
Apakah sehebat itu?" ucap Ze takjub.
"Keberuntungan dirimu memang sudah melebihi batas normal. Kau bahkan selalu mendapatkan yang terbaik secara tidak sengaja." ucap Silla.
"Yah, aku sendiri bahkan tidak percaya kalau memiliki keberuntungan yang luar biasa. " ucap Ze.
"Aku keluar dulu. Aku akan membiarkan pedang naga phoenix di dalam sini agar kau memiliki teman bicara dan agar kalian dapat mengenang masa lalu kalian." ucap Ze.
Ze keluar dari batu dimensi dengan pikiran yang masih ke arah cerita roh pedang dan Silla.
"Apa yang sedang mengganggu pikiranmu sayang?" tanya Jin hu.
"Tidak ada hal penting. Hanya saja, Silla menceritakan padaku sebuah cerita yang sedikit mengganjal di pikiranku." jawab Ze.
"Cerita tentang apa?" tanya Jin hu.
"Hanya tentang semesta yang jauh lebih luas dari yang kita ketahui. Bahkan kekuatan kita hanya layaknya seekor semut di hadapan kekuatan semesta yang sebenarnya." jawab Ze.
Ze hanya menceritakan sebagian dari kisah yang dia dengar. Dia sengaja menceritakan tentang kekuatan yang dianggap kecil agar yang lain percaya karena yang mereka tahu, Ze selalu berusaha untuk menjadi paling kuat agar dirinya juga keluarga yang dia lindungi tidak tertindas kekuatan lain.
"Aku akan bertapa beberapa saat di dalam batu dimensi. Aku harus segera menguasai jurus segel tahap kedua agar masalah segel pada tubuh Jin hu dapat segera teratasi." ucap Ze.
"Jangan terlalu memaksakan diri, sayang." ucap Jin hu.
"Ya, kau masih lelah pasti setelah melawan sekte sesat itu. Kau harus memperhatikan kesehatan dirimu juga." ucap Hui tu.
"Aku memang berencana untuk istirahat sejenak lalu berlatih. Kalian tahu sendiri jika aku istirahat di luar batu dimensi, waktu yang terbuang sangat banyak sedang jika di dalam batu dimensi, aku bisa beristirahat cukup dan bisa berlatih juga tanpa menggunakan waktu yang terlalu lama." jelas Ze.
__ADS_1
"Kalau itu aku setuju. Kau lebih memiliki waktu untuk istirahat jika di dalam batu dimensi." ucap Hui tu.
"Kalian harus selalu waspada. Aku tidak ingin saat aku keluar dari batu dimensi ada lagi diantara kalian yang akan terluka." ucap Ze.
"Kau tidak perlu khawatir. Kami akan lebih waspada dan tidak akan mudah terluka." ucap Hui tu.
"Kalau begitu aku akan ikut berjaga di luar sini agar kau lebih tenang lagi beristirahat." ucap Jin hu.
Jin hu mengecup kening Ze cukup lama sebelum Ze memasuki batu dimensi. Ze hanya duduk termenung sesaat setelah berada di dalam batu dimensi.
"Jika tebakanku ini benar, kemungkinan besar Jin hu adalah reinkarnasi dari kaisar dewa cahaya yang sangat kuat itu mengingat baru sebentar saja aku menghilangkan efek terburuk dari segel pada tubuhnya kekuatannya sudah berkembang pesat bahkan hanya dengan bertapa di dunia bawah." gumam Ze.
"Tapi, bukankah dia memiliki ikatan emosional dengan dewi pelindung semesta? Apakah itu artinya jika ingatannya kembali, dia bisa saja melupakan aku atau jika tidak, dia bisa saja lebih memilih mencari cinta jutaan tahunnya itu." gumam Ze lagi dengan wajah sendu.
Ze kemudian mengingat kembali waktu bersama Jin hu yang telah mereka lewati. Saat pertama mereka bertemu, saat Jin hu bersikap konyol, perhatian-perhatian kecil yang manis, hingga saat Jin hu rela mengorbankan hidupnya untuk keselamatan dari Ze.
