
Suho dan Doju hanya mengangguk menyetujui ucapan Zili.
"Aku dan Suho akan kembali ke dunia bawah untuk menjemput tuanku." ucap Zili.
"Hanya pangeran dan Suho? Apakah artinya aku harus tetap tinggal di dunia atas?" tanya Doju.
"Ya, aku ingin kau tetap tinggal untuk mengawasi pergerakan mereka dan memastikan bahwa ayahanda tidak akan terluka lagi oleh ulah mereka." Jawab Zili.
"Aku butuh orang yang benar-benar aku percayai penuh di sisi ayahandaku agar aku dapat merasa tenang meninggalkan beliau di dunia atas." tambahnya membuat wajah tidak suka Dujo berubah menjadi lebih tenang.
"Baiklah, aku tidak akan ikut turun ke dunia bawah. Tapi, apa yang akan Pangeran katakan pada paduka kaisar sebagai alasan mengapa aku tidak bisa ikut serta dalam perjalanan pangeran kali ini?" tanya Doju.
"Itu bukanlah hal yang sulit. Bukankah sebelumnya kau sempat terluka?" tanya Zili balik.
"Ya." jawab Doju.
"Lalu, apa hubungannya aku terluka dengan itu?" tanya Doju.
"Aku akan mengatakan bahwa aku masih khawatir dengan kondisi dirimu jika harus membawamu ikut serta dalam perjalanan ke dunia bawah kali ini. Aku juga akan meminta selama aku pergi kau ditempatkan di dalam istana agar aman." jawab Zili.
"Dengan demikian kau akan mudah mengawasi mereka juga menjaga keselamatan ayahandaku." tambah Zili.
"Jika Pangeran sudah membuat rencana sesempurna itu, maka aku hanya akan ikut dalam rencana yang Pangeran susun itu." pasrah Doju akhirnya.
"Ayo....! Aku harus berpamitan pada ayahandaku untuk kembali ke dunia bawah." ajak Zili di jawab anggukan saja oleh Suho dan Doju lalu mereka melangkah menuju ke tempat kaisar negeri hewan roh suci.
...****************...
Selepas pamitan pada sang ayah, Zili segera pergi ke dunia bawah untuk menjumpai Ze.
"Mengapa tuan berada di dalam hutan kutukan?" gumam Zili saat dia sudah berada di dunia bawah dan mencari keberadaan Ze dengan mendeteksi dengan ikatan batinnya.
"Tuan.....!" panggil Zili dengan telepati saat dia sudah di luar hutan kutukan.
"Tuan.....?" panggilnya lagi setelah beberapa saat tidak mendapatkan jawaban atas panggilannya itu.
"Ya?" jawab Ze.
" Zili apa itu kamu?" tanya Ze.
"Iya tuan." jawab Zili.
"Dimana kamu?" tanya Ze.
"Di luar hutan kutukan." jawab Zili.
__ADS_1
"Tunggu aku menyelesaikan urusan di dalam sini dulu. Ingat.....! Jangan masuk ke dalam hutan kutukan ini selangkah pun." ucap Ze memberikan peringatan pada Zili.
"Baik tuan." saut Zili yang sangat paham maksud larangan Ze.
"Apakah putri Ze sungguh ada di dalam sana?" tanya Suho.
"Ya, dia di dalam dan tampaknya sedang melakukan sesuatu dan menyuruh kita menunggu di luar hutan saja." jawab Zili.
...****************...
Di kediaman Ji liu ku
Setiap hari akan ada beberapa orang yang akan berusaha untuk menghancurkan tabir pelindung buatan Ze dan seperti sebelumnya, mereka selalu gagal. Tidak sedikit dari mereka akan berakhir dengan keadaan terluka parah dan bahkan hingga meregang nyawa.
"Bagaimana ini guru?” tanya Wen li pada master Tang dengan nada khawatir.
"Bagaimana apanya?" tanya Tang biu hu.
"Itu sudah jimat segel terakhir yang kita pasang untuk memperbarui segel pelindung tempat ini." jawab Wen li.
"Sedangkan di luar sana mereka tidak pernah berhenti untuk berusaha merusak tabir yang melindungi kita walaupun berakhir dengan terluka akhirnya. Mereka tidak jera dan akan kembali dengan orang dan serangan yang lebih kuat. Sementara....." Wen li ragu untuk meneruskan kalimatnya.
"Sementara apa?" tanya Tang hui ni.
