
Wakil ketua Song memberi aba-aba menggunakan tangannya membuat semua orang yang dia utus untuk mengawasi kediaman Liu ku berkumpul di depannya.
"Apakah ada pergerakan mencurigakan dari dalam kediaman itu?" tanya wakil ketua Song.
"Tidak ada tuan. Bahkan mereka tidak terlihat melakukan apapun di dalam sana. Dari beberapa hari lalu mereka bahkan tidak meninggalkan kediaman itu." jawab salah satu dari mereka.
"Sangat aneh dan mencurigakan sekali. Bagaimana bisa mereka tidak sekalipun meninggalkan kediaman bahkan untuk membeli keperluan mereka?" gumam wakil ketua Song.
Pria itu terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.
"Ah bukan urusanku mengapa mereka tidak keluar dari kediaman itu." ucapnya lagi.
" Ikuti aku ke dalam kediaman itu untuk menangkap beberapa senior juga guru yang ada di dalam sana. Usahakan jangan membuat mereka terluka parah atau paling tidak mereka harus tetap bernapas saat kita bawa keluar dari dalam sana." ucap pria itu dengan seringai jahat tersungging di bibirnya.
Mereka semua melangkah bersama dengan angkuh dan wakil ketua Song adalah orang yang berjalan paling di depan.
"Mengapa ada aura yang sangat kuat aku rasakan di depan pintu gerbang kediaman ini?" gumam wakil ketua Song.
Pria licik itu menghentikan langkahnya membuat orang di belakangnya heran. Pria itu menoleh ke belakang dan menunjuk beberapa orang.
"Kau, kau dan kau jalan di depan. Tunjukkan arah tempat guru yang tinggal di dalam sana berada." ucapnya dan dengan tanpa curiga ketiga orang pemuda itu melangkah ke depan.
Wakil ketua Song berjalan di belakang tiga orang itu dengan jarak yang cukup jauh. pria licik itu melangkah sambil mengamati dengan seksama sekeliling area gerbang masuk kediaman Liu ku.
Setelah mendekati gerbang dan tidak terjadi apa-apa pada tiga pemuda itu, kening berkerut wakil ketua Song kembali lurus dan senyum licik kembali terukir di bibir pria licik itu.
"Ternyata aku hanya terlalu curiga. Aku terlalu menganggap tinggi........"
Belum selesai ucapan pria licik itu, tiba-tiba tubuh ketiga pemuda itu terhempas melewati dirinya.
"Duar......."
"Akh......." tiba-tiba terdengar suara ledakan dan ketiga pemuda itu memekik kesakitan saat menyentuh pintu gerbang masuk kediaman Liu ku itu.
__ADS_1
"Bruk....." tubuh mereka terlempar jauh bahkan melewati rombongan wakil ketua Song yang sebelumnya berdiri cukup jauh di belakang mereka.
"Ada tabir pelindung di sekitar sini.” ucap wakil ketua Song.
"Semuanya mundur......!" seru wakil ketua Song.
Mereka segera melangkah menjauh dari tempat itu setelah mendengar perintah mundur dari wakil ketua Song. Pria itu mengumpulkan energi di telapak tangannya di depan dadanya yang dia buat saling berhadapan atas dan bawah namun tidak saling bersentuhan.
Dari tengah antara dua telapak tangannya terlihat kumpulan energi berupa cahaya yang kemudian dia arahkan ke pintu gerbang masuk kediaman Liu ku itu.
"Duar....." Dua energi bertabrakan menyebabkan suara ledakan yang sangat kuat.
Energi dari tabir pelindung buatan Ze dan energi dari tenaga dalam wakil ketua Song menciptakan ledakan energi di sekitar dan membakar semua benda di sekitarnya.
"Uhuk uhuk uhuk....." Wakil ketua Song terbatuk hingga mengeluarkan darah.
"Wakil ketua......!" seru beberapa orang lalu segera menghampiri dan memapah tubuh pria itu yang hampir tumbang.
