Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas S 2
Menjadi tamu undangan dari akademi tangga langit


__ADS_3

Masih tetap kekanak-kanakan seperti biasanya." ucap Hui tu.


"Itulah Huo nan jika berada di sekitar kita." ucap Jin hu.


"Dia sudah cukup tertekan dengan tugas yang dia emban di kerajaan Beicheng. Biarkan dia melepas beban itu dengan mengekspresikan setiap apa yang dia inginkan dan rasakan saat bersama dengan kita." ucap Ze.


Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Pagi harinya mereka semua bersiap berangkat kembali ke ibukota namun kali ini menggunakan kereta sendiri.


"Apakah kita akan hadir sebagai penonton saja atau sebagai pendukung peserta dari keluarga Si?" tanya Huo nan.


"Kita akan hadir sebagai tamu undangan dari akademi tangga langit itu sendiri." jawab Ze.


"Kakak iparku yang paling hebat, walaupun kau selalu memberikan kejutan yang tidak terduga. Aku merasa kali ini kakak ipar hanya bergurau bukan?" tanya Huo nan tidak percaya.


"Siapa yang kau sebut milikmu?" tanya Jin hu.


"Aku tidak mengklaim siapapun sebagai milikku." jawab Huo nan.


"Tadi kau mengatakan istriku sebagai milikmu." protes Jin hu.


"Hanya sebagai kakak ipar saja kakak kedua." ucap Huo nan.


"Tidak perlu menggunakan kata kepemilikan di akhir kata kakak ipar itu bukan." ucap Jin hu masih tidak terima.


"Baiklah aku yang salah lagi kali ini dan kali seterusnya." ucap Huo nan kesal.


"Kau memang selalu saja salah." ucap Jin hu.


Ze, Hui tu dan Zili hanya diam membiarkan kedua orang itu terus berdebat hingga selesai.


"Bagaimana kita bisa menjadi tamu undangan dari akademi tangga langit?" tanya Hui tu.


"Ketua akademi tangga langit ternyata adalah teman seperguruan ayahku. Beliau memberikan plakat miliknya langsung agar kita bisa duduk di kursi undangan." ucap Ze.


"Dari mana kau tahu soal itu dan kapan kau bertemu dengan ketua akademi tangga langit?" tanya Jin hu yang bingung karena selama perjalanan mereka hampir tidak terpisahkan walaupun hanya sebentar.

__ADS_1


"Entah dari mana ayah tahu bahwa kita akan menghadiri kompetisi yang diadakan akademi tangga langit. Beliau mengirimkan surat kepada kawan yang sudah seperti saudara baginya itu dan beliau mengirimkan utusan untuk membawa undangan dan menjelaskan alasan aku mendapatkan undangan itu." jelas Ze.


"Utusan datang saat kau keluar mencari makanan yang aku pesan semalam." ucap Ze lagi.


"Wah, inikah naluri seorang ayah yang tahu kebutuhan putrinya bahkan sebelum putrinya meminta." ucap Huo nan.


"Ayo kita berangkat." ajak Ze.


"Tidak lucu jika kita sebagai undangan dadakan datang terlambat di acara pembukaan kompetisi itu." tambah Ze lagi.


"Ayo." seru yang lainnya.


Mereka tiba di arena kompetisi dan langsung disambut oleh utusan akademi tangga langit membuat banyak orang menatap penuh tanya ke arah mereka.


"Siapa orang-orang itu sehingga bahkan utusan akademi tangga langit sendiri yang datang menyambut kedatangan mereka?" tanya penonton a.


"Entah siapa mereka tapi, jika dari yang kita lihat saat ini, mereka pastilah orang hebat." jawab penonton b.


"Apakah mereka salah satu peserta juga?" tanya penonton c.


Akhirnya kompetisi dibuka oleh seorang pria bernama Tuan Sao. Para peserta telah hadir dan berdiri di antara keluarga mereka masing-masing. Karena tempat duduk Ze dan yang lainnya berada di atas mereka dapat dengan mudah melihat apa yang ada di arena.


"Keluarga Si ada di sebelah sana." ucap Huo nan.


"Jangan terlalu berisik. Kami tidak buta jadi kami tentu dapat melihat mereka." ucap Hui tu.


