
Huo nan juga kaisar Beicheng terkejut mendengar pernyataan Ze yang akan segera meninggalkan istana Beicheng.
"Mengapa kakak ipar ingin pergi begitu cepat?" tanya Huo nan.
"Setiap orang pasti memiliki masalah yang harus dihadapi masing-masing. Masalah yang tercipta akan menguatkan dan mendewasakan seseorang seiring dengan berjalan sang waktu. Aku kesini karena tahu kau sangat membutuhkan bantuan kami dan hanya kami yang dapat membantu." ucap Ze.
"Saat ini masalah yang terjadi sudah mampu kau atasi sendiri bukan? Jika kami masih saja membantu untuk masalah yang mudah sekalipun, kapan kamu akan belajar untuk menjadi lebih kuat? Kau harus menjadi lebih kuat sebagai seorang calon pemimpin." ucap Ze.
"Ze ada benarnya juga Huo nan, mereka juga pasti memiliki hal yang harus mereka tangani. Biarkan mereka pergi untuk mengatasi masalah mereka sendiri. Mereka sudah sangat membantu kita selama ini sudah saatnya kau yang harus menangani sendiri masalah yang ada." jelas kaisar Beicheng.
"Setelah ini aku akan langsung menyerahkan tahta sebagai seorang kaisar kepadamu. Aku ingin hidup dengan sederhana di usia tuaku. Kau harus menjadi lebih kuat karena kedepannya pasti akan lebih banyak masalah yang akan menanti dirimu." tambahnya.
"Baiklah, aku tidak akan egois dengan menahan kalian di sini. Aku berjanji akan menjadi lebih kuat lagi." ucap Huo nan.
Wanita itu sudah diseret menuju ke dalam penjara istana setelah sebelumnya Ze menotok untuk menutup kemampuannya.
"Saat kau membutuhkan bantuan, jangan sungkan-sungkan untuk mencari kami untuk meminta bantuan dari kami." ucap Ze.
"Itu pasti." ucap Huo nan.
"Ini ada beberapa pil yang mungkin akan berguna (menyerahkan beberapa butir pil pada Huo nan) gunakan seperlunya karena aku tidak akan ada di dekatmu untuk memberikan tambahannya padamu saat kau kehabisan dan sangat membutuhkannya." ucap Ze.
"Kakak ipar ingin mengatakan kalau aku selalu menghabiskan pil kakak ipar dengan sembarangan?" tanya Huo nan.
"Nah itu kau sudah tahu." jawab Ze dengan senyuman.
"Dimana kakak kedua?" tanya Huo nan.
"Aku tidak melihat kakak kedua dari tadi." tambahnya penasaran.
"Dia sedang bertapa untuk memulihkan energinya di suatu tempat. Dalam pertarungan sebelum ini dia terluka cukup parah." jawab Ze.
__ADS_1
Huo nan paham dengan maksud suatu tempat adalah dalam batu dimensi. Mendengar Jin hu terluka dalam pertarungan membuat Huo nan khawatir dan merasa bersalah karena merasa bahwa masalahnya lah yang menyebabkan Jin hu terluka.
"Dia sudah lebih baik saat ini. Dia hanya butuh waktu untuk memulihkan tenaga dalamnya." ucap Ze melihat wajah khawatir bercampur rasa bersalah dari Huo nan.
"Keadaan kak Jin hu tidak ada kaitannya dengan masalamu itu. Dia terluka karena menghadapi musuh yang ingin mengganggu tapaku sebelumnya." tambahnya.
"Kami harus pergi sekarang juga." ucap Ze.
"Biar aku mengantar kalian keluar. " ucap Huo nan dan kaisar Beicheng berbarengan.
"Paman Rui sebaiknya istirahat saja. Luka paman Rui sebelumnya masih dalam tahap pemulihan sebaiknya paman Rui jangan terlalu banyak bergerak dulu." ucap Ze sambil berjalan mendekati kaisar Beicheng.
