Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Pertanyaan Keluarga


__ADS_3

"Mas mandi nya agak cepatan dikit ya, pasti yang lain udah pada nunggu in kita di bawah." Titah Amora yang masih membilas rambut nya di bawah guyuran shower.


"Lah ini semua kan karna kamu sayang, coba tadi kamu tidak memaksa dan merayu mas dan sabar menunggu sampai selesai dinner pasti sekarang kita berdua sudah di meja makan bersama yang lain." Jawab Miko yang tidak mau di salahkan.


"Halah, tapi kamu menikmati nya kan mas? Bahkan tadi kamu yang lebih excited dan pilih gaya sendiri." Ucap Amora.


"Hehehe ya kalau tidak di nikmati kan dosa sayang, nanti malam lanjut lagi ya, tanggung kalau cuman satu ronde mah." Pinta Miko sambil cengengesan.


"Dasar mesum."


"Idih siapa yang lebih mesum, mas atau kamu sayang tadi yang goda lebih dulu siapa? Sampai langsung keluarin junior nya mas. Ya mas sebagai lelaki normal pasti mau lah."


"Hmm Yayaya, sudah aku sudah selesai nih mas." Ucap Amora yang mengeringkan badan nya dengan handuk lalu melilitkan nya di rambut dan badan nya.


"Mas juga."


Mereka berdua pun keluar dari kamar mandi dan segera bersiap-siap karena mereka sudah tau pasti ada yang sudah uring-uringan di meja makan menunggu mereka. bahkan sedari tadi ponsel Miko terus berdering saat mereka mandi dan Miko tau itu pasti telepon dari salah satu anggota keluarga mereka.


"Sayang nanti abis makan malam lanjut lagi ya, mas belum puas yang tadi." Nego Miko lagi.


"Apaan sih mas? Besok kamu ga bisa kerja lho kalau keluar terlalu banyak."


"Kamu kan tau suami kamu ini stamina nya kuat sayang, jadi kamu tenang saja semua akan aman terkendali Yayaya." Bujuk Miko sambil memeluk Amora dari belakang saat Amora sedang merias wajah nya di depan cermin.


"Ahh aku cape mas, besok-besok aja ya."


"Sayang ingat lho, dosa kalau menolak suami."


"Mas kamu masih sempat-sempat nya ya bahas begini sementara yang lain lagi nungguin kita di bawah."


" Biar saja, mas tinggal bilang kalau kita tidak mau turun ke bawah karena mas dan kamu merasa kurang enak badan sayang. Dan biarkan saja mereka melanjutkan dinner mereka.pokoknya kalau kamu tidak menjawab dan menyetujui permintaan mas kita ga bakalan turun ke bawah." Jelas Miko.


"Ihh apaan sih mas, ayo lah mas ga usah drama begini."

__ADS_1


"Siapa yang lagi drama sih sayang, kamu tuh yang sedari tadi berbelit-belit Mulu, coba langsung jawab iya pasti kita sudah ke bawah dari tadi."


"Kalau aku bilang ga mau gimana dong mas?"


"Ya mas akan tetap paksa kamu, bagaimana pun caranya. Salah sendiri siapa suruh tadi mancing-mancing."


"Yasudah berarti setuju atau tidak nya aku mas akan tetap menerkam ku kan nanti malam? Lalu buat apa kita buang-buang waktu untuk hal yang memang ga ada pilihan begini sayang ku?"


"Ya kalau kamu setuju mas akan bermain lembut, kalau kamu tidak setuju terpaksa mas harus bermain kasar. jadi kamu mau pilih yang mana sayang?" Tanya Miko.


"Ummm..."


"Tok...tok...tok..." Permisi tuan dan nyonya, tuan besar dan yang lainnya sudah menunggu tuan dan nyonya di bawah." Ucap seorang pelayan rumah itu sambil mengetuk pintu kamar mereka.


"Baik pak, kami akan segera turun." Teriak Amora dari dalam kamar.


"Hmmm sudah deh mas nanti aja kita bahas beginian yuk ah." Ajak Amora yang berjalan menuju pintu kamar.


"Jadi bagaimana dengan jawabannya Sayang?" Tanya Miko lagi sambil mengekor Amora dari belakang.


"Nah gitu dong sayang, kalau begini mas semangat kan jadinya." Jawab Miko sambil cengengesan dan mengekor i Amora menuruni anak tangga juga.


