Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tes darah lagi


__ADS_3

Bukankah dia sudah mengatakan akan membantu mereka mengetes hubungan darah antara Yang ruo dan Lu ruo? Sudah pasti dia akan membuat sesuatu yang berkaitan dengan itu. Untuk apa kau bertanya lagi." ucap Hui tu.


"Aku hanya ingin menanyakan nama dari ramuan pengetes darah itu." ucap Huo nan.


"Cairan darah keturunan." ucap Ze.


"Oh." ucap Huo nan.


Ze fokus memasukkan dan menumbuk beberapa bahan ke dalam lesung kayu kecil di depannya membuat semua orang diam menyaksikan apa yang dia lakukan tanpa berani bertanya lagi terutama Huo nan. Setelah selesai Ze menyaring hasil tumbukan bahan itu menggunakan kain lalu membagi cairan itu dalam beberapa wadah.


Ze tersenyum melihat beberapa wadah yang terisi cairan itu lalu menatap Yang ruo.


"Aku akan mengetes cairan ini dengan dua orang yang sudah pasti tidak memiliki hubungan darah dengan dua orang yang sudah pasti memiliki hubungan darah." ucap Ze.


"Huo nan dan Hui tu, teteskan darah kalian ke dalam wadah ini." ucap Ze yang segera dilakukan mereka berdua.


Saat darah Huo nan masuk ke dalam wadah, cairan di dalamnya berubah menjadi merah kehijauan. Tapi, saat Hui tu meneteskan darah pada pada wadah yang sama, cairan di dalamnya berubah menjadi berwarna hitam.


"Siapa yang seharusnya dipanggil untuk tes hubungan darah yang sudah pasti sedarah?" tanya Huo nan.


"Biarkan aku dan putriku saja." ucap seorang wanita sambil menggenggam tangan putrinya dan tersenyum.


"Iya, aku rela menjadi percobaan untuk membantu kakak Yang ruo menemukan kebenaran." ucap gadis itu.


"Terima kasih bibi Kim terima kasih Dai dai." ucap tulus Yang ruo.


"Tidak perlu berterima kasih kak Yang ruo, kita adalah keluarga apapun hasilnya." ucap Dai dai dijawab anggukan kepala ibunya sambil tersenyum tulus.


"Ternyata masih ada ketulusan dalam keluarga Si ini." gumam Ze.


Mereka meneteskan darah pada wadah lain. Cairan di dalamnya berubah menjadi merah darah saat Dai dai meneteskan darah pada pada wadah yang sama yang ibunya teteskan darah.


"Sekarang kalian lihat sendiri reaksi cairan ini bukan?" tanya Ze membuat semua orang mengangguk serempak.

__ADS_1


"Sekarang silahkan Yang ruo dan tuan Lu ruo meneteskan darah pada wadah ini." ucap Ze sambil memajukan sebuah wadah berisi cairan pengetes darah keturunan buatannya itu.


Dengan yakin Yang ruo meneteskan darah pada wadah itu dan disusul oleh tuan Lu ruo. Cairan di dalamnya berubah menjadi merah darah membuat Yang ruo tersenyum getir mengingat betapa ibunya telah disalahkan atas kesalahan yang tidak dia lakukan. Tuan Lu ruo menangis meraung sambil mengucapkan kata maaf pada mendiang istrinya.


Dia memukul dadanya yang terasa sesak karena mengingat apa yang telah dia lakukan pada ibu Yang ruo setelah tes darah yang salah itu dia lakukan pada bayi Yang ruo.


"Berhenti menyebutkan nama ibuku. Walaupun kau meraung hingga muntah darah sekalipun ibuku tidak akan hidup kembali dan penderitaan yang diterimanya tidak akan terhapus." ucap dingin Yang ruo.


"Tes itu pasti palsu. I itu tidak mung....


"Plak." sebuah tamparan menghentikan protes nyonya Li jin.


"Kau tidak puas telah menipu dengan kebenaran palsu selama bertahun-tahun dan masih ingin mengucapkan kata-kata tidak berguna?" bentak ibu dari Dai dai setelah menampar pipi nyonya Li jin.


"Kau berani menampar aku?" ucap kesal nyonya Li jin.


"Kau telah membuat hidup saudariku menderita sebelum kematiannya. Memfitnah dan masih berani meracuni putranya. Bagian mana yang membuat aku tidak berani menampar dirimu?" ucap nyonya Kim.