"Kita hanya bisa menunggu. Masih ada waktu 4 hari untuk tabir itu melindungi kita." ucap Tang hui bi.
"Bagaimana jika dalam 4 hari dan dia tidak datang?" tanya gadis itu dengan wajah marah.
"Tentang itu, kalian tidak perlu gusar. Jika waktunya tiba kalian semua akan baik-baik saja." jawab Tang hui bi.
"Bagaimana bisa kami baik-baik saja sedangkan di luar sana mereka tidak berhenti untuk merusak tabir pelindung itu?" tanya emosi gadis itu.
Walaupun muridnya berbicara dengan nada tinggi di depan mereka saat itu, master Tang tidak marah. Mereka sangat paham kalau murid mereka sedang ketakutan menyaksikan sendiri orang-orang yang berusaha untuk merusak tabir pelindung buatan Ze ada banyak dan sangat kuat.
"Ada jalan keluar rahasia di kediaman ini dan Wen li akan membawa kalian keluar jika saatnya tiba." jawab Tang biu hu.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan guru." ucap Wen li.
"Kau cukup mengantar mereka keluar dan bisa kembali setelah memastikan keamanan mereka." ucap Tang hui bi.
"Baik guru." saut Wen li.
Master Tang walaupun telah pasrah, mereka berharap walaupun Ze tidak menyelamatkan mereka, Ze tetap dalam keadaan baik.
...****************...
__ADS_1
Di luar kediaman Ji liu ku
"Ini sudah enam bulan dan sudah banyak petarung hebat yang berusaha merusak tabir pelindung itu. Hasilnya masih saja nihil." ucap seorang pemuda.
"Mereka tidak jera dan kita hanya perlu menjadi penonton saja. Jika mereka gagal kita tidak akan berdampak sedangkan jika mereka berhasil, kita satu langkah lebih dekat dengan gadis itu." ucap seorang pria.
"Tapi paman, bagaimana kita bisa lebih dekat dengan gadis itu sedangkan mereka menginginkan gadis itu dalam keadaan hidup?" tanya pemuda itu.
"Akan ada cela buat kita menyingkirkan gadis itu tanpa mereka sadari." jawab pria itu.
"Apakah paman sudah memiliki rencana?" tanya pemuda itu dengan wajah antusias sangat ingin tahu.
"Tunggu saja sampai waktunya tiba. Kau akan melihat apa yang akan terjadi." ucap pria itu dengan senyum sinis sambil melihat beberapa orang berusaha merusak tabir pelindung buatan Ze dan lagi-lagi berakhir terluka.
"S*al....!" umpat orang yang terkena serangan balik dari tabir itu.
"Bagaimana bisa ada tabir pelindung sekuat itu. Ini sudah beberapa bulan berlalu dan tabir itu masih sangat kokoh dan kuat menyerang siapapun yang menyerangnya." ucap geram orang lain di dekatnya.
"Tabir itu pasti akan rusak. Tabir itu pasti akan memiliki batas kemampuan untuk melindungi." ucap yang lainnya.
"Iya tapi kapan itu?" tanya orang yang terluka.
"Kita sudah kehilangan banyak petarung kuat hanya untuk menghancurkan tabir itu. Hasilnya selalu saja nihil." ucap pemuda lainnya.
"Jalan menuju kesuksesan memang tidak mudah. Walaupun sangat sulit, setidaknya saat gadis itu menjadi milik ras kita, ras kita akan menjadi yang terkuat yang akan menguasai semesta." ucap pemuda itu.
Ya, mereka adalah ras ular siluman. Mereka terus berusaha merusak tabir pelindung karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan guru Tang yang akan membuat Ze keluar dari hutan Fujian.
...****************...
Di dalam kediaman
"Ini sudah hari keempat. Wen li, bawa mereka semua keluar melalui jalan rahasia." ucap Tang hui bi.
"Baik guru." saut Wen li.
Para murid menunduk hormat pada master Tang lalu pergi mengikuti langkah Wen li. Setelah mereka pergi, master Tang merusak jalan itu.
"Saatnya kita melakukan hal terakhir untuk melindungi Ze." ucap Tang biu hu.
Mereka sudah siap dengan racun di tangan mereka agar tidak menjadi beban bagi Ze nantinya.
"Duar...... Krek......" Ledakan dahsyat terdengar dan tabir pelindung itu sudah mulai retak.
Guru Tang sudah siap dengan racun di depan bibir mereka.
__ADS_1