Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Tujuh puluh


__ADS_3

Doju sudah terlihat jauh lebih baik saat Ze dan yang lainnya tiba di sana. Bahkan dia saat itu sedang asik berbincang bedua dengan Suho sedangkan yang lainnya termasuk keluarga Doju sudah tidak ada di ruangan itu.


"Pangeran, putri, tuan Jin hu." sapa keduanya saat melihat Ze, Jin hu dan Zili memasuki ruangan itu.


"Tidak perlu berdiri, kau masih harus beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuh juga enegi dalam tubuhmu seperti semula." ucap Ze saat Doju ingin bangkit memberi hormat pada mereka.


"Apa yang putri katakan memang benar. Beristirahat saja dan jangan melakukan ataupun memikirkan banyak hal untuk saat ini." saut Zili.


"Baik putri, pangeran, terima kasih." ucapnya tulus.


"Maaf karena aku gagal melaksanakan tugas dan terluka hingga membuat semuanya susah." ucap Doju lagi dengan wajah menyesal.


"Kau tidak gagal sama sekali karena saat ini kaisar baik-baik saja berkat dirimu." ucap Ze.


"Apa yang putri katakan memang benar. Kalau masalah kau terluka, kau tidak perlu merasa menjadi beban karena kami tidak merasa bahawa kau adalah beban." ucap Zili.


"Terima kasih." ucap Doju.


"Kau terluka karena melakukan tugas jadi sudah kewajiban Zili untuk mengurus dirimu." ucap Ze.


"Tapi, aku juga ikut menyusahkan putri yang seharusnya masih mengurus pencarian bahan obat untuk master Tang." ucap Doju.


"Aku tidak merasa disusahkan oleh mu. Aku sudah menganggap baik Zili, Ular api, Cece juga kalian adalah bagian dari keluarga. Jadi, saat aku melakukan sesuatu untuk kalian, aku tidak akan merasa itu adalah sebuah beban. Aku senang melakukan sesuatu untuk orang yang aku sayangi dan menyayangi aku." ucap Ze membuat Doju bahkan Suho dan Zili terharu.


"Jangan menangis haru karena itu sangat tidak sesuai dengan wajah dingin kalian." ucap Ze.


"Biar aku memeriksa keadaanmu." ucap Ze dan segera mendekat ke arah Doju.


Suho menyingkir agar Ze dapat duduk di tempatnya. Ze memegang pergelangan tangan Doju untuk memeriksa nadinya agar dapat mengetahui keadaan Doju dengan pasti.


"Kau sudah hampir pulih total. Kau harus lebih memperhatikan apa yang kau makan dan minum kedepannya. Termasuk kalian berdua." ucap Ze.


Jin hu yang memang tidak tahu apa yang terjadi pada Doju hanya diam menyimak percakapan mereka bertiga.


"Baik putri." saut mereka bertiga.


"Aku akan coba untuk meminta pada Silla siapa tahu dia memiliki atau mengetahui sesuatu yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah makanan atau minuman mengandung racun ataupun hal yang tidak baik untuk tubuh." ucap Ze.

__ADS_1


"Itu jauh lebih baik agar mereka dapat menjaga diri mereka di dunia ini." ucap Jin hu yang mulai paham garis besar masalah apa yang terjadi.


"Karena di tempat ini tidak ada siapapun, aku akan masuk ke dalam batu dimensi sekarang saja." ucap Ze.


Zili juga Suho segera menutup dan mengunci pintu juga jendela di ruangan itu. Ze segera memasuki batu dimensi tempat Silla berada.


"Silla....!" panggil Ze saat dia sudah di dalam batu dimensi.


"Tidak bisakah kau tidak berteriak saat memanggil aku?" tegur Silla.


"Aku terbiasa memanggil dengan suara lebih keras saat memanggilmu karena tidak melihat wujud dirimu." ucap Ze sambil tersenyum.


"Apa yang sedang kau butuhkan?" tanya Silla.


"Tahu saja kau kalau aku memerlukan sesuatu." ucap Ze sambil tersenyum memamerkan deretan giginya.


