
Si wanita naga tersenyum sinis ke arah Jin hu dan yang lain yang terlihat tak berdaya. Kumpulan energi itu sudah sangat kuat terkumpul dan dengan segera dia arahkan energi kuat itu pada tubuh mereka dan.....
"Duar..... duar..... Akh...... " kumpulan energi itu meledak di udara karena benturan dari energi lain yang tidak kalah kuat.
Tubuh si wanita naga itu juga terkena hantaman energi yang sangat kuat membuat dia memekik kesakitan.
"Kak Siolong...... " teriak 3 naga rekannya karena terkejut melihat pimpinan mereka terhempas tiba-tiba.
"Uhuk uhuk uhuk." Siolong terbatuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Siapa yang beraninya menyerang ras kami dengan diam-diam?" tanya geram salah satu naga.
"Aku." ucap seorang pemuda yang didampingi oleh dua orang pemuda lain dibelakangnya.
Mereka masih melayang di udara dengan si pemuda yang di depan menggunakan pakaian mewah berwarna putih sedangkan dua orang lain menggunakan pakaian yang lebih sederhana. Aura mereka sangat kuat membuat para naga sedikit menciut nyalinya.
"Siapa mereka sebenarnya? Mengapa aura yang keluar dari tubuh mereka begitu kuat?" batin si wanita naga.
Zili turun dan mendekat ke arah Jin hu dan yang lain berada.
"Maaf aku terlambat datang untuk membantu kalian." ucap Zili.
Ya, pemuda itu adalah Zili atau poci si king pheonix hewan roh milik Ze. Dia datang tepat saat Jin hu dan yang lainnya hampir celaka karena serangan wanita naga.
"Siapa kau berani-beraninya menyerang ras naga suci seperti ini?" tanya geram si wanita naga.
"Tidak perlu kau tahu siapa aku. Kau masih jauh dari kata pantas untuk mengetahui jati diriku." ucap angkuh Zili.
"Biarkan kami saja yang menghadapi mereka semua pangeran, tidak pantas untuk mereka menjadi lawan pangeran." ucap Dujo pada Zili.
"Benar kata Dujo pangeran, jika pangeran melawan kaum rendahan dari ras naga itu, sama saja pangeran sedang merendahkan diri pangeran." ucap Suho.
"Ya, lakukan sesuka hati kalian." ucap Zili.
"Kurang ajar, beraninya kalian merendahkan ras naga kami." geram siolong.
__ADS_1
Dujo dan Suhu segera menyerang kelompok ras naga itu. para naga menyerang dengan semburan api yang sangat kuat namun dapat di halau dengan mudah oleh Dujo dan Suho.
Sementara Dujo dan Suho melawan para naga, Zili membantu meringankan luka dari Jin hu dan yang lainnya dengan tenaga dalamnya.
Jin hu segera bangkit lalu merogoh kantong penyimpanan yang terikat pada pinggangnya. Jin hu mengambil pil dari dalam kantong itu dan segera menelannya.
"Ambil dan telan pil ini." ucap Jin hu sambil memberikan sebutir pil pada Hui tu.
"Terima kasih." ucap Hui tu setelah menerima dan menelan pil itu.
"Apakah pil ini juga berguna untuk mereka?" tanya Jin hu pada Zili seraya menatap ular api dan ceri emas yang juga terluka.
"Tidak berguna sama sekali. Jika kau memiliki stok penyimpanan air suci, itu akan jauh lebih berguna untuk mereka berdua." ucap Zili lagi. Jin hu segera mengambil kantong air miliknya dan menuangkan air di dalamnya ke mulut ular api dan akar dari ceri emas.
"Beruntung Ze selalu mengisi kantong air milikku dengan air suci." ucap Jin hu saat melihat ular api dan ceri emas mulai kembali bergerak.
"Terima kasih." ucap ular api dan ceri emas bersamaan.
