Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Melaporkan Steven


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari ravi mereka semua pun bergegas ke kantor polisi untuk menengok kondisi pak Paijo.


Karena Ravi Masih sakit dan harus banyak istirahat jadi yang berangkat ke kantor polisi Miko, sovi dan Sean.


"Ma, apa tidak sebaiknya kita menjenguk Steven dulu, biar kita tahu bagaimana kondisi dia sebenarnya dan tahu langkah apa yang harus kita ambil untuk menyelesaikan masalah ini? "Tangan Miko kepada mamanya saat mobil sudah melaju.


"Benar kata kamu miiko jangan sampai kita gegabah mengambil keputusan kita harus melihat dari dua sisi. Agar nanti keputusannya bisa bersikap adil. "Respon Sean.


"Mama takut kalau nanti mama ke rumah sakit dan melihat kondisi Steven bukannya malah kasihan tapi malah Mama ingin membunuhnya karena dia telah berani-beraninya merencanakan hal jahat kepada Ayu." Jawab sovi yang memang dari tadi menahan amarahnya Karena kini dia sangat membenci Steven yang hampir saja merusak masa depan Ayu.


"Justru karena itu ma, kita perlu ke rumah sakit dulu agar kita tahu hukuman apa yang pantas untuk Steven karena sudah berani mengganggu ketenangan keluarga Wijaya. "Ujar Miko.


"Ya sudah terserah kalian saja, tapi mama tidak mau ikut masuk menjenguk laki-laki psychopath itu. Takutnya nanti mama marah tidak bisa menahan emosi, jadi untuk kebaikan bersama nanti mama tunggu di mobil saja dan kalian cek kondisi Steven dengan sangat teliti." Ujar sovi


"Baiklah ma kalau memang itu kemauan mama, biar papa dan Niko saja nanti yang masuk kedalam rumah sakit dan mengecek kondisi Steven yang sebenarnya." Jawab Sean.


Mobil merekapun melaju menuju rumah sakit tempat Steven dirawat. beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan rumah sakit. Sovi yang memang sedari tadi tidak mau turun dari mobil memilih untuk menunggu suami dan putra sulungnya itu mengecek kondisi Steven.


Setelah bertanya kepada resepsionis rumah sakit, Di ruang mana Steven dirawat ternyata Steven sudah dibawa pulang oleh orang tuanya karena memang tidak ada luka di tubuh Steven.


Miko dan Sean pun kembali ke mobil lalu menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada sovi.


"Hah, benar kan Mama bilang kalau Steven itu hanya pura-pura sakit saat pemeriksaan polisi. Mama yakin pak Paijo tidak bersalah. Berani sekali dia membuat kita repot malam-malam begini maka dia harus bayar mahal untuk kebodohan dan kecerobohan nya ini. "Ujar sovi yang seakan sudah tahu otak licik Steven sehingga dia semakin marah.


"Udah la ma, tidak usah marah-marah begitu itu biar polisi yang menangani ini semua. Anggap saja kita lagi cari angin malam-malam begini. "Ujar Sean menenangkan istrinya itu.


"Benar kata papa ma, tidak usah diambil pusing anggap saja kita lagi buang suntuk dan keluar malam-malam mencari angin. "Timpal Miko.


Mobil merekapun melaju lagi menuju kantor polisi, sesampainya di kantor polisi mereka disambut hangat oleh polisi yang ada di sana, karena polisi-polisi tersebut tahu bahwa mereka adalah keluarga Wijaya. Sebenarnya tidak ada ada jam bertamu malam-malam namun karena polisi merasa sungkan menolak permintaan Sean Wijaya akhirnya mereka mengizinkan keluarga Wijaya tersebut bertemu dengan pak Paijo.


Setelah bertemu dengan pak Paijo, Sean pun memberikan bukti yang kuat soal rekaman suara Steven. Setelah mendapatkan rekaman suara itu polisi pun memutuskan untuk memeriksa semua yang terjadi di besok ke TKP langsung dan mencari Steven untuk memperjelas laporan Steven. Karena sekarang keluarga Wijaya juga membuat laporan tentang Steven ke kantor polisi jadi Steven juga harus diperiksa besok.

__ADS_1


Karena merasa pak Paijo tidak bersalah, dan pak polisi merasa tidak enak hati kepada Sean akhirnya malam ini pak Paijo boleh ikut pulang dan tidak jadi menginap di kantor polisi.


Setelah mengucapkan terima kasih kepada pak polisi, keluarga Wijaya pun pamit pulang membawa pak Paijo. Mereka pun pulang dan pak Paijo kini merasa jadi tenang. Di perjalanan pulang sovi yang merasa masih penasaran dengan cerita sebenarnya meminta pak Paijo untuk menceritakan ulang apa yang terjadi tadi di restoran. setelah pak Paijo menceritakan semuanya secara detail barulah sovi yakin bahwa Steven salah dan harus mendapat hukuman atas tindak kejahatan yang nyaris saja dia perbuat.


Sesampainya di rumah Mereka melihat Ayu yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan kedua bola mata yang sudah memerah dan terlihat wajah cemas.