"Memang pernah kau masuk ke dalam dimensi ini selain memerlukan sesuatu?" ucap Silla.


"Kau jangan mengatakan seperti itu. Aku masih banyak hal yang harus dilakukan makanya tidak bisa datang ke dimensi ini hanya untuk berbincang saja denganmu." ucap Ze.


"Apa yang kau butuhkan?" tanya Ze.


"Itu bagus, lalu?" tanya Silla.


"Yang menggali dan mengambil umbi itu adalah Zili dan Suho. Mereka terlalu bersemangat dan mengambil terlalu banyak umbi. Apakah umbi tanaman api neraka itu dapat disimpan dalam waktu lama?" tanya Ze.


"Umbi itu tidak bisa di simpan terlalu lama. Tapi, kau dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang akan bermanfaat untuk kesehatan seperti ramuan penghangat tubuh dan bisa juga kau iris tipis dan keringkan. Itu bisa di gunakan untuk mengetes makanan atau minuman apakah mengandung racun atau tidak." jawab Silla.


"Ah kau membantuku sebelum aku menanyakan masalah sesuatu yang berguna untuk mengetahui makanan atau minuman beracun." ucap Ze senang.


"Kalau begitu, berarti kecerobohan mereka ada manfaatnya juga." ucap Silla.


"Ya, kau benar." saut Ze.


"Ada lagi yang kau butuhkan?" tanya Silla.


"Tidak ada lagi, terima kasih. Aku harus segera membuat alat untuk mengetes racun itu untuk Zili dan yang lain karena guru Tang membutuhkan aku segera kembali untuk mengobati mereka." ucap Ze.

__ADS_1


"Maka segeralah kembali ke luar dimensi ini." ucap Silla.


"Bagaimana cara menggunakan irisan umbi tanaman api neraka itu nanti kalau ingin mengetes kandungan racun dalam makanan atau minuman?" tanya Ze.


"Kalau itu berbentuk cair maka tinggal celupkan ke dalam makanan atau minuman. Jika berubah warna menjadi hitam maka ada racun di dalam makanan dan minuman itu. Umbi yang tidak berubah warna maka makanan itu aman. Tidak perlu mengeluarkan umbi dari makanan atau minuman karena itu baik untuk tubuh juga bermanfaat untuk peningkatan kultivasi." jelas Silla.


"Jika makanan yang padat?" tanya Ze.


"Hancurkan dan larutkan dengan air lalu celupkan potongan umbi tanaman api neraka itu kedalam larutan itu." jelas Silla.


"Berarti kami bisa memotong umbi itu dalam ukuran kecil agar lebih awet untuk digunakan?" tanya Ze.


"Ya, setidaknya kau dapat melihat perubahan warnanya saat di dalam makanan atau minuman." jawab Silla.


"Terima kasih, aku akan kembali ke luar." ucap Ze.


"Ya." saut Silla.


Ze segera keluar dari batu dimensi dan menemui Jin hu dan yang lainnya.


"Mana umbi tanaman api neraka yang kalian ambil sebelumnya?" tanya Ze pada Zili sebelum mereka bertanya apapun padanya.


"Ada di ruang penyimpanan di kamarku." jawab Zili.


"Akan aku ambil sekarang." tambahnya.


"Tidak perlu, karena cara membuat alat mengetes racunnya sangat mudah, kau dapat membuatnya sendiri." ucap Ze.


"Maksud putri?" tanya Zili.


Ze akhirnya menceritakan tentang pembicaraan dia dengan Silla sebelumnya. Zili dan Suho bahkan Jin hu mengamati dengan seksama penjelasan Ze.


"Apakah kalian paham dengan apa yang aku jelaskan?" tanya Ze.


"Sangat paham." jawab Zili dan Suho.


"Karena pangeran harus mengantar putri dan tuan Jin hu, maka biar aku yang membuat irisan umbi tanaman api neraka itu." ucap Suho.

__ADS_1


"Itu adalah yang terbaik untuk dilakukan agar kalian dapat segera memiliki sesuatu yang bisa menjaga kalian dari kondisi yang sama dengan Doju sebelumnya." ucap Ze.


__ADS_2