
Jin hu tersenyum mendengar ucapan Ze. Dia menarik tubuh Ze masuk ke dalam pelukannya.
"Bukankah itu baik? Aku akhirnya akan dapat melindungi dirimu dengan kemampuan yang semakin meningkat pesat. " ucap Jin hu sambil mempererat pelukannya.
"Semoga saja itu memang hal yang baik. Karena, aku tidak tahu alasan mengapa kekuatannya disegel." batin Ze yang juga ikut mengeratkan pelukannya.
"Sayang...." Panggil Jin hu.
"Ya?" saut Ze.
"Apakah kita masih memiliki waktu yang cukup di dalam sini? Atau haruskah kita kembali keluar segera?" tanya Jin hu.
"Jika dihitung dari waktu di luar sana, kita baru beberapa saat di dalam batu dimensi ini. Seharusnya tidak harus buru-buru untuk kembali ke luar." jawab Ze.
"Ada apa?" tanya Ze melihat Jin hu tersenyum mendengar ucapan Ze.
"Aku merindukan mu. Sudah lama kita tidak melakukannya." jawab Jin hu.
"Ap mmm mm." Jin hu membungkam mulut Ze dengan bibirnya sebelum Ze sempat protes.
Cukup lama mereka berciuman bahkan saling melu*at hingga terlepas karena Ze hampir kehabisan napas.
"Bisa kan?" pinta Jin hu dengan wajah memelas andalannya.
Ze hanya bisa mengangguk untuk menjawab permintaan Jin hu. Setelah itu (Silahkan berimajinasi sendiri apa yang terjadi 😁)
Ze dan Jin hu keluar dari batu dimensi setelah beberapa jam istirahat dalam batu dimensi yang dalam waktu luar tidak sampai 1 jam.
Tidak ada yang menyadari peningkatan kultivasi Jin hu karena Ze sengaja menggunakan sesuatu dari batu dimensi tempat Silla untuk menutupi pencapaian Jin hu. Itu bertujuan agar siapapun yang menanam segel pada tubuh Jin hu tidak menyadari bahwa Ze sudah mulai melakukan sesuatu yang lebih kuat untuk menghancurkan segel pada tubuh Jin hu.
"Apakah berjalan lancar?" tanya Hui tu.
"Untuk tahap awal berjalan lancar. " jawab Ze.
"Apakah ada gerakan yang mencurigakan selama aku tidak di sini?" tanya Ze.
"Sejauh ini aman-aman saja." jawab Hui tu.
__ADS_1
"Tadi kau menyebutkan tahap awal, apa maksudnya? " tanya Hui tu.
"Karena memang jurus penghancur segel itu memiliki 3 tahap untuk menghancurkan segel yang sekuat itu." jawab Ze.
Tentunya mereka menggunakan telepati untuk berbicara agar menghindari ada dari pihak musuh yang mendengar dan melakukan tindakan lainnya untuk mencegah Ze menghancurkan segel pada tubuh Jin hu.
"Apakah....."
"Sebaiknya kau tidak bertanya tentang hal yang sebelumnya aku katakan padamu di mana pun saat ini. Itu adalah hal yang tidak baik jika ada yang mendengar terlebih lagi jika itu bagian dari orang itu." sela Ze.
"Maaf kakak ipar, aku menjadi terlalu bersemangat hingga lupa bahwa tidak semua orang boleh mengetahui masalah itu." ucap Huo nan.
"Tidak masalah, kedepannya kau harus dapat mengontrol ucapan yang keluar dari mulut mu itu." ucap Ze.
"Baik kakak ipar." saut Huo nan.
"Di depan ada desa. Apakah kita mampir untuk istirahat sebentar?" tawar Hui tu.
"Sepertinya itu ide bagus." ucap Huo nan.
Mereka akhirnya mampir di desa yang dimaksud Hui tu. Mereka memasuki sebuah kedai yang menyediakan makanan khas desa itu.
"Apakah kalian tidak merasa aneh?" tanya Ze setelah mereka duduk di tempat yang disediakan untuk mereka.
