Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Enam puluh lima


__ADS_3

Ze hendak pergi dari dalam batu dimensi namun langkahnya terhenti karena mengingat sesuatu.


"Seberapa dalam umbi dari tanaman api neraka itu?" tanya Ze.


"Untuk mengetahui berapa dalam umbinya kau dapat melihat tinggi dari tanaman itu. Umbinya akan tumbuh lurus kebawah kira-kira 3 kali dari panjang pohonnya." jawab Silla.


"Mengapa kau bisa tahu banyak hal bahkan melebihi pengetahuan seekor Phoenix suci? Bukankah selama ini kau hanya berada di dalam batu dimensi ini saja?" tanya Ze penasaran.


"Orang yang menyatukan jiwaku dengan dimensi dari batu ini memberikan banyak pengetahuan yang dia ketahui. Aku juga sudah ada sejak beberapa abad dan memiliki beberapa tuan yang juga memberi tahukan aku tentang banyak hal saat mereka masuk ke dalam dimensi ini." jawab Silla.


"Jika ada seorang abadi di dunia bawah, mengapa keberadaan beliau tidak pernah ada yang menyebutnya? Apakah orang abadi yang menyatukan jiwamu dengan batu dimensi ini bukan berasal dari dunia bawah?" tanya Ze.


"Ya, beliau adalah seorang dari dunia yang belum bisa untuk kau ketahui keberadaanya untuk sekarang." jawab Silla.


"Baiklah aku paham." ucap Ze.


"Aku harus segera pergi karena waktu yang tersisa makin lama akan semakin berkurang. Terima kasih atas informasinya." tambah Ze.


"Semoga berhasil." ucap Silla.


Ze segera menemui Zili di luar batu dimensi dan Zili yang melihat Ze muncul di depannya langsung bertanya pada Ze apa yang Ze dapatkan.


"Apakah ada cara aman untuk mendapatkan tanaman api neraka itu?" tanya Zili langsung.


"Ya, sebaiknya kita bicarakan sambil melakukan perjalanan." saran Ze.


"Baiklah putri." saut Ze.


Suho datang tepat saat mereka akan bergerak pergi dari gua itu.


"Pangeran, putri." sapa Suho sambil menunduk hormat.


"Dimana tanaman itu berada?" tanya Zili langsung.

__ADS_1


"Tanaman itu ada di negeri naga tepatnya di tengah danau api dan ada juga di negeri hewan roh suci tepatnya di puncak gunung tertinggi di perbatasan antara kawasan naga suci." jawab Suho.


"Danau api?"beo Ze.


"Itu merupakan kawah sebuah gunung besar. Di dalam kawah itu dipenuhi api yang tidak pernah padam sehingga disebut danau api. Di tengah danau api itu ada daratan kecil di daratan kecil itulah tanaman api neraka itu tumbuh." jelas Suho.


"Hm, lalu kita akan kemana untuk mengambil tanaman api itu?" tanya Ze.


"Mengingat bahwa kaisar dari negeri naga sedang sangat tidak bersahabat dengan manusia, kita sebaiknya mencari tanaman itu di negeri hewan roh suci saja." saran Zili.


"Aku setuju dengan itu. Kakak Ruri juga melarang aku untuk memasuki negeri naga untuk saat ini." ucap Ze.


"Ayo kita pergi ke negeri hewan roh suci sekarang. Setidaknya saat misi mengambil tanaman api neraka selesai, kak Ruri juga sudah siap dengan darah naga yang dibutuhkan." ajak Ze.


Mereka segera pergi ke negeri hewan roh suci setelah memutuskan di negeri itu mereka akan mengambil tanaman api neraka.


Mereka tiba di negeri hewan roh suci tepatnya di bawah kaki gunung tempat tanaman api neraka tumbuh.


"Kita tidak bisa langsung berada di atas puncak gunung ini. Kita harus berjalan kaki untuk mencapai puncak dari gunung ini." ucap Zili.


