
Di sana sudah ada dua orang wanita yang menggendong dua bayi. 7 orang pria mengelilingi mereka sambil membelakangi untuk menjaga dari beberapa orang yang ingin menyerang mereka.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Hui tu.
"Karena itu menyangkut nyawa bayi kecil yang tidak tahu apa-apa, aku tidak bisa tinggal diam." ucap Ze.
"Kalau begitu kita membantu mereka?" tanya Hui tu.
"Apakah masih perlu bertanya lagi maksud ucapanku?" tanya Ze balik sambil memutar bola matanya.
Ze melempar selembar daun dan berhasil membuat luka gores pada lengan salah satu dari penyerang yang hendak menebaskan pedang ke arah lawan yang tersungkur sehingga pedang di tangannya terlepas.
"Akh..." pekik orang itu.
"Siapa yang berani ikut campur dalam urusan klan Merak api kami?" tanya salah satu dari para penyerang yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu.
"Aku ingin ketawa mendengar serangga menyebut dirinya merak." ucap Ze.
"Dasar wanita kurang ajar. Turun dan lawan kami agar kau tahu bahwa yang kau sebut serangga ini adalah pencabut nyawamu." ucap pria itu penuh emosi.
"Aku tidak tertarik melawan serangga lemah. Huo nan, sepertinya hanya kau saja sudah lebih dari cukup untuk menangani mereka." ucap Ze.
"Baik kakak ipar." saut Huo nan lalu segera melompat turun dari pohon.
Huo nan menyerang mereka dengan kecepatan serangan yang cukup tinggi. Satu persatu dari mereka terlempar jauh tanpa bisa melawan balik serangan dari Huo nan.
Mereka kembali bangkit dan menyerang Huo nan. Membuat Huo nan menggunakan tenaga dalam untuk menyerang mereka dalam satu kali serangan.
"Ada yang aneh dari mereka." ucap Ze.
"Ya, walaupun terkena beberapa kali serangan dari Huo nan, mereka tidak terluka sedikitpun." ucap Jin hu.
"Apakah lagi-lagi kita berhadapan dengan pengikut iblis?" tanya Hui tu.
"Biar aku melihatnya dengan mata dewa." ucap Ze.
Ze mulai konsentrasi lalu pupil matanya tiba-tiba berubah menjadi warna keemasan. Setelah beberapa saat Ze hampir jatuh terhuyung ke bawah andai Jin hu tidak sigap menangkap tubuhnya.
"Mereka memang penganut aliran sesat yang menginginkan menguasai sebuah keluarga besar karena warisan turun temurun keluarga itu yang sangat berharga. Hanya darah dari keturunan terakhir yang dapat memberikan petunjuk tempat warisan itu. Itulah mengapa mereka mengincar dua bayi itu." ucap Ze.
__ADS_1
"Lagi-lagi hal merepotkan yang harus kita tangani." ucap Hui tu.
"Kabar baiknya kita akan menemukan binatang ajaib jika berhasil menemukan markas mereka." ucap Ze.
"Kalau begitu aku akan membantu Huo nan." ucap Hui tu bersemangat.
Hui tu segera menyerang mereka dengan kekuatan tenaga dalam penuh membuat tubuh mereka hancur berkeping-keping.
"Tidakkah kau terlalu bersemangat kakek tua?" ucap Ze dengan nada sinis.
"Aku memang terlalu bersemangat." ucap Hui tu.
"Seharusnya kau menyisakan satu orang untuk dijadikan pusat informasi." ucap Ze.
"Aku lupa soal itu." ucap Hui tu sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Mengapa terlalu lama baru membantu?" protes Huo nan yang sudah kelelahan.
"Hanya melawan serangga lemah seperti mereka kau sudah kelelahan?" cibir Ze.
"Mereka seperti rumput liar yang tidak bisa mati walaupun diinjak. Merepotkan. melawan mahluk seperti itu." ucap Huo nan membela diri.
"Sebaiknya jangan gerakkan tubuhnya. Dia terluka parah dan akan semakin parah jika terlalu banyak digerakkan." ucap Ze melihat satu dari mereka yang hendak mengangkat tubuh rekannya yang terluka parah.
"Kakak Yung, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu dari mereka pada rekannya.
"Aku memiliki kemampuan mengobati, biarkan aku memeriksa apakah dapat membantu mengobati dirinya." tawar Ze.
Mereka semua saling pandang seolah ragu untuk membiarkan Ze memeriksa rekannya yang terluka parah.
"Biarkan dia memeriksa kakak Sian, walau bagaimanapun mereka adalah penyelamat kita. Jika ingin melukai kita mereka tidak akan membantu melawan musuh kita." ucap seorang yang dipanggil kakak Yung.