Di sisi Dujo dan Suho saat ini mereka masih sibuk bertarung dengan empat naga yang sebelumnya melukai Jin hu dan rekannya.
"Quo..... Suo..... " seru dua naga lainnya melihat rekannya terluka parah akibat serangan dari Dujo dan Suho.
"Buk buk akh akh..... "dua pukulan mengenai keduanya saat fokus mereka teralihkan.
"Kalian menganggap remeh kami dengan mengalihkan perhatian kalian di saat melawan kami." ucap Suho.
"Sudah cukup main-mainnya, saatnya kita akhiri ini." ucap Dujo lalu mengumpulkan energi pada telapak tangannya.
Saat energi itu dia arahkan pada tubuh salah satu naga dan hampir mengenai tubuh si naga, tiba-tiba kumpulan energi itu meledak di udara karena benturan dari energi lainnya.
"Sejak kapan negeri mimpi dan negri ilusi bekerja sama dengan ras naga?" tanya Dujo saat mengetahui siapa dalang yang berhasil mematahkan serangannya.
"Ha ha ha ha ha." tawa beberapa orang pecah seketika itu.
"Tidakkah kau pernah dengar bahwa musuh dari musuh kita adalah kawan?" ucap seorang yang tampak seperti seorang gadis kecil.
__ADS_1
"Tidak perlu menggunakan ilusi yang membuat kami melihatmu seperti seorang gadis kecil. Kami semua tahu kau adalah seorang wanita tua yang sudah keriput dan jelek." ucap Suho mengejek.
"Kurang ajar kau, berani-beraninya kau mengatakan bahwa aku adalah wanita tua yang jelek." bentak gadis kecil itu.
"Itu adalah faktanya." ucap Suho.
"Tidak usah banyak berdebat, kita harus bergegas menyingkirkan mereka sebelum salah satu dari bagian ras rendahan itu berhasil tembus pencapaiannya." ucap seorang pria yang terlihat sangat tampan.
"Kau benar." saut si gadis kecil lalu mereka mengeluarkan senjata mereka.
Lagi-lagi terjadi pertarungan di dalam hutan itu dan kali ini Zili ikut bertarung karena orang yang baru datang adalah raja dari negeri impian dan ratu dari negeri ilusi yang sangat kuat.
"Bom duar blar tring trang tring trang" banyak suara letusan dari energi yang saling bertabrakan dari kedua sisi. Juga suara senjata mereka yang saling bertabrakan
"Buk buk buk." Zili berhasil memukul tubuh dari beberapa lawannya.
"Hanya mengandalkan kekuatan yang tidak seberapa itu dan kalian ingin melawan ku. Sungguh tidak tahu malu, kalian terlalu memandang tinggi diri kalian." ucap Zili.
"Kekuatan ilusi tingkat tinggi." ucap si gadis kecil dan seketika matanya berwarna merah menyala.
"Jangan tatap matanya....!" seru Zili tapi terlambat karena Jin hu, Dujo dan ceri emas sudah terkena serangan ilusi dari si gadis kecil itu.
Zili lalu mengurung ketiganya dalam masing-masing tabir berbentuk bulat.
"Hanya ini satu-satunya cara agar mereka tidak salah serang atau saling serang karena ilusi yang mereka terima." ucap Zili.
"Mereka tidak dapat melukai yang lain tapi kau tidak akan dapat mencegah mereka melukai diri mereka sendiri." ucap si gadis kecil.
Jin hu sudah berteriak di dalam kurungan itu dan mencakar tubuhnya. Dujo juga ceri emas sudah menyakiti diri mereka sendiri juga di dalam kurungan itu.
"Tunjukkan dimana orang itu maka mereka akan baik-baik saja. Atau tidak, mereka akan membunuh diri mereka sendiri." tambahnya.
Jangan lelah untuk memberikan dukungan berupa vote, like dan komen.
Salam hangat dan sayang dari author yang kadang ngeselin ini 😉🤗
__ADS_1