
Jin hu segera menerima umbi itu dan melakukan apa yang Ze ucapkan. Ze kembali mengeluarkan sesuatu dan itu adalah sebuah tungku. Ze memasukkan api suci ke dalam tungku itu.
"Karena kau kini seorang alkemis tingkat 8, kau sudah bisa memasuki tempat itu tanpa aku bawa bukan?" tanya Ze pada Hui tu yang dijawab anggukan kepala oleh Hui tu.
"Tolong ambil bak rendaman dari tempat itu dan setelah itu, bakar batu sejati hingga membara. Zili, tolong tutup tempat ini dengan tabir yang kuat agar tidak ada yang mendengar apapun yang terjadi di dalam sini terutama saat Huo nan berteriak kesakitan nantinya." ucap Ze dan segera Hui tu juga Zili melakukan tugas mereka masing-masing.
"Aku akan masuk ke dalam batu dimensi untuk mengambil air suci dan daun pohon jiwa untuk mengobati Huo nan." ucap Ze lalu segera menghilang dari tempat itu dan memasuki batu dimensi tempat Silla.
Ze segera mengambil botol berwarna kuning lalu mengisinya dengan air suci. Dia juga memetik beberapa daun pohon jiwa tanpa menyapa Silla yang dia yakin pasti sudah tahu tujuannya mengambil semua itu.
Ze segera keluar dari batu dimensi dan segera menuang air suci ke dalam bak rendaman yang Hui tu ambil didalam batu dimensi. Jin hu segera memasukkan umbi tanaman api neraka ke dalam bak rendaman itu. Ze meneteskan 10 tetes darah naga dan 15 tetes darah merak ke dalamnya.
Ze juga memasukkan daun pohon jiwa membuat air rendaman berubah menjadi warna hijau. Tanpa menunggu perintah dari Ze, mereka (Zili dan Jin hu) memasukkan tubuh Huo nan ke dalam air rendaman itu. Hui tu segera memasukkan batu sejati yang sudah membara ke dalam air rendaman membuat air rendaman itu bergelembung dan beruap seperti air mendidih.
"Akh....ahhh akh." pekik Huo nan kesakitan membuat Ze menitikkan air mata.
"Aku harus lebih kuat dari sebelumnya agar dapat memberantas musuh yang selalu mengincar orang disekitar aku. Aku tidak akan membiarkan lagi orang-orang yang aku pedulikan terluka." batin Ze.
Jin hu menutup matanya sambil berusaha mengatur napasnya untuk meredam emosi. Dia tidak menyangka bahwa Huo nan yang sudah dia anggap saudara kandung akan mengalami penderitaan itu.
Ze melihat Huo nan yang sudah sangat lemah namun air rendaman belum terlalu pekat, dia segera menyalurkan tenaga dalamnya ke arah Huo nan agar memiliki energi untuk menghadapi proses pengeluaran racun di tubuhnya.
Setelah cukup lama Huo nan akhirnya tidak sadarkan diri dan air rendaman sudah berubah menjadi hitam pekat.
"Hui tu dan suamiku tinggal di sini menjaga Huo nan. Tolong berikan pil regenerasi padanya saat dia telah sadar nanti. Aku dan Zili akan mengejar gadis itu beserta rombongannya. Aku harus mencari tahu tentang asal racun yang dikatakan telah musnah sebelumnya itu dan aku harus menghukum mereka semua atas apa yang terjadi." ucap Ze.
Tidak ada bantahan mengingat bahwa Ze saat ini sedang serius dan sangat tidak butuh bantahan apapun. Ze dan Zili segera bergerak ke arah gadis itu meninggalkan rombongan Huo nan sebelumnya.
__ADS_1
"Kemana kita akan mencari mereka?" tanya Zili.
Ze segera memejamkan matanya konsentrasi memanggil rombongan serigala seperti sebelumnya. Setelah beberapa saat terdengar lolongan serigala dari kejauhan.
"Apakah sekarang anda sudah bisa memanggil mereka tanpa peluit?" tanya Zili dan Ze hanya mengangguk.
"Berarti mereka sungguh menganggap anda adalah ketua dari rombongan mereka." ucap Zili.
