
Setelah cukup lama tanya jawab antara Ze dan Di nuo, efek obat jujur akhirnya berakhir.
"Efek obat kejujuran sudah berakhir. Kini saatnya kau menjadi bonekaku." ucap Ze sembari tersenyum dan seperti biasa, senyum Ze itu membuat orang bergidik ngeri.
Ze mengeluarkan sebuah botol kecil dari cincin penyimpanannya. Lalu menatap Di nuo dengan senyuman misterius. Di nuo yang ditatap oleh Ze seperti itu makin ketakutan dan keringat semakin deras bercucuran di tubuhnya.
"A apa yang a akan kau la kukan?" tanya Di nuo gugup.
Ze mengangkat dagu Di nuo hingga Di nuo mendongak dan membuka paksa mulut Di nuo.
"Akh menyebalkan." ucap Ze kesal karena Di nuo menolak membuka mulutnya sambil menggerakkan kepalanya terus menerus membuat Ze kewalahan.
"Tok." Ze tidak kehabisan akal, dia menotok titik syaraf Di nuo membuat Di nuo tidak lagi dapat bergerak.
Ze membuka paksa mulut Di nuo dan memasukkan cairan dalam botol yang dia pegang. Setelah berhasil memaksa Di nuo menelan cairan itu Ze kembali membuka totok syaraf pada pemuda itu.
"Akh....! Apa yang kau berikan padaku?" tanya Di nuo karena mulai merasakan rasa sakit di kepalanya.
"Nikmati saja rasa sakit itu. Sebentar lagi rasa sakit itu akan hilang dan kau akan menjadi sosok yang berbeda." ucap Ze.
"Akh sakit.....! To akh long ini sa ngat sa kit." rintihan demi rintihan keluar dari mulut Di nuo.
Di nuo hanya bisa merintih dan menggerakkan kepalanya karena hanya kepalanya saja yang bisa dia gerakkan karena efek racun pelumpuh syaraf di tubuhnya.
"Akh....!" pekik Di nuo kencang lalu tak sadarkan diri karena tidak sanggup lagi menanggung rasa sakit yang semakin bertambah setiap saat.
Ze setia mengamati wajah pingsan Di nuo. (Bukan karena tertarik ya😅) Ze tidak ingin melewatkan satu pun perubahan ekspresi saat Di nuo sadar. Karena hanya dengan itu dia dapat memastikan bahwa obat pengendalian pikiran yang ada pada tubuh Di nuo berfungsi dengan baik atau tidak.
"Eng.... " lenguh Di nuo yang mulai tersadar dari pingsannya.
Di nuo mengernyit karena kepalanya yang masih terasa sakit lalu tiba-tiba dia merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dengan tatapan kosong.
"Mulai saat ini kau adalah orangku yang harus menurut segala kata dan keputusan yang aku ambil." ucap Ze dan dijawab anggukan kepala oleh Di nuo.
__ADS_1
"Tugasmu adalah nanti malam kau harus melaporkan bahwa aku tidak melakukan hal yang mencurigakan dan hanya diam di penginapan membuat beberapa jenis pil pada wakil ketua Song itu di tempat kau biasanya melapor." jelas Ze.
"Hanya itu dan pura-pura untuk patuh pada mereka kecuali jika tugas itu untuk mencelakai keluargaku atau guruku." ucap Ze.
"Baik putri." jawab Di nuo.
"Pergilah." perintah Ze.
"Baik putri." jawab Di nuo lalu pergi dari kamar itu.
"Tolong jaga sebentar aku akan bertanya pada Silla letak dari hutan kutukan itu." ucap Ze.
"Hm, aku akan berjaga dengan baik di sini kau tenang saja di dalam sana." ucap Hui tu.
Ze segera memasuki batu dimensi yang dia ambil dari Ming hui palsu. Saat Ze sudah di dalam batu dimensi, suara Silla langsung menyambut kedatangan Ze.
"Selamat datang kembali tuan pemilik baru." sambut Silla.
"Tidak perlu memanggilku tuan, panggil namaku saja." ucap Ze.
