Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
pertanyaan Kanaya


__ADS_3

"Sayang bangun dong kamu ga ingat ya sama janji kamu kemaren?" Bisik Miko di telinga Amora.


"Janji apa sih mas?" Tanya Amora pura-pura lupa dan tetap menutup matanya.


" Mas mau ngeliatin Miko junior dulu kira-kira dia aman tidak di perut mama nya." Bisik Miko di telinga Amora.


"Mas-mas, dasar kamu ya, ahh besok-besok saja mas aku kepingin istirahat capek mas berdiri seharian kemaren." Tolak Amora yang tetap enggan membuka matanya.


"Hey nyonya Amora ingat kalau dosa hukum nya menolak suami sayang, ayo lah mas udah kepingin ini lagian sudah seminggu lebih kita tidak silaturahmi." Pinta Miko dengan wajah memohon.


" Tapi aku lapar mas, mana belum mandi lagi dan sekarang sudah siang. Bagaimana mau semangat melayani kamu kalau perut saja kosong keroncong begini." Jelas Amora yang memang baru menyadari kalau hari sudah siang di tunjukkan dengan sinar mentari telah masuk ke kamar melalui celah-celah gorden kamar.


"Tenang sayang kalau masalah sarapan biar di antar oleh pelayan rumah, dan sekarang kamu mandi dulu gih setelah nya mari kita Sarapan bersama." Titah Miko.


"Hmm baiklah, tapi kok tumben mas ga ikut mandi?" Tanya Amora.


"Kamu duluan saja sayang, mas mau nelpon Ravi dulu ada beberapa berkas yang harus dia urus." Jelas Miko.


"Baiklah." Amora pun turun dari ranjang lalu mengambil handuk nya dan segera masuk ke kamar mandi dan mandi.


Setelah selesai mandi Amora keluar dari kamar mandi namun tak ada Miko di kamar itu. Amora pun hanya tersenyum licik karena sesuatu terlintas di otak nya. Dia yang masih melilitkan handuk di tubuhnya langsung membuka lemari pakaian milik nya dan mencari baju dinas yang biasa di pakainya malam hari.


Sebagai istri yang baik aku memang harus melayani suamiku sepenuh hati." Batin Amora yang langsung berpakaian lalu mulai menyisir rambut nya di meja Risa tak lupa menyemprotkan parfum di beberapa daerah yang sering di cium Miko.


Miko yang baru saja dari bawah menyuruh seseorang untuk mengantarkan sarapan untuk mereka menaiki tangga dan membuka pintu kamar mereka.


"Sayang..." hanya itu yang mampu Miko ucapkan saat dia membuka pintu dan melihat Amora yang sedang duduk di meja rias memakai baju dinas malam nya. Miko sampai susah payah menelan Saliva nya.


Bagaimana tidak walaupun biasanya Miko sudah biasa melihat tubuh polos Amora tapi entah kenapa setiap amora memakai baju dinas itu begitu menggoda Miko. bahkan hanya hitungan detik junior Miko sudah bangun sempurna.


"Apa aku terlihat seksi memakai pakaian ini mas?" tanya Amora sambil berfose seperti artis majalah dewasa.


"Sangat sayang, kau sangat cantik dan begitu menggoda." ucap Miko yang langsung berjalan menuju meja rias dan ingin langsung memangsa istrinya itu.


"Eh kamu mau kemana sayang? duduk saja dulu di sofa, ingat kita belum sarapan dan kamu belum mandi." cegah Amora yang berdiri dari duduk nya.


"Tapi sekarang rasa lapar itu semakin membabi buta sayang, tapi bukan lapar makanan tapi lapar ingin memangsa kamu habis-habisan." Jawab Miko yang memang sudah tidak tahan lagi.


"Tok...tok...tok." tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.


"Ambilin gih sarapan nya mas, kan ga mungkin aku buka pintu dengan pakaian seperti ini." Titah Amora.


"Iya iya sayang." Jawab Miko yang hanya menurut.


Setelah nampan berisi sarapan itu di bawa masuk ke dalam kamar Amora pun bangkit dari duduk nya dan menghampiri Miko.


