
Pagi ini setelah melakukan kewajiban mereka pasutri itu masih tetap kerjasama melakukan pekerjaan Rumah tangga mereka. Karena baru hari ini asisten rumah tangga mereka akan datang setelah kurang lebih dua minggu mereka mencarinya.
Setelah melakukan semua pekerjaan mereka pun mandi dan Ravi pun segera sarapan, karena kebetulan hari ini hari sabtu jadi Ayu tidak kuliah. Setelah mengurus semua kebutuhan suaminya itu, Ayu pun mengantarkan Ravi ke depan.
“Mas katanya mbak-mbak yang akan bekerja di rumah kita datangnya hari ini lho.”Ujar Ayu saat dia mengantarkan suaminya itu ke depan.
“Ohh begitu ya sayang, yasudah kamu urus saja nanti ya, ingat harus di uji kalau memang tidak cocok biar langsung di ganti.”Jawab Ravi.
“Iya mas, Vivi dan Sita juga mau main ke sini kok, ada tugas kampus yang harus kami kerjakan jadi nanti mereka bisa bantu aku.”Jawab Ayu.
“Iya sayang, pokoknya kamu harus hati-hati ya, walaupun dari yayasan tapi harus hati-hati.” Lanjut Ravi.
“Iya mas, aman.” Jawab Ayu.
“Yasudah mas berangkat ke kantor dulu ya.” Pamit Ravi sembari mengelus pucuk rambut istrinya itu.
“Iya mas kamu hati-hati ya, semangat kerjanya.”Jawab Ayu yang menyalim suaminya itu.
“Iya sayang.”Ravi pun mengecup kening Ayu, kemudian segera naik ke mobilnya.
Mobil pun melaju meninggalkan rumah mereka sementara Ayu menutup gerbang rumah lalu segera masuk kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaan nya karena sebentar lagi kedua sahabatnya akan datang.
Beberapa menit berlalu kini Ravi pun sudah sampai di kantor, setelah memarkirkan mobilnya dia pun segera berjalan menuju lift lalu menekan tombol menuju ruangan nya.
Sesampainya di ruangan nya setelah membuka jas nya Ravi pun menghidupkan laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Tiba-tiba Miko mengetuk pintu ruangan nya dari luar.
“Masuk.”Titah Ravi dari dalam.
“Ehh pak Miko, ada apa pak?” Tanya Ravi saat melihat Miko yang datang ke ruangan nya.
“Tadi perusahaan Tanoto menelepon katanya mereka ingin mengadakan rapat dengan mu pukul 10 nanti.”Jelas Miko yang berjalan masuk ke dalam ruangan Ravi.
“Hah rapat jam 10 kenapa Devina tidak mengabari ku soal ini.”Batin Ravi.
“Heh, kamu lagi mikirin apa Ravi? Kenapa bukan Devina yang mengabari kamu begitu?”Tanya Miko yang seakan bisa membaca isi pikiran adiknya itu.
“Umm...” belum lagi Ravi melanjutkan kata-katanya sudah di potong oleh Miko.
__ADS_1
“Ini yang mau bertemu kamu CEO nya, dia ingin kamu mempresentasikan sudah sejauh mana rancangan kita soal proyek ini. Makanya Devina tidak mengabari kamu.”Jelas Miko yang seakan bisa membaca isi pikiran adiknya itu.
“Baik pak.”Ravi menurut.
“Okay, nanti kamu akan di temani oleh sekretaris kamu ke sana. Saya yakin kamu bisa memberikan yang terbaik, jangan kecewakan perusahaan kita. Dan jangan buat Devina merasa malu karena di anggap salah menyetujui kerjasama.”Lanjut Miko mengingatkan.
“Baik pak, saya akan memberikan yang terbaik.” Ujar Ravi.
“Saya percaya kamu Ravi, yasudah kerjaan lain kamu pending dulu. Fokus ke presentasi sebentar lagi saja.”Titah Miko.
“Baik pak.”Ravi kembali menurut.
"sekali lagi kamu jawab cuman baik pak, saya kasih kulkas kamu Ravi." ujar Miko yang sedikit kesal dengan jawaban adik nya itu.
"Maaf pak, tapi saya juga gak tau mau jawab apa lagi." jawab Ravi dengan polos nya.
"Iya pokoknya lakukan yang terbaik Ravi." ujar Miko.
"Siap pak." jawab Ravi.
“Yasudah saya kembali ke ruangan saya dulu kalau kamu butuh apa-apa hubungi saya ya.” Ucap Miko yang berjalan meninggalkan ruangan Ravi.
Setelah Miko keluar dari ruangan nya Ravi kembali mengecek sudah sejauh mana rencana proyek mereka, setelahnya dia mencoba mempelajari satu persatu dan memahami nya kembali.
Walaupun waktunya sedikit mepet Ravi mencoba tetap tenang. Dia pun akhirnya dan sang sekretaris berangkat ke kantor Tanoto grup di mobil pun dia masih mempelajari proyek itu. Karena terlalu asyik mempelajari proyeknya Ravi sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai di kantor Tanoto Grup.
