
Setelah selesai melakukan ritual bersama akhirnya Miko dan Amora pun mandi bersama. Setelah selesai mandi mereka pun berpakaian dan segera turun ke bawah karena mereka sudah sangat kelaparan dan ini sudah waktunya jam makan siang.
"Ehem rasa seperti pengantin baru lagi ya, ingat Miko jangan terlalu sering bahaya buat calon anak kalian." Goda sovi yang memang sudah duduk lebih dulu di meja makan.
"Iya ma." Jawab Miko yang langsung menarik kursi untuk tempat duduk istrinya.
"Papa mana ma?" Tanya Miko yang tidak melihat keberadaan papa nya di meja makan itu.
"Ohh papa mu ada urusan tadi sebentar katanya mau bertemu dengan teman lama nya." Jawab sovi.
"Ohh begitu.'
"Yasudah kalian makan yuk, makan yang banyak kan tadi habis kerja keras, apalagi kamu Amora kamu butuh nutrisi yang banyak untuk kamu dan janin kamu." Titah sovi.
Amora hanya mengangguk dan kedua pipinya langsung memerah seperti kepingin rebus saat mendengar kan kata-kata sovi.
Mereka bertiga pun makan siang seperti biasanya.
.
.
.
Sementara di kantor nya Tama yang merasa kesal dengan Amora dan Miko mencoba mencari tau lebih banyak lagi bukti-bukti tentang masalalu Amora dan kini dia menemukan satu bukti.
"Hahahaha tunggu saja pembalasan ku Amora, kau akan hancur dengan sendirinya." Tawa Tama menggelar di seisi ruangan nya.
Elsa yang memang mendapat kan informasi dari Tama soal bukti baru yang Tama dapatkan soal masalalu Amora langsung bergegas semangat empat lima ke kantor Tama.
"Bukti apa yang kau temuin Tama?" Tanya Elsa yang langsung membuka ruangan Tama karena dia sudah tidak sabar lagi.
__ADS_1
"Hah, apa kau se penasaran itu Elsa sampai-sampai kau seperti angin yang tiba-tiba sampai di kantor ku?" Tanya Tama yang sedikit kaget melihat kehadiran Elsa yang terlalu cepat.
"Sudah tidak perlu basa basi sekarang tunjukkan pada ku bukti yang kau dapatkan." Pinta Elsa yang sudah tidak sabaran.
"Eits sabar dong sayang, santai kamu tenang saja pokoknya setelah ini Amora dan Miko akan hancur." Ucap Tama yang menghampiri Elsa.
"Memang nya bukti apa sih? Jangan kamu buang-buang waktu ku ya Tama sudah jauh-jauh datang ke sini sekali nya bukti kamu ga bisa di pergunakan."
"Okay-okay sepertinya kamu sudah tidak sabar lagi ya? Jadi begini sayang setelah mutasi transfer an papa ku tidak bisa di cetak oleh pihak bank karena memang tidak boleh aku mencoba mencari bukti lain nya tentang Amora. Akhirnya aku mendapat kan satu titik terang yang membawa kita ke puncak kemenangan." Jelas Tama.
"Apa itu? Dari tadi kamu basa basi Mulu, cepat langsung to the point aja Tama." Pinta Elsa yang memang sudah sangat tidak sabar.
"Hmmm jadi beberapa hari ini aku menyuruh orang suruhan ku untuk mencari tau awal kehidupan Amora dan akhirnya dia mendapat kan informasi bahwa sebelum menjadi simpanan papa ku dia memang sudah pernah menjadi simpanan beberapa om-om tua Bangka. Lalu saat si telusuri lebih dalam ternyata salah satu istri nya om-om itu masih menyimpan dendam ke Amora akhirnya dia memutuskan dia akan membuat kita untuk membuka siapa sebenarnya Amora." Sambung Tama.
"Kalau hanya kata-kata dari istri nya pria yang sudah berselingkuh dengan Amora mana mungkin orang-orang percaya Tama apalagi tanpa bukti." Jelas Elsa.
"Tenang cantik kalau soal bukti aman, karena ibu itu menemukan semua bukti transfer bulanan suaminya kepada Amora dan kita bisa menjadikan itu menjadi bukti bahwa Amora pernah menjadi simpanan om-om itu." Jelas Tama.
"Hmmm benarkah? Aku jadi tidak sabar" ucap Elsa tersenyum.
