
Ze ikut tersenyum dan melambaikan tangan kepada mereka berdua.
"Kami bangga padamu." itu suara terakhir yang Ze dengar sebelum akhirnya kedua orang tuanya menghilang dibalik sinar putih yang sangat terang.
Ze akhirnya membuka matanya dan melihat kondisi tubuhnya yang cukup kacau. Pakaian yang acak-acakan dengan daun kering serta tanah menempel sana sini, rambut yang tak kalah acak-acakan karena dia Jambak sebelumnya dan wajah yang sangat sembab.
"Tidak......!"Ze langsung menoleh ke arah teriakan yang ternyata berasal dari suaminya.
"Apakah Jin hu masih dalam pengaruh aura suram hutan ini?" tanya Ze.
"Ya putri, tapi tidak separah putri yang membuat saya terpaksa harus membantu putri dengan memasuki alam bawah sadar putri." jawab Zili.
"Ada apa denganku?" tanya Ze.
"Putri sudah terlalu dalam terpengaruh hingga hampir membuat putri kehilangan akal dan bahkan putri hampir melukai diri putri sendiri." Suho yang menjawab kali ini.
"Bagaimana dengan Jin hu?" tanya Ze melihat suaminya sudah penuh keringat juga air mata.
"Jika tuan Jin hu tidak dapat mengendalikan emosi, maka kita harus membawa paksa tubuhnya keluar dari hutan ini." jawab Zili.
"Apakah kau tidak dapat membantu dia seperti kau membantuku sebelumnya?" tanya Ze.
"Pangeran dapat membantu anda karena hubungan kontrak darah antara kalian dan itupun membutuhkan banyak tenaga serta menguras banyak kekuatan roh dari pangeran." jawab Suho.
"Terima kasih telah membantuku dan maaf karena telah membuat dirimu kesulitan." ucap Ze tulus.
"Tidak perlu sungkan putri. Ini sudah merupakan tugasku." ucap Zili.
"Untuk saat ini tuan Jin hu masih belum butuh untuk kita bantu." ucap Zili yang paham dengan kekhawatiran Ze saat melihat Ze menatap cemas pada Jin hu yang terus bergumam tidak jelas.
...----------------...
__ADS_1
Sepenggal cerita tentang hidup Jin hu
Jin hu adalah putra ketiga dari kaisar negeri Doucheng. Ibunya adalah Jin Siao li, gadis cantik yang berasal dari keluarga pedagang menurut informasi yang kaisar Lian tahu.
Yang tidak dia ketahui adalah, Jin Siao li adalah keturunan dari penguasa kota awan yang kini menjadi negri atas awan di bawah pimpinan Jin hu sebagai keturunan satu-satunya keluarga Jin.
Awalnya kaisar Lian dan Jin Siao li saling jatuh cinta dan hidup penuh kasih sayang sampai akhirnya keserakahan dari kaisar Lian membuat hubungan mereka merenggang.
Karena ingin mempertahankan dan memperluas kekuasaan kerajaannya, kaisar Lian mengabaikan Siao li dan terus berusaha mencari dukungan dari beberapa kerajaan besar di sekitarnya dengan ikatan pernikahan. Kaisar Lian mengangkat beberapa selir dari negeri tetangga yang mau membantunya menguasai kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kerajaannya.
Xin Wan er adalah selir kesayangannya karena kerajaan Xin xie telah menjadi pendukung utama dalam perang merebut kekuasaan di kerajaan sekitarnya.
Lebih s*alnya lagi karena dua selir termasuk selir Wan er lebih dulu hamil dan melahirkan masing-masing putra untuk kaisar Lian membuat perhatian kaisar Lian untuk Jin Siao li semakin berkurang.
Saat Jin Siao li ingin menyingkir dari kehidupan kekaisaran dia justru hamil dan juga melahirkan seorang pangeran yaitu Jin hu.
Saat berusia 10 tahun Jin hu di pilih langsung oleh kaisar Lian sebagai putra mahkota mengingat ibunya adalah permaisuri dan itu berhasil membuat selir Wan er murka.
