Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Kembali ke istana atas awan


__ADS_3

Aku ingin makan daging kelinci bakar dan sup ikan." ucap Ze sambil menatap suaminya.


"Baiklah, aku dan Huo nan akan mencari kelinci dan ikan untuk diolah sesuai keinginan sayangku." ucap Jin hu lalu mengecup kening Ze.


"Kak Jin hu memang yang paling baik." ucap Ze tersenyum.


"Mengapa jadi aku?" keluh Huo nan.


"Jadi kau tidak mau?" tanya Ze.


"Bukan, aku mau kakak ipar." ucap Huo nan gelagapan.


"Biar aku saja yang pergi mencari yang mulia." ucap Yang ruo.


"Kami bi....


"Kalian masih lelah dan butuh istirahat. Kalian sebaiknya istirahat saja sebelum kita melanjutkan perjalanan." ucap Ze.


Akhirnya Jin hu, Huo nan dan Yang ruo pergi mencari dan menangkap ikan juga kelinci untuk diolah sesuai keinginan Ze. Mereka datang dengan hewan buruan bertepatan saat Hui tu tiba membawa sebuah kereta yang cukup besar untuk membawa rombongan dari keluarga Ouyang itu ikut dalam perjalanan menuju istana atas awan.


"Wah kau dapat di mana kereta besar dan masih terlihat baru seperti itu kakek tua?" tanya Ze.


"Kebetulan di pinggir hutan ini ada sebuah desa yang cukup ramai dan bahkan ada tempat pembuatan kereta. Kebetulannya lagi, tempat itu baru selesai membuat 3 kereta besar pesanan orang yang beruntung untuk kita adalah satu dari pesanan itu dibatalkan karena yang memesan mendapatkan musibah." jelas Hui tu.


"Banyak sekali Kebetulannya." ucap Huo nan.


"Biarkan kami yang mengolahnya pangeran." ucap salah satu dari pengasuh itu karena bayi yang mereka jaga telah terlelap di atas kain tebal pemberian Ze dijaga pengasuh yang lainnya.


"Tidak, biarkan suamiku yang mengolahnya. Atau kalian olah beberapa dan biarkan suamiku yang mengolah bagian kami." ucap Ze .


"Berarti kita mendapatkan keberuntungan dari kemalangan orang lain?" tanya Huo nan setelah memberikan kelinci yang dia bawa kepada pengasuh itu.


"Kau ingin aku mengolah yang mana sayang?" tanya Jin hu.


Di belakangnya ada Yang ruo tengah membawa ikan yang sudah selesai dibersihkan dan siap dimasak.

__ADS_1


"Buatkan aku sup ikan saja. Tiba-tiba aku tidak tega untuk memakan kelinci melihat mereka begitu menggemaskan." jawab Ze.


"Baik, tunggu sebentar aku akan memasak sup untukmu." ucap Jin hu lalu mengambil ikan dari tangan Yang ruo setelah mencium kening Ze tentunya.


"Enak saja, aku tidak mengambil keuntungan dari kemalangan orang lain. Aku bahkan membuat mereka senang karena aku menggantikan 10 kali dari uang muka yang mereka keluarkan yang seharusnya karena mereka yang membatalkan pesanan, maka uang muka akan hangus." ucap Hui tu tidak terima dengan ucapan Huo nan.


"Mengapa kau tiba-tiba menjadi sangat loyal kakek tua?" tanya Ze.


"Kereta itu dipesan oleh seorang kepala desa untuk membawa warga desanya yang ingin menjual hasil panen mereka ke kota. Tapi, desa mereka tiba-tiba mengalami masalah yang kepala desa itu tidak ingin menceritakan pada orang lain. Karena itu aku tidak tega dan membantu." ucap Hui tu.


"Sudahlah, beberapa puluh ribu keping emas tidak akan membuat dirimu miskin kakek tua. Jadi, anggap saja kau membantu agar hidupmu kedepannya lebih baik dan tujuanmu segera tercapai." ucap Ze.


"Aku tidak keluar sampai sebanyak itu juga wanita bodoh. Aku hanya keluar sekitar 3000 keping emas termasuk untuk kepala desa itu." ucap Hui tu.


"Murah sekali." ucap Ze.


Para pengawal dan pengasuh bayi itu tertegun mendengar angka 3 ribu keping emas sebagai angka sedikit terlebih hanya untuk kereta yang walaupun besar tapi bahan dan bentuknya sederhana.


"Apakah uang mereka sudah tidak terhitung jumlahnya sehingga angka 3 ribu keping emas di sebut murah?" batin salah satu dari mereka.


