Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Bertemu tuan muda keluarga Si


__ADS_3

Kita hanya bisa tahu setelah menemui tetua keluarga Si dan menemukan kotak penyimpanan yang Wei guo maksud." ucap Hui tu.


"Ayo lanjutkan perjalanan kita. Kita harus melihat situasi dalam kerajaan sebelum kompetisi berlangsung besok." ajak Zili.


"Ya, Zili benar kita harus bergegas." ucap Hui tu.


Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ibukota.


Mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Selain karena jarak tujuan mereka terbilang sangat dekat, mereka berharap mendapatkan informasi yang mereka inginkan dengan membaur dalam orang-orang yang sangat senang bergosip tentang kompetisi dan orang-orang yang ikut serta dalam kompetisi itu.


"Dari yang aku dengar, keluarga Si sudah ada di dalam ibukota negeri Nansi ini sejak semalam dan mendapatkan penginapan di dalam ibukota karena memiliki penginapan sendiri di sana." ucap Huo nan.


"Kalau masalah gosip kau memang yang paling bersemangat." ucap Ze.


"Bukankah itu sudah menjadi naluri alami darinya sayang? Jadi, kau tidak perlu heran dengan itu." saut Jin hu sambil tersenyum ke arah Ze.


"Apakah kau tahu letak penginapan milik keluarga Si itu?" tanya Ze.


"Ya, itu ada di dekat tempat kompetisi dan merupakan penginapan paling berkelas dan terbesar di kerajaan ini." jawab Huo nan.


"Maka, kita hanya perlu mencari mereka di penginapan itu." ucap Ze.


Mereka memasuki gerbang ibukota dengan mudah karena Huo nan membawa plakat keluarga kerajaan miliknya pemberian mendiang ibunya yang selalu dibawanya.


"Seharusnya kita kembali ke penginapan untuk mengambil kereta karena informasi yang dibutuhkan sudah kita dapatkan." ucap Huo nan mengeluh.


"Baru jalan sebentar saja masa kau sudah kelelahan." ejek Hui tu.


"Bukan kelelahan, hanya saja sangat tidak nyaman menjadi bahan tontonan karena berjalan sepanjang jalan dengan pakaian kalangan atas. Mungkin saja mereka menilai kalau kita adalah orang-orang yang ingin disangka kaya namun tidak memiliki modal lebih." keluh Huo nan lagi.


"Sebaiknya kita memesan kereta saja. Aku juga menjadi risih dengan tatapan orang-orang kota ini." ucap Jin hu.


Mereka akhirnya menyewa 2 kereta kuda untuk mengantar mereka ke penginapan keluarga Si yang mereka cari.


"Kita sudah sampai tuan." lapor kusir kuda pada mereka.

__ADS_1


Mereka turun dari kereta dan lagi-lagi banyak mata yang memandang remeh ke arah mereka karena kereta yang berhasil mereka dapatkan adalah kereta dengan tampilan yang sangat sederhana.


"Untuk apa orang desa itu datang ke penginapan mewah ini?" bisik salah satu pengunjung.


"Mungkin untuk menarik perhatian para bangsawan di sini. Lihat saja, walaupun menggunakan kereta rongsokan pakaian mereka layaknya seorang bangsawan." saut pengunjung yang lainnya.


Masih banyak lagi bisikan yang meremehkan rombongan Ze dan mereka memilih mengabaikan saja. Mereka memasuki penginapan itu dan seorang pelayan menghadang mereka untuk masuk lebih dalam di penginapan itu.


"Kalian kenapa masuk ke dalam sini?" tanya pelayan itu dengan wajah sinis.


"Kami ingin bertemu dengan tuan Si." jawab Huo nan.


"Heh apakah tuan Si adalah orang sembarangan yang walaupun seorang pengemis mengatakan ingin bertemu dan dapat bertemu?" hina pelayan itu.


"Inikah pelayanan dari penginapan terbaik? Tidak memiliki kesopanan sama sekali. " ucap Ze.


"Heh untuk apa kami melakukan kesopanan pada orang yang tidak pantas. Aku tahu kalian ke sini untuk meminta sesuatu atau kalian datang untuk menyodorkan wanita itu pada tuan..."


