
"Ahhh akhirnya aku kembali lagi ke kamar ini." Batin Amora saat dia sudah kembali ke kamar tamu.
Amora melihat jam di dinding dan sekarang sudah sore, dia pun mengambil handuknya dan segera mandi. Setelah selesai mandi seperti biasa Amora akan menggunakan daster andalan nya dan menyemprotkan parfum ke beberapa bagian tubuhnya.
"Tring..." Ponsel Amora berdering, artinya ada pesan masuk.
"Amora,jangan lupa ya tanyakan kepada pacar kamu apa ada kerjaan di kantor nya untuk ku." Pesan Clara.
"Wah karna ke asyikan berdebat sama mas Miko aku jadi lupa menanyakan pesan Clara."
"Iya cla, nanti aku tanyain ya. Dia belum pulang dari kantor." Balas Amora.
"Aku tunggu kabar baik nya ya, aku butuh banget kerjaan ini. Aku berharap banyak kepada mu dan pacar mu Amora."
"Iya iya cla, nanti aku bujuk mas Miko ya."
"Tring...tring..." Suara klakson mobil Miko dan Ravi itu artinya mereka sudah pulang dari kantor. Dan mau tidak mau Amora harus menyambut kedatangan pacar nya itu.
Amora pun keluar dari kamar dan menyambut Miko di depan pintu rumah.
"Aduh pacar ku cantik banget sih, jangan cantik-cantik dong sayang. Nanti orang-orang di rumah ini bisa tergoda lho." Ucap Miko yang menyerahkan jas nya kepada Amora sementara Ravi hanya diam saja.
"Apaan sih kamu mas."
"Siapkan mas baju, dan air mandi ya." Titah Miko sambil masuk ke dalam rumah.
"Iya mas." Jawab Amora yang mengekori Miko menaiki anak tangga.
"Pacarku katanya? Apa kak Miko dan Amora sudah sah berpacaran? Harusnya aku bahagia dong karena sekarang kak Miko sudah menganggap Amora wanita, dan bukan wanita pemuas nafsu nya saja." Batin Ravi yang masih mematung di depan tangga.
"Tring.." ponsel Ravi yang kini berdering, artinya ada pesan masuk.
"Ravi mama mu besok mau berangkat ke Indonesia. Katanya dia mau bertemu calon menantu nya, dan dia berencana merahasiakan ini dari kalian katanya ini kejutan. Tapi papa takut terjadi sesuatu kepada mama mu di jalan jadi tolong awasi mama mu diam-diam ya." Isi pesan papa nya.
"Apa ini, mama mau ke sini. Dan calon menantu mana yang papa maksud." Batin Ravi yang masih mengerjapkan matanya.
"Pa calon menantu mana yang papa dan mama maksud?" Balas Ravi.
"Wanita yang di bawa kakak mu ke pesta opening hotel Elsa. Ada teman mama mu yang kebetulan tamu undangan nya Elsa dan dia mengirim foto wanita itu kepada mama mu."
"Yasudah terimakasih banyak ya pa, papa tenang saja mama akan aman sampai ke rumah kok."
"Gawat, kalau sampai mama tau kalau Amora tinggal di sini bersama kami." Batin Ravi yang merasa gugup.
"Nanti saja deh aku ngobrol sama kak Miko sewaktu makan malam soal masalah ini, sekarang mandi dulu." Batin Ravi yang merasa kelelahan.
.
.
.
__ADS_1
Sementara di kamar nya Miko yang sedang di kamar mandi melakukan ritual mandinya, sementara Amora sedang mempersiapkan baju untuk Miko.
"Bagaimana caranya ngomong sama mas Miko ya soal Clara, kan mas Miko tidak suka sama Clara. Tapi aku kasihan juga sama Clara." Batin Amora yang merasa kebingungan.
"Kamu mikirin apa?" Tanya Miko yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hah..tidak kok mas," jawab Amora spontan.
"Amora, kembali lah ke kamar mu."
"Lho tumben."
"Mas belum selesai ngomong, kamu kembali lah ke kamar mu dan ganti daster cantik mu ini jadi dress indah dan berdandan lah secantik mungkin, tapi jangan lama-lama." Titah Miko.
"Hah untuk apa mas?"
"Mas mau ajak kamu dinner romantis di tempat romantis." Jawab Miko yang memang sudah merencanakan semuanya tadi siang.
"Hah benar kah?" Tanya Amora yang langsung tersenyum bahagi.
"Iya bener dong, memang nya mas pernah bohong sama kamu?"
"Yasudah aku ke kamar dulu ya mas." Jawab Amora yang langsung bangkit dari duduk nya dan keluar kamar nya Miko.
Amora pun menuruni anak tangga dengan kegirangan, ini lah impian kecil Amora sedari dulu. Punya suami romantis yang sering memanjakan dirinya. Seperti mengajak dinner romantis, menemani berbelanja kebutuhan sehari-hari, kerja sama mengerjakan pekerjaan rumah tangga,dan hidup sederhana tapi jauh dari konflik dan pelakor. Hanya itu saja namun berhubung Amora belum memiliki suami maka dengan pacar juga dia akan mencoba mewujudkan satu persatu impian kecil nya itu.
Sesampainya di kamar nya Amora memilihkan dress terbaik menurut nya, lalu mulai berdandan di depan meja rias sambil bersenandung ria. Karena ini akan menjadi dinner romantis pertama nya. Bagaimana tidak selama dia mengenal laki-laki lawan jenis dia selalu saja jadi simpanan yang tidak mungkin di bawa ke dunia luar untuk di ajak dinner romantis. Dan saat pacaran dengan Adam Amora juga tidak pernah romantis-romantisan.