Walaupun tidak dihukum berat dan tidak diasingkan di luar istana karena sejujurnya kaisar Lian tahu itu adalah taktik licik selirnya, Jin Siao li di tempatkan di bagian belakang istana dan tidak ada yang mengunjunginya selain Jin hu, pelayan setianya dan kaisar Lian.
Setelah usia Jin hu menginjak dua belas tahun, Jin Siao li yang sudah tidak tahan lagi memberikan pertanyaan pada Jin hu waktu itu.
"Apakah ibu dapat bertanya sesuatu?" tanya Siao li.
"Apa itu?" tanya Jin hu balik.
"Apakah kau baik-baik saja hidup di dalam istana ini?" tanya Siao li.
"Tidak ada yang istimewa dari istana ini tapi juga tidak ada yang buruk dari istana ini." jawab Jin hu santai karena baginya dunia luar tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Jin hu tidak memperdulikan tentang kedudukan atau apapun itu dia juga membatasi dirinya untuk berhubungan dengan orang lain bahkan keluarganya sendiri. Hanya satu orang gadis kecil yang tidak termasuk dalam batasan itu karena gadis itu selalu punya cara untuk berada di sekitarnya dan mengusik harinya.
__ADS_1
Gadis itu adalah Ze lan kecil yang ceria dan selalu memiliki cara untuk membuat Jin hu kecil keluar dari kesendiriannya.
"Apakah kehadiran ibu ada artinya untuk Jin kecil?" tanya Siao li.
"Tentu ada karena ibu telah melahirkan aku." jawab Jin hu.
"Apakah jika ibu pergi tanpa membawa Jin kecil, Jin kecil akan menyalahkan ibu?" tanya Siao li.
"Jika ibu sudah tidak sanggup berada di dalam istana ini maka ibu bisa pergi tanpa harus memikirkan aku karena aku akan baik-baik saja." jawab Jin hu.
Yang ada di pikiran Jin hu tentang pergi adalah meninggalkan istana untuk pergi ke tempat yang lebih baik yang dapat membuat ibunya bahagia. Karena status pangeran, tentu ibunya tidak akan dapat membawa serta dirinya keluar istana.
Tapi s*alnya, pergi yang dimaksud ibunya adalah menyerah dengan hidupnya dan pergi untuk selamanya. Jin hu terus menyalahkan dirinya karena tidak menahan ibunya agar tetap berada di sisinya kala itu dia juga menyalahkan ayahnya yang tidak membela ibunya yang sudah sangat jelas tidak bersalah.
Jin hu menangis tanpa suara di dalam kamar yang biasanya ibunya tempati dengan wajah sendu. Dia terus menangis hingga gadis kecil datang menghiburnya membuat tangis itu berubah menjadi senyum.
Jin hu masih terus menyalahkan dirinya juga ayahnya atas kematian ibunya. Dia terus mendiamkan ayahnya dan sejujurnya dalam hati kaisar Lian juga menyalahkan dirinya.
Dia pikir dengan tidak menghukum berat Siao li, Siao li akan sadar kalau kaisar Lian percaya padanya. Hanya saja dirinya berada dalam tekanan dari keluarga Xin wan er agar putri mereka menduduki kursi permaisuri makanya kaisar Lian tidak terang-terangan membelanya.
Ternyata karena kecewa dan sakit hati, Siao li nya memilih untuk meninggalkan dirinya untuk selamanya. kaisar Lian masih memiliki perasaan pada istri pertamanya itu namun keserakahan membuat hatinya buta.
Tidak puas dengan membuat kekasih hatinya pergi untuk selamanya karena kecewa, kaisar Lian juga membuat buah cinta mereka pergi dari sisinya karena keserakahannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nunggu tanggapan dulu ah
Kalau banyak baru kasih up lagi malam ini 😗
Makin kurang yang vote dan kasih hadiah 😯
__ADS_1
Makin kurang like dan komen juga padahal udah usaha untuk up lebih sering daripada sebelumnya 🤔