Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Asal racun


__ADS_3

"Dia sedang istirahat." jawab Hui tu.


"Ze butuh istirahat karena selama beberapa hari hampir tidak beristirahat untuk mencari obat penawar racun untuk kalian." ucap Hui tu.


"Maaf, itu salah kami." ucap Tang hui bi merasa bersalah.


"Jangan meminta maaf padaku karena yang paling menderita di sini bukan aku." ucap Hui tu.


Sebenarnya Hui tu tidak tega membuat master Tang yang baru siuman bersedih. Hanya saja, dia merasa kesal mengingat Ze yang sangat menderita karena ulah mereka.


"Uhuk uhuk uhuk." Tang biu hu juga mulai sadar.


"Tampaknya organ dalam tubuh master Tang biu hu lebih parah kerusakannya dari pada anda." ucap Hui tu sambil membantu master Tang yang baru siuman minum air dan juga pil yang Ze berikan padanya.


"Terima kasih." ucap master Tang setelah merasa lebih baik.


"Beruntungnya kalian karena selain seorang kultivator dan seorang alkemis murid kalian adalah tuan dari pangeran negeri hewan roh suci. Jika tidak, kami hanya bisa menonton tubuh kalian membusuk perlahan tanpa tahu harus berbuat apa-apa." ucap Hui tu.


"Maaf, kami tidak ada maksud melakukan itu. Itu bukan keinginan kami." ucap Tang biu hu.


"Apa maksud guru?" tanya Ze yang ternyata sudah bangun dan keluar dari batu dimensi.


"Sebenarnya saat tabir itu retak dan para murid telah diamankan kami memang berniat akan meminum racun agar tidak menjadi beban jika tertangkap oleh mereka. Tapi saat akan meminum racun itu kami mendengar suaramu berteriak jadi kami tidak jadi meminumnya." jelas master Tang.


"Jika kalian tidak jadi meminum racun, bagaimana bisa kalian keracunan bahkan dengan racun yang sangat merepotkan itu?" tanya Hui tu geram.


"Bisakah kau tidak memotong cerita guru agar guru dapat menceritakan semua dengan jelas?" protes Ze.


Akhirnya master Tang mulai kembali menceritakan semua kejadian dari awal sampai dia keracunan.


Flash back on


"Hanya ini satu-satunya jalan terakhir yang dapat kita lakukan untuk membantu Ze." ucap Tang biu hu.


"Ya." saut Tang hui bi.


Mereka sudah akan menenggak racun dalam botol yang mereka pegang namun suara seseorang yang sangat mereka kenal dan rindukan terdengar menggelegar.


"KURANG AJAR.......!" seru suara itu


"KALIAN SEMUA HARUS MA*I DI TANGANKU HARI INI." mereka semakin yakin kalau itu suara Ze dan membuang racun di tangan mereka.

__ADS_1


"Itu suara Ze." ucap Tang hui bi.


"Ya kau benar. Itu suara Ze kita, dia sudah kembali kepada kita." ucap Tang biu hu.


Saat mereka akan memutar tubuh mereka agar dapat melihat dengan pasti pemilik suara itu adalah Ze, mereka terkejut karena tiba-tiba ada yang menotok tubuh mereka dari belakang hingga mereka tidak dapat bergerak.


"Siapa itu?" tanya Tang biu hu.


"Siapa yang menyerang kita dari belakang?" tanya Tang hui bi.


"Keluar pengecut." ucap Tang biu hu.


"Ha ha ha ha." tiba-tiba suara seseorang yang tertawa dengan bahagia terdengar.


"Siapa kamu? Dasar pengecut." ucap Tang biu hu.


"Aku bukan pengecut, aku hanya tidak ingin repot. Untuk apa repot bertarung dengan kalian jika dapat menyerang dengan cepat dari belakang?" ucapnya.


"Apa yang kau inginkan sehingga membuat kami seperti ini?" tanya Tang hui bi.


