tapi sepertinya aku tidak bisa bertemu dengan mama mu. Aku takut mas di tolak dan di hina oleh mama mu apalagi karena masa lalu ku. Lagian kau belum tentu tulus mencintai ku dan ingin menikahi ku. Setelah aku bertemu Adam dan Adam menjelaskan niat baiknya kepada ku akhiri nya ku putuskan untuk menikah saja dengan Adam, karena tidak banyak pria yang seperti Adam mau menerima wanita kotor seperti ku. Mas lupakan aku, dan cari lah wanita yang lebih pantas untuk mu. Jangan cari aku lagi karena aku akan segera menikah dengan Adam dan ingin hidup bahagia. Aku sudah mengembalikan semua barang pemberian mu melalui Lela. Terimakasih untuk kebaikan mu selama ini."
"Jlebbb....Miko syok membaca WhatsApp dari Amora itu."
"Ga Amora pasti bohong, tidak mungkin dia meninggal kan ku." Batin Miko panik dan langsung menghubungi nomor Amora.
"Halo pak Miko, ini Lela ponsel dan black card milik pak Miko di serahkan oleh nona Amora kepada saya katanya suruh balikin kepada pak Miko. Ini saya lagi di perjalanan menuju rumah pak Miko."jawab Lela saat panggilan tersambung.
"Lela apa yang terjadi hah? Dimana Amora dan kenapa ponselnya ada di kamu?" Tanya Miko dengan kemarahan.
Sementara sovi hanya bisa berdiri dari duduk nya karena melihat kepanikan di wajah putra nya.
"Kau bohong Lela, pasti telah terjadi sesuatu antara kau,Adam dan Amora kan? Aku percaya Amora tidak mungkin melakukan itu." Bentak Miko.
"Sebentar pak Miko, tadi tanpa sengaja saya merekam sesuatu antara nona Amora dan pak Adam." Jawab Lela sambil mengirimkan sebuah video kepada Miko.
Miko pun membuka video itu dan terlihat di video bahwa Amora berdiri dari duduk nya dan memeluk Adam dengan senyum di wajah nya, bahkan Adam membalas pelukan hangat itu. Tak lupa Adam mencium kening dan pucuk rambut Amora dan tidak ada penolakan dari amora.
"Setidaknya sebuah pikiran buruk sudah terlintas di otak sovi yang memang ikut serta menonton video yang di kirim oleh Lela."
"Cuihh,,, ku kira benar kata Ravi bahwa dia perempuan baik-baik. Ternyata aku salah dia masih tetap perempuan murahan. Percuma semalaman aku mencoba positif thinking sama dia setelah mendengar penjelasan Ravi. Ternyata tanpa capek-capek aku mengujinya dia sudah lebih dulu menunjukkan identitas nya." Batin sovi setelah melihat video itu apalagi di video itu terlihat Amora lah yang lebih dulu memeluk Adam.
"Yasudah ya pak, saya segera ke rumah pak miko, kita bicara di rumah saja."ucap Lela mengakhiri panggilan itu.
__ADS_1
"Ma mau ngapain?" Tanya Miko saat sovi langsung merampas ponsel Miko dari tangan nya.
"Dasar wanita murahan, pembohong dan mental tempe." ucap sovi setelah membaca chat dari Amora.
"Ma Miko yakin ini bukan ketikan amora, dan Miko yakin pasti ada yang tidak beres antara mereka. Bisa saja Amora di jebak." Kekeh Miko.
"Miko kamu pakai dulu otak kamu ini, kamu tidak lihat hah tadi dia memeluk pria itu dengan murahannya. Kalau di jebak tidak mungkin dia menyodorkan diri seperti itu."
"Ma Amora bukan wanita seperti itu, Miko yakin Ada yang salah di sini."
"Kamu yang salah Miko, kau terlalu di butakan oleh cinta perempuan murahan itu. Untung saja mama tidak sempat bertemu dengan nya. Mama selalu berusaha untuk positif thinking sama dia karena semuanya demi kebahagiaan kamu. Tapi ternyata dia menunjukkan wujud aslinya tanpa harus di uji dulu." Sambung sovi.
"Ma Amora bukan perempuan murahan."
"Wanita yang tidur dengan banyak pria bukan wanita murahan? Lalu wanita apa Miko? Lalu lihat saja hanya di janjikan menikah dia langsung mau dan berpaling dari mu karena takut tidak laku. Miko lupakan wanita murahan itu mama benar-benar tidak habis pikir kok bisa kamu menyukai perempuan yang tidak punya etika seperti itu sih." Bentak sovi yang marah dengan jawaban nya Amora.
"Ma mama salah paham, dan dari mana mama tau bahwa Amora pernah tidur denga. Pria lain?" Tanya Miko lagi.
"Salah paham apa hah? Mama punya banyak mata-mata Miko untuk menyelidiki latar belakang Amora itu.
"Dan asalah kamu tau satu hal ya miko, kenapa mama ingin bertemu dengan wanita bernama Amora itu. Kamu pikir mama menyukai nya? Tidak Miko tidak, apalagi semenjak mama tau bahwa dia perempuan murahan di Lubuk hati mama paling dalam mama tidak menyukai nya. Tapi karena mama melihat ada cinta yang besar di mata mu untuk nya mama mencoba berpikir positif tentang nya dan berharap semua yang terjadi kepada nya hanya keterpaksaan dan ada niat yang besar di dirinya untuk berubah dan menaklukan hati mama dan mendapatkan kamu. Tapi sepertinya mama salah dia bukan wanita yang mama cari.
Jadi mulai hari ini lupakan wanitai itu dan jangan pernah kau ucap lagi nama nya." Jelas sovi panjang lebar.
"Tapi ma..."
"Miko Jangan bantah mama, dan jangan pernah mengucapkan nama wanita itu lagi di rumah ini. Dan satu lagi sampai kapan pun mama tidak akan pernah setuju wanita model dia yang menjadi menantu mama. Sudah barang bekas tukang bohong lagi." Ucap sovi yang berdiri dari duduk nya dan segera keluar kamar Miko.
__ADS_1
"Engga, aku yakin ini semua tidak benar Amora pasti di jebak Adam. Aku percaya Amora tidak mungkin melakukan ini." Batin Miko yang mengacak rambutnya frustasi.