Nyonya Kim dan ibu Yang ruo sebenarnya tidak memiliki hubungan darah tapi kedekatan dan kekompakan mereka seperti seorang saudara. Karena itu dia selalu membantu Yang ruo selama ini setelah ibunya meninggal.


"Apa maksudmu?" tanya nyonya Li jin.


"Putramu juga harus dites apakah dia benar keturunan keluarga Si atau bukan." jawab Ze santai.


"Putraku adalah keturunan asli keluarga Si. Untuk apa lagi mengujinya?" tolak nyonya Li jin.


"Mengapa tidak, bahkan kau hamil sebelum sah menjadi selir dari Lu ruo. Kau datang dengan perut buncit saat Lian yang tengah hamil tua waktu itu. Apa yang menjamin bahwa kau hamil putra Lu ruo?" ucap nyonya Kim.


"Cih ternyata wanita penghancur rumah tangga." gumam Ze.


"Tapi, suamiku adalah yang pertama dan satu-satunya melakukan hal itu padaku." bantah nyonya Li jin.


"Siapa yang bisa jamin sedangkan kau berani berhubungan sebelum menikah dengan pria beristri dan membawa perut buncit ke dalam keluarga ini." ucap sinis nyonya Kim.

__ADS_1


"Aku suka karakter nyonya Kim ini." ucap Ze pada Hui tu tentunya melalui telepati.


"Hm, dia baik hati dan cerdas." saut Hui tu.


"Sudahlah kakak ipar, Yue jin memang putraku walaupun aku melakukannya karena mabuk waktu itu, aku memang yang pertama melakukan itu padanya." ucap tuan Lu ruo yang sudah lebih tenang.


"Tidak, biar bagaimanapun kita harus bersikap adil terhadap Yang ruo. Dia dicurigai selama bertahun-tahun olehmu dan kau melepaskan Yue jin hanya karena selama ini kau tidak melihat satupun kesalahan yang diperbuat oleh Li jin." ucap nyonya Kim.


"Apa yang Min si katakan itu benar. Kau harus adil terhadap putramu walaupun kau tidak perduli pada salah satu dari mereka." ucap tuan Yok ji.


"Bagaimana bisa aku tidak perduli dengan putraku kak.....


"Sebelumnya kau pasti sudah tahu masalah racun itu dan kau diam saja karena tidak menganggap putramu itu ada bukan." ucap Hui tu.


"Itu karena....


"Karena kau tidak tahu status dia sebelumnya. Tapi, apakah wajar meracuni anak yang selalu menghormati dirimu dan selalu mendahulukan kepentingan dirimu di atas kepentingan dirinya?" Sela nyonya Kim.


"Lakukan sekarang juga atau aku terpaksa membuat kau melakukan tes itu dengan paksaan." ancam tuan Yok ji yang mulai geram.


Terpaksa tuan Lu ruo melakukan tes itu dengan putranya Yue jin. Sedangkan nyonya Li jin sudah tidak bisa melakukan apapun karena tanpa disadari siapapun Ze menekan dia dengan kekuatan tenaga dalam sehingga tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Teteskan darahmu segera." ucap Hui tu setelah beberapa saat Yue jin terdiam melihat ke arah wadah itu.


Karena geram tuan Yok ji langsung maju dan memaksa Yue jin meneteskan darah pada pada wadah yang telah tercampur darah tuan Lu ruo.


"Semoga hasilnya tidak membuat keluarga Si ini terlihat seperti sebuah lelucon di hadapan tamu terhormat dan leluhur kami." batin tuan Yok ji tentunya Ze, Hui tu dan Zili mendengarnya.


"Semoga kebenaran terungkap bahwa wanita itu hanyalah iblis yang menghancurkan hidup orang lain dengan banyak kebohongan dan Lu ruo lebih menyesal lagi telah menyia-nyiakan wanita sebaik Lian yang." batin nyonya Kim.


"Semoga Yue jin adalah putra kandungku atau aku tidak punya muka lagi di keluarga ini karena telah mengabaikan istri dan putraku hanya untuk memelihara anak orang lain." batin tuan Lu ruo.


"Yang dia pikirkan hanya nama baik dan pandangan keluarga besar terhadapnya saja kakek tua. Yang ruo adalah anak baik dan berbakat. Sangat sayang jika hanya hidup di keluarga yang seperti itu." ucap Ze.

__ADS_1


"Hm, kau benar wanita bodoh. Aku tidak menyangka keluarga ini sebobrok ini." ucap Hui tu.


__ADS_2