Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Sebelas


__ADS_3

Ze selesai mengalirkan tenaga dalam pada tubuh kaisar Beicheng dan juga men-totok beberapa titik saraf yang dapat memperlancar peredaran darah juga merangsang syaraf.


"Bagaimana paman Rui, apakah sudah merasa lebih baik?" tanya Ze.


"Ya, sangat baik. Nafasku sudah tidak terasa sesak dan kepalaku sudah terasa ringan kembali." jawab kaisar Beicheng dengan tersenyum bahagia.


"Coba angkat tangan paman." pinta Ze.


Kaisar Beicheng mengangkat kedua tangannya. Ze meletakkan sebuah tongkat di atas tangan kaisar Beicheng dan tersenyum karena kaisar Beicheng mampu menahan tangannya tetap di atas walaupun dengan beban.


"Tenaga paman Rui sudah hampir pulih total. Sekarang genggam tongkat itu dan angkat." ucap Ze.


Kaisar Beicheng melakukan arahan Ze dan ternyata tongkat itu jatuh setiap kali kaisar Beicheng ingin mengangkatnya. Karena setiap kali akan mengangkat tongkat itu, genggaman tangan kaisar Beicheng akan terlepas.


"Jangan memaksakan diri anda paman Rui. Syaraf pada tubuh paman Rui masih belum 100 persen pulih dan terhubung. Bahkan belum sampai setengahnya yang pulih. Kita akan melatih syaraf paman Rui secara perlahan dan menghubungkan setiap syaraf yang terputus." ucap Ze menenangkan.


"Untuk hari ini sudah cukup. Besok kita akan memulai lagi untuk pengobatan juga pemulihan paman Rui. Tidak baik memaksakan diri karena hanya akan menghasilkan kerugian. Tubuh paman Rui tidak akan sanggup dan akan semakin lama untuk dapat pulih." jelas Ze yang mampu membungkam kaisar Beicheng yang hendak protes.


"Baiklah, tabib yang lebih tau mana yang terbaik untuk pasiennya bukan." ucap kaisar Beicheng pasrah.


"Sebaiknya paman istirahat. Akan ada Hui tu yang akan menjaga paman. Aku juga harus istirahat karena proses pengobatan paman Rui cukup menguras tenagaku. " ucap Ze.


"Beristirahatlah kalau seperti itu. Kalian dapat menempati kamar di kediaman mendiang permaisuri. Tempat itu selalu terawat dan selalu di jaga kebersihannya sehingga dapat langsung kalian tempati." ucap kaisar Beicheng.


"Tapi..... "


"Itu hanyalah sebuah kamar. Aku hanya tidak menginginkan orang yang tidak pantas memasuki tempat itu. Tapi, kalian adalah penyelamat ku juga orang terpenting bagi putra Kami. Mendiang istriku sudah tentu tidak akan keberatan kalian menempati kamarnya untuk sementara hingga Huo nan bangun dan menyiapkan tempat yang lain untuk kalian." ucap kaisar Beicheng.


"Baiklah paman Rui, terima kasih." ucap Ze.


"Jangan sungkan dan jangan berterima kasih padaku jika kalian menganggap aku keluarga. Tidak ada kewajiban untuk berterimakasih pada perbuatan baik keluarga yang berharga bukan?" ucap kaisar Beicheng.

__ADS_1


"Ya, yang ada adalah berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarga yang kita sayang. Seperti kalian sekarang ini, kalian sudah berusaha sebaik mungkin membantu kami." ucap kaisar Beicheng.


"Kalau seperti itu, aku tidak akan sungkan lagi pada paman." ucap Ze tersenyum bahagia.


"Paman Rui jangan menyesal." ucap Ze membuat kaisar tersenyum bahagia.


"Kami pergi dulu paman Rui. " ucap Jin hu.


"Tok tok tok." Ze dan Jin hu masih nyaman dengan tidur mereka di saat tiba-tiba ada suara ketukan dari pintu kamar mereka.


Jin hu membuka mata dan melihat istri kecilnya masih nyaman dengan tidurnya. Dengan sangat hati-hati Jin hu turun dari tempat tidur untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamar tempat mereka beristirahat saat ini.


