
Raja Kai tersenyum penuh arti membayangkan jika nanti rencananya akan berhasil.
"Aku dapat memiliki wanita secantik Dewi itu di sisiku jika rencana ini berhasil. Aku bahkan rela memberikan semua selirku untuk Jin hu itu agar dapat memiliki wanitanya." batin Raja Kai.
"Ayahanda....." panggil putri Rou ruan yang kesal karena ayahnya tidak menjawab pertanyaannya justru hanya terdiam melamun di depannya sambil tersenyum mencurigakan.
"Ah ada apa Ruan ruan?" tanya Raja Kai yang tersentak dari khayalannya.
"Ayahanda bukannya menjawab aku malah melamun sambil tersenyum aneh seperti itu ada apa?" tanya putri Rou ruan curiga.
"Ayah hanya membayangkan saat rencana itu berhasil." jawab Raja Kai lalu mencoba menetralkan kembali raut wajahnya.
"Memangnya apa rencana baru ayah dan paman Hong yang dapat dipastikan tidak akan kembali gagal?" tanya putri Rou ruan.
"Kau tahu sendiri bukan bahwa standar kompetisi alkemis di negeri kita itu sangat tinggi untuk para calon pesertanya?" tanya Raja Kai.
"Tentu saja." jawab putri Rou ruan.
"Tapi, apa hubungannya itu dengan rencana ayah?" tanya putri Rou ruan.
"Untuk menjadi tamu kehormatan jika Jin hu tidak membawa seorang peserta yang pantas untuk mengikuti kompetisi itu, sama halnya mempermalukan diri sendiri. Sedangkan di negerinya dan kerajaan sekitarnya selain grand master Ji yang misterius yang ayah pun belum pernah bertemu dengannya, tidak ada lagi alkemis yang mencapai tingkat 4."jawab Raja Kai.
Putri Rou ruan mulai serius menyimak penjelasan ayahnya yang garis besarnya sudah dia tahu tujuannya.
"Karena negeri mereka tidak pernah ikut serta dalam kompetisi itu, mereka tidak akan tahu peraturan juga standar yang berlaku. Dia bisa saja atau bahkan pasti akan membawa alkemis yang tidak masuk standar sama sekali. Untuk menutup rasa malunya kita akan menawarkan dirimu sebagai peserta kompetisi mewakili istana atas awan. Untuk dapat mewakili mereka kamu tentu harus menjadi bagian dari istana atas awan dengan menikahi raja mereka." tambahnya.
"Ayahanda jenius. Walaupun mereka menemukan grand master Ji itu, mereka tidak dapat meminta bantuan karena kompetisi alkemis ini hanya menerima generasi muda sebagai peserta. Aku yakin rencana ini pasti berhasil. Wanita rendahan itu juga akan ikut menyaksikan bagaimana aku merebut kak Jin hu dan sadar bahwa hanya aku yang pantas menjadi istri kak Jin hu." ucap putri Rou ruan dengan wajah berbinar bahagia.
__ADS_1
"Aku juga dapat memiliki wanita cantik itu sebagai wanitaku. Putriku tentu tidak akan menolak bukan mengingat aku membantu dia memiliki pria impiannya." batin Raja Kai penuh dengan rasa bahagia.
...----------------...
Ze mengeluarkan master Tang dari batu dimensi sebelum turun dari kereta sebelumnya tapi dua orang tua itu tidak keluar saat Raja Kai masih ada di sana. Beliau segera keluar setelah kereta Raja Kai tidak lagi terlihat.
Mereka berbincang sebentar lalu berpisah dengan kegiatan masing-masing. Ze dan Jin hu kembali ke kamar mereka karena Jin hu sudah menggendongnya tanpa aba-aba menuju kamarnya.
"Kau lama sekali perginya." keluh Jin hu setelah mereka berada di dalam kamar.
"Ayolah, aku hanya 3 hari pergi dari mana bisa ada muncul kata lama sekali." ucap Ze.
