Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Kekejaman kaisar Yue


__ADS_3

Terima kasih yang mulia putra mahkota." ucap mereka berkali-kali.


"Bangunlah semua. Sekarang saatnya menyelesaikan tugas yang masih tersisa. Kita harus menghapuskan seluruh yang merupakan bagian dari kaisar kejam itu dan mendapatkan kembali hak kalian yang telah kerajaan itu renggut." ucap Huo nan.


Huo nan menaiki kuda lalu bergerak dengan cepat memasuki kawasan kerajaan Xin. Dia hendak masuk ke dalam istana kerajaan Xin untuk menyingkirkan para bawahan yang tidak lebih baik dari kaisarnya yang telah musnah itu.


Tanpa dia sadari tiga orang sedang menyaksikan aksinya di satu tempat tidak jauh dari tempatnya.


"Aku kira dia akan memaafkan kaisar itu saat dia memohon. Mengingat adik mu itu memiliki hati yang lemah." ucap Ze.


Ya, tiga orang yang mengawasi adalah Ze, Jin hu dan Hui tu. Mereka khawatir jika Huo nan akan luluh saat lawannya meminta maaf dan memohon untuk dibebaskan.


"Untuk hal ini aku sebenarnya sangat yakin dia tidak akan luluh oleh keadaan tidak berdaya dari lawannya mengingat dia tahu betul betapa kejamnya lawannya itu pada rakyatnya." ucap Jin hu.


"Sepertinya Huo nan kali ini terlalu bersemangat. Dia bahkan berencana menghapuskan seluruh kerajaan Xin dari muka bumi ini." ucap Hui tu.


"Aku dengar kabar bahwa kaisar Yue itu memiliki seorang putri yang dianggap tidak berguna sehingga dikurung dalam istana dingin selama hidupnya." ucap Ze.


"Aku juga mendengar itu." ucap Huo nan.


"Ayo, aku masih ingin melihat seberapa besar perkembangan Huo nan selama ini." ucap Ze.


Mereka terbang mengikuti pergerakan Huo nan dan para serigala beserta para penduduk menuju istana kerajaan Xin.


Di sepanjang perjalanan banyak penduduk kerajaan Xin yang bersembunyi ketakutan melihat rombongan serigala namun segera kembali muncul saat melihat banyak penduduk desa yang ikut di belakang rombongan serigala itu.


"Ada apa ini? Siapa orang yang menunggang kuda itu dan apa yang ingin dia lakukan?" tanya salah satu dari mereka.


"Sebaiknya kita tanya pada para orang di belakang itu. Sepertinya mereka penduduk perbatasan karena aku mengenal beberapa orang yang pernah aku temui setiap kali aku ke perbatasan." jawab penduduk yang lainnya.

__ADS_1


Mereka mengikuti rombongan di belakang lalu bertanya. Mendengar jawaban dari orang itu tentang kaisar Yue yang telah binasa serta orang yang mereka pertanyakan ternyata adalah putra mahkota kerajaan Beicheng yang ingin menghapuskan kekuatan yang masih tersisa dari kekaisaran tirani itu, orang itu bersorak kegirangan.


"DENGAR SAUDARAKU SEMUANYA. KAISAR KEJAM TELAH BINASA DAN KITA AKAN TERBEBAS DARI PENINDASAN DAN KEKEJAMAN DARI KEKAISARAN XIN." seru salah satu pemuda yang mendengar penjelasan salah satu penduduk perbatasan.


"Bagaimana mungkin?" tanya beberapa orang tidak percaya.


"INI BERKAT PUTRA MAHKOTA KERAJAAN BEICHENG. HIDUP PUTRA MAHKOTA BEICHENG.....!" seru pemuda itu lagi.


"HIDUP....!" saut para penduduk lalu ikut dalam perjalanan menuju istana kerajaan Xin.


"HIDUP PUTRA MAHKOTA BEICHENG....."


Seruan yang mendukung dan memuji Huo nan terus keluar dari para warga kekaisaran Xin yang kegirangan karena kaisar tiran telah binasa.


Memasuki istana banyak prajurit yang berjaga berlari ketakutan melihat Huo nan dan rombongan di belakangnya. Mereka memasuki istana lalu para serigala segera menyerbu ke dalam istana.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya hampir seluruh penghuni istana telah terkumpul. Di depan Huo nan kini sedang berlutut lebih dari 100 orang wanita yang merupakan selir dari kaisar Yue, beberapa pejabat yang menjabat di istana dan beberapa pelayan juga prajurit yang masih tersisa dari kekaisaran tirani itu.


