
Raja Kai sangat murka mendapatkan dirinya sendiri harus berada di bawah tekanan dari Ratu yang dia anggap hanya Ratu kerajaan kecil.
"Kau harus melawan aku lebih dulu membuat pil. Jika kau menang maka..."
"Aku tidak memiliki waktu untuk melawan orang yang tidak berpendirian seperti kau." ucap Ze menyela.
"Aku adalah tuan putri kerajaan ini jadi, bukankah setidaknya kau menghargai aku dan ayahku sebagai tamu kehormatan?" ucap putri Rou ruan.
"Ha ha ha ha, ah lucu sekali. Kau menganggap seekor anak ayam dan lintah yang hidup di rawa yang mendiami sarang pheonix dan naga lalu menggunakan kulit layaknya mereka akan berubah menjadi Phoenix dan naga. Sangat menjijikkan." sarkas Ze.
"Deg." mendengar ucapan Ze mereka ayah dan anak terkejut.
"Apakah dia mengetahui sesuatu?" batin Raja Kai.
"Zili....!" panggil Ze.
"Ya, yang mulia Ratu?" Saut Zili.
"Tolong bawa ke sini dua orang itu." ucap Ze.
"Baik Ratu." Saut Zili lalu segera menghilang.
"Aku lelah untuk terus berdiri. Tidakkah seharusnya kalian menyediakan kursi untukku duduk? Pertunjukan sebentar lagi akan dimulai dan membutuhkan waktu yang lama untuk selesai." ucap Ze dan segera beberapa orang mengangkat sebuah kursi untuk Ze duduki.
"Apa yang kau maksud dengan anak ayam dan lintah itu?" tanya putri Rou ruan.
"Bukankah kalian berdua lebih tahu dari aku tentang maksud dari ucapanku itu?" tanya balik Ze.
"Jangan berpura-pura tidak tahu. Aku sangat tahu kalian paham maksud ucapanku sebelumnya." tambah Ze.
"Karena kau memaksa kami hingga terdesak, maka jangan salahkan aku menyerangmu." ucap putri Rou ruan.
Dia lalu melompat ke arah Ze diikuti oleh ayahnya. Mereka semakin yakin bahwa Ze mengetahui rahasia yang sangat mereka jaga selama ini. Jalan satu-satunya untuk tetap menjaga rahasia itu adalah menghabisi Ze. Mereka kira Ze hanya memiliki bakat alkemis saja jadi dapat dengan mudah dihabisi.
__ADS_1
Putri Rou ruan dan Raja Kai melesatkan tendangan kuat ke arah Ze. Hal yang mereka tidak sadari adalah Ze dapat menghindar dengan mudah dan menendang tubuh mereka satu persatu hingga tersungkur.
"Akh....." pekik mereka.
Para prajurit yang ada ingin membantu Raja mereka namun tertahan sebelum naik ke atas panggung. Ze membuat perisai disekitarnya agar tidak ada yang mengganggunya memberikan pelajaran kepada dua hama pengganggu itu.
"Aku tidak menyangka kalau Ratu dari salah satu kerajaan bagian timur ada yang sekuat itu." ucap Raja dari kerajaan Bar-bar.
"Ya, aku juga tidak pernah menyangka. Ku rasa kompetisi kali ini adalah yang paling seru dan paling harus untuk dihadiri." Saut Raja dari kerajaan Barat.
"Anda benar Raja Xian, aku selalu merasa kalau kompetisi sebelumnya sangat membosankan. Kali ini adalah kompetisi paling seru dan menarik." sahut Raja dari kerajaan wilayah Utara.
Banyak lagi perbincangan dari para Raja beserta para peserta yang mereka bawa. Tidak satupun dari mereka yang ingin ikut campur urusan di atas panggung. Bagi mereka itu adalah pertunjukan yang sangat menarik dan dinantikan.
Di atas panggung itu sendiri, Ze sedang bertarung santai melawan Raja Kai dan putri Rou ruan yang terlihat selalu berusaha menyerang Ze dengan serangan bertubi-tubi.
"Duak duak bruk." Ze menendang tubuh keduanya hingga kembali tersungkur.