"Tidak, walaupun dia adalah reinkarnasi dari kaisar dewa cahaya dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dewi pelindung semesta, itu hanya terjadi pada tubuh dan kehidupan yang berbeda. Untuk kehidupan sekarang ini, Jin hu telah memilih aku dan tulus mencintai aku. Jika benar cintanya tulus seperti apa yang aku percaya dalam hatiku, tidak perduli apapun yang terjadi dia tidak akan pernah meninggalkan aku demi apapun itu." ucap Ze yakin.
Setelah cukup lama tidur, Ze bangun dengan tubuh yang lebih segar karena sudah cukup istirahat.
"Sebaiknya aku membersihkan diri dulu lalu berlatih jurus penghancur segel tahap kedua itu. " putus Ze.
Di tengah-tengah sesi latihan Ze, Hui tu memanggilnya melalui telepati membuat Ze segera keluar dari batu dimensi.
"Wanita bodoh, jika kau dengar segera keluar dan bantu kami yang sedang kewalahan di sini." ucap Hui tu.
Ze segera keluar tanpa menjawab lagi panggilan Hui tu. Setelah Ze berada di luar ternyata ada serangan dari beberapa mahluk aneh dan bentuk mahluk itu menyerupai bentuk dari wujud iblis pemimpin sekte sesat yang dia sebelumnya bu*uh.
__ADS_1
Ze keluar dari kereta dengan tangan yang sudah memegang pedang yang dia bentuk dari energi miliknya. Ze segera memenggal kepala mahluk yang hampir menggigit Huo nan yang tersungkur karena mendapatkan serangan dari mahluk itu.
"Sepertinya aku cukup familiar dengan cara bertahan mahluk itu." ucap Hui tu setelah melihat mahluk yang masih hidup berubah menjadi lebih besar dan kuat.
"Mahluk menjijikkan yang akan semakin kuat setelah rekannya mati yang pernah kita lawan di dalam tabir pertama istana atas awan sama dengan metode ini." ucap Ze.
"Tapi, tubuh mereka tidak menyatu kembali setelah di tebas seperti mahluk itu." ucap Jin hu.
"Biarkan kekuatan mereka berkumpul pada satu ekor saja dari mereka lalu biarkan aku membantu menyingkirkan mahluk itu." terdengar suara roh pedang.
"Keberadaan dirimu seharusnya tidak terlalu diekspos mengingat kemampuan yang aku punya masih terlalu rendah. Tidak baik menggunakan dirimu terlalu sering." tolak Ze.
"Aku akan melakukan dengan cepat dan kau tidak perlu menyentuh diriku. Aku memiliki kesadaran sendiri asal kau memberikan ijin agar aku bergerak." ucap roh pedang.
"Baiklah, tapi mengapa harus dibiarkan menjadi satu ekor yang tersisa?" tanya Ze.
"Saat mahluk itu menjadi paling kuat, tubuhnya memiliki inti kehidupan binatang yang sangat berharga. Kau membutuhkan itu untuk mencapai tingkat kultivasi yang lebih tinggi nantinya." jawab roh pedang.
"Baik, aku percaya padamu." ucap Ze lalu segera menghantam 2 dari mahluk itu hingga kepalanya hancur.
"Kita harus menghabisi mahluk yang tersisa satu kali serangan.Jika tidak, kita bisa celaka." ucap Hui tu.
"Biarkan aku yang mengatasi 2 dari mereka dan kalian masing-masing 1." ucap Zili.
"Tidak, biar aku menangani 2 kau dua dan biarkan kakek Hui tu dan kak Jin hu menangani masing-masing 1 karena Huo nan tidak cukup mampu menghadapi kekuatan mereka biarkan dia istirahat saja." ucap Ze.
"Baiklah, sesuai ucapan anda." ucap Zili.
__ADS_1
Ze dan Zili dapat dengan mudah menyingkirkan mahluk yang mereka lawan dalam waktu yang hampir bersamaan. Jin hu diluar perkiraan yang lainnya kecuali Ze yang tahu tingkat kultivasi Jin hu, menyingkirkan mahluk yang menjadi bagiannya lebih cepat dari Hui tu membuat mahluk bagian Hui tu menjadi semakin kuat bahkan tidak mudah untuk mereka lawan.
Saat mereka bersiap untuk melawan mahluk yang sangat kuat itu bersama-sama, tiba-tiba sebuah cahaya ungu menghantam tubuh mahluk itu dengan sangat cepat hingga tubuhnya tepotong-potong menjadi beberapa bagian.