
Ze menyebutkan beberapa macam jenis tanaman obat yang dia butuhkan dan segera Suho pergi mencari yang Ze sebutkan itu.
Ze mengeluarkan tungku obat miliknya beserta beberapa bahan obat lain yang dia butuhkan dari cincin penyimpanan pemberian Jin hu di jarinya.
"Jika bisa sebaiknya yang tidak memiliki kepentingan di tempat ini dipersilahkan untuk keluar saja karena aku membutuhkan ketenangan saat meracik pil obat." ucap Ze.
"Putri Ze benar. Sebaiknya para pelayan dan yang lainnya keluar saja dulu." ucap Zili.
"Tapi pangeran, kami keluarga Doju dan kami ingin mengawasi langsung pengobatan dari orang yang kami belum percaya bahwa dia mampu melakukannya." ucap salah satu dari pihak keluarga Doju.
"Apakah kalian berdiri di dalam ruangan ini untuk mengawasi pengobatan Doju atau untuk mengganggu aku karena tidak terima ras yang kalian anggap rendah dapat melakukan apa yang ras kalian tidak dapat lakukan?" ucap Ze.
"Bukan....."
"Jika yang menjadi fokus utama kalian adalah keselamatan Doju, sekarang tentu akan ada dari kalian yang membantu Suho mencari bahan yang diperlukan segera. Tapi, kalian hanya sibuk mencibir dan merendahkan aku dengan bisik-bisik yang kalian pikir aku tidak dengar." ucap Ze sebelum salah satu dari mereka mampu memberikan alasan.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi beberapa dari mereka keluar dari ruangan itu. Entah dengan tujuan untuk membantu Suho atau karena marah dan malu oleh ucapan Ze.
Ze mulai memasukkan beberapa bahan pada tungku obat setelah sebelumnya dia telah menyalakan api di bawah tungku itu.
Ze mulai fokus pada tungku terutama api dibawah tungkunya agar tetap stabil. Setelah cukup lama Ze kembali memasukkan beberapa jenis bahan dan terakhir air suci yang sebelumnya dia ambil dari batu dimensi tempat Silla berada.
Ze memadamkan api di bawah tungku lalu membuka tutup dari tungku obatnya. Saat tungku terbuka, aroma pekat obat merebak keluar hingga memenuhi ruangan itu.
"Aroma pil obat yang sangat pekat ini apakah sungguh berasal dari tungku milik gadis itu?" bisik salah satu dari mereka yang masih tinggal di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Pil apa yang putri telah buat itu? Bukankah Suho belum membawakan bahan yang dibutuhkan untuk mengobati Doju?" tanya Zili.
"Ini adalah pil penguat roh yang seharusnya Doju makan rutin setelah aku berhasil mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya." jawab Ze.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengawasinya setelah berhasil mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya. Maka aku harus menyiapkan lebih dulu apa yang harus disiapkan untuk proses pemulihan Doju agar kembali sehat seperti semula." tambah Ze menjelaskan.
Ze mengeluarkan pil yang berhasil dia buat dan itu sukses membuat mereka yang ada di dalam ruangan itu terbelalak seolah tidak percaya.
"Pil itu sungguh memiliki energi roh yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari pil yang biasanya aku lihat. Putri Ze ini sebenarnya siapa? Mengapa memiliki kemampuan yang diluar nalar kami." ucap yang maha guru.
"Mungkin karena aku membuat pil-pil ini di dunia atas sehingga kualitas dari pil ini sesuai dengan pil dari dunia atas karena seingat aku, pil yang sebelumnya aku telan juga aku buat saat masih berada di negeri hitam." jelas Ze.
"Itu mungkin jawaban satu-satunya yang dapat kita terima oleh nalar kita. Jika seperti itu, maka walaupun tabib dunia atas yang membuat pil, selama dia meraciknya di dunia bawah maka hasilnya akan sesuai kualitas pil dunia bawah?" ucap Suho yang ternyata sudah tiba membawa bahan yang Ze butuhkan.
"Tidak dapat dipastikan sebelum ada yang mencoba untuk melakukan hal itu langsung." ucap Ze.
"Ya putri, berkat bantuan beberapa dari sepupu dari Doju. Semua bahan terkumpul dengan cepat." jawab Suho.
"Bawa ke sini." ucap Ze dan Suho segera memberikan semua bahan obat yang dia bawa.
Ze kembali menyalakan api di bawah tungku obat miliknya dan mulai memasukkan satu per satu bahan obat yang ada di depannya.
Ze terlihat sangat fokus dan keringat sudah membasahi seluruh wajahnya. Tampaknya pembuatan pil yang saat ini dia buat membutuhkan energi yang lebih besar.
Setelah cukup lama Ze mematikan api dari tungku obatnya dan menghela napas panjang. Tungku obat Ze buka menimbulkan aroma obat yang lebih kuat dari pil yang sebelumnya Ze buat.
__ADS_1
Ze mengeluarkan beberapa pil dan meletakkan pil itu dalam sebuah wadah. Ze juga mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti lumpur namun berwarna hijau. Ze meletakkan benda yang seperti lumpur hijau itu di dalam sebuah wadah.
"Balur seluruh tubuh Doju dengan ini." ucap Ze seraya menyerahkan wadah berisi benda yang menyerupai lumpur berwarna hijau itu pada Suho.
"Setelah itu buat dia menelan pil ini dan meminum air suci." ucap Ze sambil menyerahkan beberapa pil dan juga kantong air berisi air suci.
"Setelah beberapa saat baluran di tubuh Doju akan berubah menjadi hitam dan berbau busuk. Bersihkan segera tubuhnya dan beri lagi satu pil itu." tambah Ze.
"Baik putri, aku akan melakukan sesuai arahan putri." ucap Suho.
"Aku butuh istirahat beberapa saat karena aku terlalu banyak menggunakan energi murni dari dalam tubuhku." ucap Ze.
"Biar aku mengantar dan menjaga kala putri beristirahat." ucap Zili.
"Mengapa harus pangeran langsung? Bukankah bisa pangeran memerintahkan para prajurit atau penjaga saja?" tanya seorang dari mereka yang tidak suka.
"Putri Ze ini adalah tuan dari pangeran ini dan mengingat bahwa yang menyebabkan Doju seperti ini adalah orang istana ini, aku akan merasa lebih tenang kalau aku sendiri yang menjaga putri." jelas Zili.
Tidak ada lagi yang berani mengeluarkan keluhan atau pun protes setelah itu dan Zili segera menunjukkan tempat Ze dapat beristirahat. Ze memilih beristirahat di dalam batu dimensi agar memiliki waktu cukup untuk beristirahat namun tidak terlalu banyak membuang waktu.
Zili memutuskan untuk memagari seluruh kamar Ze dengan kekuatannya agar tidak ada yang dapat masuk ke dalam kamar tanpa dia sadari. Zili sendiri berjaga di luar kamar mengabaikan pendapat dari para bawahan yang tidak bisa terima pangeran mereka menjadi seperti pengawal pribadi.
"Dia masih dalam tapa." gumam Ze setelah berada di dalam batu dimensi dan melihat suaminya masih bertapa.
"Aku penasaran kekuatan besar seperti apa yang sebenarnya tersegel di dalam tubuhnya. Semoga itu bukan langkah yang salah dengan membuka segel itu dan membebaskan kekuatan yang ada di dalamnya." gumam Ze Masih fokus menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Sebaiknya aku istirahat saja. Aku sungguh sangat lelah." putus Ze.