"Cukup Ze saja tanpa ada imbuhan tuan di depannya." ucap Ze.
"Bukannya sebelum ini kau berbicara santai saja padaku tidak formal seperti saat ini? Apa yang salah dengan dirimu kali ini?" tanya Ze heran.
"Maafkan sebelumnya sudah lancang berbicara santai. Itu karena hamba masih terbawa suasana dan masih merasa mendiang tuan sebelumnya adalah tuanku." jawab Silla.
"Aku memintamu untuk tetap berbicara santai seperti sebelumnya. Itu bukan pelanggaran bagiku. Justru aku akan sangat menghargai itu." pinta Ze.
"Baik Ze." jawab Silla.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Silla.
"Aku ingin kau memberitahu aku letak pasti hutan harapan yang sekarang menjadi hutan kutukan itu." jawab Ze.
__ADS_1
"Apa yang kau ingin cari di hutan kutukan?" tanya Silla.
"Aku harus bersembunyi dari orang kuat yang menginginkan aku dan untuk memperkuat diriku agar dapat melawan orang itu juga untuk kebaikan orang terkasihku di masa depan." jawab Ze.
"Hutan kutukan itu terletak di perbatasan kerajaan Xili dan Kerajaan Naga suci." jawab Silla.
"Cukup jauh juga." ucap Ze.
"Apakah ada yang dapat aku gunakan untuk merusak pelacakan jejak yang terdapat di tubuh suamiku dan juga hewan rohnya agar mereka tidak lagi terlacak walaupun tidak aku sembunyikan di dalam batu dimensi?" tanya Ze.
"Aku membutuhkan kuda naga terbang agar dapat tiba di hutan kutukan dengan cepat." tambah Ze.
"Petik 7 lembar daun dari pohon jiwa. Ingat 7 lembar jangan lebih karena itu menunjukkan keserakahan jika kau mengambil lebih dari yang kau butuhkan." Ucap Silla.
"Baik, tapi bukankah sebelum ini kau melarang aku untuk menyentuh pohon jiwa itu?" tanya Ze.
"Mengapa sekarang kau malah menyuruhku untuk memetik daunnya?" tanya Ze lagi.
"Karena kau membutuhkannya bukan karena keserakahan dan karena itu demi kebaikan yang lain." jawab Silla.
Ze segera memetik 7 lembar daun dari pohon jiwa itu tidak lebih. Saat selesai ada satu lembar daun yang gugur dan Ze melihat itu. Ze mengabaikan daun itu dan seketika daun itu menghilang.
"Kau sungguh bukan seorang yang serakah. Bahkan daun yang gugur karena kau tidak membutuhkan itu walaupun berharga kau tidak mengambilnya. Sebagai hadiah atas sifat mulia mu itu, kau kuberikan buah pohon jiwa." Tiba-tiba suara pria tua terdengar dari arah pohon jiwa.
Setelah suara itu hilang, sebiji buah dari pohon jiwa terlepas dari tangkai buahnya dan bergerak perlahan ke arah Ze.
"Segera makan buah itu." ucap Silla saat buah dari pohon jiwa berada tepat di tangan Ze.
Ze yang masih diam mencerna apa yang terjadi terkejut dengan suara Silla dan segera memakan buah itu sesuai perintah Silla.
"Apa yang terjadi?" tanya Ze saat tubuhnya terangkat dan tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan cahaya putih, hijau dan kuning secara berganti.
"Itu adalah efek dari buah pohon jiwa. Saat ini buah itu sedang membersihkan juga memperkuat jiwa serta tubuhmu." jawab Silla.
__ADS_1
Setelah cukup lama cahaya itu menghilang dan tubuh Ze kembali mendarat dengan perlahan. Dari tubuh Ze keluar kotoran seperti lumpur yang lengket dan bau. Ze merasa risih dengan bau yang timbul dari kotoran itu.
Terima kasih banyak atas semua do'a dari kalian. Terima kasih juga atas vote, like dan komen oh iya juga tipsnya.