"Kalian harus m*ti agar gadis ja*ang itu memiliki lebih banyak ganjalan dalam hatinya. Gadis ja*ang itu tidak boleh lebih kuat lagi. Dengan kem*tian kalian berdua, iblis di dalam hatinya dapat tumbuh dan menghancurkan kultivasi yang dia miliki. Dengan demikian dia akan menjadi gadis ja*ang dengan hidup sebagai sampah." ucapnya.


"Kita coba saja dulu. Jika itu berhasil maka aku beruntung dan jika itu gagal pun aku tidak akan rugi apapun." ucapnya lalu memaksa satu persatu dari dua orang master itu meminum racun yang dia bawa.


"Ha ha ha ha." orang itu tertawa setelah berhasil memaksa master Tang meminum racun lalu setelahnya menghilang begitu saja menyisakan kabut hitam tipis yang perlahan menghilang juga.


Flash back off


Hui tu mengernyit bingung dengan cerita dari master Tang. Sedangkan Ze sudah sangat emosi dan ingin saat itu juga menghabisi orang yang membuat gurunya menderita.


"Jika mendengar cerita dari master Tang, berarti orang itu sudah ada sebelum tabir dibuka oleh Ze?" tanya Hui tu.


"Bagaimana bisa? Bukankah walaupun sudah retak tabir buatan ku itu tidak bisa di tembus begitu saja oleh siapapun." bantah Ze.


"Itu artinya hanya ada dua kemungkinan." ucap Hui tu.


"Kemungkinan apa itu?" tanya Tang biu hu.


"Ada penghianat di antara para murid itu atau..." jawab Hui tu menggantung.


"Atau apa?" tanya Tang biu hu.

__ADS_1


"Atau orang itu memang sudah ada di antara kita sejak awal." jawab Tang hui bi.


"Ya, setidaknya itu yang dapat saya simpulkan dari masalah ini." ucap Hui tu.


"Aku pikir dia tidak ada di antara kita sebelumnya." ucap Ze.


"Mengapa?" tanya Hui tu.


"Silla dapat melihat niat buruk dan keserakahan siapapun yang ada di sekitar aku. Tapi, dia tidak pernah memperingati aku tentang adanya seseorang yang berniat buruk sebelumnya." jawab Ze.


"Bukankah jika ada penghianat di antara kita sebelumnya maka Silla juga akan tahu?" tanya Hui tu.


"Ya, maka dua tebakan darimu itu mungkin salah." jawab Ze.


"Lalu....?" tanya Hui tu.


"Entah, tapi aku pasti akan tahu itu nanti." jawab Ze.


"Dimana ular api, Cece dan kak Jin hu?" tanya Ze saat menyadari mereka tidak ada sejak dia bangun dan keluar dari batu dimensi.


"Kami di sini nyonya Jin." jawab serempak ular api dan ceri emas yang baru saja tiba.


"Suamimu mendapatkan pesan dari penasehat istana miliknya. Aku tidak tahu apa isi suratnya itu tapi intinya dia harus segera ke istana atas awan untuk menangani sebuah masalah." jelas Hui tu.


"Apakah dia sudah kehilangan akalnya? Dia tidak boleh jauh dari aku sebelum segel dari dalam tubuhnya terbuka." ucap Ze kesal.


"Aku harus menyusul dia sekarang sebelum hal buruk terjadi padanya." putus Ze.


"Aku harus merepotkan kalian untuk menjaga guru Tang lagi." ucap Ze.


"Tidak perlu sungkan nyonya." ucap ceri emas.


"Ular api tolong bawa aku ke istana atas awan." pinta Ze.


"Baik putri." saut ular api.


"Guru maaf, aku harus pergi sekarang. Aku tidak...."


"Pergilah, kami sudah baik-baik saja dan ada Hui tu juga ceri emas bersama Kami." ucap Tang hui bi.


"Serahkan semua urusan di sini pada aku dan ceri emas. Masalah orang itu kita urus nanti saat masalah suamimu selesai." ucap Hui tu.

__ADS_1


__ADS_2