
Di hari yang sama saat penyerangan pada kediaman Ji liu ku yang menyebabkan tabir pelindung retak, seorang wanita berparas cantik dengan kulit putih mulus dan ukuran tubuh kecilnya baru saja membuka mata setelah beberapa minggu bertapa.
"Ajaib.....!" serunya dengan senang sambil melihat telapak tangan juga bagian tubuhnya yang dapat ia lihat tanpa bantuan cermin.
"Aku sungguh sudah menembus tingkat Mulia di level 5 sekarang ini." ucapnya semangat kegirangan.
"Ada apa putri?" tanya seorang pemuda yang tampak panik berlari dari luar tempat itu karena khawatir mendengar suara seruan dari wanita itu.
Wanita itu sesaat menatap heran wajah khawatir pemuda itu lalu kemudian tersenyum.
"Ah tidak apa-apa. Aku hanya senang merasakan pencapaian kultivasi milikku meningkat pesat setelah bangun dari tapa ku." jawab wanita itu.
"Oh syukurlah, aku pikir mereka ada yang berhasil menyelinap dan melukai anda." ucap pemuda itu kemudian menghela napas lega.
"Sayang...., kau sudah bangun dari tapamu?" tanya pria lain dengan wajah yang juga tampak khawatir.
"Ya, baru saja." jawab wanita itu sambil tersenyum.
Pria itu berjalan dengan cepat mendekati wanita itu lalu memeluk tubuhnya dengan erat.
"Aku baik-baik saja, kenapa kalian tampak begitu cemas?" tanya si wanita dengan wajah heran.
"Syukurlah gadis bodoh kau sudah selesai dengan tapamu itu. Selama satu bulan lebih kau bertapa kami tidak bisa tenang karena harus mengawasi sekitar agar tidak ada yang mengganggu tapamu." ucap seorang pemuda yang baru masuk walaupun mengeluh, wajahnya tampak lega.
"APA.......! SATU BULAN LEBIH?" pekik wanita itu dengan wajah syok.
"Bisakah kau tidak berteriak?" keluh pemuda yang baru masuk itu.
"Zili bawa aku kembali ke dunia bawah. Aku harus menemui guruku sebelum terlambat." ucap panik Ze.
Ya, wanita itu adalah Ze yang baru bangun dari tapanya setelah beberapa bulan lamanya berkelana dan bertarung dengan mahluk mengerikan di beberapa tempat mulai dari hutan kutukan hingga ke dunia atas lebih tepatnya negeri hitam. Ze akhirnya berhasil meraih tingkat kultivasi yang dia inginkan bahkan lebih dari targetnya sebelumya.
Ze menargetkan sebelum satu bulan tapanya akan selesai dan dia dapat kembali ke dunia bawah segera sebelum segel jimat pelindung yang dia buat untuk melindungi kediaman ayahnya beserta orang di dalamnya hancur.
__ADS_1
Dia sangat syok dan khawatir setelah mengetahui bahwa dia sudah lebih dari satu bulan bertapa.
"Baik putri." jawab Zili walaupun bingung Zili tidak mempertanyakan mengapa Ze memintanya segera membawa dirinya ke dunia bawah.
"Ada apa?" tanya Hui tu.
"Nanti saja di jelaskan. Intinya kita harus segera kembali ke dunia bawah lebih tepatnya kediaman ayahku di gunung Jiu li." jawab Ze.
Zili segera membawa mereka kembali ke dunia bawah di dekat kediaman Ji liu ku. Ze terkejut karena tepat saat dia dan yang lainnya tiba, mereka melihat tabir yang Ze buat retak.
"KURANG AJAR.......!" seru Ze dengan emosi.
"KALIAN SEMUA HARUS MA*I DI TANGANKU HARI INI." ucapnya dipenuhi emosi menatap tajam mereka yang berdiri di depan kediaman ayahnya.
Seketika itu juga aura menyeramkan keluar dari tubuh Ze. Beberapa orang yang berada di sekitarnya merasakan tekanan yang kuat membuat mereka yang tidak cukup kuat pondasi tubuh juga kekuatan rohnya jatuh tidak sadarkan diri bahkan ada yang tewas seketika.