“Pak kita sudah sampai.”Ujar sang supir yang melihat Ravi masih fokus dengan iPad di tangan nya.
“Ohh okay-okay.”Jawab Ravi yang baru saja tersadar.
Dia dan sang sekretaris pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam kantor Tanoto grup itu, ternyata beberapa staf sudah menunggu dan menyambut mereka dengan hangat. Dua orang staf itu pun mengantarkan Ravi dan sang sekretaris menuju ruangan meeting di mana pak CEO sudah menunggu mereka.
Saat sang staf mengetik pintu pak CEO mempersilahkan mereka untuk masuk, Ravi dan sang sekretaris pun masuk ke dalam ruang rapat itu. Setelah bersalaman dengan pak CEO dan perkenalan serta sedikit berbasa basi akhirnya rapat pun mereka mulai. Di sana ada Devina dan beberapa orang dari berbagai Divisi di kantor itu. Ravi pun memulai presentasinya kembali sementara sang sekretaris bertugas mencatat semua yang ada di rapat ini.
Devina juga awalnya wanti-wanti takut Ravi gugup sehingga hasilnya tidak maksimal, namun sepertinya pemikiran Devina itu salah. Ravi mempresentasikan nya dengan baik. Bahkan dia bisa menjawab semua pertanyaan yang ada dengan baik. Sesekali Ravi melirik Devina yang fokus memperhatikan nya dan saat keduanya berkontak mata Devina memberikan senyum manis nya seakan memberikan Ravi semangat. Dan hal itu membuat Ravi semakin bersemangat.
Beberapa jam kemudian pak CEO merasa puas dengan rencana proyek yang Ravi jelaskan dan dia percaya proyek kerjasama kali ini akan berjalan dengan baik. Akhirnya pak Ceo pun memutuskan mengakhiri rapat ini karena sudah waktunya jam makan siang.
Setelah mengakhiri rapat dan memberikan salaman kepada Ravi pak CEO lebih dulu keluar dari ruang rapat itu, kemudian di ikuti oleh orag-orang yang ada di dalam ruang rapat itu. Dan dalam sekejap tinggal Devina, Ravi dan sang sekretaris Ravi.
__ADS_1
“Selamat ya pak Ravi, anda berhasil mendapatkan kepercayaan bos kami.”Ujar Devina sembari memberikan selamat kepada Ravi.
“terimakasih bu Devina, ini juga berkat anda.”Jawab Ravi lagi.
“Ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan pak, apa boleh kita makan siang bersama?” Tanya Devina lagi.
Saat Ravi menatap sang sekretaris seakan bertanya kepada Devina bagaimana dengan sekretaris ku.
“Ohh terserah mbak nya saja kalau mau ikut boleh, tapi kalau mau balik duluan juga gak apa-apa nanti saya yang Antar kan pak Ravi ke kantor.”Jawab Devina lagi.
“Ohh kalau ibu Direktur tidak keberatan mengantarkan bos saya, saya akan pulang lebih dulu bersama pak supir.” Jawab Sang sekretaris seakan tau apa yang harus dia lakukan dari jawaban Devina itu.
“Ohh iya mbak, terserah mbak nya saja se nyaman mbak.”Lanjut Devina.
Mereka bertiga pun keluar dari ruang rapat itu lalu segera menuju lift dan ke lantai dasar. Mereka berpisah dengan sekretaris Ravi di parkiran. Akhirnya Ravi dan Devina naik ke mobil Devina dan Ravi lah yang mengemudi. Mobil itu pun melaju meninggalkan kantor itu.
“Huh, aku sudah takut tadi kamu akan salah-salah atau kewalahan menjawab pertanyaan mereka semua vi.”Devina memulai obrolan di antara mereka.
“Hahaha kalau tidak ada kamu tadi Vin sepertinya aku juga akan gugup sih.”Jawab Ravi sambil tersenyum kecil.
“Halah, memang kamu bisa Vi bukan karena aku.”Jawab Devina lagi.
“Ehh ngomong-ngomong kita makan siang di mana nih?” Tanya Ravi saat mereka sudah mengemudi beberapa menit kemudian.
“Hmm di mana ya, kamu pengen makan apa hari ini vi?” Tanya Devina lagi.
“Aku sih makan apa aja ayok vin.”Jawab Ravi yang memang sedang tidak punya keinginan makan makanan khusus.
“Japanese food kek nya enak gak sih vi?” Tanya Devina meminta saran.
“Boleh tuh.”Jawab Ravi langsung setuju.
“Yasudah Japanese food aja yuk.”Ajak Devina lagi.
“Gass..”lanjut Ravi.
Mobil pun melaju menuju salah satu mall di dekat sana, yang kebetulan di dalam nya ada restoran yang menjual makanan jepang. Beberapa menit berlalu mobil mereka sudah sampai di parkiran mall itu. Keduanya keluar dari mobil lalu segera masuk ke dalam mall itu dan menuju restoran nya. keduanya pun memesan menu yang sama karena mereka memiliki kesamaan selera.
keduanya mulai mengobrol ringan sembari menunggu makanan mereka datang. ada kenyamanan antara satu dan lain nya.
__ADS_1