"Kenapa kalian lama sekali sih? Kalian lagi mandi atau liburan ke luar kota? Mana sedari tadi di telepon ga diangkat-angkat sama kalian." Tanya Sean yang duduk di kursi meja makan sambil menatap keduanya.


"Tau nih, sampai jamuran kami menunggu kalian." Timpal Ravi.


"Tau nih mas Miko pa, ma mandi nya lama banget." Ucap Amora sambil cengengesan saat mereka sudah duduk di kursi meja makan.


"Tumben-tumbenan kak Miko mandi sampai berjam-jam." Tanya Ravi keheranan.


"Ohh iya Ravi katanya sih mas Miko merasa lelah bekerja seharian makanya mau merilekskan tubuh dulu di bathtub, iya kan mas?" Jelas Amora sambil meremas tangan Miko.


"Hehehe iya ma, pa dan semua maaf ya sudah membuat kalian menunggu lama." Jawab Miko sambil cengengesan terpaksa.

__ADS_1


"Hmmm benarkah begitu Miko?" Tanya sovi penuh selidik.


"Iya ma hehehe." Jawab Miko sambil cengengesan.


"Ohh no no no, kalian sudah pandai berbohong sekarang ya," ucap sovi lagi.


"Maksud mama?" tanya Miko yang sok polos."


"Kamu kira mama se bloon itu Miko, kamu lihat dong rambut Amora basah begitu padahal tadi sore Amora sudah mandi. enak ya yang lain pada nungguin kalian masih sempat-sempat nya satu ronde, atau bahkan dua ronde untuk waktu selama ini." Timpal Sovi sambil tersenyum menatap Amora dan Miko penuh selidik.


"Aduh mati aku, kok bisa aku ga kepikiran sampai ke sana ya, aduh bagaimana pandangan mama dan papa kepada ku setelah ini. mana nyuruh anak nya belajar bohong lagi ahh kok bisa bodoh begini sih Amora." batin Amora yang merasa gugup dan pipi langsung memerah seperti kepiting rebus.


"Hehehe anu ma..." Amora tidak melanjutkan kata-katanya karena bingung mau jawab apa. Namun pipinya memerah seperti kepiting rebus karena malu kepada papa dan mama mertuanya.


"Siapa yang lebih bisa memimpin permainan kamu atau Miko Amora?" tanya sovi.


"Sudah-sudah tidak apa-apa, itu kan bukan dosa, kamu apaan sih ma nanya begituan? Kita lanjutkan saja dinner nya Kasihan Kanaya baru pertama kali dinner bersama Kuta tapi sudah di buat menunggu." Ucap Sena menenangkan suasana.


"Hehehe tidak apa-apa kok om santai saja." Jawab Kanaya sambil cengengesan.


"Tapi mama salut juga sih sama kalian, bisa ya kalian kejar-kejaran antara ***** dan waktu. Dan masih segar dan kuat sampai sekarang. Mama berani taruhan setelah selesai dinner ini pasti masih ada ronde selanjutnya kan?" Tanya sovi yang merasa tertarik dengan hubungan suami istri anak dan menantunya itu.


"Ma, kamu apaan sih, ini ada Kanaya dan Ravi yang polos di sini. Jangan kamu nodai pikiran suci mereka dengan pikiran kotor kamu itu." Ingat Sean.


"Kalian dari tadi bahas apaan sih?" Tanya Ravi yang benar-benar bingung.


Sedangkan Kanaya yang sudah mengerti kemana arah pembicaraan ini sedari tadi hanya bisa tersenyum tipis.


"hanya Ravi lah satu-satunya manusia yang tidak mengerti kemana arah pembahasan mereka itu


"Sudah-sudah kita makan malam saja." Ucap Sean mengakhiri obrolan abstrak itu.


"Sepertinya kak Miko sangat mencintai kak Amora, sampai dia mau di suruh berbohong ke keluarga nya. bahkan masih sempat-sempat nya melakukan hubungan suami istri saat yang lain sedang menunggu. aku jadi penasaran bagaimana ekspresi mama nanti nya kalau dia tau bahwa menantu idaman nya ini sudah memiliki istri." batin Kanaya.

__ADS_1


Sang pelayan rumah itu pun langsung melayani mereka semua. dan setelah semua nya selesai Akhirnya mereka semua pun makan malam bersama.


__ADS_2