Ze mentotok beberapa bagian tubuh dekat luka yang mengeluarkan banyak darah sehingga menghentikan pendarahan orang yang disebut kakak Sian oleh mereka.
"Hanya luka luar saja. Bantu dia menelan pil ini dan dia akan baik-baik saja." ucap Ze sambil memberikan pil pada Yung.
Hui tu membantu memeriksa yang lainnya dan memberikan pil pemulihan pada mereka. Sedangkan Huo nan hanya duduk sambil mengipas diri karena lelah dan Jin hu berdiri di samping Ze melihat apa yang Ze lakukan.
"Terima kasih atas bantuan Tuan dan Nona...
__ADS_1
"Dia wanita bersuami jadi sebaiknya jangan panggil nona." ucap Jin hu sambil merangkul pinggang Ze.
"Maaf kami tidak tahu." ucap Yung.
"Bukan salah kalian karena kita tidak saling mengenal. Hanya suamiku memang selalu kekanak-kanakan." ucap Ze.
"Sebenarnya apa yang terjadi dan kalian hendak pergi ke mana?" tanya Ze.
"Kalian tidak harus mengatakan apapun dan bisa pergi ke manapun jika itu yang kalian inginkan. Kami hanya ingin membantu tapi tidak memaksa untuk itu juga." ucap Ze setelah melihat keraguan dari wajah mereka.
"Akan kami ceritakan semuanya." ucap Yung.
"Kakak Yung? "
"Mereka mungkin bisa membantu kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini dan lawan seperti apa lagi yang akan dikirimkan oleh iblis itu untuk merebut tuan dan nona muda kita." jelas Yung.
"Sebaiknya kita pergi ke tempat kami meninggalkan kereta. Sepertinya bayi-bayi kecil itu butuh makan dan tempat yang nyaman untuk istirahat juga kain yang lebih nyaman." saran Ze melihat dua bayi yang menangis dengan kain yang agak basah membungkus tubuh mereka.
Mereka akhirnya kembali ke kereta. Ze segera membuka pelindung pada kereta dan segera mengambil beberapa kain kering, bersih dan tebal dari dalam kereta. Mereka segera mengganti kain yang membungkus dua bayi itu sementara Ze mengeluarkan semangkuk sup sisa sup yang dia simpan di dalam batu dimensi lalu menyerahkan pada pengasuh bayi itu.
Ze tidak harus masuk ke dalam batu dimensi untuk mengambil benda di dalam dan orang yang tidak tahu akan mengira dia mengambil benda dari dalam cincin ruang miliknya.
"Maaf karena hanya itu makanan yang bisa dimakan oleh bayi yang kami miliki." ucap Ze.
"Kami justru sangat senang dan berterima kasih atas kebaikan anda semua. Dari pagi mereka memang belum bisa kami berikan makan apapun. Selain karena memang tidak ada makanan yang kami dapatkan juga karena penyergapan dari mereka yang berhasil menemukan keberadaan kami." ucap salah satu pengasuh bayi.
"Kami adalah penjaga yang bertugas untuk melindungi tuan dan nona muda keluarga Ouyang. Malam itu tiba-tiba keluarga Ouyang diserang dan hanya kami yang berhasil selamat dari serangan itu karena pengorbanan tuan dan nyonya besar agar kami dapat pergi dan membawa tuan dan nona muda kami." ucap Sian.
"Kami sudah seminggu bersembunyi dan terus berpindah tempat hingga akhirnya pagi tadi mereka berhasil menemukan kami. Walaupun kekuatan kami hampir sebanding dengan mereka, tapi mereka tidak dapat terluka dan tidak pernah kehabisan tenaga sehingga kami kalah dan hampir saja tuan dan nona muda kami dibawa oleh mereka andai tidak ditolong oleh kalian." tambahnya.
"Kalian tidak akan bisa melawan mereka karena mereka menggunakan kekuatan iblis." ucap Ze.
"Sebaiknya kalian ikut dengan kami ke istana atas awan. Tidak baik untuk bayi-bayi kecil itu tinggal di luar dan terus menerus dikejar." ucap Ze.
"Berarti kita langsung ke istana atas awan?" tanya Huo nan.
"Ya, hanya di sana mereka bisa aman sebelum kita berhasil mengatasi para pengikut iblis itu." jawab Ze.
"Apakah kalian berasal dari istana atas awan?" tanya Sian.
__ADS_1
"Ya dan dua orang di depan kalian itu adalah Raja dan ratu Jin pemimpin istana atas awan." jawab Huo nan.