Bayangan hitam mulai perlahan menyelimuti tubuh Ze dari bawah kaki merambat hingga ke atas pinggangnya. Bayangan itu adalah energi buruk atau jahat yang dapat menguasai tubuh orang dengan kultivasi tinggi saat mereka dikuasai oleh amarah, kesedihan, kekecewaan dan semua rasa buruk yang terlalu dalam.
"Tenang putri.....! Anda harus tenang agar dapat mengalahkan mereka dan agar putri tidak dikuasai oleh kekuatan baru putri." ucap Zili menenangkan dan memperingatkan Ze.
"Sayang tenanglah atau kau akan dikuasai oleh energi buruk dan akan menghancurkan semua." ucap Jin hu lalu memeluk Ze dengan erat.
Seketika Ze menjadi lebih tenang setelah sadar dirinya hampir dikuasai emosi. Walaupun Ze sudah lebih tenang tapi dari matanya masih terelihat sisa kemarahan.
"Maaf aku kehilangan kendali atas emosiku." ucap Ze.
Ze segera berlari ke arah beberapa orang pria yang tampak ingin kembali menghantam tabir yang sudah retak.
"Segera hancurkan tabir itu dan dapatkan gurunya. Gadis itu terlalu kuat untuk kita lawan langsung. Kita butuh gurunya sebagai tameng kita agar selamat." bisik salah satu orang yang bertugas menghancurkan tabir pelindung buatan Ze kala melihat Ze mulai mengeluarkan aura kekuatannya.
"Baiklah, kita lakukan bersama-sama." saut rekannya.
Mereka sudah siap dengan kumpulan energi untuk menghantam tabir yang sudah retak agar hancur dan mereka dapat masuk dan menangkap master Tang agar dapat mereka jadikan sandera.
__ADS_1
"Hiat......." mereka segera mengarahkan energi kuat ke arah tabir.
"Duar......" dentuman sangat kuat membuat tanah sekitar tempat itu bergetar.
Energi yang mereka lepaskan meledak di udara sebelum berhasil menghantam tabir yang mereka targetkan karena benturan energi lain yang lebih kuat.
"Buk buk buk" Ze berhasil menghancurkan energi yang akan menghantam tabir pelindung buatannya dan kemudian menghantam tubuh orang-orang itu dengan tendangan juga pukulan kepalan tangannya.
"Duak buak Trang tring Trang tring." rakan-rakan Ze tidak tinggal diam.
Mereka mulai menyerang orang-orang yang menjadi rekan dari orang yang ingin menghancurkan tabir kediaman Ji liu ku. Seketika itu juga tempat itu dipenuhi dengan suara pertarungan.
"Akh si*lan......! Kita tidak akan dapat selamat jika tidak menggunakan kekuatan penuh kita." umpat salah seorang yang terkena serangan Ze.
"Qou benar." saut yang lain membenarkan.
"Baiklah serang dengan kekuatan penuh kita." putus yang lain.
Mereka akhirnya merubah wujud mereka dalam bentuk asli mereka yaitu seekor ular dengan ukuran yang sangat besar.
"Oh ini wujud asli kalian." ucap Ze menatap sinis pada tiga ekor ular yang menatap ke arahnya.
Ketiga ular siluman itu mengeluarkan energi yang sangat kuat bersamaan ke arah Ze namun Ze tidak menghindar. Energi kuat itu menghantam tubuh Ze membuat orang disekitarnya kaget. Karena Ze tidak menghindari sedikitpun serangan itu.
"Ze.....!" seru Jin hu dan Hui tu.
"Putri......." seru Zili dan Suho.
Mereka sangat syok dan khawatir karena melihat langsung energi itu menghantam ke arah tubuh Ze.
Para musuh yang melihat itu bersorak gembira kerana menganggap Ze sudah ma*i dan tentunya mereka lebih bahagia lagi karena dengan itu mereka akan kembali menguasai hutan Fujian.
Apa yang terjadi dengan Ze ya🤔
__ADS_1