Para serigala sudah berdiri di depan mereka. Mereka menunggu perintah dari Ze dengan sabar.
"Cari keberadaan orang-orang ini." Ze membuat para serigala dapat melihat wajah yang harus mereka cari dalam pikiran mereka.
"Jangan lakukan apapun saat menemukan orang-orang itu. Cukup beritahukan padaku dimana tempatnya melalui telepati." ucap Ze dan para serigala segera bubar untuk berpencar mencari orang-orang itu.
"Kita kembali ke kerajaan Kai untuk memastikan apakah gadis itu kembali ke calon suaminya atau tidak." ucap Ze dan mereka segera bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke istana kerajaan Kai.
"Sepertinya mempelajari ilmu teleportasi sangat penting." gumam Ze.
"Sebaiknya biarkan aku saja yang memiliki kemampuan itu agar aku memiliki tugas nyonya. Kau tidak akan membutuhkan aku saat anda juga memiliki kemampuan itu mengingat anda telah memiliki hampir semua kemampuan." ucap Zili.
Mereka sedang berdiri di atas sebuah pohon besar di dalam istana. Ze menggunakan tenaga dalam untuk mencari keberadaan gadis itu dan ternyata dia memang kembali ke istana.
"Dia ada di dalam ruangan itu." ucap Ze menunjuk sebuah kediaman yang berpapan nama bertuliskan Kadamaian.
"Buat pelindung sekitar kediaman itu dan kita segera tangkap gadis itu." ucap Ze.
Zili melakukan perintah Ze lalu mereka segera bergerak dengan kecepatan kilat memasuki kediaman itu. Sebelum sempat gadis bernama Lin yi itu bereaksi atas kehadiran mereka yang tiba-tiba, Ze telah mentotok syarafnya membuat Lin yi tidak lagi dapat bergerak.
__ADS_1
"A apa yang kalian inginkan? Mengapa menyerang aku?" tanya Lin yi panik.
"Membuat masalah dan ingin bebas? Di hadapanku kau hanya dapat bermimpi untuk itu." ucap Ze.
"Apa yang kau maksud?" tanya gadis itu.
"Jangan pura-pura tidak ingat. Aku tahu kau mengenal aku dari reaksi yang kau tunjukkan sebelumnya." ucap Ze.
"Ampuni aku yang mulia Ratu. Aku hanya mengikuti perintah seseorang untuk menyelamatkan nyawa calon suamiku yang berada di bawah ancaman mereka." ucap Lin yi.
"Kau ingin menyelamatkan nyawa dengan mengorbankan nyawa orang lain? Aku tidak menerima alasan seperti itu." ucap Ze.
"Siapa orang yang memerintahkan untuk melakukan itu dan mengapa Huo nan?" tanya Ze.
"Karena..... Akh." sebuah luka tusuk yang dalam terlihat dari kening Lin yi tanpa diketahui senjata yang melukainya dan dari arah mana asal serangan itu.
"Orang dibalik semua itu sangat kuat dan mampu menyingkirkan kita jika dia mau melihat dari kemampuannya menyerang gadis itu. Tapi, mengapa dia memilih menyerang orang sekitar aku saja?" tanya Ze.
"Aku juga tidak bisa menebak tujuan orang itu." jawab Zili.
"Aku tebak, orang itu tidak berani karena anda dilindungi oleh sang penjaga. Tapi, orang disekitar anda tidak memiliki pelindung yang kuat seperti sang penjaga ini." ucap Zili.
Para serigala melaporkan bahwa beberapa orang yang Ze cari telah meninggal sebelum mereka menemukan mereka membuat Ze kesal.
Di suatu tempat seorang wanita mengamuk di dalam sebuah kamar.
"Akh sial, lagi-lagi wanita itu berhasil menyelamatkan nyawa orang disekitarnya dan bahkan menemukan rencana yang aku susun dengan mudah. Andai bukan karena sang penjaga sialan itu, aku sudah habisi nyawa wanita itu sebelum berhasil membuka segel dari dalam tubuhnya." ucap wanita itu geram lalu kembali menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya.
__ADS_1