
Setiap harapan yang mereka ucapkan di depan pohon jiwa selalu terkabul. Hal itu menyebabkan beberapa klan yang serakah akan kekuasaan dan harta menjadi menginginkan pohon jiwa hanya untuk klan mereka saja.
"Hutan harapan ini berada di kawasan klan Bu maka mulai saat ini selain klan Bu siapa pun tidak diijinkan memasuki kawasan hutan harapan ini." ucap lantang seorang pria di depan banyak orang.
"Tidak bisa....! Klan Xi lah yang pantas menjadi pemilik hutan harapan ini." protes pria lain.
"Perse*an dengan klan kalian semua. Keluarga Liu lah yang terkuat dari semua klan dan keluarga yang ada di kota ini maka keluarga Liu yang pantas memiliki hutan harapan ini." ucap lantang pria lainnya.
Karena beberapa keluarga dan klan yang masing-masing menginginkan hutan harapan hanya untuk mereka, akhirnya peperangan tidak dapat dihindarkan lagi. Ada banyak korban berjatuhan demi keserakahan.
"Hentikan semuanya......!" terdengar suara yang memekakkan telinga membuat semua orang yang sedang bertarung akhirnya menghentikan pertarungan mereka.
"Kalian seharusnya bersyukur dengan adanya pohon jiwa yang mampu mengabulkan harapan kalian. Tapi keserakahan kalian menutupi mata hati kalian." ucap suara itu lagi dan perlahan seseorang muncul di atas mereka dan mengarahkan telapak tangannya ke arah pohon jiwa.
Tiba-tiba tanah bergetar membuat semua orang panik. Perlahan bukit tempat pohon jiwa itu tumbuh terangkat dan menghilang.
"Karena keberadaan pohon jiwa ini hanya akan menimbulkan petaka, maka aku akan menghancurkannya saja. Mulai saat ini hutan harapan akan aku ganti dengan nama hutan kutukan. Setiap jiwa serakah yang memasuki hutan kutukan akan menjadi pohon penghuni hutan ini selamanya."ucap pria itu lalu menghilang.
"Karena kamu hanya akan membuat pertikaian, sebaiknya aku hancurkan saja." ucap pria itu.
Pria itu hendak mengarahkan kekuatan pada pohon jiwa namun dia hentikan karena melihat sebuah jiwa di dalam pohon jiwa itu.
"Kau mengumpulkan harapan untuk membuat sebuah jiwa rupanya. Karena kau memiliki jiwa, aku tidak mungkin untuk menghancurkan kau. Sebaiknya aku menyimpan kau di dimensi lain." gumam pria itu.
Pria itu memasukkan pohon jiwa beserta bukitnya di dalam sebuah batu dimensi. Dia juga menyatukan jiwa pohon jiwa dengan batu dimensi itu sehingga jiwa itu dapat berkomunikasi dengan pemiliknya kelak.
"Aku berikan kau kemampuan untuk melihat jiwa seseorang. Kau hanya akan patuh pada jiwa yang bersih dari keserakahan." ucap pria itu.
"Terima kasih tuanku." ucap jiwa batu dimensi itu.
"Aku bukan tuan mu. Kau akan menemukan tuan yang pantas untuk memilikimu nanti." ucap pria itu lalu menghilang.
__ADS_1
Flashback off
"Setelah itu aku bertemu dengan pemilik pertamaku yang seorang wanita tua. Lalu setelah beliau ma*i aku menemukan pemilik lain hingga kini kau yang memiliki aku." ucap Silla mengakhiri ceritanya.
"Sebelum bertemu dengan aku, kau sudah memiliki berapa tuan?" tanya Ze.
"Aku sudah memiliki 3 tuan sebelumnya." jawab Silla.
"Bukankah kau bilang kalau kau sudah hidup selama beberapa abad?" tanya Ze.
"Iya lalu?" tanya balik Silla.
"Mengapa kau hanya memiliki 3 tuan? Bukankah seharusnya sudah beberapa generasi yang terlewat?" tanya Ze.
"Aku bukanlah batu dimensi yang dapat diwariskan. Aku memilih sendiri orang yang pantas untuk menjadi tuanku." jawab Silla.
