Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tiga puluh tiga


__ADS_3

Beberapa orang murid yang berada di gerbang menunduk hormat dan menyapa Ze dengan sangat sopan membuat beberapa orang murid baru heran.


"Mengapa orang-orang itu dibiarkan masuk tanpa diperiksa lebih dulu?" tanya murid A.


"Iya, tidak hanya itu saja. Kakak-kakak senior kita mengapa tampak sangat menghormati gadis itu?" tanya murid B.


Seorang murid senior yang tidak sengaja mendengarkan percakapan para murid baru itu menjawab pertanyaan mereka.


"Gadis itu adalah putri tunggal dari pemilik kediaman yang saat ini menjadi sekolah kita. Jangan macam-macam dengannya jika ingin tenang di sini." ucap murid senior itu.


"Nona Ze." sapa seorang pemuda.


"Dimana guru Tang?" tanya Ze.


"Ada di dalam nona." jawab pemuda itu.


Orang-orang di luar istana atas awan masih belum tahu tentang pernikahan Ze jadi wajar jika mereka masih memanggilnya nona.


"Hm, aku akan menemui guru Tang, tolong antar tamuku ke ruang istirahat dan minta pelayan menyiapkan kebutuhan mereka." pinta Ze.


Semenjak dia terluka ayah kandung Ze, Ji liu ku menyerahkan kediaman itu untuk diurus oleh dua muridnya dan untuk menghindari musuh Ze yang melukainya mengetahui hubungan nya dengan kediaman itu dia tidak lagi pergi ke sana.


Master Tang meminta ijin menerima beberapa murid untuk berlatih di sana dan mulai saat itu kediaman itu ramai. Master Tang juga mempekerjakan beberapa pelayan untuk mengurus kediaman itu.


Ze mendengar itu semua dari ayahnya saat di perjalanan menuju istana atas awan sehingga dia tidak terkejut melihat tempat itu ramai.


"Baik nona." ucap pemuda itu.


"Kalian istirahat saja dulu, aku akan menemui guruku dulu sore nanti kita akan menemui Ming hui." ucap Ze yang hanya dijawab anggukan oleh keempatnya.


"Silahkan sebelah sini." ucap pemuda itu sopan.


Ze melangkah masuk ke ruangan pelatihan sedangkan Zili, Hui tu, Suho dan Doju mengikuti pemuda yang akan mengantarkan mereka keruangan istirahat.

__ADS_1


"Maaf, nona siapa? Ada urusan apa nona kemari dan hendak kemana?" tanya seorang pemuda yang tampaknya bertugas untuk berjaga di depan pintu masuk ruangan pelatihan.


"Aku Ze, ingin menemui guru Tang di dalam sana." jawab Ze.


"Di dalam master Tang sedang berlatih tidak boleh di ganggu." ucap pemuda itu.


"Masuk panggilkan guru Tang katakan Ze ingin bertemu atau aku yang masuk sendiri." ucap Ze mulai kesal pasalnya beberapa orang yang tidak dia kenal di sana menatap sinis dirinya.


"Kamu kira kamu itu siapa dengan mudahnya mengatakan ingin bertemu dengan master Tang dan master Tang akan menemui kamu?" tanya seorang gadis yang tiba-tiba keluar dari dalam ruangan pelatihan.


Gadis itu menatap sinis dan meremehkan Ze. Pasalnya Ze masih terus menutupi aura kekuatannya sehingga orang lain yang tidak mengenalnya akan mengira dia hanya orang biasa tanpa pelatihan yang kuat. Sedangkan mereka yang terlanjur tahu dia itu kuat, mereka masih terus menerka tanpa tahu pasti sampai mana pencapaian Ze.


"Panggil mereka kesini atau kalian akan menyesal telah mengganggu aku saat ini." ucap Ze yang mulai habis kesabarannya.


"Kau hanya seorang gadis tanpa kemampuan yang cukup untuk bertemu master." ejek gadis itu.