"Apa yang aneh kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Aku hanya akan merasa aneh jika kau dan kakak ke 2 ku itu tidak membuat orang kesal hingga kehabisan kata dengan pertunjukan kasih sayang juga ucapan sombongmu itu." tambah Huo nan hanya berupa gumaman yang sangat lirih.
"Apa yang aneh?" tanya Hui tu.
"Ceh, ternyata Hui tu dalam bentuk telur jauh lebih cerdas dari pada bentuk manusia." ejek Ze sedangkan Hui tu hanya memasang wajah kesal menanggapi ucapan Ze.
"Aku memang merasa sedikit aneh dengan desa ini." ucap Jin hu.
"Apanya yang aneh sih?" tanya Huo nan.
"Sejak memasuki desa hingga saat ini aku tidak melihat satupun penduduk desa selain wanita. Bahkan anak kecil pun tidak ada yang berjenis kelamin laki-laki." jelas Zili.
__ADS_1
"Semua mata juga menatap aneh ke arah kita sejak awal kita turun dari kereta dan memasuki kedai ini." ucap Jin hu.
"Aku baru sadar dan memang benar seperti itu." ucap Huo nan.
"Maaf, aku bahkan tidak menyadari detil sekecil ini." ucap Hui tu.
"Aku tahu kau sedang memikirkan kemungkinan kebenaran yang akan kita dapatkan dari desa Taoxi di negeri Nansi nantinya. Tapi, sebaiknya kau lebih fokus pada perjalanan yang kita lakukan dulu. Masalah apa yang akan terjadi pada akhir perjalanan ini, biar kita cari tahu saat perjalanan ini berakhir." ucap Ze.
"Ya, kau memang benar. Maaf sekali lagi, aku akan usahakan untuk lebih fokus lagi kedepannya. " ucap Hui tu.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Huo nan.
"Cukup tenang saja dan jangan sekalipun menyentuh makanan ataupun minuman di desa ini." ucap Ze.
"Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kalian menelan pil penawar segala racun. Untuk aku dan Zili, semua jenis racun didunia bawah ini tidak akan berpengaruh tapi itu beda dengan kalian." ucap Ze
Hui tu, Huo nan dan Jin hu segera menelan pil penawar segala racun yang sebelumnya pernah diberikan oleh Ze untuk mereka gunakan pada saat yang dibutuhkan.
Tidak berapa lama kemudian beberapa orang pelayan datang membawa makanan pesanan mereka. Para pelayan menatap aneh pada mereka lalu segera keluar dari tempat itu. Seorang pelayan tinggal di dalam ruangan dengan wajah takut sambil mata yang seolah sedang mengawasi sekitar.
"Maaf jika pelayan ini tidak sopan. Tapi, sebaiknya kalian segera meninggalkan desa ini terutama untuk para pria jika tidak ingin celaka." ucap pelayan itu.
"Apa yang terjadi pada penduduk pria desa ini?" tanya Huo nan.
"Mereka semua ditangkap dan dikurung oleh seorang yang sangat kuat untuk ditimbulkan. Sebaiknya kalian tidak tinggal lebih lama lagi untuk menghindari kalian terkena masalah yang akan membahayakan nyawa ." ucap pelayan itu.
"Biarkan kami , kami tahu apapun yang kami lakukan." ucap Hui tu.
"Baiklah tuan dan nyonya. Aku akan keluar dan jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saja saya." ucap pelayan itu lalu pergi dari tempat itu.
"Tidak ada yang aneh dari semua makanan ini." ucap Hui tu.
"Ya, aku juga tidak melihat ada racun pada makanan ini. Tapi sepertinya aku merasakan ada mantra sihir pada semua makanan ini." ucap Ze.
"Peluit dari raja serigala selalu bereaksi terhadap sihir apapun mengapa tidak bereaksi sekarang? " tanya Jin hu.
"Peluit itu hanya melindungi dirimu dari sihir bukan yang lainnya. Jadi hanya jika sihir itu akan mengenai tubuhmu maka peluit itu akan bereaksi." ucap Zili.
__ADS_1