"Plak....!" tamparan keras mendarat di pipi pelayan itu sebelum ucapannya selesai.


"Sebaiknya kalian semua keluar dari penginapan ini sebelum kami bertindak kasar pada kalian." ucap seorang penjaga.


"Kami tidak datang untuk membuat keributan hanya saja pelayan itu telah menghina kakak iparku. Kami hanya ingin bertemu dengan tuan Si." ucap Huo nan.


"Kami tidak perduli dengan alasan apapun. Kalian telah membuat para pengunjung terganggu dan apakah kalian pikir tuan kami adalah orang senggang yang dapat bertemu dengan siapa saja." ucap penjaga itu dengan nada tinggi.


"Mereka benar tidak tahu malu. Ingin bertemu dengan tuan Si yang tidak menemui siapa saja dan mereka hanya orang miskin ingin bertemu dengan tuan Si." bisik seorang pengunjung.


"Apa kataku, mereka hanya ingin mendekati bangsawan untuk menaikkan taraf hidup mereka." ucap pengunjung lainnya.


"Ya, dan dengan tidak tahu malunya mereka malah mengincar tuan Si yang tidak hanya kaya tapi juga sangat dihormati karena kemampuannya." saut pengunjung lainnya.


"Aku beri kalian kesempatan untuk pergi sekarang juga atau dengan terpaksa akan ka......"


"Duak bruk akh.....!" tendangan membuat ucapan penjaga itu terputus dan tubuhnya menghantam dinding hingga jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Beraninya kalian menentang kami. Serang mereka...!" seru seorang penjaga.


"Baik kak Jiu." saut mereka serempak dan saat akan menyerang, suara seruan seseorang menghentikan aksi mereka.


"Berhenti....! Ada apa ini, mengapa kalian membuat keributan di depan para tamu?" tanya seorang pemuda.


"Kami hanya datang ke sini untuk menemui tuan Si dan para pelayan juga penjaga itu berlaku tidak sopan dengan menghina kami." ucap Huo nan.


"Mereka hanyalah orang miskin yang tidak penting tuan muda." ucap seorang pelayan.


"Oh, apakah untuk memasuki penginapan ini harus menunjukkan status seseorang baru bisa dihargai?" tanya Ze.


"Me....."


"Diam kau....! Kau tidak sopan terhadap pengunjung penginapan ini. Mulai hari ini kau juga kalian tidak lagi bekerja di penginapan ini. Pergi ambil gaji terakhir kalian dan menghilang dari hadapanku." ucap pemuda itu.


"Kenapa...."


"Sebagai pelayan kalian seharusnya menghormati para pengunjung tanpa perduli status mereka apa. Kalian tidak pantas untuk menjadi pekerja di penginapan ini." ucap pemuda itu.


"Pergi sebelum aku memutuskan untuk memberikan hukuman pada kalian." ancaman itu berhasil dan seketika mereka semua pergi dari tempat itu.


"Mohon maafkan kelakuan para pekerja kami tuan dan nyonya." ucap pemuda itu.


"Perkenalkan aku adalah Si Yang ruo. Kalian ingin bertemu dengan ayah aku ada urusan apa?" ucap pemuda itu.


"Bukan salah anda tuan muda Si. Perkenalkan aku Huo nan dari kerajaan Beicheng, mereka berdua adalah Raja dan ratu Jin dari kerajaan atas awan dan dua itu adalah kerabat mereka." ucap Huo nan yang geram mendapatkan tatapan pengunjung lain pada mereka.


"Bukankah pangeran Huo nan adalah putra mahkota kerajaan Beicheng? Maafkan saya yang tidak mengenali pangeran dan Raja serta ratu istana atas awan." ucap pemuda itu.


"Apakah mereka benar seorang pangeran, raja dan ratu?" tanya seorang pengunjung pada rekannya.


"Diam dan lihat saja apa yang terjadi. Kita tidak memiliki kemampuan untuk melawan mereka jika itu memang benar." ucap pengunjung lainnya.


"Kami ingin bertemu dengan tetua keluarga Si. " ucap Hui tu lalu membisikkan sesuatu pada Yang ruo.

__ADS_1


"Ikuti saya." ucap Yang ruo yang tampak terkejut mendengar bisikan Hui tu.


__ADS_2