
Ze melihat ada dua kubu di depan sana yang saling berhadapan. Satu kubu adalah bagian dari para mahluk berkulit merah itu dan kubu lainnya terdiri dari kelompok Jin hu.
Jin hu dan kelompoknya masih berada di dalam tabir dengan pakaian lengkap seorang ksatria yang akan berperang. Para mahluk merah itu berdiri di luar tabir pelindung. Beberapa dari mereka yang berdiri di barisan depan menggunakan pakaian tempur dan tubuh mereka jauh berbeda dari manusia pada umumnya.
Tubuh mereka yang mengenakan pakaian perang jauh lebih besar dengan tinggi badan dua kali lipat orang normal. Ada seorang yang tampak seperti ketua mereka dengan tubuh yang jauh lebih besar lagi dari yang lainnya.
Mahluk yang lebih besar itu memiliki warna kulit hitam legam dengan beberapa corak merah darah hanya pada wajahnya. Taring yang lebih panjang, memiliki tanduk melingkar, matanya terlihat seperti kobaran api, mulutnya saat terbuka berwarna merah dengan gigi tajam.
"Siapa orang-orang itu?" tanya ular api.
"Mereka yang berada di baris depan bukanlah manusia. Mereka mahluk lain yang serupa dengan iblis mungkin juga mereka adalah iblis itu." ucap Ze.
"Apa yang akan mereka lakukan? Apakah berusaha untuk menerobos tabir pelindung istana atas awan?" tanya ular api.
"Mereka bukan hanya ingin menerobos tapi, mereka ingin merusak tabir itu." ucap Ze.
Ze sedikit menggunakan kekuatan mata dewa miliknya sebentar untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata dia melihat tabir pertama istana atas awan sudah mulai retak.
Ze tidak berani menggunakan mata dewa terlalu lama takut akan membuat tubuhnya lemah dan tidak dapat ikut bertarung membantu suaminya saat waktu bertarung tiba.
"Mengapa kelompok tuan Jin hu hanya diam menyaksikan apa yang terjadi di depan mereka?" tanya ular api saat melihat tubuh beberapa orang normal yang di seret ke depan pemimpin mahluk itu.
"Mereka tidak bisa keluar dari tabir karena ada kekuatan yang menghalanginya untuk keluar. Mereka berdiri di sana untuk bersiap melawan jika tabir pelindung rusak." jawab Ze.
Pemimpin mahluk itu mengucapkan mantra lalu mengg*rok leher orang yang berdiri di depannya dengan pisau yang dia bacakan mantra tadi setelah itu tubuh bergetar orang itu terangkat sendirinya hingga posisi darah yang keluar dari leher orang itu tepat di atas mulut pemimpin mahluk itu yang sedang menganga sambil menengok ke atas.
Tubuh orang yang jadi korban mahluk itu terus bergetar hebat tidak lama setelah itu tubuh itu tidak lagi bergerak. Saat darah tidak lagi menetes dari leher orang itu, tubuhnya kembali ke tanah namun dalam posisi berdiri seolah dia masih bernyawa.
__ADS_1
"Ha ha ha ha......" suara tawa menggelegar keluar dari mulut pemimpin mahluk itu.
Beberapa mahluk merah maju ke depan setelah sang pemimpin mengucapkan sesuatu seperti nada memerintah dengan bahasa yang sangat asing di telinga Ze.
"Seharusnya aku membawa serta Hui tu. Dia setidaknya tahu sedikit soal bahasa suku iblis. Karena bahasa mereka hampir sama dengan mantra para pengikut iblis yang kami musnahkan sebelumnya." batin Ze.
Ze menunduk saat melihat ternyata para mahluk merah itu disuruh untuk membuka seluruh pakaiannya yang melekat pada tubuh orang yang sudah mati itu.
Tiba-tiba mahluk itu menyemburkan sesuatu ke arah tubuh mati yang masih berdiri di depannya itu. Dia menyemburkan cairan yang tampak seperti darah hingga membuat tubuh mati itu berubah warna seperti mahluk merah yang pertama Ze dan ular api lihat.