"Apa kau sudah lupa bahwa orang yang memiliki keserakahan dalam jiwanya tidak mungkin dapat menjadi tuanku?" tanya Silla.
"Oh iya aku paham sekarang. Sangat sulit menemukan orang yang tidak memiliki sedikit keserakahan dalam hatinya." jawab Ze.
"Sebelum itu, aku harus memetik buah dari tumbuhan longsue dulu." ucap Ze yang segera memetik beberapa buah longsue yang dia butuhkan.
"Aku akan kembali." ucap Ze dan saat akan keluar dia ingat sesuatu.
"Adakah batu biasa yang bentuknya menyerupai batu dimensi ini?" tanya Ze.
"Untuk apa?" tanya Silla.
"Aku harus mengembalikan batu dimensi pada Ming hui itu agar dia tidak curiga. Aku juga tidak ingin memberikan batu dimensi yang asli padanya mengingat dia bukan pemilik aslinya." ucap Ze.
"Kau benar, kau ambil saja batu di tepi danau itu sambil memejamkan mata dan membayangkan bentuk dari batu dimensi ini." ucap Silla.
__ADS_1
Ze segera melakukan apa yang Silla katakan dan saat membuka mata Ze tersenyum melihat batu biasa yang bentuknya sama persis dengan bentuk batu dimensi.
"Aku tidak merasakan energi apapun dari batu biasa ini berbeda dengan batu dimensi asli yang sangat terasa energi alaminya. Apakah itu tidak masalah, mungkinkah Ming hui palsu itu dapat merasakan perbedaan itu juga dan akan curiga?" tanya Ze.
"Bahkan seluruh rekanmu dan hewan suci milikmu tidak dapat merasakan energi dari batu dimensi ini. Hanya orang tanpa keserakahan dan calon pemilik batu serta orang yang pernah masuk ke dalam batu dimensi yang dapat merasakan energi dari batu dimensi ini." jelas Silla.
"Baiklah aku tenang jika seperti itu." ucap Ze lalu melangkah ke luar dari batu dimensi membawa buah longsue dan batu dimensi palsu bersamanya.
Setibanya di luar Zili dan Hui tu menyambut Ze dengan tatapan penuh tanya.
"Batu dimensi ini sangat berbeda dari batu dimensi milikku sebelumnya. Dia dapat berkomunikasi dan dapat mengetahui isi hati seseorang." ucap Ze.
"Dapat berkomunikasi? Bagaimana itu bisa?" tanya Hui tu heran.
"Berarti itu batu dimensi buatan seorang abadi." ucap Zili.
"Benar sekali." saut Ze.
Ze menceritakan semua cerita terbentuknya batu dimensi itu yang dia dengar dari Silla pada Hui tu dan Zili.
"Aku penasaran siapa orang yang mencapai tingkat abadi sempurna itu." ucap Zili setelah mendengarkan cerita Ze.
"Tingkat abadi sempurna?" tanya Ze.
"Ya, hanya orang dengan tingkat abadi sempurna yang dapat membuat sebuah dimensi hanya dari sebuah batu biasa tidak hanya batu dimensi dia juga mampu menyatukan sebuah jiwa tanpa raga dengan dimensi itu." jawab Zili.
"Sudah pasti tingkat pencapaian orang itu adalah tingkat abadi sempurna. Sungguh tidak dapat dipercaya bahwa ada orang yang mampu melakukan hal ini." tambah Zili dengan wajah takjub.
"Mengapa tidak dapat dipercaya?" tanya Ze.
"Membuat sebuah dimensi adalah hal yang sangat sulit bahkan hampir mustahil. Hampir semua batu dimensi yang ada itu terbentuk sendiri karena kumpulan energi, harapan dan tekad dari semua mahluk di semesta ini. Itupun butuh waktu berabad-abad lamanya agar batu dimensi itu terbentuk sempurna."jelas Zili.
__ADS_1
"Tidak salah jika dikatakan bahwa orang dengan pencapaian abadi itu adalah Dewa." ucap Hui tu.
Selamat membaca