"Tok tok tok." belum sempat Jin hu menanggapi ketukan pertama, ketukan selanjutnya sudah terdengar kembali.


"Tunggu sebentar." hanya itu yang Jin hu ucapkan sambil buru-buru melangkah ke arah pintu agar ketukan terburu-buru itu berhenti.


Pasalnya, istri kecil kesayangannya masih lelap dengan tidurnya karena kelelahan mengobati kaisar Beicheng.


"Sstttt, kecilkan suaramu istriku masih tidur." ucap Jin hu pelan sambil menaruh telunjuknya di depan bibirnya.


"Ada apa? Mengapa kau begitu tergesa-gesa?" tanya Jin hu.


"Maafkan atas kelangan hamba mengganggu tidur yang mulia. Tapi,....... "


"Ada apa?" tanya Ze yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Jin hu.


"Tiga orang yang ditangkap oleh rekan anda juga bos perampok yang kita bawa dari hutan Yilin mereka..... " Cheng duan bingung juga ragu untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan sebelumnya.


"Mereka kenapa?" tanya Ze.


"Tiba-tiba mereka seolah menjadi orang lain bahkan menjadi seperti sebuah boneka tanpa jiwa. Sebelumnya mereka akan merintih saat di cambuk tapi sekarang tiba-tiba mereka seolah tidak merasakan apapun. Bahkan saat hamba menyiram air garam pada luka mereka, mereka tetap tanpa ekspresi." jelas Cheng duan.

__ADS_1


"Ayo kita periksa mereka kalau seperti itu." ucap Ze dan ingin segera melangkah pergi namun Jin hu mencegah langkahnya sebelum Ze dapat melewati tubuh suaminya itu.


"Ada apa? Mengapa kau menghalangi jalan?" tanya Ze.


"Kau pergilah lebih dulu kami akan segera menyusul." ucap Jin hu pada Cheng duan.


"Baik Yang mulia." saut Cheng duan lalu segera pergi dari sana.


"Lebih baik mencari aman untuk otak dan hatiku yang masih belum siap menyaksikan pasangan yang memadu kasih." gumam Cheng duan yang menebak kalau pasangan itu akan kembali bermesraan seperti pertama dia melihat mereka mesra.


Jin hu memutar tubuhnya lalu merengkuh tubuh Ze masuk dalam dekapan hangatnya.


"Kau tidak berniat untuk membiarkan orang lain melihat kau menggunakan pakaian tipis seperti ini kan sayang." ucap Jin hu lalu mengecup singkat hidung dan kening Ze.


"Aku lupa kalau masih menggunakan pakaian tidur." ucap Ze sambil tersenyum kikuk.


Jin hu mengambilkan Ze pakaian luar dan segera membantu memasangkan pakaian itu pada Ze.


"Ayo, kita harus segera melihat orang-orang itu. Kalau tebakan ku benar, maka mangsa yang sebelumnya berhasil lolos akan segera kita dapatkan kembali." ucap Ze.


"Maksudnya apa sayang?" tanya Jin hu.


"Kau ingat binatang menjijikkan yang berhasil melarikan diri saat aku hendak menghabisinya, yang menjadi penyebab kekacauan di desa Guilin?" tanya Ze.


"Ya, aku ingat. Ada apa dengan bintang itu dan apa hubungannya dengan kasus kali ini?" tanya Jin hu.


"Aku curiga kalau binatang itu ada hubungannya dengan perubahan dari 4 orang itu. Jika itu benar maka aku akan segera menemukan keberadaan binatang menjijikkan itu dan segera memusnahkan dia segera. Banyak orang yang tidak bersalah akan menjadi korban jika binatang menjijikkan itu tidak segera disingkirkan." ucap Ze.


"Lagi pula dapat kita sebut sekali menepuk dua lalat. Binatang menjijikkan itu musnah, orang-orang aman dari ulahnya, aku mendapatkan energi murni untuk meningkatkan kultivasi milikku." ucap Ze.


Mereka sudah sampai di depan pintu tempat di mana 4 orang yang ditahan itu. Tanpa menunggu perintah penjaga pintu itu segera membukakan Ze dan Jin hu pintu.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca✌


__ADS_2