Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Lima puluh delapan


__ADS_3

Mereka akhirnya berpencar dalam 2 kelompok. Ze bersama Jin hu kearah barat sedangkan Zili pergi bersama Suho ke arah timur.


"Ada mahluk dunia bawah yang berani menapakkan kaki di dunia hitam ini. Apakah aku tidak salah melihat?" ucap seseorang di depan Ze dan Jin hu dengan senyum meremehkan menatap mereka.


"Kak Wumin tidak salah lihat karena kami juga melihat dua mahluk rendahan itu." saut seorang gadis kecil yang terlihat sangat imut namun senyum dan tatapannya meremehkan.


"Iya benar." saut seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengan gadis kecil tadi.


"Sepertinya mereka butuh pelajaran agar tahu diri bahwa tempat ini bukanlah tempat yang pantas untuk mereka tempati." ucap pria bernama Wumin itu sambil menyeringai.


Ze hanya mendengarkan dengan malas ucapan mereka yang hanya seperti suara serangga pengganggu baginya. Ze masih menutupi aura pencapaian miliknya sehingga banyak yang menganggap dirinya rendah.


"Untuk memberikan pelajaran kepada mereka sepertinya tidak perlu kak Wumin sendiri yang turun tangan." ucap gadis kecil itu.


"Iya biarkan Kai dan Kian yang melakukannya." saut anak laki-laki di sebelahnya.


"Ceh.... Hanya dua ekor serangga jelek dan seekor siluman jalak jelek berani menghalangi jalan." ucap Ze pada akhirnya.


Sedangkan Jin hu hanya diam menyimak saja tanpa mau mengucapkan kata apapun.


"Kurang ajar....! Tarik kembali kata-katamu itu atau kalau tidak......"


"Kalau tidak kenapa hm? Memang benar bahwa wujud asli kalian hanyalah hewan jelek. Jangan menipu dengan menggunakan wujud manusia yang tampan dan imut." ucap Ze memotong ucapan kekesalan 3 orang di depannya.


"Sepertinya mereka harus di buat menyesal kerana telah hidup di semesta ini." ucap geram Wumin.


"Hiat.....!" akhirnya mereka bertiga menyerang lebih dulu dan pertarungan tidak dapat terelakkan lagi.


Ze bertarung melawan dua kembar sedangkan Jin hu melawan Wumin.


"Kita tidak memiliki banyak waktu jadi bereskan segera." ucap Ze.


"Baik sayang." sahut Jin hu.


Jin hu menggunakan serangan dengan gerakan cepat sehingga Wumin hanya mampu menangkis saja hingga akhirnya Jin hu berhasil mendaratkan serangan telapak tangannya di dada Wumin membuat Wumin terlempar kebelakang dan jatuh ke tanah.


"Kak Wumin.....!" seru si dua kembar.


"Buak.... buak...."


"Jangan mengalihkan fokusmu saat sedang bertarung." ucap Ze setelah menendang dua kembar itu hingga terlempar cukup jauh.


Jin hu dan Ze melangkah mendekati mereka membuat mereka bertiga waspada.


"Aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan meninggalkan kalian tanpa cacat asal kalian memberitahu di mana merak api berada saat ini." ucap Ze.

__ADS_1


"Kau melawan kami saat kami menggunakan wujud lain. Kami akan menunjukkan pada kalian kekuatan asli ras atas." ucap Wumin lalu merubah wujudnya.


Wumin berubah menjadi seekor jalak dengan ukuran besar sedangkan dua kembar berubah menjadi dua ekor laba-laba.


"Ajaib juga, bagaimana seekor burung berteman dengan dua ekor laba-laba yang seharusnya menjadi mangsanya." ucap Ze.


"Jangan banyak bicara." ucap burung siluman itu.


Burung itu berusaha mematuk dan menyerang Ze dengan paruh dan kakinya namun Ze Menangkis dengan tendangan dan pukulan tangannya.


Dua laba-laba juga menyerang dengan lemparan jaring namun berhasil Ze dan Jin hu hindari. Pertarungan berlangsung cukup lama hingga tiga siluman itu menggunakan kekuatan tenaga dalam untuk menyerang dan meleset.


Ze dan Jin hu menangkis serangan mereka berikutnya dengan kekuatan tenaga dalam juga hingga kekuatan mereka saling berbenturan dan tiga siluman itu kalah.


"Mohon ampuni kami." ucap siluman burung yang sudah kembali pada wujud manusianya.


"Akan kami beritahukan apa yang kalian ingin tahu." ucapnya lagi saat Ze hendak menyelesaikan mereka dengan serangan terakhir.


"Katakan segera sebelum aku berubah pikiran." ucap Ze.


"Ada dua ekor merak api di dalam hutan tak jauh sebelah sana (menunjuk ke arah belakang Ze) mereka sering berada di pinggiran sungai yang terdapat di dalam hutan itu." ucap Wumin.