"Mas kita makan dulu yuk, aku lapar banget nih entar ga ada tenaga lho mau melayani kamu." Ajak Amora yang memang sudah kelaparan sementara dia menyadari bahwa Miko sudah tidak sabar ingin menerkam nya.

__ADS_1


"Hmmm iya deh sayang." Jawab Miko pasrah karena memang tidak memiliki pilihan lain.


Mereka berdua pun segera sarapan dan beberapa menit pun berlalu kedua nya sudah selesai sarapan.


"Mas kamu mandi yuk, dan sebagai istri yang baik biar aku yang mandiin kamu." Tawar Amora sambil tersenyum manis.


"Benar kah sayang? Baiklah kalau begitu ayo kita mandi." Ajak Miko yang langsung bahagia.


Amora dan Miko pun berjalan menuju kamarnadi, dan sesampainya di kamar mandi Amora langsung menjatuhkan tubuh Miko ke bathtub. Seperti kerbau yang di


Cucuk hidung nya Miko hanya pasrah saja saat tubuhnya masuk ke dalam bathtub.


Amora pun mulai naik ke atas tubuh Miko seperti seorang wanita liar yang butuh kehangatan. sementara Miko masih menikmati pemandangan di depannya, tiba-tiba Amora menarik baju tidur Miko yang sudah basah sehingga seluruh kancing nya berserak di dalam bathtub.


Amora hanya bisa tersenyum melihat dada bidang suami nya itu.


"kau akan tau sayang, se liar apa istrimu ini." bisik Amora di telinga Miko.


"lakukan lah sayang, aku sungguh menunggu momen-momen seperti ini." Jawab Miko.


Amora mengambil sabun mandi dan menuangkan nya ke bathtub. Lalu memainkan busa nya sambil di usap ke seluruh tubuh Miko yang pasrah itu.


lagi dan lagi Miko merasakan kenikmatan luar biasa di permainan Amora. Apalagi saat Amora mulai bermain dengan junior Miko.


beberapa menit berlalu setelah Amora merasa puas bermain dengan sabun nya dan mulai membuka satu persatu pakaian milik miko sampai tubuh Miko menjadi polos tanpa sehelai benang pun.


"Maaf sayang, tapi kamu terlalu menggoda jadi mas tidak tahan lagi." bisik Miko di telinga Amora setelah Miko memeluk Amora.


"Baiklah mas lakukan lah apapun yang ingin kamu lakukan." Ucap Amora yang merasa pasrah saat tangan suaminya sudah mulai menjelajahi tubuhnya.


Dan tanpa sadar semua pakaian Amora pun terlepas dari tubuh nya dan mereka pun melakukan ritual di dalam bathtub.


.


.


.


Sementara di kantor kini sudah saat nya jam makan siang dengan percaya dirinya Kanaya mendekati Ravi yang terlihat masih asyik bekerja.


"Pak Ravi kita makan siang yuk." Ajak Kanaya.


"Kamu duluan saja Kanaya saya masih ada kerjaan." Jawab Ravi.


"Hmm pak Ravi sendiri kan tau saya tidak akan keluar dari ruangan ini jika bapak saja masih berada di ruangan ini." Jawab Kanaya yang membungkukkan badan nya dengan kedua telapak tangan nya bertumpu di atas meja kerja Ravi.


"Hmm iya saya baru ingat kamu kan keras kepala." Ucap Ravi yang akhirnya menghentikan pekerjaannya.

__ADS_1


"Nah itu tau, yasudah yuk kita makan siang." Kini Kanaya menyilang kedua tangan nya dan berjalan mendekati Ravi.


"Kamu mau makan di mana hari ini?" Tanya Ravi yang memang semenjak kehadiran Kanaya sudah menjadi rutinitas nya makan siang berdua sama Kanaya Kanaya setiap hari nya.


"Hmmm seafood deh pak, lagi kepingin seafood nih." Jawab Kanaya.


"Okay." Ravi pun bangkit berdiri dari duduk nya kemudian keluar dari ruangan nya yang kemudian di ekori oleh Kanaya dari belakang.