"Pil pemulihan ini harus paman minum setiap hari sebutir dalam tujuh hari berturut-turut. Sisanya paman simpan untuk berjaga-jaga saja. Pil yang satu ini adalah pil regenerasi dan ini tiga butir pil roh. Terakhir 3 butir pil penawar segala racun. Paman gunakan saat membutuhkannya." ucap Ze.
"Tidakkah ini terlalu banyak?" tanya kaisar Beicheng.
"Dalam hidupku, memegang pil tingkat tinggi saja hanya sebuah mimpi dan ini, semua pil ini adalah pil tingkat surga? Tidakkah kau terlalu boros dengan memberikan ini semua dengan percuma?" tanya kaisar Beicheng lagi dengan wajah terkejut tidak percaya dengan apa yang dia lihat di tangannya.
"Lagi pula aku masih memiliki cukup banyak pil serupa itu. Itu bukan masalah besar lagi pula itu hanyalah pil biasa saja." ucap Ze.
"Pil biasa katanya? Tidakkah dia tahu bahwa pil biasa yang dia katakan ini harganya jika dijual mampu untuk membuat sebuah istana? Aku tidak tahu apakah putri ini terlalu sombong atau sedang merendah. Jika seorang alkemis mendengar bahwa pil roh dan pil regenerasi yang sangat langka bahkan dengan tingkat surga disebut pil biasa, mereka mungkin akan muntah darah dan tidak akan berani menyebutkan bahwa diri mereka adalah seorang alkemis." batin kaisar Beicheng.
"Ada apa paman Rui?" tanya Ze yang mendapati kaisar Beicheng hanya ter bengong.
"Ah, bukan apa-apa hanya saja aku sangat senang dengan pemberianmu ini." ucap kaisar Beicheng.
"Sebaiknya kau mengurangi kata-kata biasa atau bukan apa-apa untuk pil milikmu itu." tegur Hui tu.
"Apakah ada masalah dengan itu?" tanya Ze.
"Seseorang akan pingsan karena terlalu terkejut bahkan marah karena ucapan mu itu. Alkemis lain akan sungkan menyebutkan bahwa dirinya seorang alkemis jika mendengar pil yang hampir mustahil mereka dapat buat disebut pil biasa." ucap Hui tu.
__ADS_1
"Itu memang hanya sebuah pil biasa yang aku masih memiliki beberapa lagi di tempat penyimpanan milikku." ucap Ze.
"Terserah kau saja, bedebat denganmu sama saja dengan mengurangi umurku. Sangat menguras emosi." ucap Hui tu.
"Apa..... "
"Sudahlah berhenti untuk mengatakan apapun. Setiap ucapanmu pasti akan meningkatkan emosiku." ucap Hui tu.
"Baiklah terserah." ucap Ze dan tentunya mereka berbicara dengan telepati atau dalam hati yang hanya mereka berdua yang dengar.
"Ayo kita berangkat." ajak Ze dijawab anggukan oleh Zili dan Hui tu.
Mereka keluar dari kamar kaisar Beicheng di antar oleh Huo nan. Di depan istana sudah ada kereta milik Jin hu menanti mereka.
"Andai bukan karena tahta ini adalah hasil pengorbanan ibuku, aku lebih suka berpetualang bersama kalian." ucap Huo nan.
"Kau memiliki tanggung jawab di sini. Berpetualang bersama kami akan membuat dirimu menjadi seorang yang tidak bertanggung jawab dan seorang pengecut yang lari dari tanggung jawab." ucap Hui tu.
"Hm." hanya itu tanggapan Huo nan.
"Kami pergi dulu, kami akan mampir saat urusan kami selesai." ucap Ze.
"Aku anggap itu adalah janji dari kakak ipar." ucap Huo nan.
Ze hanya berjabat tangan dengan Huo nan sedangkan Hui tu dan Zili berpelukan sesaat dengan Huo nan untuk berpamitan.
"Hati-hati dan ingat untuk kembali kesini saat urusan kalian selesai." ucap Huo nan.
"Itu pasti." jawab Ze dan mereka segera memasuki kereta.
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote, like dan komen setelah membaca.
__ADS_1
salam hangat dan sayang dari author😘