"Tabir pelindung dari tempat itu terlalu kuat. Orang itu tampaknya harus turun tangan sendiri untuk menangkap para tikus yang bersembunyi di balik tabir itu." ucap wakil ketua Song dengan wajah kesal juga tampak menahan sakit.
"He lu, bawa aku ke tempat orang itu." bisik wakil ketua Song pada pemuda yang memapahnya.
"Baik paman." jawab pemuda bernama He lu itu.
Sementara yang lain kembali ke posisi masing-masing, He lu segera memapah wakil ketua Song ke arah tempat ular siluman berada.
"Kau tunggu aku di luar saja. Aku akan masuk ke dalam sendiri." ucap wakil ketua Song pelan sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
"Tapi, paman sedang terluka dan susah untuk berjalan sendiri. Biarkan aku membantu paman masuk ke dalam sana." tolak He lu.
"Dia tidak suka ada orang lain masuk ke dalam untuk menemuinya selain aku dan ketua. Sebaiknya aku masuk sendiri jika tidak, kau bisa terluka jika dia marah karena kau masuk ke dalam tanpa ijin darinya." ucap wakil ketua Song dan dengan terpaksa He lu membiarkan dia masuk sendiri dengan susah payah.
"Padahal aku sangat penasaran bagaimana rupa orang kuat yang selama ini selalu membantu keluarga Song kami sehingga menjadi lebih kuat seperti sekarang ini. Aku kira ini adalah kesempatan untuk melihat orang itu. Huh ternyata tidak ada kesempatan untuk itu." keluh He lu dalam gumamnya.
__ADS_1
Wakil ketua Song melangkah ke dalam dengan berpegang pada dinding gua. Dengan susah payah akhirnya pria licik itu berhasil tiba di ruangan tempat ular siluman berada.
"Bruk.." karena sudah tidak kuat tubuh wakil ketua Song terjatuh tepat di depan ular siluman itu.
"Apa yang terjadi pada dirimu?" tanya ular siluman itu dengan kening berkerut menatap wakil ketua Song.
"Di sekitar kediaman tempat guru dari gadis itu ternyata ada semacam tirai pelindung yang sangat kuat. Aku terluka karena berusaha untuk menghancurkan tirai pelindung itu." ucap lemah wakil ketua Song.
"Rupanya sekarang sudah saatnya aku keluar dari tempat ini. Duduk sekarang aku akan menyembuhkan luka dalammu." ucap ular siluman itu dan segera pria itu duduk bersila.
"Uhuk uhuk uhuk." wakil ketua Song batuk dengan mengeluarkan cukup banyak darah setelah ular siluman itu mengobatinya dengan tenaga dalam.
"Kau belum pulih sempurna untuk sekarang tapi, setidaknya kau tidak akan se-menderita seperti sebelumnya." ucap ular siluman itu.
"Terima kasih tuan." ucap wakil ketua Song.
"Pergilah.....! Besok temui aku di depan kediaman tempat guru dari gadis itu. Aku akan memaksa mereka keluar dari kediaman itu." ucap ular siluman itu penuh percaya diri.
"Baik tuan." ucap wakil ketua Song lalu segera pergi dari tempat itu.
...****************...
Sebelumnya di dalam kediaman Liu ku
Para murid sedang menerima pelajaran teori sehingga mereka berkumpul di dalam ruangan.
"Guru... Beberapa orang mendekat ke arah gerbang. Sepertinya mereka ingin masuk dengan niat buruk." lapor salah satu murid yang bertugas mengawasi gerbang dari dalam tabir tentunya.
"Ayo kita lihat apa yang akan terjadi." ajak Tang hui bi semangat.
Mereka semua berjalan beriringan dengan guru Tang di depan.
"Duar....." suara ledakan membuat mereka berlari untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
"Wah ajaib." puji salah satu murid.
"Tabir itu sungguh membuat orang-orang itu terlempar jauh." ucap salah satu murid yang memang masih berdiri di dekat gerbang dan melihat apa yang terjadi.