Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Sepuluh


__ADS_3

Cheng duan sibuk dengan pikiran mereka sehingga melamun hingga tiba-tiba lamunan mereka buyar oleh kata-kata Ze.


"Bukankah tadi kau mengatakan bahwa Huo nan membutuhkan kami?" tanya Ze yang mampu membuyarkan lamunan mereka.


"I iya nyonya Jin." jawab gugup Cheng duan.


"Kalau begitu, ayo kita segera lanjutkan perjalanan. Huo nan pasti sedang gelisah menantikan kedatangan kita." ucap Ze.


"Mengapa putra mahkota Beicheng harus gelisah menantikan kita?" tanya Wen yuan dengan wajah sok polos padahal dia sedang mencibir Ze karena kesal dengan pasangan yang selalu pamer kemesraan itu.


"Bodoh, tentu untuk membantunya mengatasi masalah terutama tentang kesehatan kaisar Beicheng. Kalau ada tabib yang mampu menanganinya, tentu beliau sudah baik-baik saja saat ini." ucap Jin hu.


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan dengan dikawal oleh Cheng duan dan kelompoknya.


Flashback off


"Oh rupanya para pengacau itu telah salah memilih target." ucap Huo nan setelah mendengar cerita dari Wen yuan dan Liu yu.


Wen yuan sudah memakaikan ayahandanya kembali pakaian dibantu Liu yu dan Wen yuan tentunya.


"Ada banyak kekacauan yang terjadi di Kerajaan Beicheng saat aku kembali ke istana ini. Mulai dari ayahanda ku sakit parah tanpa diketahui penyebab dan cara pengobatannya, pemberontakan di daerah utara Kerajaan, perampokan di beberapa daerah pinggiran Kerajaan yang merupakan jalur penghubung antara Kerajaan ini dengan Kerajaan lain hingga petisi yang menginginkan aku turun tahta atau melepaskan tahta sebagai putra mahkota Beicheng karena rumor yang mengatakan aku hanyalah sampah yang hanya bisa berbuat sewenang-wenang."jelas Huo nan.


Liu yu, Wen yuan, Jin hu bahkan Ze yang sudah selesai membuat pil nya serius mendengarkan keluhan Huo nan.


"Kau tenang saja. Sekarang kau tidak seorang diri lagi mengatasi semua itu. Sudah ada kami di sisimu untuk mendukung dan membantu mengatasi semua itu." ucap Jin hu sembari menepuk pundak Huo nan.


"Benar kata tuan. Semua akan kembali membaik setelah ini. Kami selalu siap untuk membantu." saut Wen yuan.


"Masalah kesehatan kaisar Beicheng sebaiknya jangan biarkan orang lain selain kita yang mengetahuinya. Akan sangat berbahaya jika orang yang menginginkan kaisar Beicheng ma*i tahu jika kaisar Beicheng sudah membaik." saran Ze.


"Baik kakak ipar." saut Huo nan.


"Bruk, bruk, bruk." tiba-tiba tiga orang pria berpakaian serba hitam terjatuh di depan Huo nan dari arah jendela.

__ADS_1


"Siapa mereka? Bagaimana bisa mereka terhempas hingga ke sini?" tanya Huo nan.


"Mereka adalah orang yang diutus seseorang yang menginginkan kaisar Beicheng ma*i untuk mengawasi kita." jawab Ze.


"Aku menyadari keberadaan mereka makanya aku meminta Hui tu untuk melumpuhkan mereka secara diam-diam." jelas Ze.


Hui tu lalu masuk dari jendela tempat tiga orang tadi dilempar masuk ke dalam kamar kaisar Beicheng.


"Kau bukan meminta, kau itu memerintah aku. Seolah aku ini adalah bawahan mu saja." keluh Hui tu.


Ze tidak menanggapi keluhan Hui tu. Dia hanya duduk di kursi dekat Jin hu lalu meminum teh yang baru saja dituangkan oleh Jin hu untuknya.


Kaisar Beicheng mulai membuka matanya dan memanggil Huo nan.


"Huo nan..... " panggil kaisar Beicheng pelan.


Huo nan yang mendengar suara ayahandanya memanggilnya segera menghampiri ayahandanya sambil tersenyum bahagia.