"Bapak, pak maafin Ayu demi melindungi Ayu bapak nyari saja masuk kantor polisi."ujar Ayu saat melihat pak Paijo sembari dia berlari ke arah pak Paijo.


"Ah, tidak apa-apa neng bapak senang bisa melindungi neng ayu dari laki-laki yang punya rencana jahat seperti Steven itu. "Ujar pak Paijo sambil mengusap rambut Ayu dengan penuh kasih sayang.


"Iya yuk, ini bukan salah kamu tidak perlu merasa bersalah begitu. Yang harus merasa bersalah di sini adalah Steven dan dia harus menerima hukuman untuk perbuatannya. "Timpal sean.


"Ya sudah, kita masuk yuk bersih-bersih dan istirahat ini sudah malam kalau soal Steven biar saja polisi yang menanganinya. "Ajak Sovi yang sudah merasa lelah.


"Iya ma, Miko juga mau lihat anak istri dulu di kamar. "Jawab Miko yang akhirnya pamit dan masuk ke kamarnya.


Sean dan opvi pun ke kamar ravi dan memeriksa kondisi ravi. ternyata setelah makan obat tadi Ravi tertidur.


.


.


.


Ke esokan pagi nya polisi pun datang ke rumah Steven.


"Selamat pak pak Steven, bapak di tangkap atas tuduhan penculikan berencana." Ucap pak polisi saat Steven sudah membuka pintu rumah nya.


"Pak pak, ahh bapak bercanda."jawab Steven sambil tersenyum karena tidak percaya.


"Ini pak, surat penangkapan nya." Pak polisi pun memberikan surat penangkapan kepada Steven.

__ADS_1


"Apa-apa an ini, ini jelas-jelas salah saya di sini korban kenapa jadi tersangka." Steven jadi terpancing emosi.


"Kami sudah memeriksa TKP pak, termasuk video cctv di restoran bapak, dan bukti nya sudah sangat kuat kalau bapak berslah. bapak akan kenak pasal berlapis untuk masalah ini." Ujar sang polisi yang langsung memborgol tangan Steven.


Orang tua Steven hanya bisa bertanya kepada pak polisi karena masih bingung kenapa putra mereka di tahan, bahkan mereka nyaris tidak percaya mendengar kan penjelasan polisi.


"Pak, lepasin saya, ini saya yang jadi korban kenapa jadi tersangka. Saya yang bikin laporan kenapa malah saya yang di tahan. Lagian isi cctv juga tidak kuat." Ucap Steven yang tau kalau cctv tidak bisa merekam apapun kata-kata yang dia ucapkan kemarin.


"Pak lepasin saya, ini saya di fitnah jangan mentang-mentang keluarga Wijaya punya banyak uang kalian bisa pilih kasih begini yang" Steven mencoba melepaskan tangan nya namun tetap di bawa pak polisi ke mobil.


"Kami punya bukti rekaman suara dari korban, yang membuktikan anda memang sudah merencanakan ini semua pak Steven." Jelas pak polisi yang akhirnya pamit kepada orang tua Steven.


Mama Steven hanya bisa menagis saat melihat putra kesayangannya di bawa paksa oleh polisi tanpa tau salah asli Steven itu apa.


"Sialan, siapa yang merekam apa supir mereka itu sudah tau semua dan merencanakan semua nya. Kenapa semua jadi runyam begini sih. Ini semua gara-gara supir sialan itu, ini cuman mimpi kan bagaimana bisa seorang Steven di penjara, ini bercanda kan." Batin Steven yang tidak menyangka bahwa masalah ini akan seserius ini.


"Arghhh, Ayu kau benar-benar dalam masalah sekarang, kalau kemaren kau datang sendiri mungkin kita akan bahas pernikahan sekarang. Tapi ini apa ini aku harus ke kantor polisi belum tau bagaimana nasib ku setelah ini." Batin Steven yang akhirnya merasa dia sedang dalam bahaya sekarang.


Sementara keluarga Wijaya yang mendapat telepon dari kepolisian bahwa Steven sudah di tangani pihak yang berwajib akhirnya merasa tenang.


.


.


.


#Hallo sayang-sayang nya Author maaf ya author tidak update beberapa hari terakhir ini, soalnya kerjaan author di dunia nyata lagi banyak-banyak nya bisa lagi akhir bulan hehehe 🙏


Tapi Author mau berterimakasih sebanyak-banyaknya kepada para pembaca setia novel remahan rengginang Author ini. Ohh iya sekedar info nih seperti nya para pembaca udah bosan ya sama novel ini, jadi mungkin untuk konflik nya kita selesaikan Sampai ke Steven saja ya, mungkin nanti ada beberapa bab di Kanaya lalu kebucinan Ayu dan Ravi. Dan mungkin beberapa bab lagi novel ini akan Tamat😂


Kalau ada saran rekomendasi alur cerita yang ingin di baca para pembaca bisa di tulis di kolom komentar ya, biar nanti author buat kan hehehe

__ADS_1


Terimakasih untuk semua nya yang masih mendukung sampai detik ini, sayang kalian banyak-banyak ❤️ sehat selalu ya di mana pun berada.


__ADS_2