"Nona muda? Kenapa kalian menghalangi jalan nona muda?" tanya seorang pemuda yang ternyata adalah Wen li, murid senior yang mengenal Ze.


"Kakak senior Wen li mengenal gadis ini?" tanya gadis itu heran.


Wajahnya seketika pucat dengan keringat membasahi keningnya.


"Maafkan saya nona, saya tidak tahu kalau anda...... "


"Menyingkir, aku tidak butuh penjelasan dari kamu." ucap Ze dan gadis itu segera menyingkir dari hadapan Ze.


Tanpa berkata apa-apa lagi Ze segera melangkah masuk melewati gadis yang masih ketakutan itu. Dia bukan takut pada Ze karena dia masih menganggap Ze lemah dia takut jika pemilik asli kediaman itu yang merupakan ayah dari Ze yang terkenal sangat kuat itu tidak terima jika putrinya di singgung.


"Apakah grand Master Ji akan datang juga karena putrinya ada di sini?" gumamnya entah bertanya pada siapa.


"Nona bukan gadis manja yang akan mengadukan segalanya pada sang ayah meskipun ayahnya grand Master Ji adalah orang yang sangat kuat." ucap Wen li yang masih mendengar gumaman gadis itu.


"Huft, syukurlah." ucap gadis itu menghela napas lega.

__ADS_1


"Sebaiknya hindari mengganggu nona muda karena dia bukan orang lemah lembut yang akan mentolerir kesalahan siapa saja. Dia juga bukan orang lemah seperti dalam pikiranmu itu." ucap Wen li lalu menyusul Ze ke dalam ruangan pelatihan.


"Apa hebatnya gadis itu? Selain dari kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang yang hebat, aku rasa dia bukan apa-apa." gumam gadis itu lalu pergi dari tempat itu.


"Guru.....!" panggil Ze saat melihat gurunya yang sedang mengamati sebuah pil yang baru saja dibuat oleh muridnya.


"Ze.....!" seru master Tang senang melihat murid yang telah dia anggap anak itu datang menemuinya.


"Mengapa baru sekarang kau menemui kami?" tanya Tang biu hu meletakkan pil dan menyambut pelukan manja Ze.


"Aku kangen guru tapi ada banyak masalah yang membuat aku tidak dapat mengunjungi guru." ucap Ze manja.


Murid-murid master Tang menatap heran melihat guru mereka yang sangat tegas itu dapat bersikap lemah lembut pada seorang gadis.


"Ze....!" panggil seorang pria yang baru masuk.


Ze tersenyum dan melangkah ke arah pria yang tidak lain adalah Tang Hui bi guru kultivasi nya dulu. Para murid makin heran melihat guru Tang yang jauh lebih keras dan biasanya bersikap dingin itu datang dan mengacak gemas puncak kepala gadis itu dengan senyuman di wajahnya.


"Sebaiknya kita bicara di tempat lain saja. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian guru." ucap Ze.


"Kalian lanjutkan berlatih di sini. Wen li akan mengawasi kalian." ucap Tang biu hu.


"Baik master." jawab serempak mereka.


"Ayo." ajak Master Tang dan mereka segera keluar dari ruangan itu.


"Siapa gadis itu kak Wen li? Mengapa master tampak sangat menyayangi dia?" tanya seorang murid yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Dia adalah nona muda kediaman ini. Dia adalah murid kesayangan master Tang." jawab Wen li.


"Oh, pantas master Tang sangat lembut padanya. Putri dari seorang grand master Ji." ucap murid lainnya.


"Jangan mencari masalah dengan nona muda. Bukan karena ayahnya yang seorang grand master atau dia adalah kesayangan master Tang. Dia tidak selemah kelihatannya dan dia jauh lebih menakutkan saat marah." Wen li memperingati para murid.

__ADS_1


"Sekarang lanjutkan latihan kalian." tambah Wen li membuat mereka kembali fokus pada pelatihan membuat pil.


selamat membaca😊


__ADS_2