"Ayahanda sudah dapat bersuara lagi. Apakah Ayahanda membutuhkan sesuatu?" tanya Huo nan.


"Berikan air ini. Ini akan membantu memulihkan tenaga beliau." ucap Ze sembari menyodorkan kantong air miliknya.


Huo nan segera meraihnya dan membantu ayahnya meminum air suci pemberian Ze.


"Ayahanda sudah lebih baik. Sebaiknya kau beristirahat Huo nan." ucap kaisar Beicheng yang sangat tahu bahwa selama ini putranya itu sangat kurang bahkan hampir tidak pernah tidur karena mengurusi masalah istana juga masalah kesehatannya yang tiba-tiba menurun.


"Aku baik-baik saja Ayahanda." ucap Huo nan.


"Kaisar Beicheng ada benarnya Huo nan. Kau sebaiknya beristirahat saja dulu. Tidak akan lucu jika kaisar sudah pulih tapi kau tiba-tiba tumbang." ucap Jin hu.


"Tenang saja, ada kami yang akan mengawasi dan menjaga kaisar." ucap Hui tu.


"Baiklah, aku akan beristirahat sebentar. Bangunkan aku jika terjadi masalah." ucap Huo nan pasrah.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi di saat ini. Kau hanya perlu beristirahat dan hanya sebentar saja." ucap Ze.


"Minum pil ini untuk memulihkan tenaga mu agar kau bisa kembali bugar saat kau bangun nanti." ucap Ze sembari menyodorkan sebutir pil pada Huo nan yang langsung di ambil dan ditelan oleh Huo nan.


"Bruk." tubuh Huo nan seketika ambruk beruntung Wen yuan dan Liu yu segera meraihnya.


"Huo nan.... " seru kaisar Beicheng lemah.


"Tenang saja yang mulia, Huo nan hanya tertidur. Aku harus memberikan pil tidur agar dia betul-betul tertidur bukan hanya berbaring tapi pikirannya masih berkelana." ucap Ze.


"Huo nan membutuhkan istirahat yang cukup melihat kondisinya saat ini yang hampir tumbang." ucap Ze.


"Terima kasih banyak nak. Beruntung Huo nan memiliki kalian yang perduli padanya. Kalian tidak perlu memanggilku begitu formal panggil saja aku paman Rui." ucap kaisar Beicheng yang sudah mampu berbicara lama.


"Baiklah paman Rui, sekarang aku akan memulai pengobatan tahap lanjut pada paman. Kalian bantu paman Rui untuk duduk." ucap Ze dan dengan segera Jin hu dan Hui tu membantu kaisar Beicheng duduk bersila sedangkan Wen yuan dan Liu yu membawa Huo nan untuk beristirahat di kamarnya.


"Telan pil ini paman Rui. Itu adalah pil roh yang berfungi memulihkan energi dan juga memulihkan kebugaran tubuh paman." ucap Ze dan kaisar Beicheng segera meraih dan menelan pil roh dari Ze.


Ze kemudian naik keatas tempat tidur kaisar dan duduk bersila di belakang kaisar Beicheng.


"Paman harus konsentrasi untuk mengalirkan ke seluruh tubuh paman tenaga dalam yang akan aku masukkan ke dalam tubuh paman." ucap Ze.


"Baik." saut kaisar Beicheng.


"Pastikan tidak ada yang akan menggangu proses pengobatan ini atau paman Rui juga diriku dapat terluka." ucap Ze.


"Tenang sayang, aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu." ucap Jin hu.


Ze segera menelan pil roh dan segera mengalirkan tenaga dalam ke dalam tubuh kaisar Beicheng melalui telapak tangan yang diarahkan ke punggung kaisar Beicheng.


Jin hu dan Hui tu waspada menjaga di sekitar. Hui tu di luar sedang Jin hu di dalam ruangan. Sedangkan untuk Wen yuan dan Liu yu, mereka disuruh untuk menjaga Huo nan selama dia tertidur.


Lebih baik menjaga orang tidur dari pada menyaksikan orang pamer kasih sayang pikir mereka berdua.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian selepas membaca ✌


__ADS_2