"Kali ini kalian bebas karena aku tidak mempunyai banyak waktu. Lain kali jangan muncul di depanku lagi atau itu akan menjadi akhir dari hidup kalian." ucap Ze lalu pergi meninggalkan mereka diikuti oleh Jin hu ke arah hutan yang ditujukan siluman itu.


"Kami sudah menemukan keberadaan merak api. Cari keberadaan kami dengan merasakan keberadaan ku seperti yang biasa kau lakukan saat mencari aku." ucap Ze pada Zili dengan telepati.


...----------------...


Sebelum panggilan Ze pada Zili, Zili juga berhadapan dengan siluman penghuni area yang Zili dan Suho masuki.


"Segera selesaikan ini karena putri telah memanggil kita." ucap Zili.


"Baik pangeran, biarkan saya saja yang menyelesaikan mereka." ucap Suho dijawab anggukan oleh Zili.


Suho kembali pada wujud aslinya yaitu seekor phoenix dan itu berhasil membuat lawannya terbelalak.


"Duar..... Akh... akh ..!" Suho segera menyerang mereka dengan serangan energi kuat menggunakan paruhnya membuat tubuh mereka terpental jauh.


Hanya dengan satu serangan saja dan mereka sudah tidak lagi bernafas. Tubuh mereka berubah menjadi abu hitam seketika.


"Sudah selesai pangeran." lapor Suho setelah kembali pada wujud manusia.


"Ayo kita pergi ke dalam hutan kesuraman. Tampaknya putri sedang bergerak ke arah hutan itu." ajak Zili.


"Baik pangeran." saut Suho.

__ADS_1


...****************...


"Mengapa hutan itu terlihat sangat suram seolah penuh dengan kesedihan yang mendalam?" gumam Jin hu.


"Entahlah, bukankah ini negeri hitam? Maka tidak aneh jika kesuraman atau perasaan mencekam yang muncul di setiap sudut yang ada di dalamnya." saut Ze yang mendengar gumaman Jin hu.


"Kau benar sayang. Ayo kita masuk ke dalam untuk menemukan keberadaan hewan itu." ajak Jin hu namun membuat Ze kesal.


Pasalnya, Jin hu mengajak Ze berjalan namun dia memeluk erat Ze dari belakang. Sifat manja Jin hu sudah kembali dan berhasil membuat Ze kesal.


"Bagaimana caranya aku berjalan ke dalam hutan jika kau memelukku erat seperti ini?" tanya Ze.


"Kau sudah mengabaikan aku beberapa kali dan melarang aku bersikap seperti ini saat ada nyamuk-nyamuk itu. Bukankah kau sendiri yang mengijinkan aku melakukan apapun saat hanya ada kita?" ucap Jin hu dengan wajah memelas khasnya saat berduaan dengan Ze.


"Kita tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lain untuk saat ini. Kau harus mengerti posisiku saat ini." ucap pelan Ze.


"Aku hanya butuh memelukmu sebentar untuk mengisi tenagaku. Aku sangat merindukan di mana kita memiliki waktu untuk berdua saja." ucap Jin hu sambil memutar tubuh Ze lalu memeluk tubuh kecil isterinya itu.


"Akan ada waktu untuk itu nanti. Sekarang saatnya kita menangani masalah yang ada dulu agar tidak menjadi semakin tidak terkendali." ucap Ze.


"Baiklah, tapi jika saat itu telah tiba, kau hanya akan menerima apapun yang akan aku lakukan sesuai ucapanmu." ucap Jin hu dengan senyuman jahilnya.


"Apa...Hmmm mmm." Jin hu menghentikan protes Ze dengan membungkam mulut Ze menggunakan bibirnya.


Mereka berdua terlena dengan ciuman dan lu*atan hingga lupa diri dan akhirnya dikejutkan dengan deheman dari Zili dan Suho yang muncul tiba-tiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author yang kece badai (Kepedean aja teroz)


lagi pengen cuap-cuap nih.


pembaca


"Ngomong aja pake ribet."


"Ya udah gw ngomong nih."


"Ngomong aja gih."


"Gini amat nasib gw😥 gw bikin Ze sama Jin hu end baru tahu nyaho lu."canda oi jangan di maki gw.


Gw cuma mau jawab karena dari awal banyak yang nanya kok up nya makin dikit Thor?


Author lagi banyak yang harus dikerjakan di rl jadi ngerjain novel sebisanya. Saat author bisa up banyak artinya author punya waktu luang yang lebih banyak atau punya ide lebih untuk menulis cerita. Harap maklum karena buat cerita itu butuh ide jadi saat otak author lagi blank ya gak bisa nulis lebih banyak.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah memberikan pengertian dan dukungan 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2