"Aku ingin menelepon Miko dan aku ingin tau bagaimana reaksi mereka ketika mereka tau siapa Amora sebenarnya dan kita telah menemukan bukti tentang masa lalu Amora." Ucap Elsa tidak sabar.
"Silahkan nyonya Elsa, di persilahkan aku juga sudah tidak sabar mendengarkan reaksi mereka semua." Ucap Tama yang sama tidak sabarnya dengan Elsa.
Elsa pun langsung mengambil ponselnya nya dan mencari nama Miko Wijaya di sana, beberapa kali deringan akhirnya panggilan pun tersambung.
"Mau ngapain lagi kau menelepon ku Elsa?" Tanya Miko di seberang sana.
"Wihh santai dong pengantin baru, jangan emosian." Jawab Elsa.
"Ada keperluan apa kau menelepon ku?" Miko mengulang pertanyaan nya lagi.
__ADS_1
"Aku punya kabar baik untuk mu Miko Wijaya sangat baik."
"Kabar apa? Ga usah basa basi langsung saja to the point." Pinta Miko yang sebenarnya Malas mengobrol dengan Elsa.
"Baiklah bapak Miko Wijaya yang terhormat, saya hanya ingin memberitahu bahwa saya sudah mengetahui semua latar belakang dan masa lalu istri anda." Jelas Elsa.
"Lalu?" Tanya Miko.
"Dan seperti nya mulut saya sedikit tidak bisa di rem jadi seperti nya saya akan membocorkan semuanya ke orang-orang yah biar orang lain pada tau siapa sebenarnya istri Miko Wijaya pengusaha terkenal ini." Sambung Elsa.
Amora yang kebetulan duduk di sebelah Miko dan ada sovi di hadapan mereka langsung dag Dig dug karena kebetulan telepon itu di loudspeaker oleh Miko jadi mereka berdua mendengar kan dengan jelas obrolan Elsa dan Miko.
"Silahkan Elsa kalau memang kamu punya bukti kamu pikir orang-orang percaya ya kalau kamu ngomong tanpa bukti hah?" Kini sovi langsung menimpal obrolan mereka.
"Wah ada mantan calon mertua juga ternyata, halo Tante apa kabar? Tenang saja Tante sayang Elsa juga tidak berani ngomong kalau tidak ada bukti. Apa perlu Elsa kirimkan bukti-bukti nya ke Tante?" Tantang Elsa.
"Hah bukti apa? Kamu pasti hanya memanasi kami saja kan?" Tanya Elsa lagi.
"Baiklah mungkin Amora ingat siapa pak Bambang, kebetulan saya punya beberapa bukti saat Amora masih bersama dengan om Bambang. Tapi saya tarik lagi deh kata-kata saya Tante saya mau kasih tunjukkan bukti nya nanti saja biar surprise." Jelas Elsa sambil tertawa.
"Zleb.. tiba-tiba jantung Amora rasanya berhenti berdetak dia benar-benar takut dengan ancaman Elsa. Bukan karena malu dengan masa lalu nya dia hanya takut kalau dia akan menghancurkan nama baik keluarga Wijaya karena kesalahan nya.
"Saat sovi melihat perubahan di wajah Amora dia merasa bahwa ancaman Elsa seperti nya benar.
"Jadi sekarang kamu mau nya apa Elsa?" Tanya sovi langsung.
"Maksud nya Tan? Elsa mau apa biar Elsa tutup mulut begitu? Biar Elsa tidak menyebar bukti nya Tante mampu menutup mulut Elsa dengan uang Tante begitu?" Tanya Elsa.
"Kamu kan perempuan matre bisa saja kamu memang butuh uang untuk ini semua." Ucap sovi.
"Hahaha iya Elsa memang matre Tante, tapi kali ini Elsa lebih mementingkan hancurnya nama baik keluarga kalian ketimbang uang. Apalagi saat semua orang tau siapa Amora sebenarnya rasanya lebih bahagia daripada mendapatkan uang yang banyak." Jelas Elsa.
__ADS_1
"Yasudah ya Tante sayang, baik-baik ya sama menantu mu tunggu saja nanti bukti-bukti nya ya. Elsa hanya ingin mengabari kabar baik ini kok. Elsa tutup telepon nya ya daahhh." Ucap Elsa yang Langsung mematikan panggilan secara sepihak.
"Elsa..berani kamu main-main sama saya ya, kamu belum tau siapa Sovi Wijaya." Teriak sovi yang merasa kesal.