"Itu sudah sangat lama sayangku. Aku sangat merindukanmu." saut Jin hu.
"Apakah terjadi sesuatu selama aku pergi? Kau tidak tergoda oleh gadis yang Raja Kai itu bawa bukan?" tanya Ze berniat menggoda suaminya.
Jin hu meletakkan istrinya di atas tempat tidur lalu ikut berbaring di sebelahnya.
"Aku hanya bercanda. Aku percaya bahwa suamiku tidak akan pernah bisa mengkhianati aku." ucap Ze lalu memeluk tubuh suaminya yang berbaring menghadap ke arahnya.
"Tidurlah, aku tahu kau pasti kurang istirahat selama perjalanan menjemput guru Tang." ucap Jin hu sambil mengusap sayang kepala Ze lalu mendaratkan kecupan di pucuk kepalanya.
"Kau tidak ada yang harus dikerjakan?" tanya Ze.
"Aku hanya ingin memeluk isteriku hari ini. Aku merindukanmu dan menginginkan dirimu tapi kau pasti lelah jadi istirahat pejamkan matamu sebelum aku berubah pikiran dan kau tidak akan bisa tidur lagi untuk waktu lama." jawab Jin hu membuat Ze segera menutup matanya.
Mereka berdua akhirnya terlelap dalam posisi saling berpelukan. Selama beberapa hari Ze pergi Jin hu tidak pernah bisa tidur nyenyak membuatnya langsung terlelap saat Ze sudah terlelap dalam pelukannya.
__ADS_1
...----------------...
"Apakah kalian sudah lebih baik sekarang?" tanya Ji liu ku pada kedua master Tang.
"Kami sudah sangat baik guru. Semua berkat Ze yang berusaha keras membantu kami." sahut Tang Hui bi.
Saat ini Master Tang, Hui tu dan ular api berada di dalam kediaman tempat Liu ku yang disediakan oleh Jin hu di dalam istana atas awan.
"Yang kami belum tahu adalah siapa yang berhasil memasuki tabir dan memaksa master Tang meminum racun pembusuk itu." saut ular api.
"Dari ucapannya terakhir, dia memang menargetkan Ze agar Ze tidak lebih kuat lagi. Selebihnya kami tidak tahu karena tubuh orang itu tiba-tiba menghilang setelah mengatakan tujuan nya itu." ucap Tang biu hu.
"Kalian beristirahat saja. Aku tahu kalian masih butuh lebih banyak waktu istirahat untuk saat ini karena kondisi tubuh kalian yang masih belum sempurna pulih." ucap Liu ku.
"Baik guru." saut mereka lalu pergi ke salah satu kamar yang ada di dalam kediaman itu.
"Sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik di luar istana ini. Tapi, istana ini masih harus diawasi dengan ketat mengingat para tetua dan pejabat yang tidak tahu diri itu masih belum ditangani." ucap Liu ku saat master Tang sudah tidak di ruangan itu.
"Pertunjukan apa?" tanya Hui tu.
Ular api menceritakan tentang Raja Kai dan rencana yang orang itu sedang lakukan. Dibantu Liu ku sesekali ikut bercerita tentang rencana dia dan Jin hu untuk membuat Raja Kai tidak berkutik lagi.
"Ada-ada saja orang yang ingin menjadi hiburan buat Ze. Dia tidak tahu saja bahwa berhadapan dengan ratu iblis berwajah Dewi." ucap Hui tu.
"Enak saja kau mengatakan bahwa putriku adalah ratu iblis." protes Liu ku.
"Bukankah benar jika putrimu itu sudah murka dia akan menjadi seperti iblis bahkan lebih mengerikan dari iblis itu sendiri? Bahkan kemarin dia memusnahkan 4 ekor ular siluman ular yang berasal dari dunia atas karena murka. Hampir sepertiga dari klan Song juga ikut musnah dalam pertarungan itu dan dia bertekad akan menghapus seluruh klan itu tanpa terkecuali." ucap Hui tu membenarkan ucapannya.
__ADS_1