Mereka pun keluar dari ruangan itu lalu turun ke lantai dasar. Karena ini jam makan siang beberapa karyawan memang melihat Ravi dan Kanaya yang berjalan menuju parkiran. Mereka pun mulai bergosip bagaimana tidak sejak kehadiran Kanaya di kantor ini Kanaya sudah seperti permen karet yang lengket terus kepada Ravi.


Beberapa karyawan perempuan memang tidak menyukai Kanaya karena Ravi adalah incaran mereka setelah Miko. Para karyawan itu sudah bersusah payah menahan diri bekerja di perusahaan dengan bos seperti es demi mendapatkan hati dan cinta bos nya. Namun sayang nya tanpa pengetahuan mereka Miko sang pria pujaan tiba-tiba mengumumkan pernikahannya. Lalu Ravi kini di tempeli terus oleh Kanaya.


Sementara Kanaya yang sebenarnya mengerti maksud dari tatapan para karyawan itu sok cuek bahkan semakin mendekatkan diri kepada Ravi. Sampai mereka di parkiran dan masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju meninggalkan kantor.


Di perjalanan menuju restoran tujuan mereka Kanaya pun memulai obrolan.


"Pak Ravi saya boleh tanya sesuatu tidak?" Tanya Kanaya tiba-tiba.


"Mau tanya apa Kanaya?" Ravi masih fokus menyetir mobil.


"Seandainya bapak menyukai seorang perempuan dan ternyata perempuan itu memiliki masa lalu yang buruk. Anggap lah dia sudah tidak suci lagi apa bapak akan berhenti menyukai perempuan itu?" Tanya Kanaya dengan suara lantang.


"Uhuk-uhuk... Pertanyaan macam apa itu?" Tanya Ravi yang terbatuk mendengar kan pertanyaan Kanaya.


"Jawab aja pak, saya penasaran saja sisi pandang bapak bagaimana." Ucap Kanaya.


"Hmm bagaimana ya Kanaya, ya kalau saya memang mencintai dan menyukai wanita itu ya apapun masa lalu nya harus saya terima dong. Kan saya mencintai nya berarti kekurangan dan kelebihan nya sepaket dong, lagian ngapain sih kamu tumben tanya-tanya Hal begitu an?" Kini Ravi malah balik bertanya.


"Ga apa-apa saya hanya penasaran saja pak, lalu apa pak Ravi menyukai saya? Maksud saya apa ada sedikit perasaan aneh di hati bapak kepada saya saat bapak berhadapan dengan saya?" Kanaya masih melanjutkan pertanyaan nya.


"Kanaya kamu salah minum obat ya? Kok jadi aneh begini sih?" Tanya Ravi yang langsung spontan menempelkan telapak tangan nya di dahi Kanaya.


"Saya sehat-sehat saja pak, apaan sih." Kanaya menepis tangan Ravi.


"Jawab dulu pertanyaan saya pak." Ucap Kanaya lagi.


"Kita sudah sampai Kanaya, ayo turun." Ajak Ravi yang melepas seat belt Nya kemudian keluar dari mobil karena ingin menghindari pertanyaan Kanaya.


Kanaya yang merasa kesal akhirnya ikut turn dari dalam mobil, sambil berjalan dia kembali teringat dengan kata-kata mama nya tadi pagi.


"Kanaya jika kamu tidak bisa mendapatkan Miko maka kamu harus bisa menghasut Ravi agar dia juga meminta bagian nya di harta warisan Wijaya minimal setengah setengah dengan Miko. Jika kamu berhasil maka mama akan menyetujui hubungan kamu dengan Ravi." Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di telinga Kanaya.


"Ma...ma andai mama tau bahwa sebenarnya aku dan kak Ravi hanya pacaran pura-pura, boro-boro bujuk dia untuk meminta harta warisan keluarga Wijaya. Menaklukkan hati nya aja kemungkinan aku tidak mampu." Batin Kanaya.


#hay sayang-sayang nya author maaf ya dari kemaren tidak up terus soalnya author ada pekerjaan di dunia nyata dan baru kelar hari ini 🙏🙏


author cuman bisa mengucapkan terimakasih banyak untuk semua nya yang selalu mendukung author sampai detik ini

__ADS_1


peluk cium dari jauh untuk kalian semua❤️


__ADS_2