
Miko sebenarnya tidak khawatir sedikit pun tentang ancaman papa nya. karena memang uang nya sudah melimpah ruah di ATM dan lain sebagainya. jadi walaupun dia tidak menjadi CEO Wijaya grup dia rasa uang pribadinya bisa menghidupi dirinya dan Amora walaupun mereka berdua kerjaan nya hanya makan tidur. dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.
setelah Miko dan Amora selesai bermesra ria mereka pun makan malam bersama dan akhirnya pulang karena sudah larut malam. dan terpaksa Miko harus menginap di apartemen Amora karena memang dia sudah di usir dari rumah.
.
.
.
"Papa kenapa malah usir Miko sih pa?" kini sovi sudah mulai kesal karena putra nya tak kunjung pulang.
"ma, sudah ah stop mondar mandir. Miko sudah dewasa dia pasti bisa jaga diri baik-baik kok." jawab sean yang duduk di sofa ruang tamu.
"bukan itu yang mama khawatir kan pa, mama takut Miko akan menginap lagi di apartemen perempuan malam itu. dan dengan kekuatan pelet nya si Amora itu Miko akan semakin mencintai nya dan susah lepas dari wanita itu. papa ini bagaimana sih?"omel sovi
"ma, sudah lah biarkan saja. papa juga ingin tau apa kah perempuan bernama Amora itu tulus mencintai Miko atau hanya ingin harta Miko saja. jika dia berpaling dari Miko setelah dia tau kalau Miko bukan lagi pewaris dari Wijaya group berarti dia tidak pantas jadi menantu kita, begitu juga sebaliknya." jelas Sean.
"maksud papa?"
"papa kenal benar siapa Miko, Miko pasti sudah menjelaskan bahwa dia sudah kita usir dari rumah dan akan kita hapus dari ahli waris Wijaya grup karena lebih memilih perempuan itu. maka setelah itu semua mata Miko juga akan terbuka jika benar wanita itu hanya memanfaatkan nya. dan tanpa susah-susah papa rasa Miko akan kembali ke rumah ini dan meninggal kan wanita itu." jelas Sean.
"hmm ide papa ada benar nya juga sih. kok mama tidak pernah kepikiran ya pa. tapi mama yakin sih kalau sebentar lagi atau mungkin paling lama besok pagi Miko akan kembali ke sini karena mama yakin seratus persen bahwa wanita malam itu hanya butuh harta nya Miko." jawab sovi.
"yasudah kita tidur saja yuk ma, mama tidak perlu terlalu memusingkan diri dengan hal-hal seperti ini. Miko kita sudah dewasa dan percaya lah ma dia anak yang bijak dia akan mempertimbangkan segala sesuatu nya untuk masa depan nya.
"Hmmm iya deh pa." jawab sovi yang akhirnya menurut kepada suaminya.
mereka berdua pun segera masuk ke kamar dan tidur karena memang sudah larut malam.
__ADS_1
waktu pun terus berjalan dan kini sang mentari sudah datang menyapa para penghuni bumi. Amora mengeliat kan tubuhnya setelah mengumpulkan kesadaran nya dia jadi senyum-senyum sendiri mengingat setiap kisah romantis mereka berdua tadi malam. rasanya masih seperti mimpi kini Amora menjadi tunangan Miko.
"maafkan aku Tante sovi dan om Sean kali ini aku ingin jadi manusia egois, aku tidak akan merebut putra kalian aku hanya ingin meminta sedikit kasih sayang nya untuk ku.karena aku sudah lelah dengan penderita an ku, aku juga ingin bahagia sama seperti yang lain." batin Amora lagi.
Amora pun turun dari ranjang dan segera mandi, karena dia sudah merindukan Miko. soalnya tadi malam dia bersikeras tidak ingin tidur satu ranjang dengan Miko. akhirnya Miko mengalah dan tidur di kamar bawah.
beberapa jam berlalu, Amora yang tubuhnya masih di balut handuk kaget melihat ada dua orang mua yang dulu pernah mendandani nya, sedang duduk di sofa kamar nya dan sudah lengkap dengan segala peralatan mereka.
tak lupa ada satu set baju pengantin tergerai di ranjang millik nya.
"lho mbak-mbak pada ngapain di sini?" tanya Amora kebingungan.
"kami ingin mendandani nyonya." jawab salah satu dari mereka.
"tapi saya ga mau kemana-mana mbak."
"memang nya saya dan dia mau kemana mbak?"
"kan kita mau menikah sayang," tiba-tiba sebuah suarah datang dari arah pintu.
"hah menikah...apa maksud kamu mas?" Amora dengan wajah kebingungan.
"iya menikah, kita menikah secara sah. menikah menurut agama dan negara." jawab Miko yang mulai berjalan mendekati Amora.
"mas, kamu sedang bercanda kan?"
"mas serius sayang, bukan kah ini yang kamu ingin kan? kita di ikat oleh hubungan yang sah menurut agama dan negara?" ucap Miko lagi sambil menyentuh bahu Amora.
"tapi mas, bagaimana dengan mama dan papa mu? mereka kan tidak setuju dan bukan kah kamu merasa semuanya terlalu cepat?" tanya Amora.
__ADS_1
"sayang jika ada niat baik harus segera di laksanakan, jadi mas ingin segera menikah dengan kamu. untuk mama dan papa mas sudah minta izin kok.soal mereka setuju atau tidak biar jadi urusan belakangan sayang. kita akan meluluhkan hati mereka setelah kita menikah nanti." jelas Miko.
"tapi mas..."
"shutt... sebentar lagi penghulunya datang, segera dandan yang cantik ya pengantin ku." potong Miko.
"mas..." kini Amora menatap Miko lekat.
"apa kau tidak ingin menikah dengan mas?" tanya Miko yang menatap Amora balik.
"iya ingin, tapi apa kamu sudah yakin?"
"coba mas tanya balik ke kamu sayang, apa kamu sudah yakin dengan mas?" tanya Miko.
"kok malah nanya balik sih? aku nanya begini nanti di kemudian hari mas nyesal punya istri yang punya masa lalu hancur hancuran seperti ku."
"kenapa sih sayang, setiap hari kamu selalu bahas itu? mari kita lupakan masa lalu kelam kita dan kita mulai masa depan yang indah bersama ya."
"sudah sana mbak mua nya jadi menunggu kan." sambung Miko.
"percaya lah sayang, jika kau dan mas memang bertakbir maka kita akan tetap di persatukan dengan seribu satu cara begitu juga sebaliknya. mas juga siap-siap dulu ya." jelas Miko yang akhirnya mengelus rambut Amora dan keluar dari kamar Amora.
"apa ini, ini bukan mimpi kan? ahh aku dan mas Miko sebentar lagi mau menikah aduh ini nyata kan?" batin Amora yang masih tidak percaya dengan keadaan ini namun ada perasaan bahagia di hatinya.
akhirnya Amora pun menurut di dandani oleh sang mua dan beberapa jam kemudian dia sudah cantik dengan kebaya pengantin nya. sementara Miko sudah menunggu di bawah karena semua sudah di persiapkan dengan matang oleh Miko.
bahkan saat Amora menuruni tangga Miko sampai meneteskan air matanya melihat kecantikan pengantin nya itu.dan akhirnya akad nikah mereka berjalan dengan lancar.
tanpa terasa Miko dan Amora kini sudah sah menjadi suami istri tanpa di ketahui oleh kedua orang tua Miko dan Ravi.
__ADS_1