"Hoam.... Membosankan." keluh Ze setelah menguap.
"Kalian lihat itu? Dia menekan dengan tenaga dalam dan hanya menekan dua orang itu. Sungguh hebat, dia mampu mengatur tekanan untuk lawannya tanpa mempengaruhi orang lain." puji Raja dari kerajaan Bar-bar.
"Tampaknya kita tidak bisa meremehkan kerajaan bagian timur lagi. Lihatlah, seorang Ratu dari kerajaan yang kita anggap tidak berarti justru adalah seorang yang sangat kuat." ucap Raja dari kerajaan barat.
Tidak lama berselang Zili datang membawa beberapa orang dengan pakaian lusuh bersama dengan dirinya.
"Siapa orang-orang itu?" tanya si a.
"Entahlah, dari penampilannya seperti seorang tahanan." jawab si b.
Ada banyak desas desus mengenai beberapa orang berpakaian putih yang sudah berubah menjadi warna gelap sangking lusuhnya yang dibawa oleh Zili ke atas panggung.
"Selamat datang Raja Kai yang asli." ucap Ze pada seorang pria yang walaupun terlihat lusuh masih terlihat gagah dan tampan.
__ADS_1
"Raja Kai yang asli?" beo beberapa orang.
"Deg." dua orang ayah dan anak yang masih dalam posisi tersungkur menjadi puas wajahnya mendengar ucapan Ze.
Pria yang disapa Ze hanya mampu mengangguk menanggapi sapaan Ze. Ze segera memeriksa denyut nadi pria itu lalu tersenyum.
"Racun bisu." gumam Ze.
Ze segera mengeluarkan beberapa pil dan memberikan pada 5 orang termasuk pria tadi. Mereka langsung menelan tanpa ragu pil itu setelah Ze memberikannya. Ze bahkan memberikan air suci pada mereka membuat beberapa orang terbelalak.
"Seberapa kaya kah kerajaan istana atas awan ini? Mengapa Ratu mereka dengan santainya memberikan pil bahkan air suci pada orang asing seperti itu?" gumam Raja dari kerajaan Utara.
Maha guru sendiri hanya mampu menyesali nasibnya sambil menonton apa yang terjadi di depannya karena telah menjadi sampah. Tidak ada yang berani menolongnya tanpa perintah dari Ze.
"Te ri ma ka sih." ucap pria itu terbata memaksa untuk berbicara.
"Zili… Jelaskan kepada yang lain siapa mereka dan mengapa mereka bisa seperti ini." ucap Ze.
"Baik yang mulia." Saut Zili.
"Mereka adalah Raja, permaisuri, selir, Pangeran juga putri dari kerajaan Kai yang asli." jelas Zili.
"Apa?" tanya beberapa orang bersamaan bahkan ada yang sampai memekik kerana terkejut.
"Tidak mungkin, aku adalah putri Rou ruan yang asli." bantah gadis yang masih tersungkur itu.
"Kau hanya seorang pelayan yang menyamar menjadi putri Rou ruan. Semua wajah serta kemampuan yang kau miliki karena kau juga ayahmu menyembah iblis selama ini." ucap Hui tu.
Kini Jin hu dan Hui tu telah bergabung dengan Ze dan Zili di atas panggung. Ze mengeluarkan sebuah gelembung kekuatan di dalamnya terdapat seekor kelelawar dengan mata merah dan gigi tajam berwarna merah darah. Anehnya kelelawar itu memiliki dua tanduk.
"Ini adalah binatang ajaib yang menjadi perantara antara dirimu dengan iblis yang kau sembah bukan?" tanya Ze lalu membakar hewan itu dengan api sejati miliknya.
Tiba-tiba wajah ayah dan anak itu berubah menjadi wajah seorang pria tua dan si anak menjadi wajah gadis yang sangat buruk.
__ADS_1
"Tidak....." seru keduanya.
Setelah itu mereka tidak sadarkan diri. Ze memerintahkan agar 5 orang itu membasuh wajah mereka dan dapat dilihat wajah Raja Kai dan putri Rou ruan yang sama persis terlihat dari 2 orang diantara mereka.