Ze hanya duduk melihat interaksi antara Yang ruo dan para keluarga Si yang lainnya. Siapa tahu dia dapat menebak siapa yang meracuni Yang ruo jika melihat interaksi mereka.


"Ada banyak juga anak muda berbakat di keluarga Si." puji Zili.


"Keluarga Si kalian memang memiliki banyak anggota dan mereka cukup memiliki banyak generasi penerus yang hebat. Tapi, dari interaksi antara mereka, aku dapat menilai bahwa keluarga Si tidak menjunjung prinsip kekeluargaan yang hangat. Mereka terlihat saling bersaing satu sama lain." ucap Ze.


"Aku juga menyadari hal itu dari interaksi antara mereka semua sejak awal. Apakah itu karena kerajaan bisnis keluarga Si yang besar sehingga mereka berlomba untuk jadi yang terkuat dan saling menjatuhkan?" ucap Hui tu.


"Aku pikir itu karena orang yang memimpin mereka saat ini tidak terlalu tegas." ucap Ze.


Kompetisi di mulai dari kompetisi untuk kultivasi dan dilanjutkan dengan kompetisi alkemish.

__ADS_1


"Tidak buruk." ucap Ze setelah kompetisi itu berakhir dan para tetua akademi tangga langit telah memilih beberapa orang yang lulus untuk masuk menjadi murid akademi.


"Dari keluarga Si ada 6 orang yang lulus dan 3 dari 6 orang itu memiliki bakat ganda walaupun tidak terlalu kuat di salah satu dari bakat mereka." ucap Zili.


"Tidak semuanya seperti itu. Yang ruo adalah seorang jenius dengan bakat ganda yang seimbang tapi dikacaukan oleh orang lain." ucap Ze.


"Sampaikan kepada tuan Yok ji bahwa sebaiknya kita tidak melakukan perjalanan kembali ke desa Taoxi bersama. Selain menghindari kecurigaan orang itu, kita harus menghadiri undangan makan malam dari ketua akademi tangga langit yang telah menjadikan kita tamu undangan pada kompetisi ini." ucap Ze.


"Baik." saut Hui tu.


"Cukup dengan telepati saja." ucap Ze saat Hui tu hendak berdiri.


"Ah aku lupa." ucap Hui tu.


"Kau harus lebih fokus kakek." ucap Ze.


"Maaf." ucap Hui tu.


"Tidak perlu meminta maaf. Aku tahu kekhawatiran yang sedang menguasai pikiranmu saat ini. Kau tidak perlu khawatir, kita akan membantu menyelesaikan masalah itu dan membantu memperbaiki keluargamu sebelum menyeret dirimu jauh dari mereka lagi." ucap Ze.


"Ceh, kau kira aku benda di seret." protes Hui tu.


"Jadi, apakah kau berniat untuk tinggal di keluarga Si untuk seterusnya?" tanya Ze.


"Aku tidak memiliki ikatan emosional yang kuat pada keluarga Si itu. Mungkin karena tidak cukup saling mengenal. Aku hanya tidak rela jika penerus keluarga Si tidak saling menghargai dan menyayangi hingga akhirnya akan kembali hancur dan benar-benar berakhir." ucap Hui tu.


"Sebaliknya, walaupun tidak memiliki hubungan darah sedikitpun dengan kalian, aku merasa nyaman dan seolah memiliki keluarga yang sempurna saat di sekitar kalian. Awalnya aku merasa tinggal di istana dan memperluas kekuasaan adalah hal yang paling baik. Tapi, setelah melakukan banyak perjalanan dan pertarungan dengan kalian, aku sadar bahwa seorang butuh pengalaman untuk menjadi lebih kuat. Aku masih ingin melewati banyak pertarungan bersama kalian." tambah Hui tu.


"Sebaiknya kau sampaikan pesan pada cucumu itu secepatnya agar mereka tidak menunggu kita." saran Ze.


"Baik." saut Hui tu.


"Kalian kembalilah lebih dulu ke desa Taoxi. Kami akan segera menyusul setelah urusan kami di sini selesai." Hui tu menyampaikan pesan pada tuan Yok ji.


"Aku Hui tu sedang menyampaikan pesan melalui telepati padamu jadi tidak perlu mencari keberadaan aku." ucap Hui tu lagi.


"Baik kakek buyut." saut tuan Yok ji.

__ADS_1


__ADS_2