Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Sambutan dari tetua Fu


__ADS_3

Tetua Fu pergi dari aula itu dengan kekesalan. Dia memutuskan untuk mempersiapkan penyambutan untuk Raja Kai mengingat Raja Kai dan orangnya akan tiba di istana sebentar lagi.


"Mengapa anak muda sombong itu selalu saja seenaknya dalam memutuskan sesuatu? Walaupun kerajaan lain tidak dapat menyerang kita, jika berhubungan baik dengan mereka kita bisa semakin berjaya. Tidak terus menerus menjadi kerajaan kecil saja." gerutu orang tua itu.


Dia lalu memanggil pelayannya dan memerintahkan untuk mempersiapkan sambutan termasuk hidangan untuk menyambut Raja Kai.


"Entah apa yang digunakan si Ze itu sehingga membuat Jin hu hanya melihat dirinya dan mendengarkan semua ucapannya." tidak henti-hentinya gerutuan juga umpatan keluar dari mulut orang tua itu hingga pengawal pribadinya menegur halus dirinya.


"Jangan sembarang berbicara tuanku. Tidak baik untuk kita jika ada yang mendengar atau bahkan yang mulia langsung yang mendengarnya. Anda tahu sendiri seperti apa yang mulia jika dia telah murka terlebih kekuatan yang mulia sudah sangat jauh lebih besar dari sebelumnya." tegur Siu ling pengawal pribadi tetua Fu.


"Kau memang benar tapi, aku sangat marah melihat kelakuan mereka terutama Jin hu itu." ucap tetua Fu.


"Huft, aku harus mengontrol emosi jika ingin berhasil." gumam tetua Fu.


Orang tua itu memutuskan untuk melihat persiapan penyambutan untuk Raja Kai agar Raja Kai tidak terlalu marah akibat sambutan awal yang kurang baik.


...----------------...


Ze telah tiba di gunung Jiuli dan langsung disuguhi pertarungan antara ceri emas, Hui tu dan Tang biu hu melawan bebeapa orang bercadar.


"Tampaknya mereka berasal dari dunia atas." gumam Ze setelah melihat pencapaian beberapa orang itu.


"Aku harus membantu mereka." gumamnya lagi lalu bergegas menuju mereka yang sedang bertarung.


Tang biu hu yang kekuatan paling lemah akhirnya terkena pukulan dan tersungkur. Orang yang membuat dia tersungkur hendak menghantam tubuhnya dengan kekuatan tenaga dalam namun berhasil digagalkan oleh Ze.


"Duak....." Ze menendang punggung orang itu hingga terlempar jauh.


Ze tidak ingin bertarung lama akhirnya dia memutuskan menggunakan kekuatan penekanan pada para lawannya membuat tubuh mereka tidak lagi dapat bergerak.


Ze mengepalkan tangannya di depan dadanya dan saat kepalan itu dia buka, ada cahaya seperti api membentuk beberapa busur kecil. Dia melepaskan busur api itu dan...


"Jleb jleb jleb." menembus kepala semua musuhnya.


"Akh... akh akh." hanya pekikan pilu yang terlontar dari mulut mereka lalu tumbang seketika.


Tubuh mereka semua tiba-tiba berubah menjadi debu dan menghilang.


"Ternyata benar dari dunia atas." gumam Ze.

__ADS_1


"Guru, apakah guru baik-baik saja?" tanya Ze setelah membantu gurunya bangkit.


"Aku baik-baik saja." jawab Tang biu hu.


Tang hui bi yang hanya seorang alkemis tanpa kemampuan bertarung keluar dari tempat persembunyiannya.


"Kau semakin kuat." puji Hui tu.


"Aku memang kuat walaupun kau tidak mengatakannya." ucap Ze membuat Hui tu mencebik.


"Menyesal aku mengatakannya." ucap Hui tu


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Ze.


"Kami juga tidak tahu. Mereka tiba-tiba datang menyerang Kami." jawab Hui tu.


"Benar nyonya." saut ceri emas.


"Ternyata benar dugaan ku bahwa tempat ini sudah tidak aman lagi untuk guru tinggali." ucap Ze.


"Apa maksudnya kau akan membawa mereka pergi?" tanya Hui tu.