"Lalu, cara apa yang batu dimensi putri itu berikan pada putri untuk mengambil tanaman api neraka itu dengan aman?" tanya Zili.


"Kau pasti akan terkejut jika tahu bahwa selama ini banyak bahkan hampir semua orang salah mengira bahwa kita harus membawa seluruh bagian tanaman itu untuk mengambil manfaatnya." ucap Ze.


"Apa maksud putri?" tanya Zili bingung.


"Ternyata kita hanya membutuhkan umbinya yang tumbuh cukup jauh di dalam tanah dan lebih hebatnya lagi umbinya itu tidak melukai seperti batang, daun dan bunganya." jawab Ze.


"APA?" seru Zili dan Suho tidak percaya.


"Ya, kita hanya butuh mengambil umbinya tanpa menyentuh bagian dari taman yang tumbuh di atas tanah." ucap Ze.


"Ini adalah informasi yang sangat besar yang memang benar kata putri bahwa tidak ada yang tahu tentang itu." ucap Suho.

__ADS_1


"Tapi, bagaimana cara kita mengambil umbinya tanpa menyentuh tanaman yang tumbuh di atasnya?" tanya Suho.


"Kita hanya perlu membuat lubang di tempat yang aman dan menggalinya dalam posisi miring dan usahakan agar tidak membiarkan tanah di atas galian itu longsor sehingga akan berbentuk seperti sebuah gua. Kita gali lubang itu ke arah umbi itu berada." jelas Ze.


"Bukankah untuk itu kita harus tahu di mana umbinya berada? Seberapa dalam tanah yang harus kita gali agar tepat untuk mendapatkan umbinya?" tanya Suho.


"Kalau dari apa yang Silla katakan, umbinya itu hanya tumbuh lurus ke bawah dan kedalaman umbinya dapat kita lihat dari tinggi pohonnya. Karena, kedalaman umbinya berada sama dengan 3 kali tinggi pohonnya." jelas Ze.


"Kalau seperti itu, maka kita tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan." ucap Zili.


"Memangnya menggali tanah itu mudah? Apa lagi kita harus pelan-pelan agar tanah di atasnya tidak longsor." ucap Ze.


"Putri tenang saja. Kami dapat merubah tampilan kami menjadi hewan unggas kecil yang dapat dengan mudah menggali lubang. Bukankah itu akan memudahkan kita untuk segera mendapatkan umbi dari tanaman itu?" ucap Zili.


"Wah kalau seperti itu, itu sungguh akan sangat mudah dan cepat untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan." ucap Ze semangat.


"Ayo cepat, kita harus segera ke atas dan melihat tanaman itu dan segera mengambil umbinya." ajak Ze semangat.


Mereka segera mempercepat langkah yang agak sulit karena jalur yang mereka hadapi cukup terjal mengingat bahwa gunung itu sangat tinggi.


Setelah sekitar 2 jam lebih mendaki akhirnya mereka tiba di puncak dari gunung itu. Ze kagum melihat pemandangan yang indah dari puncak gunung itu.


"Itu dia tanaman api neraka yang kita cari." ucap Zili.


Di depan mereka tampak beberapa tanaman yang mulai dari bunga, daun dan batangnya berwarna merah menyala. Bahkan di bagian tengah bunganya yaitu tempat benang sari dan putik pada umumnya berada, terlihat api kecil yang menyala.


"Wah, tanaman itu berwarna merah menyala dan bahkan bunganya ada apinya." ucap Ze.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf karena dua hari kemarin tidak up karena author sedang tidak fit mungkin karena pergantian cuaca yang cukup ekstrim di tempat author sehingga menyebabkan penurunan daya tahan tubuh author.


Semoga kedepannya author dapat up lebih sering lagi dan semoga kalian tidak bosan untuk memberikan dukungan penuh kepada author agar tetap semangat.

__ADS_1


Selamat membaca dan semoga kita semua diberikan kesehatan.


__ADS_2