Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Penjelasan ke ayu


__ADS_3

Sesampainya di apartemen milik Amora mereka bertiga pun turun dari mobil dan segera masuk ke lift dan menuju apartemen Amora. Setelah melewati lorong akhirnya mereka sampai di depan apartemen Amora pun membuka pintu dan mempersilahkan pak Rudi dan ayu masuk ke dalam.


Awalnya ayu kagum melihat seisi apartemen milik Amora apalagi setelah dia melihat pemandangan kota itu dari balkon apartemen Amora dia benar-benar takjub.


Amora pun mulai menjelaskan pekerjaan yang harus ayu kerjakan, dan seperti nya ayu langsung mengerti dengan penjelasan Amora. Namun di sela-sela pembicara ayu izin kepada Amora dan pak Rudi ingin melaksanakan sholat Zuhur.


Amora dan pak Rudi terdiam sejenak dan akhirnya dengan senang hati memberikan izin kepada ayu. Sembari menunggu ayu datang Amora pun memesan makan siang untuk mereka bertiga via online karena sekarang memang sudah waktunya jam makan siang dan mereka juga sudah kelaparan.


.


.


.


Sementara di rumah keluarga Wijaya sovi yang terlihat sibuk mendata ulang para tamu yang akan di undang untuk resepsi pernikahan Amora dan Miko, karena dia tidak ingin sampai ada satu orang pun keluarga, kerabat atau rekan kerja mereka yang tertinggal.


Karena sudah waktunya jam makan siang cacing-cacing di perut sovi pun mulai bernyanyi ria dan dia pun baru menyadari bahwa menantu nya belum pulang juga sampai se siang ini.


"Ini si Amora kemana sih? Tadi katanya cuman sebentar ini kok ga pulang-pulang sedari tadi ya pa." Tanya sovi kepada Sean yang sedang fokus melihat tab nya.


"Mungkin lagi di jalan ma, atau sebentar lagi pulang tunggu saja." Jawab Sean menenangkan istrinya itu.


"Tapi tidak biasanya dia seperti ini pa, mama takut terjadi apa-apa sama calon cucu mama. Dia juga kenapa sih harus pergi-pergi udah tau dia mau melakukan resepsi pernikahan beberapa hari lagi. Sama seperti Miko kenapa mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan nya harusnya mereka istirahat dong." Oceh Sovi kepada suaminya itu.


"Ma tenang dong, papa tau mama khawatir sama menantu dan calon cucu mama. Tapi papa yakin kok mereka baik-baik saja mungkin sebentar lagi juga sampai. Lagian kan mama yang mau mengurus semua resepsi pernikahan mereka ya daripada tidak ada kerjaan Miko akhirnya memilih ke kantor saja." Ucap Sean menenangkan istrinya itu.


"Ahh mama tidak bisa tenang pa sebelum mereka pulang. Pokoknya mulai besok mereka berdua harus di rumah sampai hari H karna besok semua undangan akan di sebar mama tidak mau kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kepada mereka bertiga. papa juga telepon Rudi dulu mereka sudah sampai di mana." Titah sovi dengan wajah panik bercampur kesal nya.


"Iya iya sayang." Sean pun mengambil ponsel nya dan menuruti titah istrinya itu.


"Nomor Rudi tidak aktif sayang." Jelas Sean setelah menelepon nomor Rudi.


"Ya ampun bisa-bisa nya Rudi tidak mengaktifkan ponsel nya di saat penting begini, awas saja dia nanti ya."Gerut sovi kesal.


"Yasudah coba telepon Amora pa." Tambah nya.

__ADS_1


"Tapi papa tidak punya nomor ponsel Amora ma, mama punya?" Jawab Sean.


"Sama pa, mama juga tidka punya."


"Ya ampun bagaimana kita ini, bisa-bisa nya tidak ada satupun di antara kita tidak ada yang menyimpan nomor ponsel menantu sendiri." Ucap Sean yang baru saja menyadari nya.


"Udah gini deh papa minta saja dari Miko nomor Amora." Titah sovi yang sebenarnya semakin khawatir tentang keadaan Amora.


"Iya iya ma sebentar ya."


"Halo Miko tolong kirimkan nomor ponsel Amora ya nak." Ucap Sean setelah panggilan nya dan Miko sudah tersambung.


"Untuk apa pa?" Tanya Miko keheranan.


"Ada penting nya nak, tolong kirim secepatnya ya Miko." Ucap Sean.


"Iya iya pa sebentar Miko kiriman ya." Jawab Miko.


Miko pun mengirimkan nomor Amora kepada papa nya..Miko yang sebenarnya sedari tadi juga khawatir dengan keadaan Amora karena beberapa menit yang lalu tiba-tiba Rudi tidak dapat di hubungi langsung menelepon nomor Amora.