Beberapa penduduk berlari memeluk tubuh lemah selir itu yang ternyata adalah keluarga mereka yang dipaksa untuk memasuki istana untuk menjadi hiburan kaisar kejam itu.


"Dengar aku para serigala....! Kalian dapat menjadikan para pejabat kejam dan prajurit itu santapan kalian hari ini." ucap Huo nan.


Mendengar ucapan Huo nan para orang tua berperut buncit itu gemetar ketakutan. Mereka memohon ampun dan bahkan ada yang mulai berusaha untuk kabur.


"Saat para warga yang lemah memohon untuk dilindungi dan diampuni kalian malah bersenang senang melihat penderitaan mereka dan justru membantu kaisar kalian melakukan kejahatan." ucap Huo nan menatap jijik para pengikut kaisar Yue itu.


"Atas dasar apa kalian bisa memperoleh pengampunan dari aku?" tanya Huo nan.


"Ampuni kami putra mahkota, tolong ampuni kami. Silahkan ambil seluruh harta kami untuk menebus nyawa kami." ucap mereka.

__ADS_1


"Ya lakukan itu." ucap Yang lainnya.


"Harta yang kalian nikmati itu adalah milik para warga yang kalian rampas. Dengan menghabisi kalian maka para warga akan memiliki hak untuk mengambil kembali harta itu." ucap Huo nan.


"Tunggu apa lagi? Habisi mereka semua." setelah mengatakan itu Huo nan duduk santai melihat para serigala mencabik tubuh mereka.


Beberapa warga yang ikut masuk ke dalam istana menutup mata karena ngeri melihat pembantaian itu.


"Untuk semua budak dan selir aku membebaskan kalian untuk kembali ke keluarga masing-masing. Aku akan mengutus beberapa orang untuk mengurus kompensasi untuk seluruh warga termasuk kalian." ucap Huo nan lalu berdiri .


"Bruk...." seorang wanita tua bersujud di depan Huo nan dengan air mata berderai menghentikan langkahnya.


"Tolong selamatkan putri dan keluarga orang tua lemah ini yang mulia." ucap lemah wanita itu.


"Siapa anda dan apa yang terjadi dengan keluarga anda nyonya?" tanya Huo nan.


"Beliau adalah permaisuri yang diasingkan di istana belakang karena memiliki putri tidak berguna yang mulia." jawab seorang wanita tua yang sepertinya pelayan permaisuri itu.


"Apa yang dapat aku lakukan untuk menyelamatkan putri anda? Sebelumnya, mohon berdirilah nyonya. Kondisi anda sepertinya tidak baik-baik saja." tanya Huo nan.


"Nyonya kami sangat lemah sehingga tidak dapat berbicara banyak yang mulia. Biar pelayan yang rendah ini yang menceritakan apa yang terjadi. " ucap pelayan itu.


Pelayan tua itu bercerita bahwa nyonya nya dulunya adalah seorang putri dari sebuah kerajaan bernama kerajaan Ying. Kerajaan itu mengalami masalah yang sama yang hampir dialami kerajaan Beicheng namun kerajaan Ying tidak beruntung karena tidak dapat melawan kerajaan Xin.


Akhirnya kerajaan Ying menjadi bagian dari kerajaan Xin. Permaisuri yang merupakan putri dari raja kerajaan Ying diangkat menjadi permaisuri kaisar Yue.


Keluarga kerajaan Ying yang masih hidup dipenjarakan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari pencapaian mereka semua dilumpuhkan.


Melihat kekejaman kaisar Yue terhadap para selir dan bahkan dengan teganya melakukan hal bejat pada para putri yang lahir dari para selirnya, permaisuri yang melahirkan seorang putri di saat kebetulan kaisar Yue tidak berada di istana meminta seseorang agar membuat wajah putrinya buruk dan membiarkan putrinya tidak memiliki bakat agar suaminya mengabaikan putrinya itu.

__ADS_1


Karena wajah buruk putrinya membuat muak kaisar Yue, pria bejat itu ingin menghabisi dia namun permaisuri memohon untuk nyawa putrinya. Akhirnya kaisar Yue tidak jadi menghabisi nyawa putrinya tapi memgurungnya di istana dingin tanpa pelayan seorang pun dan permaisuri hanya dapat mengirimkan makan 2 hari sekali saja.


Permaisuri juga tidak diijinkan untuk mengantar makanan sendiri. Jika tidak, maka nyawa putrinya akan berakhir. Hal itu membuat permaisuri tidak pernahbertemu dengan putrinya lagi hingga saat ini.


__ADS_2