"Mereka sungguh luar biasa. Bahkan tuan besar keluarga Ouyang yang merupakan salah satu dari 3 keluarga terkaya di kerajaan matahari itu, masih berpikir untuk mengeluarkan 1000 keping emas untuk sekali belanja dan mereka menyebut angka 3 ribu keping emas dengan kata hanya dan masih disebut angka murah." batin Yung.


"Apakah 3000 keping emas itu termasuk angka yang besar sehingga mereka memasang wajah seperti itu?" tanya Ze dengan berbisik karena mendengarkan suara hati dari para penjaga itu.


"Wanita bodoh, bagimu keping emas bukanlah barang istimewa yang tidak perduli kau akan keluarkan berapa banyak kekayaan yang kau miliki tidak akan terpengaruh. Tapi, bagi mereka yang mengejar beberapa koin emas bahkan koin perak hingga perunggu setiap hari dengan bersusah payah, angka 3 ribu keping emas adalah angka luar biasa." jawab Hui tu.


"Benar kata Hui tu kakak ipar. Bahkan aku yang merupakan putra mahkota kerajaan Beicheng yang tidak terlalu kecil pun masih berpikir untuk menggunakan angka sebesar itu hanya untuk hal yang tidak sepadan sebelum bertemu kakak ipar yang sangat dermawan." jelas Huo nan.


"Kau masih harus memikirkan jumlah sekec.... eh jumlah seperti itu untuk berbelanja sedangkan batu sejati dan pil yang aku berikan untuk dirimu melebihi berpuluh kali harga itu." ucap Ze.


"Kan aku bilang sebelum bertemu denganmu kakak ipar. Untuk sekarang angka itu bukan lagi hal yang perlu aku pedulikan." ucap Huo nan.


"Sup ikan pesananmu telah siap istriku." ucap Jin hu menghentikan pembicaraan mereka.


"Apakah masih ada sisanya kakak ke 2?" tanya Huo nan.

__ADS_1


"Sup buatanku hanya untuk aku dan istriku. Kau makan sup yang dibuat mereka dan daging kelinci bakar saja." jawab Jin hu membuat Huo nan kesal.


"Aku juga ingin mencoba sup ikan buatanmu kakak ke 2." ucap Huo nan.


"Aku hanya memasak untuk istriku." ucap Jin hu.


"Percuma kau memohon sekalipun dia tidak akan memberikan sesuap sup pun untuk dirimu." ucap Hui tu.


"Mereka pasangan yang sangat serasi." ucap pengasuh yang sedang menyiapkan makanan yang dia masak.


"Jangan terlalu kagum pada mereka. Nanti juga kalian akan jenuh bahkan muak melihat kemesraan mereka selama perjalanan ini." ucap Huo nan kesal.


Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju istana atas awan. Semua kelompok penjaga keluarga Ouyang berada di dalam kereta yang dibeli Hui tu.


"Aku akan menyelidiki masalah pengikut iblis itu sendiri sementara kalian kembali ke istana atas awan." ucap Hui tu.


"Tidak, itu sangat berbahaya jika ditangani seorang diri saja." tolak Ze.


"Aku hanya akan mencari tahu tentang mereka sambil mengawasi gerak gerik mereka. Aku tidak akan bertindak sebelum kalian datang." ucap Hui tu.


"Ada baiknya juga seperti itu. Kita dapat dengan mudah mengambil langkah mengatasi mereka jika sudah tahu semua tentang mereka sebelum menangani mereka." ucap Huo nan.


"Baiklah, kau boleh pergi lebih dulu. Tapi, jangan gegabah dan hati-hati. Aku tidak ingin hal buruk terjadi pada kakek tua seperti dirimu." ucap Ze akhirnya setuju.


"Baik, aku akan berhati-hati. Tolong jaga Yang ruo selama aku pergi." ucap Hui tu.


"Tenang saja kakek tua, keluarga dari orang yang kami anggap keluarga adalah keluarga kami juga. Tanpa kau pinta pun aku akan menjaga dia." ucap Ze.


"Aku pergi." ucap Hui tu lalu melompat turun dari kereta.


Huo nan segera duduk di luar setelah Hui tu pergi. Dia setidaknya merasa bebas dari beban setelah bisa tidak lagi satu ruangan dengan pasangan yang selalu kasmaran itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf karena author kembali jarang up. Kondisi kesehatan author yang kembali menurun membuat author terpaksa menunda up selama beberapa hari.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2