Setelah itu mahluk itu meniupkan asap berwarna hitam pekat yang langsung masuk ke dalam tubuh mati itu melalui hidung, mulut dan telinganya. Setelah itu, tubuh itu mulai membuka mata dan taring juga tanduk kecil perlahan muncul di mulut juga kepalanya.
"Ternyata anda benar nyonya Jin. Mahluk merah itu ternyata memang manusia yang diubah menjadi seperti mahluk lain." ucap ular api.
"Tapi, jika mereka memang sudah mati, mengapa aku masih dapat merasakan detak jantung juga hembusan napas mereka?" gumam Ze.
"Ada apa nyonya?" tanya ular api.
"Lihatlah para mahluk atas tanah. Posisi kami dibawah tanah namun lebih kuat dari kalian para mahluk yang hidup di atas kami. Sedangkan kalian, mahluk dunia di atas kalian lebih kuat dari kalian. Kalian sungguh mahluk paling lemah." ucap pemimpin mahluk itu.
Suaranya terdengar begitu kuat dan menggelegar hingga mengguncang tanah sekitarnya.
"Ha ha ha ha."
"Aku akan menembus semua tempat istimewa dan suci kalian yang katanya tidak dapat dimasuki oleh sembarangan orang. Mahluk dunia bawah tanah akan menduduki dunia manusia dengan manusia sebagai budaknya." ucapnya lagi.
"Apakah mahluk itu jauh lebih kuat dari kita nyonya?" tanya ular api melihat hanya dengan suara tertawanya saja tanah sudah bergetar.
__ADS_1
"Mereka tidak jauh lebih kuat dari kita berdua hanya saja, jumlah mereka sangat jauh lebih banyak dari kita." jawab Ze.
"Bersiaplah untuk bergerak cepat ke arah tabir karena aku akan membuka tabir yang mereka buat agar Jin hu dan kelompoknya tidak dapat keluar dari lingkaran tabir untuk menghentikan mereka menghancurkan tabir pelindung istana atas awan." ucap Ze.
"Ingat untuk menyeimbangkan kecepatan dengan aku karena aku hanya mampu membuka sebentar saja tabir itu." ucap Ze.
"Baik nyonya Jin." saut Ular api.
"Kita harus bergabung dengan yang lain agar dapat menyusun rencana melawan mahluk itu." ucap Ze.
"Sambil bergerak coba lukai berapapun mahluk merah yang kau mampu lukai dengan belati ini." ucap Ze sembari memberikan sebuah belati yang telah Ze berikan beberapa racun pada ular api.
"Baik putri." saut ular api.
"Ingat...! Hanya yang mampu kau dapat dan jangan memaksa untuk dapat melukai lebih banyak lagi dari mereka. Kau harus bergerak cepat bersamaku agar dapat masuk ke dalam tabir istana atas awan." ucap Ze.
"Kita akan bergerak dari sebelah kiri dan hindari mahluk dengan tubuh lebih besar itu karena kita belum tahu pasti kekuatan mereka." tambahnya.
"Baik nyonya Jin." saut Ular api.
"Sekarang." ucap Ze dan mereka segera bergerak cepat ke depan dari belakan di sisi kiri rombongan mahluk merah.
"Sret sret sret." Ze dan ular api berhasil melukai beberapa mahluk merah itu tanpa mahluk itu mampu untuk mengelak karena gerakan mereka yang sangat lincah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ze kembali beraksi dengan aksi yang sedikit lebih ekstrim. Apakah seru atau ada lagi yang kurang suka?
__ADS_1
Banyak komen yang menyebutkan tentang jiwa psikopat mereka meronta karena baca novel ini. Makasih loh ya, asal jangan sampe author di tuding seorang psikopat lagi gara-gara buat novel ini. (Canda gengs)
Selamat membaca dan komen yang seru napa biar author semangat buat nulis lanjutannya 😁