"Dimana 2 tempat yang lain dan kenapa kau pikir tempat itu tidak terlalu tepat?" tanya Hui tu.


"Hutan Fujian dan batu dimensi. Dua tempat itu terlalu sunyi tanpa siapapun. Bukan tempat yang tepat untuk ditinggali untuk waktu lama." jawab Ze.


"Ya, aku juga berpikir sama tentang itu. Sedangkan aku yang dulu dalam bentuk telur juga bosan di dalam sana." ucap Hui tu.


"Kalian cepatlah berkemas karena aku harus segera kembali ke istana atas awan. Jin hu masih belum bisa aku lepas terlalu lama jauh dari aku karena segel dalam tubuhnya bisa tiba-tiba saja aktif dan dapat membahayakan jiwanya." ucap Ze dan tanpa berkata apapun lagi mereka segera berkemas.


"Karena perjalanan ini cukup berbahaya mengingat banyak musuh kuat yang selalu menargetkan aku, sebaiknya guru tinggal di dalam batu dimensi saja selama perjalanan ini." saran Ze.


"Itu lebih baik Nyonya." saut ceri emas.


"Aku juga setuju." ucap Hui tu.


"Apapun yang terbaik kami akan ikuti saja." saut Tang hui bi.


"Iya benar. Kami lebih baik tidak menjadi kelemahan kalian selama perjalanan ini." saut Tang biu hu membenarkan.

__ADS_1


Ze memberikan pil penawar segala racun hanya pada Tang biu hu karena Tang hui bi adalah seorang alkemis jadi tidak membutuhkan itu. Ze mengantar mereka memasuki batu dimensi lalu kembali keluar dan melanjutkan perjalanan.


...----------------...


Di depan istana sudah ada beberapa orang pejabat juga tetua Fu tentunya untuk menyambut kedatangan Raja Kai dan yang lain.


"Lihat ayah, ternyata di istana sudah ada yang menyambut kita. Aku yakin di dalam kak Jin hu sudah menunggu kedatangan kita." ucap putri Rou ruan sembari tersenyum melihat banyaknya pejabat yang menyambut mereka.


"Selamat datang yang mulia Raja Kai." sambut mereka saat Raja Kai turun dari kereta.


"Selamat datang putri Rou ruan."


"Mohon maaf karena tidak bisa menyambut kedatangan Raja Kai dan yang lain di perbatasan." ucap tetua Fu.


Orang tua itu mempersilahkan mereka masuk ke dalam istana dan menjamu mereka tanpa Jin hu karena Jin hu enggan untuk ikut serta dalam melayani Raja Kai dan puterinya.


Setelah ramah tamah yang dilakukan para pejabat yang sedang mencari muka pada Raja Kai selesai barulah Jin hu menemui mereka di aula khusus untuk tamu.


"Selamat datang di istana kecil kami." ucap Jin hu santai.


"Apakah dia tidak akan meminta maaf karena tidak menyambut kami dengan baik?" batin Raja Kai.


"Terima kasih kerana telah menyambut kedatangan kami. Perkenalkan saya adalah penasihat kerajaan negeri Kai." ucap paman Hong.


"Langsung pada intinya saja tuan penasehat." ucap Jin hu.


"Kami datang pertama untuk mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan putri berharga kerajaan Kai kami." ucap paman Hong.


"Aku sudah pernah mengatakan pada putri berharga kalian untuk tidak perlu berterima kasih karena kami tidak sengaja untuk menyelamatkan dia. Kami hanya ingin menyelamatkan seluruh warga yang dalam masalah dan dia kebetulan saja ikut menjadi korban. Jadi tidak perlu berterima kasih berlebihan." saut Jin hu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuhuuuuu


cuap-cuap author kembali hadir


kali ini author mau tanggapi komentar yang meminta visual dari para tokoh dalam novel ini.


Author bingung bin galau untuk masalah ini karena tidak bisa mendapatkan visual yang cocok 😥 soalnya author paling sulit untuk masalah visual. Kalian bisa gunakan wajah siapa saja deh sebagai khayalan kalau bisa juga bayangkan wajah kalian sebagai para tokoh 😁 mohon maaf ya karena tidak bisa memenuhi keinginan kalian.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2