"Ah urusan Adam nanti saja, aku mau bahagia-bahagia dulu malam ini." Jawab nya lagi, karena Amora sudah memiliki ekspektasi sendiri soal dinner nya dengan Miko.
Setelah semua nya selesai, Amora pun keluar dari kamar dan melihat Miko yang iya menuruni anak tangga.
"Kenapa pacar ku cantik sekali sih." Puji Miko saat dia sudah berdiri di hadapan Amora.
"Kamu bisa aja deh mas." Jawab Amora yang jadi salah tingkah.
"Apa kamu sudah siap cantik?"
Dan hanya di balas anggukan oleh Amora. Miko pun memberikan tangan nya agar di gandeng oleh Amora. Mereka berdua pun berjalan keluar rumah dan segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju menuju tempat yang sudah di tentukan oleh Miko.
"Amora."
"Iya mas?" Tanya Amora saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Apa kau tulus mencintai ku,?"
"Menurut mas?"
"Amora mas bertanya, kenapa kau malah balik bertanya sih?"
"Mas aku tidak tau apa definisi cinta yang sebenarnya. Tapi di mata ku kau lah yang terbaik di antara semua orang yang pernah ku temui selama ini. Dan hanya saat melihat mu lah hatiku bergetar hebat dan ada rasa hangat dan bahagia di hatiku saat bersama mu mas." Jelas Amora.
__ADS_1
"Lalu bagaimana kalau aku bukan Miko Wijaya?, Maksud ku bagaimana kalau aku bukan pria yang mapan? Apa kau masih tetap mencintaimu ku Amora?"
"Aku mencintaimu mu bukan karena harta mi mas, tapi karena rasa nyaman yangbkau berikan saat aku bersama mu dan..." Amora tidak melanjutkan kata-katanya.
"Dan karena wajah tampan ku ini?" Tanya Miko.
"Nah itu mas tau."
"Hahaha sudah ku duga, semua wanita yang melihat ketampanan ku ini akan tergila-gila. Di tambah lagi aku Miko Wijaya jadi paket komplit deh." Ucap Miko bangga.
"Hmmm puji diri." Amora memutar bola matanya malas.
"Lalu kamu mas, apa kau tulus mencintai ku? Atau hanya karena tidak ingin melepaskan ku agar kamu masih punya partner di atas ranjang?" Tanya Amora balik.
"Amora, Amora, jika hanya itu yang mas butuhkan dari kamu maka tidak akan mas izinkan kami pindah kamar. Dan kalau Sola wanita pemuas nafsu sepertinya Elsa lebih pantas deh punya dia lebih besar di banding kamu." Ledek Miko.
"Ihh apaan sih kamu mas, ya biarpun punya ku tidak sebesar Elsa tapi punya ku ori ya weee. Yawes kamu sama Elsa saja sana." Ejek Amora yang kesal.
"Kan kamu nya baperan deh, maksudnya mas mas tulus mencintai mu sayang, dan tidak pernah menganggap mu sebagai partner diatas ranjang saja."
"Hmmm iya deh."
Tanpa terasa mobil mereka pun sampai di depan sebuah Restoran mewah.
"Kamu tunggu di sini ya." Titah Miko.
Miko pun keluar dari mobil dan memutari mobil dan segera membuka kan pintu untuk Amora.
"Silahkan tuan putri." Ucap Miko yang menggenggam tangan Amora saat Amora keluar dari mobil.
Amora pun menggandeng lengan Miko dan mereka pun masuk ke dalam restoran itu, segera masuk ke dalam lift dan menekan tombol teratas Restoran nya.
Saat lift terbuka dua orang pelayan sudah berdiri di depan pintu dan membukakan pintu maka terlihat lah sebuah karpet merah yang terbentang di sepanjang jalan dengan hiasan lili di sepanjang jalan, lampu redup dan taburan bunga. Tidak hanya itu alunan musik yang begitu romantis benar-benar membuat Amora menikmati semuanya.
Mereka berdua pun berjalan di atas karpet merah itu menuju meja di ujung karpet yang lengkap dengan dus kursi.
Miko pun menarik kursi untuk Amora duduk, sementara Amora dengan senang hati menerima perlakuan romantis Miko itu.
"Mas kamu mau ngapain?" Tanya Amora saat Miko berlutut di hadapan nya.
"Amora Anggita, mau kah kau menjadi pacar ku?" Tanya Miko yang membuka sebuah kotak berisi kalung berlian yang sangat elegan.
"Mas..."
"Maafkan mas kalau mungkin beberapa Minggu ini memberikan mu banyak penderita an, tapi mulai hari ini mas berjanji akan memberikan mu kebahagiaan Amora. Berikan mas waktu agar mas bisa meyakinkan semua orang bahwa hanya kamu wanita yang pantas menjadi istri mas kelak." Ucap Miko.
"Jadi bagaimana Amora Anggita, apa kau bersedia menjadi pacar ku?" Tanya Miko ulang.
"Iya mas aku mau." Jawab Amora sambil meneteskan air matanya.
Miko pun ikut bangkit berdiri dan memasang kan kalung berlian nya ke leher Amora. Setelah nya Amora langsung memeluk Miko sambil air mata nya berderai di pipi mulusnya.
__ADS_1
Bagi Amora yang tidak pernah merasakan kasih sayang sejak kecil, perlakuan Miko malam ini adalah Kebahagiaan luar biasa baginya.