"Kamu lagi di mana sayang? Kamu dan pak Rudi baik-baik saja kan? Di mana pak Rudi kenapa sedari tadi dia tidak bisa di hubungi?" Cerca Miko yang merasa khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Kamu tenang dulu mas, aku baik-baik saja kok, pak Rudi ads bersama ku kami ke apartemen mas ada barang yang ingin aku ambil. Ohh iya ponsel pak Rudi lowbat makanya tidak bisa di hubungi." Jelas Amora.


"Yasudah langsung pulang ya sayang, mama sama papa khawatir lho sama kamu. tidak usah mampir ke mana-mana ingat kita mau melakukan resepsi pernikahan dan kamu sedang hamil. Pak Rudi tolong jaga istri saya ya." Ucap Miko.


"Baik tuan jawab pak Rudi."


"Yasudah mas, aku tutup dulu telepon nya ya aku mau ambil barang nya dulu setelah nya Langsung balik ke rumah. I love you my husband semangat kerjanya sayang jangan lupa makan siang ya." Ucap Amora yang ingin segera mengakhiri panggilan video itu karena dia takut sampai Miko mengetahui ada ayu di sana.


"I love you too sayang, kamu juga ya kabarin kalau sudah sampai di rumah nanti." Jawab Miko.


"Siap sayang ku." Panggilan mereka pun berakhir.


"Pak saya mohon, keberadaan ayu cukup jadi rahasia bapak dan saya saja ya. Saya akan memperkenalkan ayu nanti ke mas miko jika nanti saya sudah yakin bahwa ayu adalah orang baik dan memberikan bukti kepada mas Miko, soalnya kan pak Rudi tau sendiri mas Miko tidak akan gampang percaya kepada orang lain saya takut nanti ayu malah di usir." Pinta Amora kepada pak Rudi.

__ADS_1


"Ba, baik non." Jawab pak Rudi dengan nada terpaksa dan serba salah.


"Tring...tring...tring..." tiba-tiba ponsel Amora kembali berdering, dia melihat nama yang tertera di layar ponsel itu papa.


"Ahh tumben papa menelepon ku." Ucap Amora yang langsung mengangkat panggilan itu.


"Nak kamu di mana? Kenapa sudah jam segini belum pulang juga mama papa khawatir sama kamu." Tanya Sean.


"UM anu pa Amora sudah di perjalanan mau pulang kok ini sudah di jalan." Jawab Amora sedikit gugup.


"Yasudah kalian hati-hati ya, kami tunggu di rumah mama mu mengkhawatirkan kamu dan calon cucunya, katanya dia tidak mau makan siang jika kamu belum pulang." Jelas Sean.


"Apaan sih pa." Protes sovi.


"Iya iya pa sebentar lagi Amora juga bakal sampai kok, amora tutup Panggilan ya pa." Ucap Amora yang rasa ingin cepat pulangnya membara.


"Iya nak, hati-hati ya." jawab Sean.


"Iya pa" panggilan mereka pun berakhir, dan tapi sekali makanan yang di pesan dan ayu yang baru selesai sholat seakan datang bersamaan.


"Ayu ini makan siang buat kamu, saya pulang dulu ya untuk jobdesc saya rasa kamu sudah mengerti maksud saya, dan ini uang belanja untuk kamu." Ucap Amora sambil menyerahkan beberapa uang pecahan seratus ribuan.


"Tapi nyonya ini kebanyakan." Tolak ayu.


"Kamu pegang aja ayu, nanti saya potong gaji kamu untuk membayar ini." Tambah Amora.


"Baik terimakasih banyak nyonya Amora."jawab ayu.


"Ya udah saya dan pak Rudi langsung pulang ya yu, soalnya masih ada urusan untuk lain nya nanti saya infokan ke kamu ya dari ponsel." Jelas Amora yang memang sudah memiliki nomor ponsel ayu.


" Baik nyonya." Jawab ayu.


Akhirnya Amora dan Rudi pun pamit pulang dengan makan siang yang di pesan online tadi sebagian di bawa Amora untuk pak Rudi dan yang lain di rumah nanti. karena dia merasa membeli terlalu banyak jika di tinggal di apartemen juga tidak akan habis oleh ayu sendiri akhirnya dia menyerahkan nya kepada pak Rudi agar tidak mubazir.


Mobil pun melaju menuju rumah Amora juga meminta kepada pak Rudi agar tutup mulut dan tidak perlu menjelaskan apapun yang terjadi hari ini kepada siapapun. Sesampainya di rumah Amora Langsung turun dari mobil dan menemui kedua mertuanya. Seakan tidak terjadi apa-apa Amora dan mertuanya pun makan siang bersama.

__ADS_1


Dan tanpa mereka sadari orang-orang di luar sana sudah mulai heboh dan panas setelah mendengar kabar pernikahan Miko yang sudah mulai mencuat ke publik.


__ADS_2